.
.
.
Dulu sy heran, kenapa sih yang nama orang, koq disamakan sama radio. Katanya "frekuensi nya kudu sama...klo frekuensi ga sama nanti begini dan begitu" radio kaliiiii... Ahahahaha
Tapi, istilah se frekuensi yg dipakai utk menyamakan sesuatu yg bernama visi, mindset, pola berpikir dan lain sebagainya, nampaknya memang pas.
Kadang ketika kita bertemu orang baru yg sefrekuensi, dg mudah kita akan bisa akrab. Bercerita ini dan itu dg gambaran masa depan yg sama, sangat menyenangkan sekali.
Tapi ketika kita bertemu teman kita, ataua bahkan mungkin kerabat dekat kita, yg sudah lama kita kenal, tapi tidak se frekuensi maka kadang obrolan gak akan bertahan lama.
Di bisnis, penting gak sih kita memiliki tim yg sevisi dg kita?
Jawabannya penting bgt. Kita sbg Business owner, wajib memiliki tim yg satu visi. Ibarat permainan sepak bola, 11 orang di tim kita punya tujuan masing2 ya repot. Kita pengen goal-in ke gawang lawan, tim kita ada yg ga memiliki niat yg sama.
Dari 11 orang di tim kita, cuma kita yg nafsu buat nge-goalin ke gawang lawan, ya ga akan bisa. Jadi kayak kita 1 lawan 11 orang di tim musuh. Hadeeuuuhhh.. Berat euy..
Bukan team itu singkatan dari together everyone achieve more? Atau bahkan, together everyone achieve miracle? Iya kan? Keren abizzz bukan?
So sebenernya setiap org yg telah kita seleksi di awal memiliki frekuensi yg sama dg kita, memiliki kemampuan yg kita butuhkan, memiliki potongan puzzle bolong kita, memiliki kemampuan mumpuni di bidang yg kita bisa support.
Maka ini sih namanya "para mastah berkumpul dan bergerombol membuat satu sinergi"
Nguwerrriiiii...
Inilah esensi dari tim. Sekumpulan orang yang berkumpul dan saling bekerjasama, memiliki visi yg sama, memiliki kompetensi yg saling mendukung dalam mencapai goals.
Weleh3x, udh kayak pelajaran aja ini. Diapalin ya anak2 besok ujian, wkwkwk. Tim kita haruslah begini. Mungkin di awal, dg belum berpengetahuan nya kita, kita masih menerima orang yang "salah" dan numpang hidup di bisnis kita. It's okay. Gpp.
Tambal sulam itu hal yg wajar buat nyubi. Selanjutnya ketika kita udh mulai paham cara cari orang, yg kita cari bukan orang nganggur. Tapi malah justru orang sibuk.
So far, orang nganggur itu, identik dg dipecat, kerja ga bener jadi dikeluarin, dll. Makanya cari org sibuk aja, krn dia pasti kepake. Hehehe.
Kecuali emang nganggur krn prinsip di internet marketer, yaudah. Itu orang emang kepake ilmunya.
Siap cari tim? Dan jadi tim terbaik.
Aditya Nugroho
Akademi Pengusaha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar