Bayangkan seandainya hidupmu adalah sebuah perusahaan besar…
dan kamu adalah CEO-nya.
Kalau sebuah perusahaan bisa memilih siapa yang direkrut, siapa yang dipertahankan, bahkan siapa yang harus dilepaskan,
maka begitu juga dengan hidupmu.
Ada cerita tentang seseorang yang dulu terlalu baik hati.
Ia membiarkan siapa saja masuk ke dalam hidupnya.
Sayangnya, tidak semua yang datang benar-benar tulus.
Ada yang hanya datang ketika butuh,
ada yang hadir untuk meremehkan,
dan ada pula yang diam-diam menguras energi dan semangatnya.
Hidupnya hampir runtuh—bukan karena ia gagal,
tapi karena ia salah memilih orang di sekitarnya.
Sampai akhirnya ia sadar…
“Kalau aku bisa memilih karyawan terbaik untuk sebuah perusahaan,
mengapa aku tidak bisa memilih orang terbaik untuk hidupku sendiri?”
Sejak hari itu, ia mulai berani.
Ia merekrut orang-orang baik yang membawa ketenangan.
Ia memecat mereka yang tak pernah menghargai keberadaannya.
Dan ia mempromosikan mereka yang selalu setia ada,
yang rela membantu tanpa pamrih.
Hidupnya berubah.
Lebih ringan, lebih tenang, lebih bahagia.
Karena menjadi CEO dalam hidupmu bukan soal kekuasaan,
tapi soal keberanian untuk memilih siapa yang pantas berjalan bersamamu.
Semoga manfaat ya..
#salamberkah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar