Jumat, 27 Mei 2022

Kenapa Otak Kita Makin Lemot Saat Terlalu Sering Scroll-scroll Layar Hape?



****

Apa hubungannya kekuatan otak kita dengan smartphone addiction? Ternyata hubungannya sangat erat. 

Beragam studi ilmiah menunjukkan cara ampuh untuk mengasah kekuatan otak kita itu adalah ketekunan untuk menjalani sesuatu secara mendalam dan dalam durasi yang cukup lama. Di dalam proses itu dibutuhkan kekuatan konsentrasi dan fokus perhatian yang mendalam pada apa yang dikerjakannya (Duckworth, 2017). Otak kita akan mengembang secara positif saat kita melakukan proses ini.

Selain itu, kekuatan mental dan pikiran kita akan makin tangguh saat kita bisa melakukan apa yang disebut sebagai “delayed gratification” (Mischel, 2006).  Atau kecakapan untuk menunda kesenangan seketika atau reward yang bersifat instan.

Delayed gratification adalah kemampuan untuk mau menekuni proses yang panjang dan melelahkan, mau menundak kesenangan seketika, demi tercapainya tujuan di kemudian hari. 

Jadi, kekuatan mental dan otak kita akan tumbuh saat kita rajin melatih konsentasi dan fokus atensi yang mendalam, serta kecakapan menjalani delayed gratification.

Nah semua komponen kunci itu hancur lebur dirusak oleh hadirnya smartphone addiction.

Ya benar, kekuatan ketekunan, daya konsentasi dan fokus perhatian yang mendalam, serta kecakapan delayed gratification semua terkapar mati dalam gemuruh serbuan smartphone addiction yang kian menderu.

Faktanya, studi dalam penggunaan smartphone mengkonfirmasi kebenaran muram ini : yakni memakai hape dalam frekuensi yang terlalu sering, akan menurunkan secara signifikan “attention span” (rentang fokus perhatian) dalam diri kita. Kita menjadi makin sulit membangun atensi yang mendalam pada sebuah titik perhatian. Attention span kita makin pendek.

Melalui pola scroll-scroll dan klik klik layar hape kita secara berulang, pikiran kita dilatih untuk terus melompat dari satu titik perhatian ke titik perhatian berikutnya. 

Saat menggunakan hape, acapkali kita bergegas dari satu konten ke konten lainnya. Scroll scroll, berhenti sebentar, lalu scroll lagi. Lalu klik ini, klik itu, lalu scroll lagi. Demikian terus dilakukan secara berulang, tiap hari. 

Pola semacam itu melatih otak kita untuk terus melompat-lompat, dan tidak pernah punya ruang untuk membangun fokus perhatian secara panjang dan mendalam.

Kecakapan kita untuk membangun fokus yang mendalam dan konsentrasi panjang menjadi makin hilang karena kebiasaan main hape yang terus melompat dan serba bergegas.

Selain itu, kecakapan untuk menumbuhkan delayed gratification skill juga makin punah. Kenapa? Sebab saat main hape, kita terus menerus mendapatkan instant reward. Setiap kali scroll dan klik, Anda langsung menemukan kenikmatan seketika. Rasa penasaran Anda langsung terpuaskan secara instan. Pola semacam ini pelan-pelan juga menumbuhkan kultur instan. Kita merasa semua hal harusnya bisa seperti saat main hape : apapun yang kita ingin nikmati, bisa langsung hadir seketika semudah scroll dan klilk.

Betapa mengerikannya. Betapa kelamnya.

Kenapa kelam dan mengerikan? Sebab kebiasaan dan pola pikir seperti itu membuat kita makin tidak bisa menghargai proses yang panjang dan melelahkan. Kemampuan kita untuk menunda kesenangan demi reward di kemudian hari menjadi hancur. 

Sebab saat kita terjebak dalam smartphone culture, otak kita sudah dilatih untuk terbiasa menemukan reward secara instan, atau mengalami kekikmatan secara seketika.

Attention span yang makin pendek; daya fokus dan konsentasi yang makin hilang; serta redupnya kemampuan menghargai proses yang panjang dan mendalam akibat kultur ingin serba instan seperti main hape; semua ini memberikan dampak yang buruk bagi penguatan otak dan mental kita.

Ketekunan untuk menjalani proses secara dan melelahkan, fokus dan daya konsentasi yang mendalam, serta kemampuan menunda kesenangan seketika – semuanya adalah komponen kunci agar kita sukses wujudkan impian yang kita angankan.

Namun semua komponen kunci itu roboh karena serbuan smartphone addiction.

Dengan kata lain, smartphone addiction akan membuat ketekunan dan daya kegigihan kita untuk wujudkan impian hidup pelan-pelan menjadi mati dalam duka yang teramat perih.  Dan dengan itu, impian indah kita akan ikut terkubur di dalamnya.

Salam sukses mulia,
Yodhia Antariksa

Kamis, 26 Mei 2022

deliberate and deep practice

Sebuah Tulisan yang sangat menarik tentang Deliberate dan Deep Practice dari Coach Armala 


Saat pelatih basket sekolah mengumumkan akan memilih 12 pemain untuk kejuaraan basket antar sekolah (SMP), sahabat saya @m.naudi.nurdika berbisik: "jangan berharap kita akan terpilih" ujarnya serius

"Mengapa? Karena tinggi badan kita pendek?" Ujarku balik tanya

Ia pun mengangguk.

"Drible kamu kan bagus. Latih saja terus agar kamu bisa jadi play maker. Posisi tersebut memungkinkan diisi oleh pemain yang memiliki postur tubuh pendek seperti kita" ujarku.

"Aku nanti mau belajar menembak jarah jauh, untuk menjadi spesialis three point" ujarku lagi.

Saya kemudian menghampiri pelatih, minta diajarkan menembak dari jarak jauh.
"Jarak dekat atau jarak jauh tidak ada bedanya. Kamu sering-sering melakukan three point aja, nanti dengan sendirinya kamu akan bisa" jelasnya

Saya pun mengikuti sarannya. Namun it's not working.

Otak saya pun mulai bekerja melakukan analisis, mencari tahu mengapa saya tidak bisa menembak bola dari jarak jauh?
Kemudian menemukan jawabannya.
Penyebab tidak bisa menembak jarak jauh adalah karena tenaga di tangan tidak cukup kuat, akibatnya tembakan tidak pernah sampai ke ring basket. 
Ini petunjuk bahwa saya perlu melatih otot-otot tangan agar kuat. Tapi bagaimana caranya?

Tidak lama saya bertemu dengan seorang petinju. Bertanya bagaimana melatih otot-otot tangan agar memiliki tenaga yang besar. Ia pun mengajarinya.
Dengan telaten saya mengikuti anjurannya. Melatih otot-otot tangan dengan berbagai alat bantu yang disarankan. Meskipun latihannya sangat berat, saya terus memaksanya berlatih. Latihan, latihan dan latihan. Tiada hari tanpa latihan.
Alhasil tangan saya menjadi cukup bertenaga, tidak lagi ada kendala saat melesakan bola basket ke ring dari jarak jauh. 
Kemudian setelah "tenaga" tidak bermasalah, barulah minta diajari lagi ke pelatih basket, bagaimana cara menembak yang baik dan benar.

Itulah contoh DELIBERATE PRACTICE dan DEEP PRACTICE.

Oh.. ya. Omong-omong sahabat saya itu kemudian terpilih menjadi pemain terbaik dan saya menjadi top score.

Senin, 23 Mei 2022

OKR & TEORI GOAL SETTING


Pada tahun 1968 Dr. Edwin Locke dari Universitas Maryland mempublikasikan hasil penelitiannya tentang peningkatan kinerja dalam buku “Toward a Theory of Task Motivation and Incentives.” Apa kesimpulannya? Peningkatan kinerja dapat dilakukan dengan goal setting yang tepat. 

Menurut Locke, semakin spesifik dan menantang sebuah goal, semakin besar peningkatan kinerja yang terjadi. Jadi, kuncinya sebuah goal perlu spesifik dan menantang. Goal yang spesifik (misalnya mengurangi asupan kalori dari 2500 menjadi 1700 per hari) menghasilkan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan goal yang tidak spesifik (misalnya: mengurangi kalori). Demikian pula terkait tantangan, semakin menantang goalnya, semakin semakin besar usaha, fokus, dan persistensi yang terlibat. Hasilnya, kinerja pun menjadi lebih tinggi. Dalam 90% waktu, goal yang spesifik dan menantang menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan goal yang mudah.

Pada tahun 1990, Dr. Edwin Locke berkolaborasi dengan Dr. Gary Latham dari Universitas Toronto. Mereka mempublikasikan tulisan berjudul “A Theory of Goal Setting & Task Performance.” Mereka merumuskan lima prinsip agar sebuah goal dapat memotivasi serta meningkatkan kinerja dari karyawan. Kelima prinsip tersebut adalah: clarity (kejelasan), challange (tantangan), commitment (komitmen), feedback (umpan balik), dan task complexity (kompleksitas tugas). Mari kita bahas lebih mendalam masing-masing prinsip ini.  

CLARITY (kejelasan)

Sebuah goal harus jelas dan spesifik. Semakin spesifik sebuah goal, semakin tinggi motivasi dan kinerja tim. Kita tidak bisa memotivasi dan meningkatkan kinerja tim hanya dengan mengatakan “lakukan yang terbaik.” Kita perlu bantu mereka menetapkan goal yang jelas dan spesifik. Seperti apa goal yang jelas dan spesifik itu?
1. Terukur — goal yang jelas adalah goal yang dapat diukur. “Melakukan follow up kepada klien sebanyak-banyaknya” adalah contoh goal yang tidak terukur. Berbeda dengan “Melakukan follow up kepada minimal 10 klien setiap hari.”
2. Tidak ambigu — sebuah goal perlu dinyatakan secara konkret sehingga setiap anggota tim memiliki pemahaman yang sama akan goal tersebut. 
3. Batas waktu — goal juga perlu memiliki batas waktu yang jelas, kapan goal tersebut ingin dicapai.

CHALLANGE (tantangan)

Manusia termotivasi dengan pencapaian. Maka, sebuah goal tidak boleh ditetapkan terlalu mudah. Bila ia terlalu mudah, maka kita tidak akan termotivasi untuk mencapainya. Namun demikian, goal juga tidak boleh terlalu sulit sehingga menimbulkan kecemasan dari tim. Sebuah goal perlu menantang namun tetap realistis untuk dicapai sehingga tim termotivasi untuk mencapainya.

COMMITMENT (komitmen)

Goal setting tidak akan memotivasi tim bila tim tidak sepakat dengan goal yang ditetapkan. Goal perlu dipahami dan disepakati bersama sehingga tim berkomitmen untuk mencapainya. Menurut Locke dan Latham, komitmen terhadap goal dipengaruhi dua hal: kepentingan (importance) dan kepercayaan diri (self-efficacy). Seorang leader perlu bisa menggambarkan pentingnya goal tersebut, menghubungkan goal dengan visi yang lebih besar. Ini yang akan membantu peningkatan komitmen dari tim. Sementara self-efficacy dapat ditumbuhkan melalui pelatihan yang sesuai dan komunikasi afirmatif dari sang leader.

FEEDBACK (umpan balik)

Umpan balik yang teratur diperlukan oleh tim agar mereka tetap termotivasi untuk mewujudkan goal yang ditetapkan. 

TASK COMPLEXITY (kompleksitas tugas)

Buat goal Anda sedikit kompleks tanpa membuatnya menjadi membingungkan. Berikanlah seseorang waktu yang cukup untuk mencapai goal-nya atau mempelajari hal yang mereka butuhkan untuk mencapai goal-nya.

Ringkasnya, goal yang tepat akan mendorong regulasi-diri. Ujungnya, ia akan memengaruhi kinerja. 

Lalu, apa hubungannya dengan OKR (Objective & Key Results)? OKR adalah sebuah metode goal setting yang bersifat kolaboratif. OKR memenuhi kelima prinsip yang ditawarkan oleh Locke dan Latham. 

- OKR menciptakan clarity (kejelasan) bagi tim. Key Results dalam OKR harus terukur sehingga dapat dimonitor kemajuannya.
- OKR menciptakan challange (tantangan). Saat menetapkan OKR, ada kaidah “best-possible result” bukan “best-probable result.” Tetapkan hasil terbaik yang bisa dicapai, bukan hasil yang paling mungkin berhasil dicapai.
- OKR menciptakan commitment (komitmen). OKR perlu terhubung dengan misi dan visi perusahaan, OKR juga dibangun secara bottom-up. Ini yang membuat komitmen tim terhadap tujuan menjadi lebih kuat.
- OKR menyediakan feedback (umpan balik). Dalam implementasi OKR, check-in pekanan adalah hal yang wajib dilakukan. Saat check in pekanan inilah, proses feedback dilakukan. 
- OKR mempertimbangkan task complexity (kompleksitas tugas). Jangka waktu OKR adalah tiga bulan. Dalam tiga bulan ini, OKR ditetapkan seambisius mungkin namun dibuat tetap realistis.

Tentu saja, agar kita dapat menggunakan OKR dengan tepat kita perlu memahami OKR dengan tepat pula. Ingat, OKR bukan sekadar metode. OKR juga memerlukan pola pikir (mindset) tertentu yang membuat OKR bisa diimplementasikan secara efektif.


Minggu, 22 Mei 2022

Selamat Jalan My Heroo

Selamat Jalan My Heroo " Abah Syamsuddin"


Ahad , 15 Mei 2022 pukul 12.10 wita semuanya berakhir ...
Sang Pahlawan itu akhirnya pergi meninggalkan kami semua yang bgitu menyayangi dan mencintainya untuk selama2nya , beliau pergi dalam keadaan tenang dan Insya Allah Husnul Khotimah ... Alhamdulillah kami semuanya diberikan kesempatan untuk membimbing dan mengiringi kepulangan bliau ke haribaan pemilikNya dengan lantunan doa doa dan ayat2 suci Al Qur 'an ...
Beliau sosok Abah yang sgt luar biasa , berjuang tak kenal lelah , meneteskan air keringat bahkan mgkin air mata demi anak anaknya...
Kami Bangga menjadi anak anak Abah , Kami sayang Abah tapi Allah lebih sayang lagi...Tunai Sudah Janji Abah di dunia ini ....Selamat Jalan Abah , Selamat Berkumpul dengan Mama dan Kaka Amir dsana ...Dan Semua Kluarga Besar dan Kaum Muslimin disana ...Tunggu Kami ...Insya Allah kita akan berkumpul lagi di Syurga FirdausNya...Tempat terahir dan kekal selama lamaNya 


Selasa, 17 Mei 2022

𝟱 π—£π—˜π—‘π—šπ—¨π—‘π——π—”π—‘π—š π—₯π—˜π—­π—˜π—žπ—œ π—•π—˜π—¦π—”π—₯


Saya itu palinga sering bolak-balik ditanya tentang amalan rezeki. Maka kali ini saya bagikan yang versi simple tapi to the point.
.
Saya share amalan pengundang datangnya rezeki besar.
Sudah.. nggak usah ikut pelatihan mahal-mahal atau nyari amalan yang macem-macem dari satu guru ke guru yang lain.
.
Karena kuncinya hanya ada di 5 hal ini. Antum mau keliling belajar kemana saja. Ujungnya akan kembali lagi ke 5 poin ini.. silahkan buktikan kalau tak percaya.
.
✅️ 1. Taubat/ Istighfar Banyakin.
Taubat itu awal dari derasnya rezeki. Kalau banyak dosa dan maksiat. Rezeki pasti sempit. 
.
Hidup dengan biasa maksiat itu Ibarat jalan dengan beban.. taubat itu seperti pemutus beban. Jalan jadi enteng, dan seperti awal baru kehidupan.
.
Dan saya sudah bahas ini terlalu sering. Tentang betapa dahsyatnya energi taubat. Kalau belum puas, baca di buku saya, Rezeki Level 9.
.
✅️ 2. Sholat Benerin.
Kalau sholat sudah bener, tertib dan usahakan awal waktu.. maka nanti yang lain akan mengikuti jadi baik.
Keluarga makin baik, rezeki makin baik.
.
Kalau hidup ingin baik.. maka harus dimulai dari memperbaiki sholat.
Termasuk perkara rezeki, rumahtangga dan lain sebagainya.
.
Ini starting langkah kebaikan. Orang yang nggak mentingin sholatnya. Maka dia bukan orang yang pantas dipentingin. Semesta juga nggak nganggep antum.
.
Boro-boro didukung agar mudah jalannya, dianggap saja enggak. Maka langkah awal orang yang ingin memperbaiki semua urusannya adalah dimulai dari memperbaiki sholatnya.
.
✅️ 3. Sholawat Yang Sering.
Sholawat itu ajaib. Selain kita menyampaikan salam dan doa untuk Rasulullah Sholallahu'alaihi wassalam, sejatinya sholawat juga bagian dari doa yang dahsyat.
.
Sebab mereka yang bersholawat, akan dibalas oleh Alloh kebaikan, kesejahteraan dan keselamatan berlipat.
.
Kalau Alloh sendiri yang membalas sholawat kita kepada Rasululloh sholallahu'alaihi wassalam.. maka bisa dipastikan hidupmu pasti makin baik.
.
Orang yang cinta sholawat itu nggak akan susah hati. Selalu senang dan penuh kemudahan.
.
✅️ 4. Sedekah Rutinin.
Tak bisa dipungkiri.. sedekah itu memang punya fadhilah membuka pintu rezeki jadi lapang.
.
Kalau ada info-info buruk tentang sedekah. Itu oknum pengelolanya saja. Tapi amalan sedekah tak akan pernah merugikan kita. Karena pasti tercatat dan pasti Alloh balas dengan keberkahan dan keberlimpahan.
.
Rutin sedekah itu memancing simpul-simpul keberkahan dan keberlimpahan. Biasa mudah melepas harta, akan memancing energi kekayaan masuk ke dalam hidup kita.
.
✅️ 5. Berdagang Giatin.
Ini kunci terakhir yang tak bisa ditawar. Karena yang bisa jadi wasilah rezeki besar dan yang di luar kebiasaan itu adalah dagang. Ada potensi tak terbatas dalam dagang.
.
Jangan mengharapkan rezeki besar jika hanya mengandalkan gaji sebagai pekerja atau karyawan.
Saya tidak mengatakan jadi karyawan itu buruk. Itu mulia selama pekerjaan baik dan halal.
.
Namun.. jika menghendaki arus kas yang lebih besar. Maka mau tak mau harus dibuka dari keran dagang. 
.
Gaji itu terukur dan pasti. Jika menghendaki gelombang rezeki tak terduga dan potensinya tiada batas. Ya hanya lewat dagang.
.
Bohong kalau konsisten dagang gak ada hasil. Pasti ada. 
.
Ditambah jika kelima hal di atas dilakukan.
Saya berani bertaruh, andai taruhan itu halal dan dibolehkan agama. Bahwa siapapun yang konsisten melakukan 5 hal di atas. Pasti dapat hasil.
Dan lambat laun meningkat progres rezekinya.
.
Andai ada yang mengatakan, sebaliknya.
πŸ—£ "Halah.. saya sudah lakuin semuanya, tapi sama saja. Nggak berubah hidup saya.."
.
Kalau ada yang ngomong di atas.
Saya yakin.. pasti ada ketidak istiqomahan diantara 5 hal itu. Entah kurang sabar, atau kurang syukur karena hasilnya belum jelas terlihat. Padahal semua butuh proses.
.
Dan akhirnya berhenti terlalu cepat menjalankan kelimanya. Bohong kalau nggak ngaku.
.
Kalau ada yang sudah rutin 5 hal di atas secara istiqomah minimal setahun dan tak ada perubahan nasib.
.
Datang ke saya dengan bukti lengkap dan saksinya. 
Saya siap ngasih sesuatu sebagai hadiah dan ganti kekecewaan antum.

Itulah 5 amal pengundang Rezeki besar. Setidaknya ini langkah awal. Ada langkah tambahan yang nantinya bisa bikin lebih cepat dan lebih hebat lagi. Tapi kapan-kapan aja. Lakukan dulu yang 5 ini konsisten.





Kamis, 12 Mei 2022

π˜›π˜’π˜©π˜’π˜±π˜’π˜― 𝘣𝘦𝘭𝘒𝘫𝘒𝘳 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘒𝘯𝘨 𝘌𝘯𝘡𝘳𝘦𝘱𝘳𝘦𝘯𝘦𝘢𝘳


Level 1
Masih nothing, dia belum jadi apa2, mudah terpukau liat kesuksesan seseorang, kalo ketemu orang atau teman yg dianggapnya sukses dia membombardir pertanyaan2, kamu kok bisa gitu sih? Kamu kok bisa begini sih? Ajarin dong….
Kalo kemauannya utk sukses kuat ya lanjut ke level 2, kalo lemah ya tetap stay dengan keminderannya.

Level 2
Mulai rajin belajar, ikut seminar, ikut workshop, ikut pelatihan dll…
Di level ini biasanya mulai mabuk motivasi, dia suka “mengkafir2kan pengusaha lain” dalam arti suka menyalahkan bisnis orang lain bahkan bisnis orang yang jauh lebih dulu memulai bisnis, harusnya dia tuh begini…harusnya dia tuh jangan kayak gitu, harusnya dia tuh bisnisnya dibuat gini….
Kalo aku jadi dia udah kubuat puluhan cabang tuh bisnisnya.
Menganggap teori yg dia pelajari paling benar, paling revolusioner, paling baru dlsb…..
Padahal bisnisnya dia juga belum apa2.

Level 3
Aktualisasi…di level ini paling mencolok adalah “keAKUan”. Dalam setiap perkumpulan dia selalu berusaha dominan, maunya dia yg mendominasi topik dan percakapan….
Tapi percakapannya tidak berimbang, yg di omongin cuma Aku aku dan aku….
Aku tuh gini…
Aku tuh gitu…
Kalo aku tuh nggak kayak gitu….
Aku memimpin tim ku gini…
Aku ngedidik anakku tuh gini…
Anakku tuh juara ini juara itu… 
Pengakuan pun datang πŸ‘ terlihat hebat. 
Walaupun membosankan, pengusaha di level ini udah lebih baik lah, udah gak cerita sisi negatif lagi, udah pinter nemu sisi positif dari dirinya dan orang2 di sekelilingnya.

Level 4
Level ini udah mulai pro, kalo ngobrol dia selalu berusaha ngimbangin, nggak mau terlihat dominan dan satu arah.
Lebih banyak guyon kalo kumpul2…
keAKUan nya udah mulai hilang.
Enak sih kalo ngumpul di frekuensi ini, kadang2 terselip guyonan atau bully-an yang menjadi solusi atas masalah bisnis kita.

Level 5
Udah pro. Level ini sudah tidak lagi butuh pengakuan, sudah tidak lagi butuh pujian, kalo ngumpul atau ngobrol dia berusaha menjadi pendengar, cenderung mengorek terus informasi dari lawan bicara.
Mudah mengapresiasi lawan bicara..
Wah kamu hebat lho bisa begitu…
Nggak semua orang lho bisa kayak kamu…
Wah omzetmu besar banget ya….keren!

Padahal omzet dia udah puluhan kali lipat dibanding lawan bicaranya.
Biasanya level ini sangat pinter jaga image.
Tidak mudah mendekati dia, karena dia sangat menjaga circle.
Beberapa kali saya ketemu pengusaha di level ini, saat kita merasa udah dekat karena sering ketemu, biasanya kita mulai panggil mas (kalo dia lebih tua), atau panggil bro (kalo seumuran), ehhh dia balik dengan panggil “pak”……kan ngeselin 🀣.
Kalo diajak ketemuan, kalo dia merasa nggak ada benefit atau topik serius yg harus dibahas nggak akan mau ketemu.

Dari semua level ini nggak ada yg salah dan nggak ada yg bener, itu memang perjalanan kedewasaan seorang pengusaha.
Yang salah adalah kalo kita stag di 1 level tertentu saja dalam kurun waktu yang lama. Artinya dia tidak mau belajar untuk naik level.
Itu πŸ‘‰ !!!

Jumat, 06 Mei 2022

𝐉𝐀𝐋𝐀𝐍 𝐋𝐔𝐑𝐔𝐒 πƒπ€π‹π€πŒ π‡πˆπƒπ”π 𝐃𝐀𝐍 𝐁𝐄𝐍𝐀𝐑



Bayangkan Anda masuk ke dalam sebuah kamar asrama berisi puluhan anak-anak yang baru bangun tidur. Sebagian masih rebahan di kasurnya, sebagian masih mengantuk, sebagian lagi sudah mulai membereskan tempat tidurnya. Lalu Anda berkata: “Kalian semua bangun dari tempat tidur” dengan nada yang tegas. Kalimat ini merupakan pernyataan yang menyatakan fakta bahwa semuanya sudah bangun. Namun di sisi lain, kalimat ini juga merupakan perintah yang menegaskan agar setiap anak benar-benar bangun dari tempat tidurnya. Satu kalimat mengandung pernyataan yang tidak bisa dibantah sekaligus perintah.

Dalam surat Al Isra ayat 84 Allah berfirman:

Ω‚ُΩ„ْ ΩƒُΩ„ٌّ يَΨΉْΩ…َΩ„ُ ΨΉَΩ„َΩ‰ٰ Ψ΄َΨ§ΩƒِΩ„َΨͺِΩ‡ِ

“Katakanlah: ‘tiap-tiap kalian beramal/bekerja/berbuat menurut syakilahnya masing-masing.’”

Secara struktur, kalimat di ayat ini memiliki makna yang serupa dengan ilustrasi sebelumnya. Kalimat ini mengandung pernyataan dan perintah.

Pernyataan bahwa memang setiap orang itu bekerja berdasar syakilah-nya masing-masing. Sekaligus perintah agar kita bekerja/beramal berdasar syakilah masing-masing.

Lalu, apa yang dimaksud dengan syakilah (Ψ΄Ψ§ΩƒΩ„Ψ©)?

Para ulama menafsirkan syakilah ini dengan keadaan, pembawaan, dan kondisi unik setiap orang. Dalam bahasa Arab, kata Ψ΄Ψ§ΩƒΩ„Ψ© juga dapat dimaknai dengan profil. Asal katanya adalah Ψ΄ΩƒΩ„ yang bermakna “cetakan.”

Buya Hamka dalam tafsir Al Azhar menjelaskan, syakilah adalah pembawaan lahir dan hasil pengkondisian lingkungan. Setiap orang punya pembawaan lahir (baca: sifat atau bakat) yang khas. Lingkungan tempat hidup setiap orang, pendidikan, dan pengalamannya juga berbeda-beda. Ini membuat setiap orang “tercetak” dengan bentuk fisik maupun psikis yang berbeda-beda. Kesemuanya membentuk “jiwa” setiap orang secara unik.

Dengan keunikan inilah, setiap orang lalu bekerja dan beramal. Ada yang bekerja di jalur yang tepat, namun ada juga yang bekerja di jalur yang tidak pas. Ada yang pekerjaan dan perbuatannya mengantarkan dirinya pada ridho Allah, ada pula yang justru menjauhinya.

Menariknya, banyak orang yang ketika berhasil justru bersikap sombong — dan sebaliknya, saat gagal ia berputus asa. Ia lupa bahwa keberhasilan dan kegagalan itu hak prerogatifnya Allah. Inilah mengapa, sebelum ayat ini Allah berfirman:

وَΨ₯ِΨ°َΨ§ Ψ£َΩ†ْΨΉَΩ…ْΩ†َΨ§ ΨΉَΩ„َΩ‰ Ψ§Ω„ْΨ₯ِΩ†ْΨ³َΨ§Ω†ِ Ψ£َΨΉْΨ±َΨΆَ وَΩ†َΨ£َΩ‰ٰ Ψ¨ِΨ¬َΨ§Ω†ِΨ¨ِΩ‡ِ ۖ وَΨ₯ِΨ°َΨ§ Ω…َΨ³َّΩ‡ُ Ψ§Ω„Ψ΄َّΨ±ُّ ΩƒَΨ§Ω†َ يَΨ¦ُوسًΨ§

“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.”

Berpaling dan membelakangi dapat dimaknai keluar dari jalan yang benar.

Nah, analogi jalan ini menarik. Dalam Al Qur’an, saat kita meminta petunjuk kita diajarkan untuk minta ditunjukkan JALAN — bukan TUJUAN. Padahal, normalnya di dunia nyata pada saat kita tersesat, kita minta arah menuju TUJUAN. Kita tidak bertanya: “Mana jalan yang benar?” tanpa menyatakan tujuannya dengan jelas. Kita selalu menambahkan “Mana jalan yang benar menuju Gedung Sate?” Rasanya tidak masuk akal menanyakan jalan tanpa tujuan. Namun, dalam Al Qur’an yang penting adalah meminta petunjuk pada JALAN yang benar, bukan pada TUJUAN.

Dalam surat Al Fatihah kita diajarkan do’a:

Ψ§ِΩ‡ْΨ―ِΩ†َΨ§ Ψ§Ω„Ψ΅ِّΨ±َΨ§Ψ·َ Ψ§Ω„ْΩ…ُΨ³ْΨͺَΩ‚ِيْΩ…َ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus”

Kita minta ditunjukkan JALAN, bukan tujuan. Karena yang penting kita berada di jalan yang benar, tidak masalah jika masa lalu kita buruk — tidak perlu khawatir pula dengan masa depan karena itu di luar kendali. Fokus pada saat ini — apakah saat ini saya berada di jalan yang benar?

Kata Ψ§Ω„Ψ΅ِّΨ±َΨ§Ψ·َ dalam bahasa Arab merupakan bentuk tunggal, dalam bahasa Arab, tidak ada bentuk jamak dari kata ini. Maka, shirat dapat dimaknai dengan JALAN UTAMA yang tidak memiliki alternatif.

Kata yang digunakan berbeda dengan kata yang digunakan dalam surat Al Isra ayat 84:

فَΨ±َΨ¨ُّΩƒُΩ…ْ Ψ£َΨΉْΩ„َΩ…ُ Ψ¨ِΩ…َΩ†ْ Ω‡ُوَ Ψ£َΩ‡ْΨ―َΩ‰ٰ Ψ³َΨ¨ِΩŠΩ„ًΨ§

“Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”

Di ayat ini Allah menggunakan kata Ψ³َΨ¨ِΩŠΩ„ yang maknanya juga jalan. Namun, kata Ψ³َΨ¨ِΩŠΩ„ ini punya bentuk jamak yaitu Ψ³ُΨ¨ُΩ„. Apa beda antara Ψ§Ω„Ψ΅ِّΨ±َΨ§Ψ·َ dengan Ψ³َΨ¨ِΩŠΩ„?

Kita bisa ibaratkan Ψ§Ω„Ψ΅ِّΨ±َΨ§Ψ·َ sebagai jalan utama, sementara Ψ³َΨ¨ِΩŠΩ„ adalah jalan-jalan kecil yang menuju ke jalan utama. Jalan-jalan kecil yang dilalui setiap orang dalam agama ini bisa jadi berbeda, namun semua menuju pada jalan utama yang sama.

Mengapa jalan yang dilalui setiap orang bisa berbeda? Karena setiap orang memiliki pembawaan yang berbeda-beda. Allah lebih tahu apakah jalan yang kita ambil tepat atau tidak. Sekarang, mari kita rangkai keseluruhan ayat dalam surat Al Isra 83-84:

وَΨ₯ِΨ°َΨ§ Ψ£َΩ†ْΨΉَΩ…ْΩ†َΨ§ ΨΉَΩ„َΩ‰ Ψ§Ω„ْΨ₯ِΩ†ْΨ³َΨ§Ω†ِ Ψ£َΨΉْΨ±َΨΆَ وَΩ†َΨ£َΩ‰ٰ Ψ¨ِΨ¬َΨ§Ω†ِΨ¨ِΩ‡ِ ۖ وَΨ₯ِΨ°َΨ§ Ω…َΨ³َّΩ‡ُ Ψ§Ω„Ψ΄َّΨ±ُّ ΩƒَΨ§Ω†َ يَΨ¦ُوسًΨ§

“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.”

Ω‚ُΩ„ْ ΩƒُΩ„ٌّ يَΨΉْΩ…َΩ„ُ ΨΉَΩ„َΩ‰ٰ Ψ΄َΨ§ΩƒِΩ„َΨͺِΩ‡ِ فَΨ±َΨ¨ُّΩƒُΩ…ْ Ψ£َΨΉْΩ„َΩ…ُ Ψ¨ِΩ…َΩ†ْ Ω‡ُوَ Ψ£َΩ‡ْΨ―َΩ‰ٰ Ψ³َΨ¨ِΩŠΩ„ًΨ§

“Katakanlah: ‘Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.

Apa hikmah dari ayat ini?
- Motivasi untuk mengenal diri dengan lebih baik; seperti apa pembawaan unik kita (sifat dan bakat kita), apa kekuatan dan kelemahan kita. Setiap orang unik dan memiliki kekuatan serta kelemahan yang berbeda-beda.
- Jalan yang akan dilalui setiap orang akan berbeda. Namun, apapun jalannya pastikan jalan yang kita pilih memang jalan yang benar.
- Kadang kita tidak mengenal diri kita dengan baik, kadang kita ragu dengan jalan yang kita ambil. Pada saat ini terjadi, mintalah petunjuk dari Allah karena Allah lebih tahu tentang jalan yang kita ambil.
- Jangan hanya mengandalkan hasil asesmen saat mengenal diri, minta Allah beri kesadaran dan pengenalan atas diri kita juga sekali lagi karena Allah lebih mengetahui tentang jalan kita.
- Bukan hak kita menghakimi apakah seseorang berada di jalan yang lurus atau sudah keluar dari jalan tersebut, Allah yang punya hak — Allah yang lebih tahu.