MARKETING ADALAH KONTES CARI PERHATIAN
All companies do marketing. Yes, semua perusahaan punya kegiatan marketing. Ada yang berhasil. Banyak juga yang buang-buang uang mubazir. Jadinya GG. Dan ada juga yang “clueless” ndak faham mau ngapain. The latest one is pathetic.
So guys,
what does marketing really means?
Well, intinya menurut Tn. Godin (Marketing Guru) Apapun kegiatan marketingnya, yang dilakukan tujuannya satu aja: BUYING ATTENTION. Yah, beliau bilangnya “marketing is a contest for people’s attention”.
Marketing itu seperti sebuah perlombaan mencari perhatian. Itu saja katanya. Setelah dapet perhatian, then sales will comes naturally.
Siapa sih marketers yang akan jadi pemenang dari lomba mencari perhatian ini. Kalau kata Tn. Godin, ada beberapa kriteria pemenangnya (4 types):
— Mereka yang menjual experiences. Yah trend hari ini seperti yang saya tuliskan juga adalah “Do not sell the product, but sell the experiences”. Artinya tujuan utama adalah pengalaman, behasil menjual produk itu sebenernya impact.
— Marketers yang punya prinsip “be a friend to get a friend”. Well yeah, authentic natural to the bone. Ndak pura-pura. Ndak ngasih ekspektasi berlebih. Yes, jika kamu temen saya, saya ndak akan ragu beli dari kamu.
— Marketers yang faham customer centric itu apa. Yes, marketers yang faham apapun produknya dan bagaimanapun tipe pelanggannya yang harus dilakukan adalah “mendengarkan”. It is kinda the important meet the urgent. Wajib dan mendesak.
— Marketers yang selalu faham target market selalu berubah, apalagi hari ini market as you know it udah usang. Artinya wajib update, wajib faham kerumunannya berada dimana. Shifting kemana wajib tahu. Rule of the games harus difahami dengan baik.
Yeah, bisa dipastikan kawan-kawan pasti faham. Hari ini, dilautan pasar yang penuh dengan derau (noise), mau ndak mau para marketers wajib membuat breakthough atau ide-ide segar untuk memenangkan “attention” market. Untuk bisa berdiri megang diatas kerumunan.
Sebenernya intinya sama sih dengan literatur2 yang lain. Fahami pelanggannya dulu, kemudian lakukan engage dengan mereka. Setelah engage they will soon LISTEN YOU. Yes, for sure, then they WILL BUY from you.
Copas By
Abie — Marketers sendok & garpu!
MANTAAP DJIWAAA...
BalasHapus