Sabtu, 23 Maret 2024

𝐓𝐔𝐑𝐁𝐔𝐋𝐄𝐍𝐒𝐈 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐑𝐊𝐀𝐇𝐀𝐍



Temen-temen, yang sudah pernah naik pesawat. Kalau pesawatnya itu terbang dengan tenang, tidak banyak goncangan, kecepatannya juga stabil. Tentu apa yang dilakukan teman-teman. Ada yang baca buku, ada yang tidur, nikmat sekali menikmati perjalanan.

Namun, apa yang terjadi ketika satu jam kemudian terjadi turbulensi di pesawat tersebut.

Wah, cuacanya kurang bagus. Kita seperti dikoyak kita. Anak-anak kecil menangis. Ibu-ibu teriak.

Apa yang dilakukan teman-teman coba. 

Seperti itulah turbulensi.
Jika kita tahu demikian, kita mau pesawatnya yang besar dengan cuaca yang bagus.

Tapi sebenarnya, di saat kita turbulensi di pesawat tadi, apa yang dilakukan? Ada kebaikan apa yang dihasilkan? Tentu bukan lagi tidur, tapi kita banyak mengingat Allah. Mengapa? karena potensi pesawat jatuh itu besar. Akhirnya kita mengingat sang pencipta, kita mengingat Allah, kita banyak dzikir, banyak istighfar dan seterusnya. Itulah keberkahannya kalau kita sedang mengalami turbulensi. Begitu juga dalam perjalanan penerbangan usaha kita, mulus-mulus saja. Lebih banyak lupa kita kepada Allah. Mungkin kita banyak sombongnya kita. 

Sombong dengan omset yang milyaran. Rasanya sangat mudah, tidak ada rintangan. Ya udah, tidur kita di penerbangan usaha kita. Beda halnya dengan kita mengalami turbulensi di usaha kita, tiba-tiba di salah satu cabang kita ditutup. Tiba-tiba kebakaran atau tiba-tiba karyawan andalan kita berhenti. Kemudian, tiba-tiba ada yang kecelakaan di tempat kerja kita dan kita harus membayar untuk merawat karyawan kita sehingga sebagian besar cabang kita tutup. Usaha kita tutup. 

Apa yang kita lakukan kalau kita belajar dari turbulensi tadi. Kita pasti akan lebih banyak mengingat Allah. Lebih banyak beristighfar kepada Allah. Mohon ampun kepada Allah. Disitulah, pintu keberkahan dibuka oleh Allah. Jadi, kalau kita mengingat lagi di surat Nuh ayat 10-12 itu Allah Swt menyatakan bahwa dengan kita banyak istighfar, In Syaa Allah Swt akan melimpahkan rezeki kita. 

Surat Nuh ayat 10-12
فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا
يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَٰلٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّٰتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَٰرًا
“maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”

Alhamdulillah, selamat mengambil pundi-pundi berkah setelah turbulensi

#99jurusbisnislangit

Sabtu, 16 Maret 2024

𝐇𝐀𝐋-𝐇𝐀𝐋 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐁𝐄𝐑𝐊𝐎𝐍𝐓𝐑𝐈𝐁𝐔𝐒𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐇𝐀𝐃𝐀𝐏 𝐊𝐄𝐒𝐔𝐊𝐒𝐄𝐒𝐀𝐍



Langkah-langkah menuju sukses dapat berbeda-beda tergantung pada tujuan dan keadaan individu. Namun, beberapa langkah umum yang dapat berkontribusi terhadap kesuksesan adalah:

1. 𝑷𝒆𝒓𝒋𝒆𝒍𝒂𝒔 𝒕𝒖𝒋𝒖𝒂𝒏 𝑨𝒏𝒅𝒂: 
Definisikan dengan jelas apa yang ingin Anda capai dalam kehidupan pribadi atau profesional Anda. Memiliki visi yang jelas membantu Anda fokus pada apa yang perlu Anda lakukan untuk mencapai hasil yang Anda inginkan.

2. 𝑩𝒖𝒂𝒕 𝒓𝒆𝒏𝒄𝒂𝒏𝒂:
Kembangkan rencana yang terorganisir dengan baik dan realistis yang menguraikan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan Anda. Bagi tujuan Anda menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan tetapkan pencapaian dalam prosesnya.

3. 𝑨𝒎𝒃𝒊𝒍 𝒕𝒊𝒏𝒅𝒂𝒌𝒂𝒏:
Tindak lanjuti rencana Anda dan ambil tindakan yang konsisten untuk mencapai tujuan Anda. Terapkan tugas dan strategi yang diuraikan dalam rencana Anda, dan bersikap proaktif dalam mencari peluang untuk mendekati hasil yang Anda inginkan.

4. 𝑩𝒆𝒍𝒂𝒋𝒂𝒓 𝒅𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒅𝒂𝒑𝒕𝒂𝒔𝒊: 
Gunakan pola pikir berkembang dan terbuka untuk belajar dari keberhasilan, kegagalan dan kesalahan, termasuk dari orang lain. Teruslah mencari pengetahuan, kembangkan keterampilan baru, dan bersedia untuk menyesuaikan pendekatan Anda bila diperlukan.

5. 𝑩𝒆𝒓𝒕𝒆𝒌𝒖𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒕𝒂𝒑 𝒕𝒆𝒓𝒎𝒐𝒕𝒊𝒗𝒂𝒔𝒊: 
Kesuksesan seringkali membutuhkan ketekunan, ketahanan, dan tekad yang kuat untuk mengatasi rintangan dan kemunduran. Tetap termotivasi dan fokus pada tujuan Anda, bahkan ketika menghadapi tantangan.

6. 𝑪𝒂𝒓𝒊𝒍𝒂𝒉 𝒅𝒖𝒌𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒍𝒊𝒍𝒊𝒏𝒈𝒊 𝒅𝒊𝒓𝒊 𝑨𝒏𝒅𝒂 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒏𝒈𝒂𝒓𝒖𝒉 𝒑𝒐𝒔𝒊𝒕𝒊𝒇:
Kelilingi diri Anda dengan individu-individu suportif yang dapat memberikan bimbingan, bimbingan, dan motivasi. Jaringan dan bangun hubungan dengan orang-orang yang berpikiran sama dan memiliki tujuan yang sama.

7. 𝑬𝒗𝒂𝒍𝒖𝒂𝒔𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒔𝒖𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏:
Nilai kemajuan Anda secara teratur dan lakukan penyesuaian terhadap rencana Anda jika diperlukan. Renungkan apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan, dan lakukan perubahan yang diperlukan agar tetap pada jalurnya.

8. 𝑹𝒂𝒚𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒏𝒄𝒂𝒑𝒂𝒊𝒂𝒏:
Kenali dan rayakan kesuksesan Anda selama ini. Merayakan pencapaian dapat memberikan motivasi dan memperkuat rasa pencapaian, mendorong Anda lebih jauh menuju tujuan akhir Anda.

𝑰𝒏𝒈𝒂𝒕, 𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒕𝒊𝒂𝒑 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒖𝒋𝒖 𝒌𝒆𝒔𝒖𝒌𝒔𝒆𝒔𝒂𝒏 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒖𝒏𝒊𝒌, 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒆𝒓𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒆𝒅𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊, 𝒌𝒆𝒕𝒆𝒌𝒖𝒏𝒂𝒏, 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒐𝒎𝒊𝒕𝒎𝒆𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒌𝒆𝒍𝒂𝒏𝒋𝒖𝒕𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒉𝒂𝒅𝒂𝒑 𝒑𝒆𝒓𝒕𝒖𝒎𝒃𝒖𝒉𝒂𝒏 𝒑𝒓𝒊𝒃𝒂𝒅𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝒑𝒓𝒐𝒇𝒆𝒔𝒊𝒐𝒏𝒂𝒍.

Rabu, 13 Maret 2024

HUMAN CAPITAL ATAU FINANCIAL CAPITAL

Baru-baru ini, saya menonton sebuah video yang membahas step by step keluar dari jerat kemiskinan yang dibahas oleh Timothy Ronald.

Video tersebut salah satunya membahas dua kekuatan penting dalam dunia bisnis: Human Capital dan Financial Capital.

Siapa yang lebih unggul?
Si Otak Cerdas atau Si Dompet Tebal?

Pertanyaan ini sering membingungkan para pebisnis. Di satu sisi, Human Capital bagaikan otak yang menggerakkan seluruh bisnis. 

Keahlian, ide kreatif, dan semangat tim adalah kunci untuk memenangkan hati pelanggan.

Di sisi lain, Financial Capital bagaikan dompet yang menyediakan dana untuk operasional dan pengembangan bisnis.

Tanpa dana yang cukup, ide cemerlang pun tak bisa diwujudkan.

Lalu, bagaimana cara menyeimbangkan kedua kekuatan ini?

Salah satu Jawabannya adalah Test and Iterate.

Test adalah proses mencoba ide-ide baru dan mengukur efektivitasnya.

Iterate adalah proses belajar dari hasil tes dan terus melakukan perbaikan.

Contoh Kasus:

Bu Ana, pemilik toko roti, ingin meningkatkan penjualan. Dia memiliki dua ide:

- Membuka cabang baru.
- Meluncurkan program promo.

Bu Ana membuat prototype toko roti kecil untuk menguji ide pertama. Dia juga menjalankan program promo di media sosial untuk menguji ide kedua.

Hasilnya:

- Cabang baru tidak menghasilkan keuntungan yang diharapkan.
- Program promo meningkatkan penjualan secara signifikan.

Dari hasil tes, Bu Ana belajar bahwa program promo lebih efektif untuk meningkatkan penjualan daripada membuka cabang baru.

Dia kemudian melanjutkan program promo dengan perbaikan berdasarkan hasil tes.

Human Capital dan Financial Capital adalah dua kekuatan yang saling melengkapi.

Test and Iterate adalah salah satu kunci untuk menyeimbangkan kedua kekuatan ini dan mencapai kesuksesan bisnis.

Ingat:

- Otak cerdas tanpa dompet tebal bagaikan ide tanpa eksekusi.
- Dompet tebal tanpa otak cerdas bagaikan uang yang terbuang sia-sia.
- Gunakan Human Capital dan Financial Capital secara optimal dengan Test and Iterate!