Rabu, 31 Mei 2023

DREAM BIG, START SMALL, ACT NOW!


Banyak dari kita yang menjalankan Rutinitas sehari hari tanpa menyadari waktu kita semakin sedikit.

Hari demi hari, minggu ke minggu, bulan berganti Bulan bahkan Hingga Tahun Berganti Tahun.

Sejauh mana anda memiliki pencapaian dalam hidup kita?
Sejauh mana Kebahagiaan yang anda dapatkan?

Atau hanya kesia-siaan yang anda dapatkan selama ini?
Atau anda hanya Ingin terus berada dalam zona nyaman dan tetap dikeadaan ini SAMPAI TUA nanti?

Lihatlah kesempatan disekeliling anda, semua hal yang anda lewati dijalan adalah Bisnis yang menghasilkan uang.

Bayangkan setiap toko, setiap bangunan yang anda lewati dalam rute kerja anda
Setiap orang yang berjuang untuk keluarga mereka dan kebahagiaannya.

Dapatkah anda melihatnya?
YA, kebayakan dari mereka adalah berdagang dan berjualan Di Era Teknologi ini.
Terkadang ada GAGAL, Namun Ada juga yang BERHASIL.
Mereka yang GAGAL adalah mereka yang tidak tau caranya dan TIDAK mau belajar.

Mereka yang Berhasil adalah orang orang yang paham Caranya berbisnis, memanfaatkan media Offline, ONLINE ,memadukan keduanya dan Belajar dari Pengalaman Orang Lain.
yang kemudian muncul ungkapan..
Yang KAYA SEMAKIN KAYA
dan MISKIN SEMAKIN MISKIN
Untuk bisa bertahan anda harus mampu membuat perubahan dalam Hidup anda.
Perubahan yang NYATA!

Agar anda tau caranya, Anda butuh seseorang yang Telah berpengalaman dalam menjalankan bisnis, seseorang yang telah Terbukti dalam Bisnis Itu.

Pilihlah Mentor yang tepat,terbukti dengan bisnisnya, Diakui Sebuah Komunitas Besar, Mentor yang Rendah hati dan selalu Bersyukur, dan Tidak melupakan siapa dirinya sebelumnya.
Saat ini apa yang Anda kerjakan?
sudahkah anda Belajar meningkatkan Penjualan anda?
atau hanya menjadi penonton menyaksikan konpetitor anda yang mulai sukses?
mulailah bermimpi, Ambil langkah Pertama dalam kesuksesan anda, DAN LAKUKAN SEKARANG!
===============================

Salam Berkah 
Happy Closing
bjb,31052023

Selasa, 23 Mei 2023

TINGKATAN PROSPEK ITU ADA 3 (TIGA)


#1. INFORMASI 
Cuma chat atau telpon saja, meminta informasi. Respon atas iklan yang kita tayangkan secara offline atau online. 

#2. PELUANG 
Prospek yang sudah mau datang survei ke lokasi (walk in) levelnya bukan lagi informasi tapi sudah naik ke peluang. Tugas sales adalah mendelivery product knowledge (terutama benefit benefitnya) kepada prospek. Di phase ini prospek biasanya juga mengutarakan tentang beberapa kekuatiran dan keraguan mengenai produk kita. Sales bertanggung jawab melakukan supporting, menjawab dan berikan problem solving atas hal hal yang dikuatirkan oleh prospek. 

#3. KEBUTUHAN 
Sudah nanya cara bayar DP, syarat syarat KPR, pajak dan biaya lain yang harus dibayar. Sudah menanyakan soal SHGB dan PBG, juga tentang progres dan jadwal serah terima. Ini bisa disebut sebagai Hot Prospek, sebentar lagi kemungkinan besar bisa closing. 

"Pak, kalau ada konsumen datang ke lokasi naik mobil tapi cuma minta brosur saja, tidak mau turun masuk ke rumah contoh, tidak mau dijelasin, masuk kategori apa? Peluang atau Kebutuhan?" 

Wah, itu masuk kategori 1,5. Antara #1 dan #2.

Salam Berkah 
Happy Closing

Rabu, 10 Mei 2023

๐™ท๐™ฐ๐šƒ๐™ธ-๐™ท๐™ฐ๐šƒ๐™ธ ๐™น๐™ธ๐™บ๐™ฐ ๐™ฑ๐™ด๐š๐š„๐™ฒ๐™ฐ๐™ฟ ๐™บ๐™ฐ๐šƒ๐™ฐ... ๐™ผ๐šŽ๐š—๐šŽ๐š—๐š๐šž๐š”๐šŠ๐š— ๐™ท๐šŠ๐š—๐šŒ๐šž๐š› ๐š๐šŠ๐š— ๐™ผ๐š˜๐š—๐šŒ๐šŽ๐š›๐š—๐šข๐šŠ ๐™ท๐š’๐š๐šž๐š™๐š–๐šž


Pada suatu hari, sekian tahun yang lalu, seorang teman yang tajir melintir dengan bisnisnya yang semakin meroket datang ke kampus Klatak. Dia bilang... 

"Aku sepertinya butuh tantangan baru. Bisnis yang ini sepertinya sudah nggak perlu mikir. Sudah jalan dengan sendirinya. Aku rebahan saja duit ratusan juta tiap hari mengalir mudah. Aku mau nyoba jadi kontraktor. Mumpung bandara baru lagi mau dibangun. Ini pasti lebih menantang... "

Belum lama berselang, setelah badai covid mereda, Tiba-tiba ia datang lagi. Dan bilang... 

"Aku wis entek-entekan. Gak dowe opo-opo. Wis kadol kabeh. Omah wis gak duwe. Duweku mung pit motor butut iki. Utang juga masih banyak. Ancur hidupku sekarang... "

Hemmmm... 
Apa yang telah terjadi? 

Dunia kontraktor ternyata telah melahap hidupnya habis-habisan. Tak kurang dari tiga puluh miliar duitnya amblas tak berbekas. Proyek memang selesai dan semua tanggung jawabnya sudah dituntaskan. Tapi, tak serupiah pun ia pegang uang. Uangnya masih tertahan di pemilik proyek. Bertahun-tahun. Tak ada jawaban pasti. Akan bisa cair apa tidak. Penanggung jawab perusahaan itu juga gonta-ganti sehingga semakin rumit saja urusannya. Seperti dipingpong sana sini. Sementara dia harus membayar tunai semua gaji tukangnya, truk yang di sewanya, material yang dibelinya dari warga, dan pelicin sana sini... 

Kabarnya perusahaan itu juga lagi sakit parah. Dan bukan tidak mungkin akan dipailitkan seperti perusahaan yang lagi jadi headline koran pagi ini. Terowongan bypass sudah selesai dibangun kontraktor tapi kontraktor nya belum terima duit dari pembangunannya. Bahkan perusahaan yang bertanggung membuat kontraktor ini malah dipailitkan. Lah terus mau menagih kemana kalau perusahaan itu sudah tidak ada lagi?

Cerita ini Anda bisa verifikasi ke Pembantu Rektor Klatak University Davied Hermansah kalau ada yang nggak percaya alias menganggap cerita ini fiktif. Kalau perlu Anda bisa ketemu orangnya. 


Sekitar tahun 2013 silam saya ketemu anak muda di sebuah pelatihan public speaking di Bogor. Akademi Trainer TBNC 6. Namanya Dewa Eka Prayoga . Wajahnya kuyu, ruwet, pandangannya gelap. Apa pasal? Secara umur mungkin paling muda dari semua peserta pelatihan itu. Tapi mungkin tanggungan nya paling berat. Menanggung utang 7,7 M yang sebetulnya bukan karena kesalahannya. Istilahnya, ketiban sampur. Orang nggak mau tau, karena yang di depan adalah wajahnya maka dialah yang harus bertanggung jawab. Sementara pemilik perusahaan yang aseli malah kabur entah kemana. Tapi, saya salut dengan kata-katanya... 

"Pokoknya nanti semua utang itu harus saya kembalikan. Entah bagaimana caranya. Meskipun itu bukan tanggung jawab saya seharusnya. Tapi secara moral saya ikut bertanggung jawab. Saya belum tau bagaimana caranya. Tapi saya akan kembalikan sampai lunas kepada semua yang menuntut saya.... "

Sama dengan kisah pertama, sekitar lima tahun kemudian. Dewa sudah mengorbit dengan tampilan yang baru. Wajahnya sudah cerah, pandangannya optimis, dan penampilannya sangat percaya diri. Utang yang 7,7 M pun sudah diselesaikannya. Tuntas. Dia mengambil alih tanggung jawab yang sebenarnya bukan tanggung jawabnya. Kini Dewa adalah sosok yang didewakan oleh para fansnya, punya bisnis puluhan, dan omset yang konon ratusan kali lipat dari utang yang dilunasinya... 

Saya memang tidak bisa membantu apa-apa saat terpuruk itu. Kecuali mengajaknya untuk selalu tertawa dan menertawakan hidup. Karena hanya itu keahlian saya. Bahkan saat diminta mengisi salah satu workshopnya di UPi langsung saya iyakan saja. Honornya gimana Cak? Udah nggak usah dipikir, terserah aja. Dan nggak usah dijemput. Nanti aku datang dan pulang dengan sendirinya. Minta satu aja: waktunya jangan dibatasi. Karena aku mau ajak peserta ngakak sampai pagi. Isinya apa nggak penting yang penting vibrasi kegembiraannya dirasakan peserta. Dan benar adanya, saat saya mengisinya sehabis isyak itu baru berakhir ketika azan Subuh. Kemudian saya pergi begitu saja meninggalkan gelanggang... 

Sungguh berbalik dengan kisah Dewa. Teman yang ini justru lagi nyungsep sedalam-dalamnya. Bandara baru di Yogyakarta itu memang mentereng. Terbangun begitu megah dan indah. Tapi bagaimana dengan nasib kontraktor yang ikut membangunnya? Ya itu tadi, luluh lantak tak berbentuk. Ya wajahnya kini sangat muram, kuyu, suntuk, tak percaya diri, dan kadang untuk mengisi bensin motornya saja masih harus minta belas kasihan teman. Lain dulu lain sekarang. Lain bandara, lain nasib yang membangunnya... 

. . . . . . . 

Apa yang perlu menjadi pelajaran dari kedua kasus itu? 

Pertama, jangan pernah main-main dengan kata-kata. Ingat kata-kata adalah doa. Dan setiap doa akan di proses semesta. Akan dikabulkan. Tinggal soal waktu saja. Persis dengan kata-kata yang pernah diucapkan. Makanya orang tua sering bilang kalau ada salah ucap minta segera diralat. Mengucap astaghfirullah seraya mencabut kata-kata buruk tadi. Agar semesta juga segera meng-cancel-nya. Agar tidak terjadi beneran di kemudian hari. Agar tak ada yang menjadi terkutuk kayak si Malin Kundang lagi. 

Perhatikan apa perbedaannya... 

Yang satu dalam kondisi bergelimang harta, berucap: aku ingin Tantangan Baru... Nah itulah yang kemudian diberikan semesta kepadanya. Inginnya tantangan hidup ya yang dia dapatkan sekarang benar-benar tantangan hidup. Memulai hidup dari nol. Bahkan minus karena beberapa tagihan warga belum selesai seratus persen. Selama ia belum meng-cancel kata-kata itu maka semesta akan terus memprosesnya, membentur-benturkannya dengan banyak masalah yang itu bentuk dari tantangan baru yang diharapkan dalam doanya tanpa sadar. 

Yang satunya, dalam kondisi terpuruk berucap: pokoknya utang 7,7 M itu akan saya selesaikan bagaimana pun caranya... Dan itulah yang akhirnya direspon semesta. Hanya dalam tempo sekitar lima tahun saja utang tujuh M itu benar-benar bisa diselesaikannya. Dia dipertemukan orang-orang baru, cara-cara baru, ilmu-ilmu baru, peluang-puang bisnis baru yang kebetulan membawanya pada keberuntungan. Semuanya langsung meroket. Yang hasilnya mampu untuk melunasi semua hutang-hutang yang dia ambil alih tanggung jawabnya. . 

Makanya dalam Islam itu kedudukan niat itu paling penting sebelum melakukan sesuatu. Mau makan ada doanya. Mau masuk WC ada doanya. Mau apa saja ada niatnya. Karena, jangan sampai ketika melakukan sesuatu itu niatnya jadi melenceng. Mau sedekah malah menyimpang jadi pamer. Mau umroh malah pengennya sekedar selfi. Maka niat harus lurus dahulu baru sesuatu yang baik dilakukan. Kadang kita melupakan itu, niatnya malah ingin sombong dan unjuk gigi saja. Padahal, harusnya pakai bismillah. Biar jalannya tetap bener dan tidak oleng. Mau diucapkan atau ditanam di dalam hati terserah. Yang penting niatnya kudu bener dulu biar ketika terucap juga jadi doa yang bener dan memberi nasib yang bener nantinya. 

Kedua, jangan terjun ke bisnis yang kamu sama sekali tidak paham lika-likunya. Apalagi langsung dalam skala besar yang mempertaruhkan modal milyaran. Yang ada malah akan masuk dalam permainan mafia lama, dilempar kesana kemari, tidak tahu langkah taktis yang harus diambil dan akhirnya zonk semua.

Masuklah sedikit demi sedikit. Sambil mempelajari likulekuknya. Yang serba mulus di mulut orang tentang bisnis itu belum tentu seperti itu yang senyatanya. Pasti ada banyak lubang yang tak diceritakan dengan gamblang. Karena lubang-lubang itu rasanya menyakitkan dan berdarah-darah penuh nanah. Tau sendiri pelan-pelan akan membuat kita belajar. Tahu mana lubang tau mana kerikil dan tahu bagaimana mengantisipasinya sejak dini.

Ketiga, hidup itu ya begitu. Orang bisa tiba-tiba di atas, tapi tiba-tiba jatuh ke bawah. Dan sebaliknya. Yang kadang itu terjadi karena sebuah ucapan saja. Kata-kata. Tapi dampaknya sungguh luar biasa. Bisa bikin hidup orang hancur lebur, bisa bikin yang teepuruk tiba-tiba mendapatkan momentum untuk meroket seketika. 

Makanya jalani hidup dengan biasa saja. Baik saat terpuruk maupun saat berjaya. Karena semua itu bisa berubah sekejap tanpa disangka-sangka dan oleh sebab yang sepele saja. Bahkan oleh kata-kata. Jangan pernah jumawa ketika di atas dan jangan terlalu playingfictim seolah paling menderita ketika sedang terpuruk di bawah. Semuanya itu ada saatnya, ada waktunya. Yang penting jaga kata-kata. Selalu mulai dengan niat yang baik. Niat yang positif. Agar semuanya nanti berjalan serba positif, apapun tantangan dan problematika yang ada di depan.... 

Sebuah tulisan yang sangat bagus dari seorang kawan di dinding fb , yang  isinya makjleb dan nembus ke hati.Terima kasih Insight nya Among Kurnia 

Salam berkah 
Happy closing 

Sabtu, 06 Mei 2023

๐Š๐ž๐ง๐š๐ฉ๐š ๐›๐š๐ง๐ฒ๐š๐ค ๐ฌ๐ž๐ค๐š๐ฅ๐ข ๐ฉ๐ž๐ง๐ฃ๐ฎ๐š๐ฅ ๐ฉ๐ž๐ฆ๐ฎ๐ฅ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ ๐š๐ ๐š๐ฅ...




Kita pelajari dulu kenapa gagalnya.
.
Kalau kita sudah tahu kenapa gagalnya..
.
Maka kita akan tahu bagaimana caranya supaya berhasil.
.
Naa.. kenapa bisa gagal?
.
Sebetulnya banyak orang yang gagal.
.
Hanya karena kambing.
.
Beneran karena kambing.
.
Kambing apa? Kambing hitam๐Ÿ
.
Seringkali kita itu pada saat mencoba jualan.
.
Terus belum laku.. Belum ramai.. yang chat baru satu-dua itu pun tidak jadi beli.
.
Disaat itulah anda terus merasa disamperin kambing.
.
Kambing hitam.
.
Kita mulai mencari kambing hitam.
.
Kambing hitam nya apa?
.
Misalnya marketplace itu pada jual murah-murah.
.
Pesaingnya sudah terlalu banyak.
.
Kondisi ekonomi sedang turun.
.
Lingkungan masih sepi.
.
Jadi banyak sekali alasan-alasan tertentu yang mendadak itu bener semua๐Ÿ˜ฏ
.
Dan semua itu jadi kambing hitam, sehingga apa?
.
Sehingga kita tidak mau berusaha lagi.
.
Naa.. maka kalau sudah seperti itu stop selesai semua.
.
Gimana cara agar kita nggak mengizinkan kambing itu datang ke pekarangan.
.
Misalnya pekarangan itu pikiran kita.
.
Supaya kambing hitamnya itu tidak masuk maka anda harus kasih pager.
.
Naa.. pager nya apa?
.
Kita pagari diri kita dengan prinsip mindset seperti :
.
๐Ÿ‘‰ Selalu berpikiran positif
๐Ÿ‘‰ Jangan bandingkan usaha anda dengan usaha orang lain
๐Ÿ‘‰ Belajarlah dari pengalaman
๐Ÿ‘‰ Cari tahu masalah anda, misalnya masalah ada pada traffic anda.
๐Ÿ‘‰ Perbaiki layanan dan performa bisnis anda.
.
.
Salam Berkah 
Happy closing 
06 Mei 2023

Kamis, 04 Mei 2023

๐™ฑ๐šŽ๐š•๐šŠ๐š“๐šŠ๐š› ๐™ฑ๐šž๐šŠ๐š ๐™ฑ๐šž๐šœ๐šœ๐š’๐š—๐šŽ๐šœ๐šœ ๐™ฟ๐š•๐šŠ๐š—


BAGAIMANA BENTUK PROPOSAL BAGI LABA KE PEMILIK TANAH ??

Sebenarnya ada 2 cara teknikal, yaitu pakai BUSINESS PLAN atau JURUS BEDAH HARGA RUMAH. 

Bagi pemilik tanah yang pragmatis, sodorkan Business Plan langsung secara singkat dan padat. Tahu tahu dia diberi angka sekian persen. Jadi dia sudah tahu berapa nominalnya. Ingat, jangan terlalu optimis karena nanti jadi pegangan dia di akhir proyek. Bikin yang konservatif saja, karena ini sifatnya proyeksi. 

Kalau pemilik tanah type orang detail presisi yang ingin tahu darimana angka bagian dia dikeluarkan? Barulah pakai jurus BEDAH RUMAH.

Ada contohnya pak?

Untuk business plan versi pragmatis, nih saya beri contohnya yang untuk konsumsi pemilik tanah. Kalau untuk yang breakdown detail pakai jurus bedah rumah, harus buka laptop.

Salam Berkah 
Happy Closing