Marketing atau pemasaran merupakan ujung tombak dari sebuah bisnis, karena nafas kehidupan bisnis sangat tergantung bagaimana sasaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan berhasil dijabarkan dalam strategi bisnis. Untuk mampu menghasilkan strategi yang tepat, dibutuhkan perencanaan yang baik yang didasarkan dari pengamatan, analisa serta pemahaman kondisi pasar yang ada.
Marketing harus mampu mengenali keinginan dan kebutuhan masyarakat dan diharapkan mampu mengantispasi perubahan yang cepat.
Berbeda dengan sales yang berinteraksi langsung dengan pelanggan untuk bisa berhasil menindaklanjuti hubungan itu menjadi penjualan, sedangkan marketing harus mampu mengelola rasa ketertarikan pelanggan terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa marketing memiliki peran penting dari sebuah bisnis.
Untuk berhasil menyusun strategi bisnis yang baik sangat tergantung kepada para talenta terpilih yang mampu menyusun strategi yang tepat karena jika salah dalam menetapkan strategi, dampaknya terhadap kehidupan bisnis sangat besar. Gagalnya strategi marketing umumnya bukan karena konsep atau program marketingnya yang tidak menarik, tapi lebih kepada tidak memahami konsep marketing yang tepat diantaranya tidak menentukan target market dengan jelas.
Tim marketing juga membutuhkan orang-orang dengan kualifikasi khusus karena persyaratan yang harus dipenuhi cukup banyak terutama harus sangat faham dengan sasaran atau goals yang ingin dicapai oleh perusahaan.
Terhadap tim yang ada perlu dilakukan proses People Mapping sehingga yang dilakukan efektif sesuai spesialisasi kompetensi dan karakter masing-masing anggota tim.
Disinilah dibutuhkan pemimpin yang mampu memberdayakan tim melalui proses ‘give trust’ – ‘give direction’ – ‘appreciate the idea’ – ‘support development’ dimana dalam semua proses tersebut, pemimpin memberi kesempatan kepada tim marketing untuk memiliki inisiatif yang kuat meski tetap mendapat bimbingan dan arahan agar mampu dihasilkan sebuah konsep marketing yang kuat.
WHAT NEXT...?
Apakah dengan hal itu sudah cukup ?
Ternyata tidak hanya sampai disitu, karena butuh upaya untuk membangun atau menciptakan factor perekat bagi tim marketing dimana kondisi saat ini sudah semakin banyak Gen Y yang berkiprah di dunia kerja serta bisnis dan dari karakteristik generasi muda tersebut umumnya memiliki keinginan untuk lebih fleksibel, 'result oriented' yang berkualitas serta kebutuhan pengembangan karier yang jelas. Inilah yang merupakan factor perekat yang harus dibangun oleh para pemimpin agar karyawan mampu berprestasi lebih kuat.
Dan hal yang lain yang menyertai tentunya perusahaan menginginkan tingkat engagement (keterikatan) karyawan semakin besar, mengingat bahwa kondisi saat ini tingkat turn-over juga semakin tinggi. Sekali lagi peran pemimpin dituntut untuk mampu membuat motivasi tim terjaga serta lebih engaged terhadap perusahaan. Seorang pempimpin harus mengetahui cara memotivasi anggota timnya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengapresiasi kinerja tim. Dalam hal ini menunjukkan bahwa mayoritas penyebab utama anggota tim tidak loyal juga karena ‘pemimpin’-nya.
Banyak hal-hal kecil yang bisa menyentuh rasa bagi setiap orang sebagai anggota tim, diantara peristiwa besar dalam kehidupan mereka dengan memberikan perhatian, yaitu untuk peristiwa pernikahan, kelahiran, sakit dan kematian, karena peristiwa tersebut adalah momen penting dalam kehidupan pribadi setiap orang. Dengan semakin engaged, diharapkan tim setiap anggota tim khsusnya tim marketing semakin besar kontribusinya dalam menunjang total marketing untuk kemajuan perusahaan.
Salam Berkah
#marketingstrategies
#motivationtechniques
#businessresults
#employeeengagement
Tidak ada komentar:
Posting Komentar