Kamis, 26 Juni 2025

𝐌𝐀𝐍𝐑𝐄 𝐎𝐆𝐈



Makan ala orang Bugis, atau MANRE UGI/OGI, orang Sinjai lebih nyaman menyebut MANRE HUGI, sejatinya adalah makan secara praktis dan sederhana. Bolehlah disebut MANRE KAMPONG, makan ala orang kampung.

Ada tiga ciri khas MANRE HUGI, yang kesemuanya punya makna filosofi.

1. Makanan disajikan dengan DULANG

Tentu saja, menggunakan DULANG (nampan) sangatlah memudahkan makanan tersebut disajikan. Tetapi makna lainnya adalah membuat 'batas wilayah' mana yang menjadi bagian kita, dan yang menjadi bagian orang lain.

Ketika kita sudah memilih DULANG, otomatis yang menjadi bagian kita adalah yang ada di depan kita. 

Dari filosofi DULANG ini, muncullah peribahasa 'AJA MUPOLOI OLONA TAUE!' Jangan memotong sesuatu yang ada di depan orang lain. Makna utamanya: JANGAN AMBIL HAK ORANG LAIN.

2. Menyuap makanan dengan tangan

Secara kesehatan, enzim di tangan bisa membantu makanan lebih mudah dicerna. Tapi bagi orang Bugis, makan dengan tangan menyimbolkan penyatuan jiwa (nyawa) dengan tubuh. Biasanya, pada suapan pertama, nasi dicium terlebih dahulu.

Manfaat yang kasat mata adalah mengetahui apakah makanan itu layak atau tidak layak makan. Tidak layak, misalnya makanan itu sudah basi atau malah mengandung racun atau zat yang berbahaya bagi tubuh. Tentu saja, pada bagian ini kita harus hati-hati, mencium makanan 'secara vulgar' yang disajikan orang lain, juga kurang sopan.

3. Makan sambil MASSULEKKA (Bersila)

Manfaat langsung makan sambil duduk bersila di lantai adalah tubuh membagi perut jadi tiga bagian, udara, makanan, dan air. Dengan begitu, kita bisa mengatur dan menakar makanan yang masuk ke dalam tubuh. 

Intinya, kita menghindari MANRE FUARA atau MANRE BALALA, makan secara rakus.😄🙏

Makna lainnya adalah makan sambil duduk bersila menyimbolkan ucapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan Sang Pencipta. Dalam konsep kepercayaan Bugis Kuno, dunia terbagi atas tiga bagian. Dunia Atas, disimbolkan dengan udara. Dunia Tengah disimbolkan dengan makanan. Dunia Bawah disimbolkan dengan air.


Tabek!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar