Rabu, 18 Desember 2024

BLUNDER ELON MUSK


Sebagai CEO Tesla, Elon Musk biasanya dianggap sebagai sosok yang membawa perusahaan tersebut ke puncak kesuksesan.

Namun, pada tahun 2020, Musk melakukan sesuatu yang cukup mengejutkan ia mengirimkan sebuah tweet yang mengakibatkan penurunan saham Tesla sebesar US$14 miliar (Rp 221 triliun).

Tidak sedikit yang terkejut, mengingat Musk adalah salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih melebihi US$400 miliar.

Pada saat itu, Tesla mengalami lonjakan besar dalam valuasi pasar, tetapi Musk tampaknya merasa saham perusahaan tersebut terlalu mahal.

Ddalam sebuah tweet yang hanya terdiri dari enam kata, Musk menulis: "Tesla stock price too high imo" (Harga saham Tesla terlalu tinggi menurut saya).

Enam kata tersebut memicu reaksi langsung di pasar saham, menyebabkan harga saham Tesla jatuh hingga 12% dalam waktu singkat sebelum akhirnya ditutup dengan penurunan 10.3%.

Menurut laporan CNBC dikutip unilad.com, tweet Musk menghapus nilai pasar Tesla sebesar US$14 miliar.

Tak hanya itu, tweet tersebut juga berimbas pada kekayaan pribadi Musk, yang kehilangan sekitar US$3 miliar dari kepemilikannya di perusahaan tersebut.

Walaupun begitu, meski mengalami kerugian besar akibat tweet tersebut, Tesla tetap bertahan dan bahkan kini memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$1,31 triliun pada Desember 2024.

Reaksi Pasar dan Investor
Reaksi pasar terhadap tweet Musk tidak mengejutkan banyak orang, mengingat peran besar Musk dalam Tesla. Namun, reaksi tersebut juga mencerminkan ketidakpastian yang sering kali muncul akibat aksi impulsif sang CEO di media sosial.

Sejumlah analis seperti Daniel Ives dari Wedbush Securities menyatakan bahwa komentar Musk adalah sesuatu yang biasa terjadi sesuatu yang memang sudah sering dilakukan Musk dan sering kali dianggap sebagai lelucon.

Meskipun demikian, para investor merasakannya sebagai sebuah masalah serius yang bisa memengaruhi stabilitas harga saham perusahaan.

Bagi Musk, tweet ini bukan hanya merugikan Tesla, tetapi juga memengaruhi kekayaannya secara langsung.

Meskipun dia tetap berada di puncak daftar orang terkaya dunia dengan kekayaan yang masih jauh lebih besar dari banyak orang lainnya, insiden ini tetap menjadi pengingat betapa kuatnya dampak yang dimiliki kata-kata Musk di platform media sosial.

Sumber: Kontan co id

SALAM BERKAH

Minggu, 15 Desember 2024

KEBANYAKAN YANG AWALNYA DIREMEHKAN PADA AKHIRNYA BERJAYA


Pelajaran dari raksasa terbesar di dunia:

Pada tahun 2018, ketika seluruh dunia mengira Tesla akan bangkrut:

- Mercedes memperkirakan: "Ini akan bangkrut pada musim panas"
- BMW berkata: "Mereka tidak akan pernah memproduksi massal"
- Wall Street menegaskan: "Mimpi buruk produksi"

Kemudian Elon Musk memutuskan untuk pindah ke pabrik, membawa tekad dan bantalnya.

Apa yang terjadi selanjutnya mengejutkan setiap CEO.

Tesla tidak hanya selamat, tetapi juga meledak kuat dari jurang. Perubahan itu benar-benar drastis:

- Musk secara pribadi memeriksa setiap stasiun produksi.
- Menulis ulang kode perangkat lunak bila diperlukan.
- Memecat manajer yang tidak segera berbagi visinya.

Memanggil pemasok pada pukul 3 pagi untuk mendapatkan suku cadang.

Suatu malam, para pekerja bahkan menemukannya ditutupi minyak saat memperbaiki Model 3 yang telah "berhenti" oleh insinyur lain.

- Elon mengatakan kepada para insinyur: "Entah kita memperbaikinya atau kita mati. "

Tawa di industri otomotif mulai berhenti ketika angka-angka datang:

- Minggu pertama: 202 Model 3.
- Bulan ketiga: 5.000 per minggu.
- Akhir tahun: Kuartal pertama yang menguntungkan.

Tesla berubah dari diolok-olok menjadi ancaman nyata, mengubah dirinya menjadi ancaman nyata yang mulai membuat seluruh industri waspada.

"Itu adalah waktu yang sangat menyakitkan. Aku tidak tahu, tapi aku mungkin sedikit gila, "bagi Elon.

Pembuat mobil tradisional memiliki:
- Lebih dari 100 tahun pengalaman.
- miliaran dolar dalam cadangan kas.
- Rantai pasokan global yang kuat.
- Hubungan politik yang mendalam.

Hari ini?

Tesla bernilai lebih dari gabungan Toyota, GM, Ford, dan BMW.

Hanya dalam beberapa tahun, Elon Musk telah mengubah perusahaan yang mengejek menjadi raksasa otomotif, membuktikan bahwa ketekunan dan visi dapat mengubah seluruh industri. 💎

Tunjukkan padanya cinta

SALAM BERKAH
15 Desember 2024

Kamis, 12 Desember 2024

CARA MENOLAK DENGAN CARA MENYENANGKAN: BELAJAR DARI MICHELANGELO DAN HIDUNG "DAVID"



Kita semua pernah mengalami momen ketika seseorang memberikan saran yang meh, padahal kita tahu apa yang kita lakukan sudah oke banget. 

Nah, kalau kamu bingung gimana cara menolak dengan elegan tanpa membuat suasana jadi awkward, yuk belajar dari kisah Michelangelo saat membuat patung "David."

Bayangin ini: Michelangelo udah susah payah nyelesaikan patung "David," sebuah mahakarya setinggi empat meter yang butuh kerja keras bertahun-tahun. Datanglah Pier Soderini, pejabat penting yang, mungkin pengen terlihat jago seni, bilang, “Hmm, patung ini bagus, tapi kayaknya hidungnya terlalu besar. Coba dikurangi dikit deh.”

Apa yang Michelangelo lakukan? Dia nggak langsung bilang, “Eh, lo nggak ngerti seni ya?” atau ngambek. Sebaliknya, dia senyum, angguk setuju, dan naik ke tangga sambil bawa alat-alatnya. Tapi bukannya ngubah hidung patung beneran, dia cuma pura-pura memahat sambil ngejatuhin serpihan-serpihan marmer yang udah dia siapkan sebelumnya. 

Setelah selesai, dia turun dengan gaya calm dan nanya, “Gimana sekarang?”

Soderini, yang merasa hidung si patung udah diubah, langsung bilang, “Sempurna!” Dan patung "David" tetap jadi masterpiece seperti yang awalnya dibuat Michelangelo.

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

~ Jangan langsung ngegas. 

Kadang, saran yang nggak diminta itu bisa bikin panas, tapi reaksi kamu menentukan segalanya. Tetap tenang dan hadapi dengan kepala dingin.

~ Buat ilusi solusi. 

Kalau kamu tahu saran itu nggak masuk akal, cari cara untuk bikin mereka feel heard tanpa benar-benar mengubah sesuatu yang penting. Dalam kasus Michelangelo, dia bikin Soderini puas tanpa mengorbankan karyanya.

~ Komunikasi dengan elegan. 

Ketika kita menerima masukan, nggak semua harus diikuti, tapi respon yang ramah dan cerdas bisa menjaga hubungan baik.

Jadi, kalau ada bos, klien, atau teman yang kasih masukan aneh, inget Michelangelo dan hidung "David." Kadang, sedikit trik elegan lebih efektif daripada debat panjang. 

Yang penting, semua happy tanpa ada drama!

Rabu, 04 Desember 2024

MAU BANGUN RUMAH SENDIRI?



pahami dulu spesifikasi tukang dengan seksama, agar tidak terjebak pada tukang jadi jadian, apa itu tukang jadi jadian? ngaku bisa semuanya padahal dia spesifikasinya hanya kenek. garapan kasar dan menyebabkan kesalahan kontruksi dalam pembangunan. kerugian yang mengintai bisa jadi tidak sedikit. maka belajar dulu cara bangun rumah dengan benar agar target hemat bangun rumah bisa senada dengan hasil yang diinginkan

LEBIH BAIK BAIK BAHAGIA LEBIH PUAS

'Percuma, kalaupun aku bertindak dan kerja keras serta belajar gila gilaan, tetap aja aku akan ketinggalan dari mereka yang udah duluan mulai'

Yeah, bisa jadi hal itu juga tebersit di pikiran anda, sehingga anda merasa sia sia saja kalaupun belajar dan bertindak habis habisan namun anda merasa, anda akan tetap 'kalah' dengan mereka yang bertindak duluan dan mungkin lebih massive..

Tenang, anda nggak sendirian, soalnya kadang saya juga selama ini merasa begitu wkkkkkkk

Dulu saya pernah membaca pertanyaan ini di status teman yang intinya itu orang ngeluh dengan berujung pernyataan seperti diatas dan karena kesel akhirnya dia bilang:

'Udah mati aja lu' :D

Tapi tadi tiba tiba saya mendapat penjelasan dari bawah sadar saya, lagi lagi pas di kamar mandi :D

Intinya begini:

'Jika pun tidak atau belum bisa menandingi mereka yang sudah mulai duluan, bukankah jika kita belajar dan bertindak gila gilaan, maka posisi kita sudah tidak sama lagi dengan yang sekarang?'

'Jika kita tidak belajar dan bertindak habis habisan, bukankah nanti kita akan TETAP DALAM KONDISI SEKARANG atau MALAH MAKIN MUNDUR?'

Kondisi Sekarang = Miskin, sulit ngapa ngapain, sering dihina orang, omongan nggak didengerin walaupun faktual, muka remek karena jarang perawatan dll.

Atau kondisi sekarangnya khas kelas menengah yang secara finansial, spiritual atau bidang kehidupan lainnya serasa stuck disitu situ saja seperti nggak ada kemajuan dalam hidupnya dan akhirnya jadi Sutris :D

Jika tidak do something about that shit hanya gara gara semuanya akan 'sia sia dan tetap saja 'kalah', maka apakah anda akan kuat menahan semua kondisi sekarang ini dan nggak kaya kaya atau bahagia bahagia hanya gara gara omong kosong semacam: 

'Tetap saja mereka yang duluan mulai yang terus menang'

Kita mungkin tidak akan pernah bakalan sekaya Jeff Bezos, Elon Musk atau yang Indonesian Version seperti Chairul Tanjung atau Sandi Uno walaupun sudah belajar, bekerja, berjejaring dan berdoa seumur hidup.

Tapi yang jelas dan insya Allah secara sunnatullah pasti, ANDA AKAN JELAS JAUH LEBIH MAJU, LEBIH KAYA DAN LEBIH BAHAGIA, ketimbang anda nggak melakukan apapun untuk membereskan kondisi finansial atau bidang lain dalam kehidupan anda.

Jika diibaratkan mereka yang 'duluan mulai' itu sudah ada di jarak 100 Km dan anda saat ini masih di 1 km, maka jika anda belajar dan bekerja keras, anda berpotensi untuk maju ke angka 10 hingga mungkin 80 km atau mana tau Allah ridha, bahkan bisa menyamai level mereka, tapi itu nggak harus.

Yang saya tekankan disini adalah anda jangan merasa kalah dan sia sia semua usaha anda dan bahkan kehilangan semangat juang untuk jadi semakin kaya dan semakin banyak sedekahnya :D

Soalnya, anda kalau terus belajar dan kerja, maka anda akan semakin maju, semakin kaya dan semakin bahagia serta semakin merasa puas hidupnya, ketimbang nggak melakukan apapun.

Jarak saat anda sudah melakukan banyak hal untuk makin maju dan kaya jadi semakin jauh ketimbang jarak saat anda belum melakukan sesuatu untuk jadi lebih kaya dan lebih bahagia dunia akhirat dan anda juga nggak harus nyampe ke angka '100 Km' tadi.

Yang harus itu adalah anda semakin maju, semakin kaya dan semakin bahagia serta semakin bermanfaat dunia akhirat, di level manapun anda berada saat ini dan nantinya ;)

Lagipula, yang namanya menjadi kaya dan bahagia itu sebenarnya lebih ke urusan mental, bukan material.

Maksud saya, anda nggak perlu harus punya uang 10 T untuk mencukupi hidup anda.

Itu terlalu banyak kalau buat sekedar makan enak, punya rumah yang nyaman, sering jalan jalan atau bahkan buat kawin lagi wkkkkkkkk :D

Makanya dari awal kata Guru saya Mas Jaya:

'Tentukan angka cukupmu'

Sebab yang namanya nyari duit itu seperti minum air laut, makin diminum makin haus. Padahal umur kita terbatas dan NGERINYA, yang udah terbatas itu pun nggak tau kapan batas akhirnya.

Nggak mesti jadi tua dan uzur dulu baru meninggal soalnya dan kalau nggak disetting angka cukupnya dari sekarang, maka akan terus tenggelam dalam Permainan Harta Dunia yang nggak ada habisnya :)

Jadi balik lagi ke keseimbangan..

Tetap belajar dan kerja habis habisan agar kondisi membaik, tanpa harus berkompetisi dan harus menjadi 'pemenang' versi manusia tapi juga menentukan angka cukup untuk berhenti atau bersantai saja dalam urusan rezeki.

Supaya nggak ngabisin sisa umur cuman buat ngegulung duit terus menerus nggak ada habisnya, demi mendapat penghormatan dan penghargaan manusia yang semu :)

Tentu saja jadi lain ceritanya jika anda ingin mendapatkan 1000 T demi menyelamatkan negara, membasmi kemiskinan atau membereskan masalah kelaparan di Afrika dan sejenisnya, ya silakan silakan saja.

Kalau anda punya skill, bakat dan determinasi alamiah untuk masuk surga lewat jalan menjadi manusia super kaya demi menyelamatkan dunia ala 'Abdurrahman bin 'Auf ya itu sangat dibolehkan dan malah sangat dianjurkan! :D

Tapi ya tetap ingat, sahabat Nabi kan bukan cuma beliau saja dan ridhanya Allah bukan cuman dari seberapa kaya anda, tapi dari seberapa takwa anda, terlepas seberapa banyak kekayaan anda atau bahkan anda mungkin tetap jadi manusia biasa dengan kondisi uang seadanya.

Jadi ya santai saja dan nikmati peran anda saat ini serta teruslah belajar dan bekerja keras, tanpa harus menjadi stres karena kurang kaya atau tidak juga masuk majalah Entrepreneur atau Forbes atau sebutan mentereng 'The Crazy Rich' ;)

Setidaknya, Insya Allah anda akan jadi jauh lebih kaya, jauh lebih bahagia, jauh lebih puas hidupnya, ketimbang stres dan lemas hanya gara gara merasa 'kalah' dari mereka yang takdir dariNya dimudahkan untuk mulai duluan ;)

Saya udah ngerasain sih dan alhamdulillaah untung saya dulu belajar dan bertindak habis habisan semampu saya dan akhirnya kondisi hidup saya saat ini jadi jauuuuuh lebih ok punya dari sebelumnya yang kadang cuman mau beli bensin saja nggak ada uangnya.

Kalau nggak mungkin nasib saya akan sama dengan nasib sebagian besar teman teman masa kecil saya saat ini di kampung yang saya ikutan sedih melihatnya :(

Kondisi sekarang anda, akan tergantikan dengan kondisi yang jauh lebih mantap jiwa raga, lebih jauh lebih memuaskan, daripada anda diam diam saja yang biasanya, malah bisa bisa jadi malah akan jadi semakin mundur lagi dibanding kondisi saat ini.

Seperti yang sudah terjadi pada kebanyakan manusia yang males belajar dan bekerja untuk memiliki masa depan yang lebih asik :D

Ya kan? ;)

Bagaimana menurut Anda?

Fahmy Arafat Daulay