1. Niat benar, bawa dlm do’a. Niat sebab ingin lebih baik segala aspeknya. Lebih baik jika dimulai dengan berdo’a saat memerlukan, dan istikharah saat sudah ada kandidat.
2. Memenuhi syarat perundangan usaha PT
3. Sevisi dan berbagi peran. Misal: suami/istri, atau partneran sebab punya goals besar yang disepakati.
4. Melengkapi hal yg tdk kita miliki. Misal, si pengusaha imers hebat, dia cari orang yg kuat di sistem atau produksi. Atau, bisnis kita sangat perlu modal (bisnisnya bagus dan layak), sementara kita nggak punya modal (opsi sebab modal ini sebaiknya paling akhir jika ‘harus’).
5. Menghebatkan konsolidasi ke dalam di aspek efisiensi/produktivitas, atau untuk sisi melejitkan pertumbuhan (punya network, sistem, pengalaman dll).
6. Bukan kata oranglain.
Namun hasil keputusan sendiri, setelah lewati tahap-tahapnya (mengenali track record kongkrit, penelahaan, penjajakan, jelas sejak awal, dst). Cek track record kongkrit perusahaannya, atau perusahaan tempat dia jadi komisaris (jika ada).
Jika baru, berarti belum ada jaminan apapun sebab tak ada jejak bukti track record nya, meskipun di endorse oleh orang terkenal.
7. Hak & kewajibannya jelas, agar tidak bikin ewuh pakewuh kedepannya. Agar juga tidak tumpang tindih dengan CEO.
8. Biasanya, dia orang yang berpengalaman panjang (itu sebab agak jarang komisaris masih umur muda, meski tidak ada ketentuan khusus akan hal ini).
9. Meski banyak yg “modus” cari komisaris agar proyek licin-lancar, sebaiknya hindari modus dengan niat yang ini.
10. Open mind dan tetapkan pagar-pagarnya. Perhatikan juga aturan perundangan dalam fungsi dan kewenangan seorang komisaris.
11. Pahami perannya. Ada komisaris yang berperan kuat. Sekaligus pemilik utama. Ada komisaris yang bukan pemilik mayoritas. Ada komisaris independen profesional. Ada komisaris politis (diluar bahasan jalan langit ways yg ini mah), dkk.
12. Jika ada pilihan, lebih baik pilih yang praktisi, baik pebisnis maupun karir (yang panjang dan cemerlang kariernya, terbukti). Banyak pekerjaan komisaris itu fungsi pengawasan (mewakili pemilik), memberi saran baik diminta atau tidak; berbentuk pengarahan, nasihat atau bahkan menjadi mentor. Kebayang kan jika bukan praktisi? (kongkrit bukan katanya).
13. Sadari bahwa ini juga bagian dari ikhtiar. Bukan bagian dari sesuatu yang bisa kita pastikan hasilnya.
14. Apalagi yaa..? Tambahin donk..π
Kalau diluar ini mah bebas. Apapun modusnya, gimana maunya saja. Mau benar mau salah, mau sesuai standar mau tidak sesuai ketentuan, saya ngga ikutan π
ππ½♂️ππ½♂️ππ½♂️
Riza Zacharias
#BisnisJalanLangit
#RahasiaBisnisSukses
#NasihatBagiDiriSendiri
#UtamanyaPengingatDiri
#AgarTidakLupaPeran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar