Rabu, 04 Desember 2024

LEBIH BAIK BAIK BAHAGIA LEBIH PUAS

'Percuma, kalaupun aku bertindak dan kerja keras serta belajar gila gilaan, tetap aja aku akan ketinggalan dari mereka yang udah duluan mulai'

Yeah, bisa jadi hal itu juga tebersit di pikiran anda, sehingga anda merasa sia sia saja kalaupun belajar dan bertindak habis habisan namun anda merasa, anda akan tetap 'kalah' dengan mereka yang bertindak duluan dan mungkin lebih massive..

Tenang, anda nggak sendirian, soalnya kadang saya juga selama ini merasa begitu wkkkkkkk

Dulu saya pernah membaca pertanyaan ini di status teman yang intinya itu orang ngeluh dengan berujung pernyataan seperti diatas dan karena kesel akhirnya dia bilang:

'Udah mati aja lu' :D

Tapi tadi tiba tiba saya mendapat penjelasan dari bawah sadar saya, lagi lagi pas di kamar mandi :D

Intinya begini:

'Jika pun tidak atau belum bisa menandingi mereka yang sudah mulai duluan, bukankah jika kita belajar dan bertindak gila gilaan, maka posisi kita sudah tidak sama lagi dengan yang sekarang?'

'Jika kita tidak belajar dan bertindak habis habisan, bukankah nanti kita akan TETAP DALAM KONDISI SEKARANG atau MALAH MAKIN MUNDUR?'

Kondisi Sekarang = Miskin, sulit ngapa ngapain, sering dihina orang, omongan nggak didengerin walaupun faktual, muka remek karena jarang perawatan dll.

Atau kondisi sekarangnya khas kelas menengah yang secara finansial, spiritual atau bidang kehidupan lainnya serasa stuck disitu situ saja seperti nggak ada kemajuan dalam hidupnya dan akhirnya jadi Sutris :D

Jika tidak do something about that shit hanya gara gara semuanya akan 'sia sia dan tetap saja 'kalah', maka apakah anda akan kuat menahan semua kondisi sekarang ini dan nggak kaya kaya atau bahagia bahagia hanya gara gara omong kosong semacam: 

'Tetap saja mereka yang duluan mulai yang terus menang'

Kita mungkin tidak akan pernah bakalan sekaya Jeff Bezos, Elon Musk atau yang Indonesian Version seperti Chairul Tanjung atau Sandi Uno walaupun sudah belajar, bekerja, berjejaring dan berdoa seumur hidup.

Tapi yang jelas dan insya Allah secara sunnatullah pasti, ANDA AKAN JELAS JAUH LEBIH MAJU, LEBIH KAYA DAN LEBIH BAHAGIA, ketimbang anda nggak melakukan apapun untuk membereskan kondisi finansial atau bidang lain dalam kehidupan anda.

Jika diibaratkan mereka yang 'duluan mulai' itu sudah ada di jarak 100 Km dan anda saat ini masih di 1 km, maka jika anda belajar dan bekerja keras, anda berpotensi untuk maju ke angka 10 hingga mungkin 80 km atau mana tau Allah ridha, bahkan bisa menyamai level mereka, tapi itu nggak harus.

Yang saya tekankan disini adalah anda jangan merasa kalah dan sia sia semua usaha anda dan bahkan kehilangan semangat juang untuk jadi semakin kaya dan semakin banyak sedekahnya :D

Soalnya, anda kalau terus belajar dan kerja, maka anda akan semakin maju, semakin kaya dan semakin bahagia serta semakin merasa puas hidupnya, ketimbang nggak melakukan apapun.

Jarak saat anda sudah melakukan banyak hal untuk makin maju dan kaya jadi semakin jauh ketimbang jarak saat anda belum melakukan sesuatu untuk jadi lebih kaya dan lebih bahagia dunia akhirat dan anda juga nggak harus nyampe ke angka '100 Km' tadi.

Yang harus itu adalah anda semakin maju, semakin kaya dan semakin bahagia serta semakin bermanfaat dunia akhirat, di level manapun anda berada saat ini dan nantinya ;)

Lagipula, yang namanya menjadi kaya dan bahagia itu sebenarnya lebih ke urusan mental, bukan material.

Maksud saya, anda nggak perlu harus punya uang 10 T untuk mencukupi hidup anda.

Itu terlalu banyak kalau buat sekedar makan enak, punya rumah yang nyaman, sering jalan jalan atau bahkan buat kawin lagi wkkkkkkkk :D

Makanya dari awal kata Guru saya Mas Jaya:

'Tentukan angka cukupmu'

Sebab yang namanya nyari duit itu seperti minum air laut, makin diminum makin haus. Padahal umur kita terbatas dan NGERINYA, yang udah terbatas itu pun nggak tau kapan batas akhirnya.

Nggak mesti jadi tua dan uzur dulu baru meninggal soalnya dan kalau nggak disetting angka cukupnya dari sekarang, maka akan terus tenggelam dalam Permainan Harta Dunia yang nggak ada habisnya :)

Jadi balik lagi ke keseimbangan..

Tetap belajar dan kerja habis habisan agar kondisi membaik, tanpa harus berkompetisi dan harus menjadi 'pemenang' versi manusia tapi juga menentukan angka cukup untuk berhenti atau bersantai saja dalam urusan rezeki.

Supaya nggak ngabisin sisa umur cuman buat ngegulung duit terus menerus nggak ada habisnya, demi mendapat penghormatan dan penghargaan manusia yang semu :)

Tentu saja jadi lain ceritanya jika anda ingin mendapatkan 1000 T demi menyelamatkan negara, membasmi kemiskinan atau membereskan masalah kelaparan di Afrika dan sejenisnya, ya silakan silakan saja.

Kalau anda punya skill, bakat dan determinasi alamiah untuk masuk surga lewat jalan menjadi manusia super kaya demi menyelamatkan dunia ala 'Abdurrahman bin 'Auf ya itu sangat dibolehkan dan malah sangat dianjurkan! :D

Tapi ya tetap ingat, sahabat Nabi kan bukan cuma beliau saja dan ridhanya Allah bukan cuman dari seberapa kaya anda, tapi dari seberapa takwa anda, terlepas seberapa banyak kekayaan anda atau bahkan anda mungkin tetap jadi manusia biasa dengan kondisi uang seadanya.

Jadi ya santai saja dan nikmati peran anda saat ini serta teruslah belajar dan bekerja keras, tanpa harus menjadi stres karena kurang kaya atau tidak juga masuk majalah Entrepreneur atau Forbes atau sebutan mentereng 'The Crazy Rich' ;)

Setidaknya, Insya Allah anda akan jadi jauh lebih kaya, jauh lebih bahagia, jauh lebih puas hidupnya, ketimbang stres dan lemas hanya gara gara merasa 'kalah' dari mereka yang takdir dariNya dimudahkan untuk mulai duluan ;)

Saya udah ngerasain sih dan alhamdulillaah untung saya dulu belajar dan bertindak habis habisan semampu saya dan akhirnya kondisi hidup saya saat ini jadi jauuuuuh lebih ok punya dari sebelumnya yang kadang cuman mau beli bensin saja nggak ada uangnya.

Kalau nggak mungkin nasib saya akan sama dengan nasib sebagian besar teman teman masa kecil saya saat ini di kampung yang saya ikutan sedih melihatnya :(

Kondisi sekarang anda, akan tergantikan dengan kondisi yang jauh lebih mantap jiwa raga, lebih jauh lebih memuaskan, daripada anda diam diam saja yang biasanya, malah bisa bisa jadi malah akan jadi semakin mundur lagi dibanding kondisi saat ini.

Seperti yang sudah terjadi pada kebanyakan manusia yang males belajar dan bekerja untuk memiliki masa depan yang lebih asik :D

Ya kan? ;)

Bagaimana menurut Anda?

Fahmy Arafat Daulay 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar