Sabtu, 26 Oktober 2019

Refraining, Seberapa penting?



Seperti kita lihat, kejadian dalam kehidupan kita tidak selalu penuh dengan kegembiraan, tawa dan canda serta sukacita. Ada kalanya, yang terjadi adalah peristiwa duka, malapetaka ataupun kesulitan-kesulitan yang tidak bisa kita antisipasi sebelumnya. Realitanya, kita tidak bisa mencegah berbagai peritiwa, baik dan buruk silih berganti terjadi dalam kehidupan kita. Tetapi, ada satu hal yang bisa kita kendalikan, yakni bagaimana cara kita memberikan makna kepadanya.

Konon, inilah yang dilakukan oleh Thomas Alva Edison tatkala laboratoriumnya terbakar. Orang-orang menghampirinya serta menyesali kejadian itu. Tapi, apa kalimat yang diucapkan oleh Thomas Alva Edison, “Nggak apa-apa. Dengan terbakarnya lab-ku maka, segala kesalahan dan kekeliruan saya juga dibakar. Saya punya kesempatan untuk memikirkan ulang dengan cara yang lebih baik”. Nah, apa yang dilakukan oleh Thomas Alva Edison ini tergolong apa yang kita sebut sebagai kemampuan melakukan reframing.

Ingatlah. Dengan kemampuan reframing ini, kita tidak mengubah kejadian tetapi kita mengubah makna dari kejadian itu. Sebuah kejadian sifatnya netral, kejadian ya kejadian. Tetapi, pikiran kitalah yang memberikan makna baik dan buruk, hitam maupun putih kepadanya.

Jumat, 25 Oktober 2019

Golden Moment

Seorang CEO yang memiliki gaji 100 juta perbulan tengah berdiri di tepi pantai dan memandang ke arah laut, ketika seorang nelayan merapikan perahunya.

CEO itu bertanya: “Berapa lama waktu yang anda habiskan untuk menangkap ikan sebanyak ini?”

“Tidak lama, cukup 5 jam.” Jawab nelayan.

“Mengapa tidak pergi lebih lama lagi dan menangkap lebih banyak lagi?”

“Ini sudah cukup buat keluargaku..”

“Apa yang anda lakukan di luar menangkap ikan?”

“Bermain dengan anak-anakku, tidur siang, makan siang bersama keluargaku, mengantar dan menjemput anak ke sekolah, mengaji, ngobrol dan kumpul dengan teman-temanku, ya, hidup yang begitu ku nikmati..” jawab si nelayan.

Lalu CEO tersebut berkata: “Aku punya ide untuk membantumu.”

“Aku lulusan master dari Amerika. Saranku, habiskan waktumu lebih banyak untuk menangkap ikan. Beli perahu yang lebih besar, dapat lebih banyak uang, beli lagi beberapa perahu.”

“Jangan jual ikan ke perantara, jual langsung ke pengolahan sampai anda memiliki pabrik sendiri. Kendalikan produk, distribusi dan produksinya. Setelah itu anda pindah ke kota besar, kemudian keluar negri untuk mengembangkan usaha ini.”

“Menarik. Tapi berapa lama waktu yang dibutuhkan supaya aku bisa seperti itu?” Tanya nelayan yang mulai tertarik.

“lima belas tahun paling cepat. Paling lama dua puluh tahun.” Jawab si CEO.

“Setelah itu pak?”

“Ini lah bagian yang paling menarik. Anda bisa menjual saham perusahaan di bursa dan menghasilkan uang miliaran.” Jawabnya.

‘Wah.. Miliyaran ya.. Lalu, setelah itu apa pak?” tanya nelayan

“Lalu anda bisa istirahat dan pulang ke rumah. Pindah ke desa kecil di tepi laut, memancing, bermain dengan anak-anak, tidur siang, makan bersama istri, mengantar anak kesekolah, kumpun dan ngobrol dengan teman-teman dekat.”

“Ooowwh.. Kalau tujuan akhirnya cuma itu, sekarang saya sudah mendapatkan apa yang saya inginkan pak..”

“Kalau menunggu 20 tahun lagi, anak-anak saya sudah besar, jadi gak mungkin lagi saya bermain dan mengantarkan mereka ke sekolah.” Sahut s nelayan sambil meninggalkan CEO yang kebingungan.
------
Banyak orang bertujuan bekerja keras mencari uang dan kekayaan untuk keluarga serta ketenangan, namun cenderung banyak yang malah hanyut terlena dalam kesibukan yang malah lantas mengabaikan keluarganya. Ironis sekali.

Jangan lewatkan Golden Moment bersama keluarga anda. Khususnya anak-anak anda. Karena hal indah ini tidak akan terulang dua kali dalam kehidupan anda.

“Syukurilah semua hal baik yang anda miliki bersama keluarga anda saat ini.”

Dikutip dari buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya dengan banyak perubahan.

Rumus Hidup



Panjang x lebar x tinggi = Volume

Panjang = Panjang daya fikirnya, memiliki visi jangka panjang. Untuk dirinya dan orglain

Lebar = lebar hatinya, emphatinya. Sehingga tak segan untuk membantu sesama

Tinggi = tinggi harapnya pada Allah sang maha memberi segalanya. Ia gantungkan semua.cita dan harap padaNya

Jika panjang, lebar dan tinggi semakin bertambah. Maka volume pun makin bertambah.

Volume = volume/kapasitas diri yg semakin bertambah dari.hari ke hari. Sehingga ia dapat menapaki dan menghadapi hidup apapun kejadiannya diambillah hikmah agar berorientasi inilah yg terbaik. 

Sehingga apapun yg terjadi dia bahagia.. karena itu semua karunia yg harus di syukuri.. husnudzon pada Allah

Minggu, 13 Oktober 2019

Menjadi Pribadi Progresif


Untuk disebut beraktualisasi kita perlu membuat kemajuan-kemajuan yang rutin. Oleh sebab itu, cobalah untuk fokus menuntaskan pekerjaan satu demi satu. Dengan fokus pada satu pekerjaan, tingkat stress berkurang dan kita lebih merasa optimis menyelesaikannya. Bila pekerjaan itu adalah proyek besar, bagilah ke dalam beberapa bagian kecil. Dengan begitu progres kerja kita akan lebih nampak dan nyata.

Sabtu, 12 Oktober 2019

Sahabat Kehidupan

SEBUAH MASAKAN menjadi SEDAP karna DI MASUKKAN bumbu-bumbu yg "di pilih" oleh KOKI yg memasaknya.

Begitupun SEBUAH KEHIDUPAN, menjadi INDAH karna MASUKNYA ORANG-ORANG yg Tuhan  "ijinkan" dalam kehidupan seseorang.

Ada yg MASUK seperti KUNYIT, walau penampilannya jelek, tapi sanggup memberi "WARNA INDAH" yg sulit di lupakan...

Ada yg MASUK seperti BAWANG MERAH yg semakin lama bersamanya, semakin banyak "AIR MATA" yg tertumpah...

Ada yang MASUK seperti LADA, walau nampak kecil halus, tapi memberi "KEHANGATAN”...

Ada juga yg MASUK seperti CABAI, yg "menipu" dengan warnanya yg menarik tapi membuat "KERINGAT" bercucuran...

Sahabatku..
JAGALAH & JANGAN SIA-SIAKAN mereka yg MASUK memberi KEBAIKAN dalam hidupmu...
Serta SYUKURILAH & JANGANLAH MEMBENCI mereka yg MASUK "menyakiti" hidupmu, karna merekapun juga "berperan" MENYEDAPKAN pribadimu...

SEMUANYA ITU, Tuhan ijinkan "MASUK" untuk MERUBAH segala yg "tidak baik" yg ada dalam pribadimu, untuk kemudian MENJADI BAIK....

Salam Berkah...

Jumat, 11 Oktober 2019

KIND WORD


Pada suatu hari seorang anak laki laki pulang ke rumah dan memberikan Sepucuk Surat tertutup dari Kepala Sekolah kepada  Mamanya.
Anak itu berkata : "Kepala Sekolah Memberikan Surat ini Pada Saya dan berpesan Agar Surat ini Hanya Diberikan pada Mama"

Membaca Surat itu, dgn Airmata berlinang Sang Mama membacakan Surat Tsb sehingga anak itu Mendengarnya :  "Anak Kamu terlalu Jenius, Sekolah ini Terlalu Sederhana dan tdk Cukup Guru yg Baik utk Melatih Dia, Ajari Dia secara Langsung"

Tahun demi Tahun berlalu, Mama itupun sdh Meninggal. Anak laki laki itu sudah tumbuh dan kelak menjadi Penemu Hebat bernama Thomas A. Edison              

Suatu ketika Dia Menemukan Surat yg dulu Dikirim oleh Gurunya di Laci meja Mamanya.
Dia Membuka dan Membaca isi surat yg sebenarnya tertulis : "Anak Kamu Punya masalah Kejiwaan, Kami tidak Mengizinkan Lagi Dia datang Ke Sekolah ini selamanya"

Edison Menangis berjam-Jam dan Menulis ini di Buku Hariannya : "Thomas Alva Edison adalah Anak Gila yg oleh Seorang Pahlawan yaitu Mama Saya, Diubahnya Menjadi yg Jenius Sepanjang Abad"

Perkataan yg Buruk Merusak Moral & Mental Seseorang,
Perkataan yg Baik dapat Memotivasi Orang untuk Menjadi yg Terbaik.

SALAM BERKAH ...

Selasa, 08 Oktober 2019

Wortel , Telur Atau Kopi

Seorang pria  muda  datang pada ibunya dan mengeluh soal banyak permasalahan dalam kehidupannya yang sedang ia hadapi…

Namun betapa kagetnya ia karena ternyata ibunya diam saja seolah tidak ingin mendengarkan.

Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara anaknya terus bercerita dan mengikutinya.

Sang ibu lalu memasak air.

Setelah sekian lama, air mendidih sang ibu menuangkan ‘Air Panas Mendidih’ itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan.

Di gelas pertama ia masukkan TELUR, di gelas kedua, ia masukkan WORTEL, dan di gelas ketiga, ia masukkan KOPI.

Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya:

🍠 WORTEL yang KERAS menjadi LUNAK,
🍳 TELUR yang mudah PECAH menjadi  KERAS
☕ dan KOPI menghasilkan aroma yang HARUM.

Lalu sang ibu menjelaskan :
“Nak….. MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH.
Namun, bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya.

Kita bisa menjadi Lembek seperti Wortel, mengeras seperti Telur, atau harum seperti Kopi.

Jadi, wortel dan telur bukan mempengaruhi air … mereka malah berubah karena air,
sementara KOPI malah mengubah AIR, membuatnya menjadi HARUM.

”Dalam tiap Masalah, selalu tersimpan Mutiara Iman yang berharga.
Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja.
Tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan ALLAH seolah tidak kunjung datang?

Hari ini kita belajar ada 3 reaksi orang saat masalah datang :

• Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh, dan mengasihani diri sendiri.

• Ada yang mengeras, marah dan berontak kepada Tuhannya…

• Ada juga yang justru semakin harum, menjadi semakin kuat dan percaya padaNYA.

Ada kalanya ALLAH sengaja menunda pertolonganNYA.

Apa tujuannya?
Agar kita belajar percaya dan setia!
Karena tidak pernah ada masalah yang tidak bisa ALLAH selesaikan..

Selamat Menikmati Nikmatnya Kehidupan...
Salam Berkah ...

Minggu, 06 Oktober 2019

Virus Kebaikan

Yap, ini memang bukan tentang meminta tapi apa yang bisa kita berikan | Bukan berpikir manfaat didapat tapi justru manfaat nan bisa ditebarkan

Dunia itu menjadi sedemikian indah ketika berbagi menjadi kebiasaan | Saat kepedulian mudah ditemukan

Masing dari kita tentu punya kelebihan dan kemudahan | Terlalu egois kiranya jika itu semua sekedar dinikmati sendirian

Berbagilah, berbagilah apa yang bisa dibagikan | Tidak akan berkurang di kita karena itu investasi kebaikan

Setiap yang dibagikan karena kebaikan | Maka secara sederhana nan baik pula yang ganti berdatangan pada kita

Berbagilah, karena tak ada cerita yang berbagi menjadi terpuruk | Tak ada kisah nan berbagi menjadi kian miskin jadinya

Berbagilah, karena ia mengkayakan kita | Karena kaya tak sekedar harta

Kaya ada pada hati perasaan | Ada pada keluarga dan sahabat nan setia dan peduli

Karena seringkali materi tak bisa membeli kesemua yang ada di dunia | Berbagilah dan tebarkan manfaat terbaik yang ada

Salam Berkah ...

Kamis, 03 Oktober 2019

BELAJAR DARI SEBUAH BOTOL

- Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribuan.

- Kalau diisi jus buah, harganya 10 ribuan.

- Kalau diisi Madu, harganya ratusan ribu.

- Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan !!!

- Kalau diisi air comberan, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya.

Sama-sama dikemas dalam BOTOL tetapi berbeda nilainya, sebab "isi" yang ada di dalamnya berbeda...

Begitu juga dgn kita; semua sama... semua manusia...

Yang membedakannya adalah; KARAKTER yg ada didalam diri kita.

Ilmu dan pemahaman yg benar akan membangun KARAKTER yg benar.

Rabu, 02 Oktober 2019

CARA PALING EFEKTIF DALAM BELAJAR


Oleh: Kak Eka Wardhana, Rumah Pensil Publisher

Ayah dan Bunda, selama ini kita pasti bertanya-tanya, “Bagaimana cara mengajari anak belajar dengan cara paling efektif ya?

“Apa harus dengan cara mendrill anak setiap hari, setiap ada waktu kosong?

“Atau membiarkannya belajar sesuai moodnya?

“Atau dimasukkan kursus-kursus khusus untuk belajar?”

Saya ingin menawarkan konsep belajar efektif dari Vernon A. Magnesen. Menurut Pak Magnesen, kita belajar:

• 10% dari apa yang kita baca

• 20% dari apa yang kita dengar

• 30% dari apa yang kita lihat

• 50% dari apa yang kita lihat dan dengar

• 70% dari apa yang kita katakan

• 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan

Jadi, kesimpulannya seperti ini: Mulailah dengan membaca (10%).

Setelah itu biarkan anak mendengar penjelasan dari apa yang ia baca tadi (20%).

Buat diagram tentang apa yang tadi telah anak baca, kalau bisa pakai mind mapping (30%).

Setelah itu terangkan apa yang ada dalam diagram atau mind mapping. Bila matematika, jelaskan soal sambil menulis dan menerangkan dengan kata-kata (50%).

Selanjutnya minta anak menerangkan apa yang telah ia pelajari selengkap mungkin dari awal sampai akhir (70%).

Lalu minta anak mengerjakan soal sambil menerangkan dengan kata-kata kepada kita (90%).

Selamat mencoba, Ayah dan Bunda.

Salam Smart Parents!