Jumat, 29 November 2019

Ikhlas itu...




IKHLAS itu seumpama EMAS
yang nilainya ditentukan pada keMURNIannya
bukan pada beratnya.

IKHLAS itu seumpama MADU
yang keMURNIannya ditandai dengan
tidak bercampurnya ia dengan sesuatu apa pun.

IKHLAS itu seumpama UDARA
yang sekedar dirasa keberadaannya
dan tak dapat dilihat wujudnya.

IKHLAS itu seumpama TUJUAN
yang arahnya hanya kepada ALLAH Swt
bukan kepada selain DIA.

IKHLAS itu SUNYI
dari segala keakuan diri
tentang segala perbuatan baik diri,
baik keakuan yang diucap-ucapkan
maupun keakuan di dalam hati.

IKHLAS itu penyangkalan pengakuan dalam diri
tentang apa pun peran diri,
serta menetapkan dalam diri
bahwa semuanya atas peran Allah Swt.

Ikhlas yang diucap-ucapkan itu bukanlah keikhlasan.
IKHLAS itu RAHASIA antara dirimu dan Allah Swt.


Negaholic



Ini adalah orang yg kecanduan dengan hal2 negatif. Ah mosok ada? Lho, ternyata ada saja yg begitu. 

Berita bagus, yang membawa semangat, memberi gambaran positif, kedamaian, malah gak menarik bagi seorang negaholic. Tapi kalau berita negatif, tentang kegagalan, keterpurukan, kejadian buruk, kisah sedih, konflik.. woo.. semangat bener baca nya. Bukan cuma baca, buru2 disebarkan. 

Saking menikmati hal2 negatif, maka negaholic bahkan mahir mencari hal2 negatif  dibalik kejadian yang menurut orang lain positif. Aneh kan? Namanya juga kecanduan. 

Maka kalau ada yang menyampaikan prestasi, dia akan pikirkan kecurangan ataupun penipuan apa dibalik prestasi tadi. Kalau ada kabar pihak2 yang berdamai, otaknya kreatif merangkai cerita konspirasi dibalik perdamaian tadi. Pokoknya buat mereka, kalau gak bisa jadi cerita negatif gak asik.

Celakanya kecanduan itu memicu hasrat untuk mendapatkan lebih banyak lagi dan lagi. Setelah mencandu hal2 negatif dalam skala nasional atau global, hal2 negatif di lingkup pribadi pun menjadi obyek yang gak kalah nikmat. Dan karena nyandu, makin lama ya makin jago. Temen deket perasaan jelek nya aja yang keliatan. Bahkan sisi negatif pasangan nya kini lebih terlihat dari kebaikannya.

Sudah begitu. Likes attract likes. Negaholic ya senengnya ngumpul sama negaholic. Dan mereka saling menguatkan. 

Apa yang akan kita rasakan kalau berinteraksi dengan seorang Negaholic? Kira2 maukah kita jadi rekan, atasan, bawahan, ataupun pasangan hidup seorang Negaholic?

Nah.. ayoo sekarang inget baik2 apa yang belakangan ini sering kita rasakan, pikirkan dan ucapkan saat mencermati peristiwa di sekitar kita. Apakah hal2 positif yg terlintas? Atau hal negatif. Semakin banyak hal negatif yg muncul, waspadai gejala awal Negaholic. 

Selasa, 19 November 2019

AIR ASIA JUALAN TIKET MASKAPAI LAIN, BLUNDER ATAU JENIUS?


Kegilaan macam apa ini..
Sebuah maskapai ikut ngejualin tiket maskapai yang menjadi saingannya.

"Ketika kami mengawali AirAsia sebagai maskapai penerbangan hemat biaya di tahun 2001, tidak pernah terbayangkan sama sekali bahwa suatu hari kami juga akan menjual tiket maskapai pesaing," ujar Tony Fernandes selaku CEO airasia.com.

Bagaimana jika akhirnya sampai jualan produknya kompetitor

Entahlah apa namanya.. 
Red Ocean.. bukan
Blue Ocean.. juga bukan
Purple Ocean.. mungkin lebih mirip kesini

Purple Ocean itu istilah yang dicetuskan oleh Handi D Irawan, founder Frontier Consulting sebagai penengah antara Red ocean dan Blue Ocean

Jika Red Ocean kita masuk ke kompetisi yang sudah keruh di pasar, Blue Ocean kita menciptakan ceruk kita sendiri dan membuat persaingan menjadi tidak relevan. Kalo purple ocean, kita menciptakan ceruk, tapi mengijinkan kompetitor untuk ikutan masuk
Strategi AirAsia yg lama sudah banyak yg mempelajari dan mengadopsi maskapai di seluruh dunia.

Sekarang dia bikin gebrakan baru lagi, yg sangat "out of the box"

"Hari ini, dengan dukungan Kiwi.com, kami meregenerasi diri menjadi lebih dari sekadar maskapai penerbangan, mewujudkan visi airasia.com sebagai platform perjalanan terintegrasi di kawasan Asia Pasifik," ujar Tony.

Ada satu pergeseran paradigma yang luar biasa yang harusnya dipahami oleh para pebisnis

Pada era keterhubungan antar sekarang, orientasi pebisnis sebenarnya bukan lagi pada "win the customer" atau bagaimana mendapatkan pelanggan, tetapi yang menjadi fokus utama sekarang adalah "show the customer the path to value"

Kalo di artikel Harvard Business Review yang terbaru, sedang hangat-hangatnya dibahas tentang posisi baru dalam sebuah bisnis, Customer Success Manager (CSM)

Posisi yang 10 tahun lalu belum ada, tapi sekarang menjadi posisi kunci di banyak perusahaan

CSM ini tanggung jawabnya semakin meluas

Fokus dari CSM adalah menjamin customer sukses mencapai goalsnya

Show the customer the path to value.. menunjukkan customer mencapai value yang dia inginkan

Simple nya kaya gini nih..

Anda punya bisnis membuat kue ulang tahun yang cantik, yang berkesan

Salah satu ekspektasi customers ketika mereka memutuskan untuk membeli dari produk kita adalah agar tampilan kue ultahnya benar-benar mengesankan, sama seperti di foto ketika ia melihat di postingan instagram yang bikin kita kepincut

Dari posisi di toko kita, sebenarnya kue ulang tahun itu pada kondisi terbaiknya, karena habis di buat oleh si cake artist

Gara-gara kita lupa mengontrol dan memastikan packing dan  deliverynya, ada bagian-bagian kue yang rusak karena nempel ke kardus kemasannya

Tampilan kue nya jadi cacat dan merusak momen bahagia si customers

Bagian delivery bisa jadi itu pas kebetulan di luar mata rantai bisnis kita karena pembeliannya via aplikasi ojek online.

Dan yang bawa kuenya tidak terlatih untuk membawa kue itu

Disini kita melihat bahwa delivery yang diluar kendalinya dia, ternyata berpengaruh besar terhadap kepuasan pelanggan terhadap produknya dia

Kita sebagai penjual kue bisa saja mengatakan, ini kan bukan salah saya, karena driver ojol bawanya ugal-ugalan juga diluar kendali saya

Yang penting dari saya produk sudah bagus, packing juga sudah baik.. masalah produk nyampe berantakan ya.. itu bukan urusan saya

Ini artinya kita sudah sukses "win the customer" tapi kita masih belum berhasil memastikan "customer success"

Perlu kita audit semua mata rantai yang berpotensi mempengaruhi kesuksesan customers saat menerima value terbaik dari produk kita

Sama dengan operator Telco

Customer ingin sukses menikmati konten-konten video berkualitas tinggi di YouTube

Dari pihak operator sudah menggelar jaringan terbaiknya, 4G misalnya

Dari sisi YouTube juga tersedia beragam pilihan konten berkualitas tinggi

Tetapi experience terbaik menikmati konten-konten ini bisa tidak tercapai jika ternyata pelanggan belum ganti kartu nya ke 4G

Padahal smartphone pelanggan sudah support

Sebenarnya operator juga bisa memilih untuk cuek. Tapi mereka proaktif dengan memberi tahu sekaligus menyarankan pelanggan untuk ganti kartu biar nontonnya gak video 360 pixel an terus

Kasusnya AirAsia ini sebenarnya sama

Dari dulu maskapai ini sudah mengarah untuk mewujudkan "Customer Success" sebenarnya

Tampilan web nya aja di airasia.com lebih mirip Traveloka ketimbang web nya maskapai

Jadi gak heran kalo AirAsia juga pernah menyandang web travel guide nomer satu di Asia dengan traffic sampai 8 juta visitor per bulan

Obsesinya AirAsia ini memang jadi "thought leader" atau ahlinya ahli di bidang travel dengan segala tetek bengeknya..

End to end.. pengennya dia integratornya

Memasukkan paket-paket wisata, hotel, sampai belanja keperluan travelling diantara jualan tiket pesawatnya dia itu adalah hal biasa banget

Termasuk opsi untuk memasukkan maskapai lain diantara rantainya dia

Sekilas ini seperti keputusan yang gila dan nyeleneh

Tapi jika melihat ke obsesinya dia, ini sangat normal dan wajar

AirAsia juga tidak bodoh dengan menyerahkan begitu saja kuenya ke kompetitor

Karena dengan mengeksekusi strategi ini AirAsia bisa mendapat banyak keuntungan

Pertama, maskapai lain bisa dia masukkan sebagai opsi untuk "tambal sulam" layanannya dia

Bisa di rute-rute ekspansi dimana ia belum ada, atau sebagai layering kedua saat ia tidak mampu melayani lonjakan permintaan.
Ini cerdas..
Apalagi jika maskapai lain yg jalan di rute itu juga berdarah-darah

Dengan demikian ia menjaga rantai succesful customernya dia biar tidak putus

Kedua, ia bisa lebih dekat dengan semua customers kompetitornya

Paling tidak bisa lebih kenal demografis maupun psikografis dari customers ideal bisnis travelling

Berguna banget buat meracik strategi marketing paling efektif buat menyasar mereka

Ketiga, last but not least.. alasan berikutnya apalagi kalo bukan additional revenue stream

Semakin banyak pilar-pilar penghasilan yang bisa diciptakan oleh sebuah bisnis, dengan seminimum mungkin effort, akan membuat bisnis tersebut semakin kokoh

AirAsia adalah thought leadernya traveling. Jadi marketplace nya bisnis travel. Jadi pengennya end to end semua kebutuhan customers dia yang sediain

Kita harus belajar banyak dari AirAsia terutama merubah paradigma dan mindset

Mindset kita berubah, maka otomatis model bisnis kita juga akan berubah

Kompetitor itu bukanlah selalu diartikan sebagai rival kita, teman tawuran berebut market share

Kompetitor jaman sekarang adalah partner bersinergi

Fokus kita cuma satu, bagaimana membuat customer sukses itu saja.

Siapapun yang bisa berkontribusi membuat customer bahagia, merasakan value maksimal dari produk kita

Salam Berkah 

Rabu, 13 November 2019

Rezeki Tak Terduga


Rezeki tak Terduga

"BARANGSIAPA bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnua Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Alllah telah mengadakan ketentuan bagi tiang-tiap sesuatu." (QS. Ath-Thalaq [65]: 2-3)

Ibn 'Abbas ra ketika menafsirkan ayat ke-2 dari QS. Athalaq ini, sebagaimana dikutip oleh Imam Jalaluddin Al-Suyuthi dalam tafsir Ad-Dur Al-Manysur fi Yafsir al-Ma'tsur menjelaskan bahwa yang dimaksud kata makhraja menurut Rasulullah saw adalah solusi atau jalan keluar atas persoalan-persoalan duniawi, pertolongan di saat menghadapi kematian (sakratul maut), serta perlindungan atas dahsyatnya hari kiamat.

Adapun makna dari ayat ke-3 dari QS. Ath-Thalaq, wa yarzuqhu min haitsu la yahtasib (dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka), menurut Al-Qurtubhi dalam al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an adaolah rezeki yang tidak pernah diprediksi sebelumnya. Adapun menurut Ibn 'Uyainah, sebagaimana dikutip al-Qurthubi, makna ayat tersebut adalah keberkahan dalam rezeki.

Lazim diketahui bahwa ada tiga hal yang menjadi misteri Ilahi, yaitu rezeki, jodoh, dan ajal adalah hak prerogatif Allah. Artinya, bahwa Allahlah yang menentukan kadar rezeki seseorang, siapa jodohnya dan kapan ajalnya. Tetapi, bukan berarti tidak ada peran manusia sama sekali dalam ketiga hal tersebut. Dalam hal rezeki, misalnya, seseorang diwajibkan untuk memaksimalkan ikhtiar untuk menjemput rezekinya. Tidak diperkenankan seseorang pasrah 'bongkokan', menyerah begitu saja dengan mengatakan: "Rezeki itu kan sudah ditentukan, ya udah kalau memang nasib kita menjadi orang miskin, itu sudah takdir". Kalimat tersebut menunjukkan sikap pesimis, kepasrahan yang keliru dan sama sekali tidak dibenarkan dalam Islam.

Para ulama memaknai tentang ketetapan (qadla) serta ukuran (qadar) rezeki seseorang yang sudah ditentukan oleh Allah, maksudnya adalah bahwa rezeki setiap orang bahkan setiap makhluk hidup memang sudah ditetapkan oleh Allah, semuanya mendapatkan rezeki dari-Nya. Tetapi mengenai kadar serta banyak dan sedikitnya rezeki itu bergantung kepada tingkat usaha atau ikhtiar seseorang. Semakin maksimal ikhtiarnya, maka semakin besar peluang untuk mendapatkan rezeki yang lebih banyak. Al-Ajru bi qadri al-ta'ab, upah (baca:hasil) itu sesuai dengan tingkat kesulitan dan perjuangannya. Demikian diungkapkan dalam salah satu kalimat bijak.

Berkaitan dengan makna ayat di atas, Allah Swt menjanjikan bagi orang-orang yang bertakwa, selain diberi solusi atas setiap persoalan yang menimpanya, juga akan diberi bonus berupa rezeki tak terduga yang tak pernah dibayangkan apalagi diprediksi sebelumnya. 

Jumat, 08 November 2019

Smarter Faster Better



Ubah Hidup dan Tim Anda dari Sibuk Menjadi Produktif
Penulis: Charles Duhigg
Penerbit: KPG


***
Kita sudah tahu anjuran untuk “work smart, not work hard”, “bekerja cerdas, bukan hanya bekerja keras”. 

Tapi bagaimana sebenarnya cara melakukan itu? Bagaimana cara bekerja cerdas, cepat, dan produktif? 

Apakah harus membentuk tim berisi orang-orang hebat? 

Mana yang lebih baik, memberi kelonggaran atau instruksi kepada anggota tim? 

Apakah kita harus menetapkan sasaran besar ambisius atau sasaran-sasaran kecil terjangkau? 

Apakah fokus mengejar satu tujuan itu efektif? 

Bergunakah kalau kita mendapat informasi sebanyak-banyaknya? 

Produktivitas bukan sekadar bekerja lebih banyak atau lebih lama. Dalam Smarter Faster Better, Charles Duhigg mengungkapkan hasil penelitian mengenai cara produktivitas bekerja, dan menceritakan mengenai bagaimana sejumlah orang dan perusahaan bisa lebih produktif dibanding yang lain. 

Buku ini menyajikan delapan gagasan terpenting dalam mengembangkan produktivitas, mulai dari cara memotivasi dengan memberikan kendali, memicu kreativitas dengan membuka koneksi baru, sampai bagaimana membuat tujuan besar menjadi bisa tercapai. 

Delapan rahasia itu akan mengubah hidup Anda, dari sekadar sibuk menjadi produktif.

Minggu, 03 November 2019

Sharing Is Caring



BERJIWA BESAR

Tidak ada seorang pun yang luput dari kesalahan, entah itu disengaja atau tidak. Bahkan dalam level pemimpin sekali pun, masih rentan terhadap kesalahan.

Biasanya reaksi pertama yang kita lakukan adalah sedapat mungkin menutupinya. 

Bahkan tidak sedikit godaan untuk memanipulasinya sehingga kita benar-benar dapat terluput dari aib.

Adalah lebih bijak jika kita tidak menyembunyikan pelanggaran, tapi kita perlu mengakui dan meninggalkannya. 

Seringkali kegagalan untuk mengakuinya adalah karena kita telah dilumpuhkan oleh rasa takut terhadap pendapat orang lain. 

Mungkin kita juga khawatir atau takut akan kemarahan atasan atau konsekuensi dari kesalahan tersebut.

Dengan belajar untuk mengakui kesalahan, maka sesungguhnya kita tergolong sebagai orang yang berjiwa besar. 

Pemimpin yang besar adalah mereka yang berani mengakui kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut.

Sekalipun kita merasa malu, mendapat makian, menanggung konsekuensi yang cukup berat, percayalah di balik semuanya itu, Tuhan sendiri yang akan menghormati iman dan ketaatan kita. 

Dan Ia tidak akan membiarkan hambaNya dipermalukan. Orang yang rendah hati bahkan akan ditinggikan-Nya.

Mereka yang berjiwa besar adalah orang yang mau mengakui kesalahannya.
          
Apakah itu KITA ?

BE HUMBLE !

Jumat, 01 November 2019

Do it

Saya mengajak Anda untuk mencintai uang bukan dari berapa banyaknya materi yang kita miliki, tetapi banyaknya kebahagiaan dan cinta yang dapat kita berikan bagi orang-orang yang kita cintai. Begitu juga bagi yang membutuhkan uluran tangan kita dengan harta yang kita miliki. Bukankah dengan tidak menyia-nyiakan apa yang kita miliki adalah salah satu bentuk syukur atas apa yang kita peroleh? Ingat, saat kita sudah betul-betul bersyukur atas apa yang kita miliki maka kita akan semakin banyak menerima.

Sekali lagi, perlakukan harta Anda penuh cinta. Niscaya ia akan datang mendekat. Bukan sekadar untuk mengakumulasi harta, tetapi juga menyalurkannya dengan kasih kepada yang membutuhkan. Mengelola keuangan itu bukan tentang berapa besar harta yang kita miliki, tetapi bagaimana kita mengelolanya dengan baik sebagai bentuk bersyukur dan menghargai diri sendiri!

Marketing langit

#sekilas
#MarketingLangit

Dulu waktu di Jakarta .. Serasa jabatan itu adalah prestige.. Semua pencapaian tertinggi adalah prestige..

Tetapi semua kesibukan saat menjalani aktivitas itu ternyata hanya pengalih perhatian ku untuk bisa istiqomah shalat berjamaah di mesjid..

Pengalih perhatianku dari Al Qur'an yang penuh pengingat akan dahsyatnya apa saja pertanggung-jawaban yang harus kita hadapi kelak di yaumil akhir..

Hasilnya..
sukses dunia memang didapatkan.. kesibukan super padat.. dan akhirnya shalatnya yang jadi korban ..

Waktu hanya dihabiskan oleh padatnya jadwal meeting.. meeting dan meeting.. kejar target.. kejar target..

Sehingga shalatnya jadi sangat sering terlambat.. hasilnya hati ini sangat kosong... 😢

Ketika semua jabatan dan kisah sukses demi kesuksesan tersebut ditinggalkan ..

kembali lagi ke Malang..
Memulai lagi semuanya dari nol..
berkumpul lagi bersama keluarga.. walaupun meninggalkan semua jabatan dan kisah sukses di Jakarta ..

Belajar lagi untuk lebih pandai bersyukur kepada Sang Khalik Allah SWT..

Mendekatkan lagi diri yang hina ini ke mesjid..
memantaskan diri yang hina ini untuk layak mendapatkan ampunan dari Allah SWT..

Belajar lagi untuk tidak terlalu peduli dengan gemerlap dunia yang menipu..

Allah SWT malah limpahkan rahmatNya jauh dari semua pencapaian saya saat masih bertugas di Jakarta...

Semua menjadi mudah..

Sehebat apapun strategy kita.. sehebat apapun team kita dalam mengeksekusinya.. seluar biasa apapun kekuatan financial dan jaringan kita untuk menjalaninya.. Kalau Allah SWT tidak berkehendak mau apa.. 

Al Mulk 21
أَمَّنْ هَذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ بَل لَّجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ
Atau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?
......

Itulah mengapa kita perlu menguasai teknik MARKETING LANGIT.. 

Sebuah teknik mendatangkan tidak saja rezeki, tetapi juga ampunan Allah melalui pertolongan Allah SWT dengan pasukan malaikat langitnya yang sebenarnya sudah diajarkan kepada kita, dan sudah kita lakukan sejak kita mulai memasuki masa baligh kita.

Tentu saja, selain waktu yang tepat (tepat waktu).. agar presentasi kita betul betul mendapatkan perhatian dari para malaikat yang menilai seberapa bersungguh sungguhnya kita dan seberapa menguasainya kita akan materi di dalam presentasi proposal pengajuan rahmat bagi kita tersebut..

Pakaian terbaik kita, kondisi terbaik kita .. penyampaian terbaik kita.. pasti juga akan menjadi perhatian dan penilaian para Malaikat.. 

Selain itu.. 
Kita juga perlu tahu tempat-tempat yang tepat untuk mempresentasikan proposal rahmat tersebut dalam shalat kita kepada Allah SWT. 

Walaupun kita bisa melakukannya dimana saja dimuka bumi ini. Bisa dirumah, di mushalah, di masjid, tetapi di depan Ka'bah inilah salah satu tempat terbaik dan paling ijabah di muka bumi ini untuk mempresentasikan proposal marketing langit di dalam shalat kita kepada Sang Pencipta Langit dan Bumi, Allah SWT. 

Mengapa di depan Kaabah adalah salah satu tempat terbaik untuk menjalankan shalat.. ? 

Karena disinilah satu-satunya tempat dimuka bumi yang dijadikan tempat tawaf.. 

Karena di mesjid inilah.. semua shalat dan amalan baik kita Insya Allah berbalas 100.000 kali pahala dibandingkan mesjid-mesjid lainnya selain Nabawi di muka bumi ini..

Dengan kesungguhan kita untuk berusaha sebaik mungkin bisa mempresentasikan shalat terbaik kita disini.. Insya Allah.. Allah SWT  lebih berkenan segera menurunkan para malaikatnya untuk membantu semua niat dan upaya baik yang kita sampaikan dalam presentasi proposal tersebut..

Mengapa demikian ?, 
Karena kalau kekuatan langit sudah Allah turunkan untuk membantu kita, maka sudah tidak akan ada satupun kekuatan di muka bumi ini yang akan sanggup menghentikannya..

Itulah sebabnya mengapa.. kita mengucapkan :
" wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha hanifan muslimaw wa ma ana minal musyrikin

Aku tundukkan wajah dan hatiku padamu ya Allah wahai Tuhanku Sang pencipta langit dan bumi, dengan hati yang lurus dan pasrah. Sesungguhnya hambamu ini tiada berani menyamakanMu dengan yang lain".

Pencipta Langit dan Bumi.. Langit yang maha luas bahkan tanpa batas. Bumi yang tidak ada apa apanya jika dibandingkan luasnya langit. Ini adalah analogi yang berserakan di dalam Al Quran.. untuk mengingatkan kita..

Upaya kita sebagai penghuni bumi ini harus senantiasa dibarengi dengan permohonan agar Allah juga berkenan menurunkan pertolongan langitnya yang maha dahsyat untuk memudahkan semua urusan baik kita.

Betul.. shalat itu adalah presentasi proposal bagi program marketing langit kita. Dalam upaya memohon dengan sebaik-baiknya perkenan Allah SWT untuk sudi mengampuni dosa-dosa dan khilaf kita serta berkenan menurunkan pertolonganNya bagi semua urusan kita.

Dan namanya juga mempresentasikan sebuah proposal, maka diterima dan tidaknya proposal kita sangat tergantung dari seberapa bersungguh-sungguhnya kita saat mempresentasikannya di hadapan Allah dan seluruh malaikatnya tersebut. Apakah presentasi kita cukup meyakinkan atau tidak untuk diproses.. 

Karena yang kita hadapi saat itu tahu betul.. kita ini sedang tulus atau tidak.. kita ini sedang bersungguh-sungguh atau tidak..

Kalau Allah sudah menahan semua rezeki dan rahmatNya bagi kita.. siapa mahluk di dunia ini yang sanggup membukanya.. Sebaliknya.. Kalau Allah sudah turunkan pertolonganNya.. siapa juga yang sanggup menahan semua pertolongan itu...

Semoga bermanfaat ..
Copas Laksita Utama Suhud