Kamis, 27 Februari 2020

Cara untuk sukses, cara kaya, itu sudah lama diriset. Diantaranya yg cukup klasik oleh Scrully Blotnick yang meriset billionaires sedjak 1960 hingga bukunya ditulis tahun 1980an (Getting Rich Your Way).

Jadi para billionaires ini kalau ditanya kok bisa sukses apa rahasianya? Ternyata jawabannya malah ... Wandak tau. Kalaupun mereka pikir mereka tau rahasia suksesnya, biasanya ya rodo ngawur. Kok bisa? 

Ya, karena mereka beroperasi di level “unconscious competence”. Di level ini susah menjelaskan “gimana caranya”. Karena mereka beroperasi pada tingkat excellence secara otomatis. Coba aja tanya Lewis Hamilton, Mas gimana sih caranya nyetir mobil F1? Jawabannya pastilah “yaa gitu deeh ... injek gas, belok2in setir, pas mau belok injek rem”. Trus bisa kita ikuti “tips” tadi lalu langsung ngebut diatas mobil F1 dan juara dunia? 

Trus gak bisa belajar dari orang2 yg lebih dahulu sukses? Bisaa ... Ya bisalah ... 

Tentu saja bukan sebatas tau dan mengikuti what they DO. Karena nyatanya kata Blotnick juga kesuksesan billionares tadi bukan karena APA BISNISNYA, tapi lebih pada BAGAIMANA KARAKTER pelaku bisnisnya.

Misalnya kita bisa pelajari bagaimana mereka bisa demikian PASSIONATE terhadap apa yang mereka kerjakan, sehingga selalu berusaha menciptakan, menambahkan VALUE terhadap apa yg mereka kerjakan. 

Kita bisa pelajari apa yang mereka yakini sehingga PERSISTENT terhadap ikhtiarnya, sekalipun harus menghadapi ups and downs. Pelajari bagaimana mereka bisa demikian PATIENT, bersabar membangun kesuksesan jangka panjang dan jauh dari godaan sukses instant.

Itulah kenapa, mempelajari kesuksesan orang sukses pun butuh partner, apalagi untuk memodelkan atau menirunya. Otherwise, ya buang waktu, buang tenaga, buang resources.

Rumit? gak, justru makin simple kalau punya kerangka belajar yg baik. 

#salamberkah 

Senin, 24 Februari 2020

Buat renungan Copas dari Grup WA 
*Ilmu Tukang Sate*

Ditulis oleh: Ndang Sutisna

Saya punya sate langganan di Condet. Ini sate paling enak di Jakarta menurut saya. Susah cari lawannya!

Yang aneh, sate ini bukanya suka-suka. Jadi kita harus telpon dulu kalau mau ke sana. Beberapa kali saya nekad datang ke sana tanpa telepon dulu eeehhh tutup.

Saya tanya: "Kenapa cara jualannya seperti itu?"

Pak haji Ramli penjual satenya menjawab: "Rejeki sudah ada yang ngatur, kenapa harus ngoyo?"

"Bukan ngoyo Pak", jawab saya. "Bapak bisa kehilangan pelanggan kalo jualannya begitu!" "Ah, kayak situ yg ngatur rejeki aja," katanya.

Saya kasih dia saran, "Sebaiknya Bapak buka tiap hari! Kalau bisa malam juga buka karena banyak orang suka makan sate malam juga Pak!" kata saya meyakinkan dia.

Pak Haji Ramli menghela napasnya agak dalam. "Hai anak muda, rezeki itu ada di langit bukan di bumi! Anda muslim kan?" tanya Pak haji sambil natap wajah saya. "Suka ngaji gak? Coba baca Quran: "Cari nafkah itu siang, malam itu untuk istirahat!" kata Pak haji lagi meyakinkan.

"Saya cuma mau jualan siang, kalau malam biarlah itu rejekinya tukang sate yang jualannya malam. Dari jualan sate siang saja saya sudah merasa cukup dan bersyukur, kenapa harus buka sampe malam?" Pak Haji nyerocos sambil membakar sate.

"Coba liat orang-orang yang kelihatanya kaya itu. Pake mobil mewah, rumahnya mewah. Tanya mereka, emang hidupnya enak?" "Pasti lebih enak saya karena saya gak

dikejar target, gak dikejar hutang! Saya 2 minggu sekali pulang ke Tegal, mancing, naik sepeda lewat sawah-sawah, lewat kampung-kampung, bergaul dengan manusia-manusia yang menyapa dengan tulus. Bukan nyapa kalau ada maunya!"

"Biarpun naik sepeda tapi jauh lebih enak daripada naik Jaguar! Anginnya asli gak pake AC. Denger kodok, jangkrik lebih nyaman di kuping daripada dengerin musik dari alat musik bikinan! Coba Anda pikir, buat apa kita ngoyo bekerja siang-malam?"

"Jangan-jangan kita muda kerja keras ngumpulin uang, sudah tua uangnya dipake ngobatin penyakit kita sendiri karena terlalu kerja keras waktu muda! Itu banyak terjadi kan?"

"Dan... jangan lupa, Tuhan sudah menakar rejeki kita! Jadi buat apa kita nguber rejeki sampe malam? Rejeki gak bakal ketuker!! Yang kerja siang ada bagiannya, begitu juga yang kerja malam!"

"Kalau kata peribahasa, waktu itu adalah uang. Tapi jangan diterjemahkan tiap waktu untuk cari uang! Waktu itu adalah uang, artinya kita harus bisa memanfaatkan sebaik-baiknya karena waktu tidak bisa diulang, uang bisa dicari lagi! Waktu lebih berharga dari uang. Makanya saya lebih memilih waktu daripada uang!"

"Waktu saya ngobrol dengan Anda ini jauh lebih berharga daripada saya bikin sate. Kalau saya cuma bikin sate, di mata Anda, saya hanya akan dikenang sebagai tukang sate. Tapi dengan ngobrol begini semoga saya bisa dikenang bukan cuma tukang sate, mungkin saya bisa dikenang sebagai orang yang punya arti dalam hidup Anda sebagai pelanggan saya. Kita bisa bersahabat!"

"Waktu saya jadi berguna juga buat saya. Begitu juga buat Anda. Kalau Anda merasa ngobrol dengan saya ini sia-sia, jangan lupa ya: Rejeki bukan ada di kantor, tapi di langit!" Begitu kata Pak Haji Ramli menutup pembicaraan.

Semoga bermanfaat :)

Silahkan share

Senin, 17 Februari 2020

Apa itu Penyakit BEJ

BEJ, Penyakit yang 
Bikin Jauh dari Kesuksesan

 By Jamil Azzaini

Banyak orang lahir di tahun yang sama, sekolah atau kuliah di tempat yang sama, tetapi setelah tua nasib mereka berbeda. 

Ada yang hidupnya semakin SuksesMulia namun ada yang hidupnya justru semakin sengsara. Ternyata, mereka yang hidupnya rata-rata atau bahkan di bawah rata-rata memiliki pola yang seirama. Orang-orang ini punya penyakit yang sama, penyakit BEJ.

Apa itu penyakit BEJ? 

BEJ yang saya maksud bukan Bursa Efek Jakarta, tetapi Blame, Excuses, Justify.

Blame adalah kebiasaan menyalahkan orang atau lingkungan di sekitarnya. Saat menyusun skripsi tidak kunjung tuntas, dosen pembimbing yang menjadi sasaran kesalahan. Setelah bekerja, hobinya menyalahkan kebijakan perusahaan, atasan, mitra kerja dan bawahan. 

Sebagian mereka ada yang menyalahkan orang tua. “Mengapa aku dilahirkan oleh orang tua yang salah?” Bahkan ada yang lebih berani lagi, menyalahkan Sang Pencipta. “Tuhan memang tidak adil kepada saya!”

Bila kebiasaan menyalahkan atau Blame ini terus dipelihara, maka orang tersebut semakin tua hidupnya akan semakin tersiksa. Walau dalam stadium ringan, penyakit Blame harus segera Anda sembuhkan, tidak boleh ditunda-tunda.

Penyakit kedua adalah Excuses alias pandai membuat alasan. Orang yang punya penyakit ini sangat ahli membuat alasan. Saat orang lain sibuk menyiapkan alternatif baru untuk mencapai target, mereka justeru sibuk menyiapkan alasan mengapa target tidak tercapai. 

Bahkan saat orang tuanya sakitpun, mereka tega-teganya membuat alasan untuk tidak menemani atau meringankan beban orang tua. Menjadi ahli itu penting, tetapi bukan ahli membuat alasan.

Adapun mereka yang mengidap penyakit Justify selalu mencari pembenaran atas kesalahan yang telah dibuatnya. Kata-kata yang sering terucap dari mulut orang yang punya penyakit ini adalah, “Saya kan bukan malaikat, pekerjaan saya kan bukan hanya ini.” Bahkan ketika berbuat dosapun ia membuat pembenaran, “Ah, sekali-kali gak apa-apa, orang lain jauh lebih sering…”

Bila kehidupan Anda ingin terus bertumbuh dan di atas rata-rata maka jauhilah penyakit BEJ, kalau sudah terjangkit segera obati. 

Mengobatinya tidak perlu ke dokter dan tidak perlu biaya. Yang diperlukan cuma tekad, kemauan dan berlatih untuk terus menjauhinya dalam kehidupan nyata. 

Obatilah penyakit BEJ sekarang juga sebelum ia berkembang menjadi penyakit pada stadium yang sulit disembuh.

Minggu, 09 Februari 2020

Rahasia dibalik Doa Nabi Yunus


Jalan para pebisnis adalah jalan yang penuh liku. Tak hanya liku, jalan para pebisnis juga berhiaskan jurang dikanan dan dikiri. Tak sedikit pebisnis yang harus terjerambab dalam jurang yang dalam lagi gelap.

Semua bisa saja terjadi. Itulah bisnis. Bisa saja realita tidak berjalan sesuai rencana. Bisa saja ada satu dua pihak yang secara tidak langsung menjadi biang masalah. Ada invoice yang tak terbayar, ada penalti yang tiba-tiba harus kita bayar, ada kehilangan barang ditengah ekspedisi, ada perencanaan income yang tidak sesuai perencanaan, padahal jadwal pengembalian pinjaman terus menghantui.

Gelap... gelap... dan gelap.

*****

Berbicara tentang kegelapan, ada sebuah kisah Nabi yang harus melewati episode kegelapan. Dialah Nabi Yunus 'alaihissalam. Seorang Nabi yang "gagal" bersabar mendakwahi ummatnya, pergi berlayar keluar kampungnya, kemudian harus terpilih untuk dibuang dilaut agar mengurangi beban kapal yang oleng, ditelan paus, lalu terjebak dalam gelap yang panjang.

Para mufasirin menyebut apa yang dialami Nabi Yunus sebagai tiga lapis kegelapan,

1. Gelapnya perut ikan
2. Gelapnya lautan
3  Gelapnya Malam

Kejadian ini membuat Nabi Yunus AS tersadar akan kesalahannya. Beliau kemudian bertaubat dengan sangat. Memuji Allah, kemudian mengakui kesalahan diri. 

Paus itu kemudian diperintahkan Allah untuk merapat ke tepi pulau. Disanalah Nabi Yunus dimuntahkan. Di tepi pulau tersebut, terdapat tanaman buah yang menyehatkan. Lalu sekembalinya Nabi Yunus AS ke kaumnya, ternyata mereka sudah beriman.

Sangat menarik. Taubat Nabi Yunus AS bukan hanya mengeluarkan Nabi Yunus dari kegelapan perut ikan, namun Allah juga membuat kaumnya beriman, tanpa harus Nabi Yunus lelah berdakwah. Allah seakan memberi solusi berganda atas berbagai masalah sekaligus.

*****

Yang menjadi pertanyaan besar kita, doa apakah yang diucapkan oleh Nabi Yunus 'alaihissalam?

Doa tersebut diabadikan didalam Al Qur'an pada surah Al Anbiya ayat 87 :

وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَـٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ أَن لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبۡحَـٰنَكَ إِنِّى ڪُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ 

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim".

Itulah dzikir Nabi Yunus didalam perut ikan, itulah doa nabi Yunus kepada RabbNya. Tak ada satupun kalimat minta dikeluarkan dari perut ikan, tidak ada satu pun kalimat protes, yang ada hanyalah taubat, memuji Allah dan mengakui kesalahan.

Laa ila ha illa anta, subhanaka, inni kuntu minadzholimin ....

*****

Bertumbuh didalam dunia Dakwah dan Bisnis, mendorong Saya untuk selalu mencari titik temu terhadap keduanya. Dan disinilah Saya menemukan makna mendalam dari dzikir Nabi Yunus. Sebuah makna yang sangat erat dengan proses bisnis itu sendiri.

Baiklah, mari kita bahas.

Sebenarnya, apa makna mendalam dari dzikir Nabi Yunus 'Alaihissalam?

Saya membaginya kedalam tiga bagian besar.

*****

1. laa ilaha illa anta, tiada Ilah selain Allah.

Langkah pertama ketika terperosok dalam gelap adalah membangun "kemungkinan" bahwa suatu saat kita pasti akan keluar dari gelapnya masalah ini. Atau dengan kata lain, kita membunuh kemustahilan. Karena banyak yang merasa "mustahil" dapat keluar dari gelap yang mencekam.

Lihatlah suasana bathin Nabi Yunus AS, laa ilaha illa anta berarti pengakuan bahwa tiada yang aku sembah kecuali Allah, tiada yang aku takuti kecuali Allah, termasuk tiada yang dapat menyelamatkan aku kecuali Allah. Nabi Yunus AS sedang membangun optimisme.

Para Ziders yang budiman. Ketika kegelapan bisnis menerpa, terkadang kita merasa bahwa dunia akan berakhir. Kita terkadang merasa sudah tertelan ikan paus dan akan terlumat didalam perut ikan. Kita merasa dan meyakini bahwa masalah yang kita hadapi tidak ada jalan keluarnya.

Disinilah jebakan setan kepada para pebisnis. Setan membangun pesisme, setan membangun kelemahan jiwa. Belajar dari Dzikir Nabi Yunus, beliau memulai dizkirnya dengan mentauhidkan Allah. Beliau memulai dzikirnya dengan sebuah pengakuan mendalam bahwa Allahlah Tuhannya, penolongnya, pelindungnya, dan pengurusnya.

Maka ziders sejati adalah mereka yang memantapkan keimanan ketika jatuh dalam gelap. Bukan malah kehilangan keyakinan!

Langkah pertama ketika Anda jatuh kedalam gelap adalah membangun kemungkinan bahwa suatu saat Anda dapat keluar dari gelap ini. Dan dialah Allah yang dapat mengeluarkan Anda. Ini langkah bathin pertama. Membangun keyakinan.

*****

2. Subhanaka, Maha Suci Engkau.

Bagian kedua dari dzikir ini adalah pengakuan atas kesucian Allah.

Para mufasirin menjelaskan, Subhanaka berarti mengakui bahwa Allah suci dan bersih dari segala kezaliman. Allah bersih dan suci dari kesalahan. Termasuk salah taqdir, salah setting, salah skenario dan kesalahan-kesalahan lainnya.

Bayangkan, Jika kita berada pada posisi Nabi Yunus, mungkin kita bertanya tanya :
 
Mengapa Saya? Mengapa harus Saya yang ter-undi terbuang ke laut? Mengapa nasib Saya naas seperti ini? Saya kan nabiMu Ya Rabb, Saya kan orang sholih, dan seterusnya. Faktanya, Nabi Yunus tidak demikian.

Nabi Yunus membangun sebuah kesadaran bahwa tertelannya dia di perut ikan adalah bukan kesalahan Allah dan bukan kesalahan taqdir. Karena Allah suci dari hal hal yang salah.

Inilah yang harus dibangun oleh para Ziders ketika kegelapan bisnis menerpa. Bersangka baiklah pada Allah, dan HENTIKANLAH sangka buruk padaNya.

Terkadang, tak jarang ketika ada masalah, kita serta merta tidak terima akan taqdir yang terjadi. Kita gak terima atas keadaan yang menimpa. Kita gak terima, kok supplier tega banget nipu kita (misalnya). Kita gak terima, kenapa kok daya beli tiba-tiba turun, sementara investasi sudah disuntik ke bisnis baru. Kita suka gak terima, mengapa Allah timpakan ini dan itu.

Belajar dari Nabi Yunus, harusnya kita langsung menyadari bahwa Allah gak mungkin salah skenario danAllah gak mungkin zalim. Terjerambabnya kita hari ini pastilah memiliki makna. Sebuah makna yang akan membawa kebaikan pada kehidupan kita.

Makadari itu, Nabi Yunus langsung menyambung dzikir ini dengan kalimat penutup yang mencengangkan.

*****

3. Inni kuntu minadzholimin, sungguh sungguh aku yang dzholim. 

Kalimat penutup dzikir Nabi Yunus ini adalah sebuah pengakuan, bahwa terjebaknya ia dalam tiga kegelapan adalah salahnya sendiri. Nabi Yunus tidak serta merta menyalahkan ABK yang membuangnya. Beliau juga tidak menyalahkan ummatnya yang tak kunjung beriman. Namun beliau menyalahkan diri sendiri. Beliau menyadari bahwa ini adalah salah beliau, ini adalah akibat dosa beliau, yang tak sabar menunggu kaumnya beriman.

Para Ziders yang disayang Allah, mari kita selami hati kita, apakah kita sedang menyalahkan diri sendiri? Atau kita sedang menyalahkan orang lain?

Ketika Anda menyalahkan orang lain atas terjerambabnya diri Anda, maka relatif Anda fokus ke hal hal diluar Anda. Dan faktanya, hal hal diluar Anda tidak bisa Anda kendalikan.

Namun jika Anda mengalamatkan kesalahan pada diri Anda sendiri, maka hati Anda akan lebih damai, karena Anda pada dasarnya mampu merubah diri anda sendiri.

Ketika mitra bisnis menyakiti Anda, maka Anda segera kembalikan kepada diri Anda : "mungkin Saya terlalu buru buru bermitra, mungkin saya kurang jeli"

Ketika Anda mengalami kehilangan barang ditengah ekspedisi : "mungkin Saya salah memilih ekspedisi, mungkin Saya ada dosa-dosa yang menghambat bisnis, mungkin Saya sudah lama tidak bercengkrama dengan keluarga, mungkin Saya ada menahan rezeki orang lain"

Ketika Anda harus bergelut dengan jadwal pengembalian pinjaman : "Saya begini mungkin karena memang ambisi Saya yang salah, Saya memang kurang perhitungan, Saya terlalu pede."

Sahabat Ziders, ketika bathin kita sudah mengakui : bahwa memang kita yang Zalim pada diri kita sendiri, insyaAllah kita akan lebih bertanggung jawab dalam memperbaiki diri ini. Berbeda jika kita menyalahkan orang lain, maka kita relatif akan terus berfokus untuk menunggu berubahnya pihak lain. Padahal itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

*****

Sahabatku, jika dirangkum, ada tiga langkah bathin yang harus kita amalkan agar kita dapat keluar dari gelapnya kehidupan :

1. Mengakui Kekuatan Allah.
2. Mengakui Kesucian Allah.
3. Mengakui kesalahan diri sendiri 

Yuk sahabatku, berhentilah pesimis, jauhilah putus asa. Sedalam apapun jurang yang menelanmu, akan sepanjang itulah tali pertolongan Allah padamu.

Yuk, mari sucikan Allah, Allah gak mungkin salah setting, salah skenario, salah taqdir dan salah-salah yang lainnya. Semua kegelapan ini terjadi atas izinNya, dan pastilah ia punya maksud.

Yuk, berhenti menyalahkan orang lain, ini adalah hidup kita, gelap yang menyelimuti hari ini adalah masalah kita. Kita yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Menyalahkan orang lain hanya membuat kita makin stress. 

Ingat, kita sedang berada di jurang yang gelap, tanpa sesiapapun yang menemani, jika Anda masih menyalahkan orang-orang yang berada diatas permukaan, maka kegelapan Anda awet. Mohon direnungkan.

Hanya TAUBAT yang dapat menjadi jalan pembuka, bagi KEGELAPAN yang menerpa.

*****

Semoga bermanfaat, 

Sesiapapun yang sedang terjerambab dalam gelapnya bisnis, semoga Allah segera ulurkan pertolongan, agar kita semua bisa melihat terang kembali.

Copas Rendy Saputra

Minggu, 02 Februari 2020

Kita semua adalah anak anak panah

Seperti Anak Panah, Dimundurkan Utk Melesat Ke Depan

Pernahkah kamu mengalami suatu keadaan yg membuat hidupmu seperti ditarik mundur, jauh dari harapan???

Pernahkah kamu melihat orang-orang yg dulunya berapi-api tiba-tiba seperti kehilangan semangat bahkan lenyap dari peredaran???

Pernahkan kamu melihat atau bahkan merasakan bahwa orang-orang yg pernah kau lihat (atau bahkan dirimu sendiri) mengalami kemunduran itu, lalu tiba-tiba melesat cepat ke depan dan meraih banyak hasil ???

Kita seperti anak panah di tangan Allah..!!! 

Ada masa-masa anak panah itu melesat cepat terlepas dari busurnya menuju sasaran yg dimaksudkan.

Ada masanya anak-anak panah itu hrs istirahat dlm kantong-Nya. 

Namun di saat yg diperlukan, anak panah itu akan dipasang dlm busur-Nya ditarik ke belakang.. Sejauh mungkin utk mencapai suatu sasaran....

Semakin jauh tarikannya, semakin jauh pula jarak yg akan ditempuh. Semakin panjang rentang busur menarik ancang-ancang, makin cepat pula anak panah itu melesat

Jadi.....

Jika kau seperti dlm keadaan yg mundur, bersabarlah : Mungkin Allah tengah meletakkanmu di busur-Nya. Menarikmu jauh-jauh ke belakang, agar di saat kau dilepaskan, kau memiliki daya dorong yg kuat utk mencapai sasaran. 

Dan jika kau melihat seorang teman seperti tengah mengalami kemunduran, jangan buru-buru menghakimi dgn mengatakan “Apinya telah padam” atau.. “Jangan-jangan dia ada dosa..”

Jadilah teman yg baik, yg mendampingi di saat temanmu sedang “dimundurkan” karena dgn demikian kau ikut menjaganya agar tdk sampai putus asa dan terkulai.

Kamu, aku, dia, mereka, kita… adalah anak-anak panah ditangan Allah..!!!

Hidup utk mencapai suatu sasaran yg sudah ditetapkan

Tetaplah semangat, tetaplah bersabar, tetaplah tekun dlm kebenaran, dan senantiasa ISTIQOMAH dan tetaplah berdoa memohon kepada Allah, niscaya Allah akan memberi lebih dari yg kita mohonkan...InsyaaAllah, Aamiin Yaa Rabbal'Aalamiin

Semoga bermanfaat...🏹🏹🏹🏹
Salam Berkah