Rabu, 25 September 2024

SABAR DULU.. KERJAKAN DAN JANGAN BURU-BURU CERITAKAN


Salah satu cara berbuat baik kepada dirimu sendiri adalah jangan terlalu banyak bicara tentang apa yang menjadi impian-impianmu dan rencanamu ke banyak orang.
.
Karena kita tak pernah tahu siapa yang memiliki hasad di antara mereka.
.
Bekerjalah dalam diam.
Dan bergeraklah dengan tenang.
Jangan terlalu berisik ketika antum sedang mengupayakan sesuatu yang besar.
Tahan diri..
Jangan buru-buru ingin dipuji padahal itu baru rencana. Padahal itu baru sebatas impian dan narasi kata.
.
Jika harus bercerita..
ceritakan setelah ada wujudnya.
Ceritakan setelah mulai nampak hasilnya.
.
Selain agar tidak dianggap "Omong Doang", hal itu juga menyelamatkan kita dari rasa malu jika ternyata Alloh tak mengizinkan berhasilnya beberapa rencana kita.
.
Hati lebih selamat..
Dan kehormatan pun tetap terjaga.
.
Jangan sampai ketidakmampuanmu untuk bersabar merahasiakan rencana, jadi sebab datangnya orang-orang jahat yang ingin menjatuhkan dan menghancurkan.
.
Alhasil.. rencana besar pun tumbang sebelum berkembang. Impian pupus sebelum menjadi kenyataan.
.
.اسْتَعِينُوا عَلَى إنْجَاحِ الْحَوَائِجِ بِالْكِتْمَانِ، فَإِنَّ كُلَّ ذِي نِعْمَةٍ مَحْسُودٌ

“Hendaknya kalian membantu kelancaran hajat dengan cara merahasiakannya. Karena setiap orang yang memiliki nikmat akan menjadi sasaran hasad.” (HR Ath-Thabrani)
.
Karena di dunia ini..
Ada manusia-manusia yang hatinya tiba-tiba terisi dengan perasaan hasad ketika melihat orang terdekatnya menjadi berbeda.
Berubah ke arah yang lebih baik.
Atau punya hal besar yang sedang dikerjakan. 
.
Ada beberapa orang yang tidak suka ditinggalkan..
.
Mereka berpikir..
"Kita sama kok. Kita dari tempat yang sama.
Kok dia bisa maju..? 
Kok dia bisa punya pemikiran hebat..?
Kalau dia sukses berarti aku ketinggalan.
Dia harus tetap menemani aku di bawah sini. Jangan pergi ke atas."
.
Dan pikiran semacam itulah yang mendorong sebagian orang untuk menggagalkan rencana orang lain.
.
Karenanya..
Berhati-hatilah menceritakan apa-apa yang menjadi cita-citamu. Agar tidak banyak bermunculan orang-orang yang semakin ingin menjatuhkanmu.


Salam Berkah 

Minggu, 15 September 2024

PELAJARAN KARIER DARI NABI MUSA



Kita dapat mengambil pelajaran menarik terkait dunia karier dari kisah Nabi Musa ‘alaihissalam. Dikisahkan Nabi Musa mendapatkan pekerjaan sebagai penggembala kambing atas rekomendasi dari seorang wanita yang pernah ia bantu. Dalam Surat Al-Qashash ayat 26, Allah SWT berfirman:

“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Wahai Ayahku, ambillah dia sebagai pekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya."

Dari ayat ini, kita dapat melihat bahwa wanita tersebut merekomendasikan Nabi Musa kepada ayahnya karena dua kualitas utama yang dimiliki Nabi Musa:

1. Qowiy (kuat): dalam konteks modern dapat diartikan sebagai orang yang memiliki performance character alias kompeten.
2. Amiin (dapat dipercaya): menunjukkan moral character atau kredibilitas yang dimiliki seseorang.

Dalam dunia kerja, kedua kualitas ini sangat penting. Kompetensi (qowiy) menggambarkan kemampuan kita dalam melakukan pekerjaan secara efektif, sementara kredibilitas (amiin) mencerminkan nilai moral, kejujuran, dan integritas dalam bekerja.

Maka, untuk mendapatkan karier yang kita inginkan, kita perlu membangun dua hal ini terlebih dahulu: kompetensi dan kredibilitas. Kompetensi saja tanpa kredibilitas mungkin membawa kita pada kesempatan, tetapi tidak akan bertahan lama jika orang tidak bisa mempercayai kita. Begitu pula sebaliknya, kredibilitas tanpa kompetensi membuat kita sulit memberikan hasil nyata yang diharapkan.

Namun, hanya memiliki kompetensi dan kredibilitas tidak cukup. Kita juga memerlukan koneksi untuk membuka pintu-pintu peluang. Bagaimana cara orang lain mengetahui bahwa kita kompeten dan kredibel? Salah satu caranya adalah membantu mereka terlebih dahulu.

Nabi Musa memberikan contoh nyata. Dalam Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an dan Tafsir Sa’di diceritakan Nabi Musa awalnya membantu dua wanita yang kesulitan saat memberi minum kambing mereka. Ia bahkan mengangkat batu besar yang biasanya hanya bisa diangkat oleh sepuluh orang. Tindakan ini menunjukkan kekuatan (kompetensinya).

Ketika wanita tersebut hendak memberi kompensasi, Nabi Musa menolak karena niatnya murni ingin membantu dan mendapatkan ridha Allah, bukan mengharapkan imbalan. Selain itu, saat berjalan bersama kedua wanita tersebut menuju rumah mereka, Nabi Musa memilih untuk berjalan di depan dan meminta mereka memberi kode dengan melemparkan batu kecil jika ia salah arah, demi menjaga adab dan privasi. Dari sini, wanita itu menilai bahwa Nabi Musa adalah sosok yang dapat dipercaya (kredibilitas).

Jadi, jika ingin mendapatkan pekerjaan atau membuka peluang karier, bangunlah kompetensi, kredibilitas, dan koneksi. Bantulah orang lain dengan tulus, karena terkadang, tindakan sederhana itulah yang akan membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar.


SALAM BERKAH