Kamis, 26 Mei 2022

deliberate and deep practice

Sebuah Tulisan yang sangat menarik tentang Deliberate dan Deep Practice dari Coach Armala 


Saat pelatih basket sekolah mengumumkan akan memilih 12 pemain untuk kejuaraan basket antar sekolah (SMP), sahabat saya @m.naudi.nurdika berbisik: "jangan berharap kita akan terpilih" ujarnya serius

"Mengapa? Karena tinggi badan kita pendek?" Ujarku balik tanya

Ia pun mengangguk.

"Drible kamu kan bagus. Latih saja terus agar kamu bisa jadi play maker. Posisi tersebut memungkinkan diisi oleh pemain yang memiliki postur tubuh pendek seperti kita" ujarku.

"Aku nanti mau belajar menembak jarah jauh, untuk menjadi spesialis three point" ujarku lagi.

Saya kemudian menghampiri pelatih, minta diajarkan menembak dari jarak jauh.
"Jarak dekat atau jarak jauh tidak ada bedanya. Kamu sering-sering melakukan three point aja, nanti dengan sendirinya kamu akan bisa" jelasnya

Saya pun mengikuti sarannya. Namun it's not working.

Otak saya pun mulai bekerja melakukan analisis, mencari tahu mengapa saya tidak bisa menembak bola dari jarak jauh?
Kemudian menemukan jawabannya.
Penyebab tidak bisa menembak jarak jauh adalah karena tenaga di tangan tidak cukup kuat, akibatnya tembakan tidak pernah sampai ke ring basket. 
Ini petunjuk bahwa saya perlu melatih otot-otot tangan agar kuat. Tapi bagaimana caranya?

Tidak lama saya bertemu dengan seorang petinju. Bertanya bagaimana melatih otot-otot tangan agar memiliki tenaga yang besar. Ia pun mengajarinya.
Dengan telaten saya mengikuti anjurannya. Melatih otot-otot tangan dengan berbagai alat bantu yang disarankan. Meskipun latihannya sangat berat, saya terus memaksanya berlatih. Latihan, latihan dan latihan. Tiada hari tanpa latihan.
Alhasil tangan saya menjadi cukup bertenaga, tidak lagi ada kendala saat melesakan bola basket ke ring dari jarak jauh. 
Kemudian setelah "tenaga" tidak bermasalah, barulah minta diajari lagi ke pelatih basket, bagaimana cara menembak yang baik dan benar.

Itulah contoh DELIBERATE PRACTICE dan DEEP PRACTICE.

Oh.. ya. Omong-omong sahabat saya itu kemudian terpilih menjadi pemain terbaik dan saya menjadi top score.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar