Senin, 29 Januari 2024

ILMU KEHIDUPAN

Belajarlah menuliskan rasa sakit anda dipasir,dan pahat kebaikan dibatu....#kalimat bijak hari ini
"Ketika seseorang menyakiti kita,kita harus menuliskannya dpasir agar angin dapat menghapusnya...
Tetapi,ketika seseorang melakukan kebaikan kepada  kita ,kita hrs memahatnya dibatu supaya  angin tidak dapat menghapusnya..."

Rabu, 24 Januari 2024

BE UNSTOPPABLE!




Tidak semua yang bermimpi, akan mendapati impiannya terwujud. Secara statistik berbasis hukum paretto, maksimal hanya 20% dari para pemimpi yang akan mampu merealisasikan impiannya. Lha yang 80% kemana? Gugur di medan juang, terseleksi secara alamiah. Suka tidak suka, faktanya demikian.

Salah satu sebabnya, karena tak mampu melewati rintangan besar yang pertama. Tak cukup keras kepala untuk maju, tapi justru memilih berkompromi dan menegosiasikan tujuan. Atau tergoda oleh tawaran-tawaran yang memikat di sepanjang jalan menuju masa depan sebuah impian. Atau tiba-tiba kehilangan passion untuk mewujudkan mimpi itu lalu memilih berbelok pada impian yang lain. Rumput tetangga seringkali terlihat lebih indah, tapi begitu kita jatuh cinta pada rumput tetangga, saat itu juga rumput kita akan mulai menghitung hari menuju kematiannya.

80% jumlahnya dan itu adalah mayoritas. Artinya, jika engkau mempunyai sebuah impian, kemungkinan gagalnya adalah 80%, 4 banding 1. Makanya kita tidak melihat banyak pemenang di puncak. Mereka adalah minoritas, yang terus berjuang dan merangsek maju dengan keyakinan, tidak sekedar mengandalkan kekuatan logika. Karena logika saja takkan kuat menghadapi ujian yang dihadirkan-Nya.

Logika saja yang berbasis otak kiri akan cenderung berfikir logis dan menghindari resiko, utamanya resiko yang di luar bayangan logis. Dulu saya pernah belajar bahwa jika mengambil resiko sebaiknya yang terukur, bahwa jika berbuat kebaikan dan bermimpi sebaiknya terukur. Sehingga secara umum, hidup saya berjalan relatif aman tapi lambat. Tak secepat yang saya harapkan.

Yang sekarang saya sedang coba ikhtiarkan adalah mengambil resiko sebesar-besarnya untuk kebaikan, kemajuan, pengembangan, tidak secara terukur dalam logika manusia, tapi berlandaskan keyakinan bahwa tercapainya impian kita itu hanya atas ijin Tuhan semata-mata. Tidak terukur tidak apa-apa, selama saya yakin bahwa pilihan yang saya lakukan membuat Tuhan bersedia mendampingi di sepanjang perjalanannya.

Ini tidak mudah, saya pun masih sering takut dan khawatir. Saya masih sering bertanya-tanya, apa yang akan terjadi esok hari? Apakah saya akan mampu menangggung resikonya? Kadang kekuatiran itu pun tak terjawab oleh keterbatasan logika saya.

Tapi saya jalan terus, saya keraskan kepala, saya batukan tekad saya. Saya daftarkan diri saya sebagai militan untuk menggapai impian-impian yang tak terjangkau logika, menjadi tak terhentikan, menjadi extra ordinary, menggapai ridlo-Nya dengan memanfaatkan kemurahan-Nya yang tak terhingga.

Saya tetapkan pada timeline hidup saya, BE UNSTOPPABLE! adalah jargon saya tahun ini dan Tahun-tahun akan datang Untuk menjadi yang terbaik di mata Keluarga dan sekitar.

JADILAH TAK TERHENTIKAN!!

SALAM BERKAH 

Jumat, 19 Januari 2024

BERDOA


Suatu hari seorang anak sedang mengikuti sebuah lomba lari. 

Sebelum pertandingan dimulai Anak kecil itu menundukkan kepala memanjatkan doa.

Pertandinganpun dimulai, ternyata ia pertama kali mencapai garis finish dan keluar sebagai juara.

Saat pembagian hadiah, ketua panitia bertanya: "Hai jagoan..., kamu pasti tadi berdoa agar kamu menang yaa???"

Anak itu menggeleng....: "Bukan pak....., rasanya tidak adil berdoa untuk bisa mengalahkan orang lain.

Aku hanya berdoa supaya tidak menangis kalau aku kalah....."

Semua hadirin terdiam mendengar itu....

Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Permohonan anak ini merupakan *DOA YG LUAAARR BIASAAA*....

Dia tidak meminta kpd Alloh utk mengabulkan semua harapannya, namun ia berdoa agar *_diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi.._*

Seringkali kita berdoa pada Alloh untuk mengabulkan setiap permintaan kita. 

Kita meminta agar Alloh menghalau setiap halangan yang ada di depan mata. 

Tidak salah memang, namun bukankah semestinya yang kita butuhkan adalah bimbingan dan hikmah-Nya untuk dapat mengerti rencana-Nya, terutama saat kita mengalami kegagalan dan kekalahan? 

*_Seharusnya kita berdoa meminta kekuatan untuk bisa menerima keputusanNYA sebagai yang terbaik dalam hidup, sekalipun mungkin itu sangat tidak menyenangkan._*

*Berdoa untuk menang itu biasa*, tapi *berdoa untuk bisa menerima yg terbaik dariNYA saat kita kalah itu Luaarrr Biasaa* 

Karena tidak setiap kemenangan menjadikan kita insan yg mulia.

Semoga kita bisa lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin..


Salam Berkah 

Kamis, 18 Januari 2024

5 ADVICES TO IMPROVE YOUR LEADERSHIP SKILLS

(Apa yang kita bisa pelajari dari para pelatih Olah Raga (dan kita bisa terapkan sebagai leader)?)
**
Dengan peran sebagai bisnis leader, kadangkala team kita sudah mampu perform dengan baik, dan mencapai objective nya. Tetap saja, kadang challenge kita adalah bagaimana kita push mereka untuk lebih meningkatkan lagi kinerjanya, di atas ekspektasi. Bukan hanya mencapai tetapi melampaui. Kita sudah banyak ikut training leadership, kita sudah banyak membaca buku. Tetapi kadang kita kehabisan ide untuk me-motivasi dan mem-push anggota team kita.
Saya sering kali belajar dari bidang yang lain. Saat saya kehabisan ide dari buku-buku business leadership, saya membaca dan mencari ide dari buku tentang coach (pelatih) olahraga yang ditulis oleh Damian Hughes, berjudul “The Winning Mindset”. Hari ini saya akan share beberapa Teknik coaching (leadership) yang di share di buku itu. 
**
Kita mulai dengan cerita pertama. Bill Shankly memulai jabatan sebagai pelatih Liverpool Football Club pada tahun 1959. Dengan tangan dinginnya dia berhasil mencetak prestasi yang cemerlang beberapa tahun kemudian. Bahkan tahun 1965, mereka masuk ke European Cup. Di quarter final mereka melawan juara Liga Jerman, FC Cologne. Babak itu dilakukan dengan dua pertandingan. Di Cologne, mereka seri. Di Liverpool, mereka seri lagi. Mereka harus bertanding lagi di lokasi netral, di Rotterdam. Dan ternyata tetap seri, setelah extra time. Sesuai peraturan saat itu, terpaksa hasil akhir ditentukan dengan lemparan coin. Dan ternyata Liverpool menang.
Tiga hari kemudian, Liverpool harus menghadapi Chelsea dalam babak semi final Piala Inggris (FA Cup). Chelsea masih sangat fresh. Liverpool tentu saja dalam kondisi Lelah, mental maupun fisik. Di atas kertas, Liverpool akan sulit sekali menang. Dan memang hampir semua pemain sudah kelelahan, habis-habisan, setelah tiga pertandingan full-time melawan Juara Liga Jerman (FC Cologne).
**
Di ruang briefing, Bill Shankly, bercerita kepada semua pemain.
“Guys, sebenarnya saya tidak ingin menunjukkan ini. Tapi ya sudahlah, we have nothing to lose”. Shankly menunjukkan sebuah brosure berwarna, brosur pertandingan final di Wembley, oleh Chelsea. Para pemain Liverpool kebingungan. Shankly meneruskan,”Chelsea sudah yakin mereka akan mengalahkan kita. Mereka menganggap pertandingan semifinal ini hanya formalitas belaka. Mereka sudah begitu yakin akan maju final dan bahkan sudah mencetak brosur ini. Mungkin karena mereka berpikir bahwa kalian sudah habis”
Pemain-pemain Liverpool mulai marah.
Shankly terus bertanya,”Apakah kalian sudah habis dan kelelahan?”
“Apakah pertandingan ini hanya formalitas?”
“Apakah kalian terlalu Lelah untuk bertanding?”
“Apakah mereka bisa menghabisi kalian?”
Setiap pertanyaan itu membangkitkan kemarahan dan semangat pemain-pemain Liverpool. Mereka bermain dengan semangat membara, dan menghabisi Chelsea 2-0. Bill Shankly tersenyum di akhir pertandingan. Dia merobek brosur yang dia cetak sendiri, dan sebenarnya Chelsea tidak pernah mencetak brosur itu. Itulah caranya untuk memotivasi dan membakar semangat teamnya agar menang.
**
“Apa lagi yang ditulis Damian Hughes di buku itu?”.
 Damian Hughes meringkas, lima hal yang biasanya dilakukan oleh pelatih-pelatih olahraga. Menariknya, lima hal itu sangat bisa diterapkan dalam context business leadership.
Damian menyingkatnya dalam sebuah akronim: STEPS (Simplify, Thinking, Emotion, Practical and Stories). Kita diskusikan satu per satu. Saya share di bawah ini beserta cerita-cerita dari buku itu dan beberapa pengalaman saya sendiri.
a) *Simplify*
Seorang leader seharusnya bisa menjelaskan setiap objective nya sesederhana mungkin, agar semua anggota teamnya bisa mengerti. What is the “one sentence statement that represent what we need to achieve”. Alex Fergusson, pelatih Manchester United mengulang berkali-kali,”We never accept defeat”.
Pemain-pemainnya tampil dengan semangat luar biasa, habis-habisan, agar jangan sampai kalah.
Perdana Menteri Korea Selatan, dulu berulangkali mengatakan,”Mari kita kalahkan Jepang”, untuk menyemangati seluruh rakyatnya dalam perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Sekarang dalam beberapa hal mereka mengalahkan Jepang.
Seorang CEO di Indonesia pernah menyampaikan targetnya ke ribuan karyawan,”Satu-dua-tiga. Mari menjadi Nomor satu dalam hal quality. Mari menjadi Nomor dua dalam market share. Dalam TIGA tahun”. Tiga tahun kemudian mereka mencapai hal itu.
Apakah sebagai bisnis leader, anda mampu menjelaskan objective anda secara gambling kepada seluruh anggota team anda?
**
b) *Thinking*
Bagaimana kita membuat mereka memperhatikan dan selalu ingat objective kita? Bagaimana kita bisa membangun motivasi dan menjaga motivasi mereka?
Jose Morinho, seorang pelatih sepakbola kelas dunia, berpendapat,” Setiap pemain bola itu ya Sukanya bermain bola. Anda bisa memberikan mereka Latihan fisik, push-up atau apapun. Tapi tetap berikan kesempatan kepada mereka untuk bermain bola. Let them do what they like to do”
Seorang CEO di Amerika, selain memberikan tugas inti kepada setiap karyawan, juga memberikan 20% waktu mereka untuk melakukan apapun yang mereka sukai terkait inovasi dan improvement.
Perusahaan itu selalu mencapai objective mereka.
Sebagai business leader, apakah anda mampu memotivasi semua karyawan untuk bekerja dan belajar terus menerus? Apakah anda mampu menempatkan mereka pada posisi yang mereka sukai dan membuat mereka mengerjakan tugas yang mereka suka lakukan?
**
c) *Emotion*
Manusia adalah kombinasi antara otak (yang berpikir), hati yang punya emosi dan tangan (tubuh) yang bergerak. Kalau mau mengajak seluruh team untuk bekerja keras menggerakkan tangannya, maka anda harus menyentuh hati mereka dan menggerakkan tangannya.
Saat Herve Renard memimpin team Arabia Saudia melawan Argentina, dia bilang ke teamnya,”Ini bukan 11 pemain melawan 11 pemain. Ini adalah kebanggaan seluruh jazirah Arab di panggung dunia. Apa yang akan kalian lakukan?”. Akhirnya mereka menang melawan team Argentina.
Saat saya bekerja di sebuah perusahaan air mineral, seorang lulusan UGM yang berasal dari Klaten, menyampaikan,”Saya ingin bekerja di perusahaan ini, karena perusahaan ini membuat product yang menyehatkan badan, melestarikan lingkungan dan menyejahterakan masyarakat di sekitarnya.”
Sebagai seorang business leader, apa yang anda lakukan untuk menyentuh hati karyawan-karyawan anda, meyakinkan otak mereka sebelum menggerakkan tangan mereka?
**
d) *Practical*
Bagaimana sebagai leader membuat ide-ide itu mudah diterapkan? 
David, seorang teman saya, yang sudah menjadi Director, tetapi masih sering mengajar training di perusahaan di mana dia bekerja, sering mengajak para talent membuat pesawat terbang dari kertas, menuliskan cita-cita mereka dan menerbangkannya. Dia tidak hanya mengajarkan teori, tetapi mengajak semua peserta melakukan role-play, bagaimana melakukan coaching kepada anak buah yang bermasalah, mengamati dan memberikan feedback. 
Tugas anda sebagai leader, bukan hanya menjelaskan teori, tetapi membuat semuanya menjadi mudah untuk diimplementasikan, praktis, sederhana dan benar-benar akan dijalankan.
**
e) *Stories*
Anda baru saja merasakan, bahwa semua cerita yang saya share di atas, ternyata sangat memudahkan kita untuk mengerti, yakin dan menjalankan hal-hal tersebut. Kekuatan seorang leader yang wajib dimiliki adalah “story-telling”. Kemampuan bercerita, kepada team anda agar team anda yakin, tergerak dan mengikuti serta menjalankan apa yang perlu dilakukan untuk mencapai obecjtive bersama.
**
Voila, kita baru saja mempelajari beberapa advice sederhana, untuk meningkatkan leadership capability kita, yang diringkas oleh Damian Hughes dalam bukunya,”The Winning Mindset”.
STEPS (Simplify, Thinking, Emotion, Practical dan Story-telling).
**
Salam Hangat, Pambudi Sunarsihanto

Kamis, 11 Januari 2024

JANGAN MENUMPAHKAN AIR DI GELASMU



Ada seorang anak yang setiap hari rajin ke masjid, lalu suatu hari ia berkata kepada ayahnya, "Yah... mulai hari ini saya tidak mau ke masjid lagi"

"Lho kenapa?", sahut sang ayah, "Karena di masjid saya menemukan orang-orang yang kelihatannya agamis tapi sebenarnya tidak, ada yang sibuk dengan gadgetnya, sementara yang lain membicarakan keburukan orang lain".

Sang ayah pun berpikir sejenak dan berkata, "Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan, setelah itu terserah kamu"

"Apa itu?" tanya si anak.
"Ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling masjid, ingat jangan sampai ada air yang tumpah," kata sang ayah. 

Si anak pun membawa segelas air berkeliling masjid dengan hati-hati, hingga tak ada setetes air pun yang jatuh.

Sesampai di rumah sang ayah bertanya, "Bagaimana sudah kamu bawa air itu keliling masjid?", "Sudah", jawab si anak.

"Apakah ada yg tumpah?", tanya sang ayah lagi. "Tidak", jawab si anak dengan yakin.

"Apakah di masjid tadi ada orang yang sibuk dengan gadgetnya?", tanya sang ayah.

"Wah, saya tidak tahu karena pandangan saya hanya tertuju pada gelas ini", jawab si anak.

"Apakah di masjid tadi ada orang-orang yang membicarakan kejelekan orang lain?" tanya sang ayah lagi.

"Wah, saya tidak dengar karena saya hanya konsentrasi untuk menjaga air dalam gelas ini", jawab si anak.

Sang ayah pun tersenyum lalu berkata, "Begitulah hidup anakku, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan menumpahkan air di gelasmu dengan sibuk menilai kualitas orang lain, sedang kualitas dirimu sendiri berantakan. 

Tugasmu kepada orang lain hanyalah menasehati (berdakwah), bukan menyibukkan diri menghukum mereka di dalam hati dan pikiranmu.

Anakku...jangan juga terlalu berharap kepada orang lain untuk membahagiakanmu. Nanti kamu akan rentan menjadi galau dan bersedih. Berharaplah hanya kepada Allah yang Maha Pengasih, sehingga dirimu tak akan galau dan kuat tanpa putus asa."

Mari kita fokus pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menerus bebenah menjadi manusia yang positif.

Fokus menjadi manusia yang lebih baik di mata Allah dan Rasul-Nya. Bukan fokus sekedar mementingkan diri sendiri, sedang kualitas diri jalan di tempat, bahkan menurun. 

Semoga kita menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi orang banyak.

Edited by. Satria hadi lubis


Minggu, 07 Januari 2024

𝐏𝐈𝐊𝐈𝐑𝐀𝐍 𝐀𝐃𝐀𝐋𝐀𝐇 𝐏𝐄𝐍𝐂𝐈𝐏𝐓𝐀


Pikiran adalah kemampuan untuk menghasilkan dan menciptakan ide, pemikiran, dan konsep. Ini adalah alat utama yang digunakan oleh manusia untuk memahami dunia di sekitar mereka dan menciptakan realitas mereka sendiri.

Pikiran memiliki kekuatan yang luar biasa untuk mempengaruhi perilaku, emosi, dan tindakan seseorang. 

Dengan mengendalikan pikiran kita, kita dapat mengubah keyakinan, mengatasi rasa takut, dan mencapai tujuan dan impian kita.

Pikiran juga memiliki kekuatan untuk menciptakan realitas kita sendiri. Ketika kita memikirkan sesuatu dengan penuh keyakinan dan fokus, itu mempengaruhi energi dan frekuensi yang kita pancarkan. Ini kemudian bertindak sebagai magnet yang menarik pengalaman dan hasil yang sesuai dengan pikiran kita.

Namun, pikiran juga bisa menjadi penghalang jika tidak dikendalikan dengan baik. Ketika pikiran kita tertanam dalam pola pikir negatif, itu dapat menciptakan rasa takut, kecemasan, dan kesengsaraan dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, penting untuk menyadari dan mengubah pola pikir yang negatif menjadi yang positif dan konstruktif.

Dalam kesimpulannya, pikiran adalah pencipta. Ini memiliki kekuatan untuk menciptakan realitas kita sendiri dan pengalaman hidup kita. Dengan mengendalikan pikiran kita, kita dapat mencapai kesuksesan, kebahagiaan, dan kedamaian dalam hidup kita.


#salamberkah 
#muash_pro
#ashpro 
#berkah 

Sabtu, 06 Januari 2024

WIPER oleh ustadz Ponco Waluyo


Dikala hujan deras, kita kesulitan melihat jalan didepan kita. Namun dengan kita menyalakan wiper pandangan jalan kedepan dapat terlihat. Bagaimana jika hujan semakin deras? Tentu kecepatan wiper pun kita percerpat agar tetap bisa melihat jelas jalan didepan

Begitupula hati kita, ada kalanya kita sulit melihat kebenaran dan atau petunjukNya. Di saat seperti itu, istighfar dan dzikir kita lah sebagai "wiper" hati agar kita bisa dengan jelas melihat kebenaran dan atau petunjukNya dalam hidup ini

Selamat menyalakan "wiper" hati kita setiap saat.... semakin lebat hujannya maka semakin kenceng ya "wiper" nya....

surah Nuh ayat 10-12 
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًا
“Lalu, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”

#99jurusbisnislangit

Senin, 01 Januari 2024

SOAL DUNIA ....(SIAPA YANG TAK MAU BELAJAR MAKA AKAN TERELIMINASI)



CEO Nokia mengakhiri pidatonya dengan mengatakan "kami tidak melakukan sesuatu yang salah, tapi entah bagaimana, kami kalah".

Pada saat konferensi pers untuk mengumumkan akuisisi NOKIA oleh Microsoft, CEO Nokia mengakhiri pidatonya dengan mengatakan "kami tidak melakukan kesalahan apapun, tapi entah bagaimana, kami kalah". 

Setelah mengatakan hal itu, semua tim manajemennya, termasuk dirinya sendiri, meneteskan air mata dengan sedih.

Nokia telah menjadi perusahaan yang terhormat. Mereka tidak melakukan kesalahan dalam bisnis mereka, namun dunia berubah terlalu cepat. Lawan-lawan mereka terlalu kuat.

Mereka kehilangan kesempatan untuk belajar, kehilangan kesempatan untuk berubah, dan dengan demikian mereka kehilangan kesempatan untuk menjadi besar. 

Mereka tidak hanya kehilangan kesempatan untuk menghasilkan uang besar, mereka juga kehilangan kesempatan untuk bertahan hidup.

Pesan dari cerita ini adalah, jika Anda tidak berubah, Anda akan tersingkir dari persaingan.

Tidak salah jika Anda tidak ingin mempelajari hal-hal baru. Namun, jika pikiran dan pola pikir Anda tidak dapat mengejar waktu, Anda akan tersingkir.

Kesimpulan

1. Keunggulan yang Anda miliki kemarin, akan tergantikan oleh tren masa depan. 

2. Anda tidak perlu melakukan sesuatu yang salah, selama pesaing Anda menangkap gelombang dan melakukannya dengan BENAR, Anda bisa kalah dan gagal.

3. Mengubah dan memperbaiki diri berarti memberi diri Anda kesempatan kedua. 

4. Dipaksa oleh orang lain untuk berubah, sama saja dengan dibuang.

5. Mereka yang menolak untuk belajar & berkembang, suatu hari nanti pasti akan menjadi mubazir & tidak relevan dengan industri. 

Mereka akan mendapatkan pelajaran dengan cara yang sulit dan mahal.

SELALU TINGKATKAN KUALITAS DIRI ANDA

Salam Berkah

TIGA CIRI ANAK YANG SHOLIH By. Satria hadi lubis


Di awal tahun 2024 ini, mari kita mengevaluasi sampai sejauh mana kita telah menjalankan amanah sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak yang sholih. 

Paling tidak ada tiga ciri anak yang sholih : 

Pertama, mendoakan orang tua. 
Anak yang sholih pasti selalu mendoakan orang tuanya. Sedang anak yang mendoakan orang tuanya belum tentu anak yang sholih, karena ia mendoakan orang tuanya hanya pada momen tertentu saja, misalnya ketika ortunya sakit atau meninggal. Tapi anak yang sholih akan selalu mendoakan orang tuanya tanpa putus, baik ketika orang tuanya masih hidup maupun sudah meninggal lama.

Harapan tertinggi orang tua kepada anaknya bukanlah agar anaknya itu menjadi orang sukses atau membalas budi di masa tuanya ketika sudah sepuh, tapi mendoakan orang tuanya terus menerus agar selamat dunia dan akhirat.

Rasulullah saw bersabda, "
Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).

Orang tua akan meninggal tapi pahala akan terus mengalir kepada orang tua kita jika kita selalu mendoakan mereka. Inilah harapan tertinggi setiap orang tua kepada anak-anaknya.

Kedua, bermanfaat bagi orang lain. 
Ciri kedua anak yang sholih adalah bermanfaat bagi orang lain. Ini sesuai dgn hadits Nabi saw, "Sebaik-baik manusia adalah manusia yg memberikan manfaat bagi orang lain".

Seorang anak yang sholih akan berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, terutama di lingkungan terdekatnya; keluarga, teman-teman dan tetangganya. 

Cara yang paling efektif memberikan manfaat bagi orang lain adalah menjadi pemimpin di lingkungannya, sehingga mempengaruhi lingkungan dengan kebaikan.

Itulah sebabnya Allah swt memerintahkan kita berdoa agar keluarga kita menjadi keluarga pemimpin sebagai salah satu tujuan pembentukan keluarga Islam :

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (Surat Al-Furqan, Ayat 74).

Ketiga, teguh beriman sampai mati. 
Ciri anak sholih yang ketiga adalah anak yang teguh beriman sampai mati. Ini seperti kisah pemuda Ashabul Kahfi yang teguh menjaga imannya dari kemurtadan walau harus uzlah ke dalam goa selama 300 tahun lebih (lihat kisahnya di surat al Kahfi).

Juga sesuai dengan pesan taqwa yg selalu diulang-ulang oleh khotib Jum'at, 
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS.Ali Imran:102).

Anak yang sholih selalu menjaga estafeta keislaman dari nenek moyangnya yang muslim sejak dulu. Tidak akan terpengaruh oleh godaan kemurtadan. Tidak akan menikah dengan orang yang beda agama karena haram hukumnya dan dosa besar. Anak yang sholih akan berusaha menjaga agar keluarga besarnya tetap muslim sampai cucu cicit, sehingga kelak mereka bisa berkumpul bersama di surga. Bukan keluarga pelangi yang anak dan bapak ibunya beda agama. Bahkan bangga dengan kepelangian keluarganya, bukannya malah sedih. 

“(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama orang-orang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya.” (QS. Ar-Ra‘du: 23).

Anak yang sholih akan berusaha menjadi generasi da'iyah seperti orang tuanya yang juga menjadi da'iyah. Menjadi anak yang suka dengan ta'lim (belajar agama) sebagaimana orang tuanya yang suka dengan ta'lim atau liqo'. Bukan sebaliknya menjadi the lost generation (generasi yang hilang, tersesat). Orang tuanya menjadi da'i tapi anaknya jauh dari dakwah dan Islam, sehingga terputuslah regenerasi dakwah. Seperti yang digambarkan Allah :

فَخَلَفَ مِنۢ بَعۡدِهِمۡ خَلۡفٌ أَضَاعُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّبَعُواْ ٱلشَّهَوَٰتِۖ فَسَوۡفَ يَلۡقَوۡنَ غَيًّا
"Kemudian datanglah setelah mereka (generasi) pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan tersesat" (QS. Maryam : 59).

Itulah tiga ciri anak yang sholih yang perlu kita perjuangkan di dalam pendidikan anak-anak kita. Semoga tahun-tahun mendatang kita tetap semangat dan sabar mendidik anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholih-sholihah.

2023.

#tulisandakwah
#parenting
#ketahanankeluarga
#keluargaberkualitas
#dakwah
#satriahadilubis
#indonesia