Minggu, 20 Desember 2020

auto kaya

#AUTOKAYA apa mungkin? Gimana caranya?

Coba tarik nafas panjang dan simak baik-baik tulisan ini.

Kalau kita rutin dan rajin sedekah, itu namanya autokaya. Betul apa betul?

Kalau kita selalu bersyukur dan merasa cukup, itu namanya autokaya.

Kalau kita sholat 2 rakaat sebelum subuh, itu namanya autokaya.

Kalau teman dapat karunia dan kita ikut bahagia, itu namanya autokaya.

Kalau uang kita tidak dibayar orang dan kita memilih untuk merelakan, itu namanya autokaya.

Uangnya mungkin dalam proses. Lagi otw. Tapi yang jelas, kita sudah merancang #MentalKaya dan tengah mengundang keberkahan. Bukankah itu semua lebih berharga daripada uang? Dan percayalah, uangnya akan hadir sebentar lagi.

Saya yakin, banyak yang sependapat dengan saya. Coba ngacung ya...
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Selasa, 08 Desember 2020

MARKETING IS ...

MARKETING ADALAH KONTES CARI PERHATIAN

All companies do marketing. Yes, semua perusahaan punya kegiatan marketing. Ada yang berhasil. Banyak juga yang buang-buang uang mubazir. Jadinya GG. Dan ada juga yang “clueless” ndak faham mau ngapain. The latest one is pathetic. 

So guys, 
what does marketing really means?

Well, intinya menurut Tn. Godin (Marketing Guru) Apapun kegiatan marketingnya, yang dilakukan tujuannya satu aja: BUYING ATTENTION. Yah, beliau bilangnya “marketing is a contest for people’s attention”. 

Marketing itu seperti sebuah perlombaan mencari perhatian. Itu saja katanya. Setelah dapet perhatian, then sales will comes naturally. 

Siapa sih marketers yang akan jadi pemenang dari lomba mencari perhatian ini. Kalau kata Tn. Godin, ada beberapa kriteria pemenangnya (4 types):

—  Mereka yang menjual experiences. Yah trend hari ini seperti yang saya tuliskan juga adalah “Do not sell the product, but sell the experiences”. Artinya tujuan utama adalah pengalaman, behasil menjual produk itu sebenernya impact.

— Marketers yang punya prinsip “be a friend to get a friend”. Well yeah, authentic natural to the bone. Ndak pura-pura. Ndak ngasih ekspektasi berlebih. Yes, jika kamu temen saya, saya ndak akan ragu beli dari kamu.

— Marketers yang faham customer centric itu apa. Yes, marketers yang faham apapun produknya dan bagaimanapun tipe pelanggannya yang harus dilakukan adalah “mendengarkan”. It is kinda the important meet the urgent. Wajib dan mendesak.

— Marketers yang selalu faham target market selalu berubah, apalagi hari ini market as you know it udah usang. Artinya wajib update, wajib faham kerumunannya berada dimana. Shifting kemana wajib tahu. Rule of the games harus difahami dengan baik.

Yeah, bisa dipastikan kawan-kawan pasti faham. Hari ini, dilautan pasar yang penuh dengan derau (noise), mau ndak mau para marketers wajib membuat breakthough atau ide-ide segar untuk memenangkan “attention” market. Untuk bisa berdiri megang diatas kerumunan.

Sebenernya intinya sama sih dengan literatur2 yang lain. Fahami pelanggannya dulu, kemudian lakukan engage dengan mereka. Setelah engage they will soon LISTEN YOU. Yes, for sure, then they WILL BUY from you. 

Copas By 
Abie — Marketers sendok & garpu!