Kamis, 21 Oktober 2021

KONSEP REJEKI



Suatu ketika, Saya pernah datang kepada seorang guru dan bertanya...

"Guru, sebenarnya bagaimanakah konsep rejeki itu? Kenapa diluar sana banyak orang yang bekerja siang malam tapi rejekinya segitu-gitu aja, di sisi lain ada orang yang bekerjanya santai tapi uangnya banyak."

Sang guru pun menjawab...

Pada dasarnya rejeki itu ibarat hujan yang turun dari langit. Begitu nyata dan jelas. Manusia hanya perlu menjemputnya saja.

Kenapa rejeki manusia itu berbeda?
Karena wadah mereka untuk menampung rejeki juga berbeda. Ada yang kecil, ada yang sedang, dan ada yang besar. Bahkan ada yang sangat besar.

Wadah rejeki mereka itu ibaratkan sebuah kotak dan rejeki itu ibaratkan hujan yang turun dari langit. Semakin besar kotak untuk menampung air hujan maka air hujan yang kita dapatkan pun juga akan semakin besar.

Nah, kotak itu ada 3 dimensi, yaitu PANJANG, LEBAR, dan TINGGI. Untuk memperbesar ukuran wadah tadi, maka ketiga dimensi itu juga harus dibesarkan, tidak hanya ditambah salah satunya saja.

PANJANG Kotak itu melambangkan USAHA/IKHTIAR dalam menjemput rejeki.

LEBAR Kotak itu melambangkan ILMU yang dimiliki oleh seseorang.

sedangkan TINGGI melambangkan IBADAH dan RASA SYUKUR yang dimiliki seseorang.
 
Setelah Anda tahu 3 dimensi itu, tentu Anda pun tahu bahwa kenapa diluar sana banyak orang yang bekerja siang malam tapi rejekinya segitu-gitu aja, di sisi lain ada orang yang bekerjanya santai tapi uangnya banyak. Mereka mungkin saja punya uang banyak meski bekerjanya tidak terlalu berat karena mereka memiliki ILMU dan RASA SYUKUR serta IBADAH yang besar.


Selasa, 12 Oktober 2021

Copas dari M Dani Mardhani 

Berbagai upaya /ikhtiar banyak ditempuh orang untuk mencapai kesuksesan, apakah kesuksesan di bidang bisnis maupun karir. Baik ditempuh cara2 yg masuk akan maupun tidak. 

Berbagai macam program pelatihan/training sudah banyak diikuti dari yg gratisan bahkan sampai dengan bayaran yang tinggi yang bayarnya jutaan bahkan puluhan juta rupiah.

 Tetapi ternyata kebanyakan orang masih mengalami kegagalan demi kegagalan. 
Sampai kapan hal itu harus kita alami ? 

Mengapa hal itu masih terjadi dan kita alami ?

Ternyata dari acara yg sy ikuti di "THE BEST MORNING " pagi ini jam 5.30 -6.15 WIB adalah disebabkan karena : 1. Sikap/mindset pikiran kita yg tidak memutuskan menuju jalan kesuksesan sehingga yg kita dapatkan adalah kegagalan dan kegagalan. Kita harus tegaskan kepada diri kita bahwa kita harus menyatakan :
- Putuskan talak tiga kpd kegagalan, 
- Putuskan talak tiga kpd kesialan, 
- Putuskan talak tiga kpd kemiskinan.

Nyatakan kpd diri kita dan dunia bahwa saya harus Sukses maka yakinlah bahwa Allah SWT akan membukaan jalan, yakinlah akan didapatkan keajaiban terbuka nya pintu2 rezeki kita. 

Berprasangka baik lah kepada Allah, karena Allah bersama bersama prasangka hambaNya.

2. Hal penting yg juga harus kita Putuskan adalah dengan siapakah, bersama siapakah kita membersamai kesuksesan itu ? 

Alhamdulillah Sy mendapatkan Mentor yg luar biasa, yg tidak sekedar ingin mensukseskan dirinya sendiri krn Mentor sy lebih peduli untuk mensukseskan orang lain sbg mentee nya.

Dan Suatu kesyukuran bagi sy pula bhw sy bergabung dgn Komunitas positif, yg saling mengasah nilai2 kebaikan.