TEAM PLAYER
Jangan pernah berfikir anda harus mencetak gol ketika bermain bola. Ini adalah sebuah nasehat tersering di ucapkan oleh pelatih yang mendapat julukan the special one, Jose Morinho. Yang penting team anda menang dan juara.
Dalam kehidupan mencari kemakmuran juga sama. Jangan pernah berfikir kita harus banyak berjualan atau kita harus bekerja keras. Pastikan satu hal, anda berada di dalam “winning team” dan pastikan anda bermain sesuai peran anda.
Mencari kemakmuran sejatinya tidak di design untuk bermain tunggal. Anda adalah bagian dari team player. Semakin besar team anda, semakin kompak team anda, semakin luas nertwork anda.
Bahkan anda hanya pegawai staff rendahan, kalau perusahaan anda adalah champion, anda pun merasakan gajih ke 14, 15, 16 . Disisi olah raga, walaupun anda pemain cadangan, tanpa pernah turun kelapangan sebagai pemain starter, hanya pengganti, anda pun akan mendapat medali. Ole gunnar soljer dari manchester united, selama 5 tahun bukan pemain starter hanya pemain penganti, tetapi 3 medali piala liga, 1 medali piala champion cup dan gajih besar di dapatkannya.
Begitu juga dalam bisnis anda, pastikan anda bersama di team juara. #berkah
Blog ini menyediakan artikel artikel positif dan tempat sharing hal - hal yang bisa menginspirasi kepada sebanyak mungkin orang....
Rabu, 17 Agustus 2016
Jumat, 08 Juli 2016
Doa Yang terkabul
Doa yang tak terkabul
*Bismillah... Hikmah Dibalik Do’a yang Tidak Terkabul*
Ada seseorang yang rajin berdoa, meminta sesuatu kepada Allah. Orangnya begitu sholeh dan ibadahnya pun baik. Tetapi do’a yang dipanjatkannya tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan berlalu juga belum terkabul. Tetap dia meneruskan do’anya. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga.
Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong. Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doakan, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun mendatangi seorang ustadz. Berceritalah dia mengenai permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah mendapat apa yang dia inginkan.
Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah sang ustadz ke orang shalih ini, “kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak benar, suaranya fals, bagaimana?”, orang sholeh tadi menjawab, “segera saya kasih pak ustadz, gak tahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula.”
“Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana?” tanya sang ustadz lagi. Orang shalih pun segera menjawab, “wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500 rupiah, yang ini 50.000 rupiah juga berani, ustadz.”
Pak ustadz pun tersenyum dan menjelaskan “begitulah nak.. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia ingin menahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedekat ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta.”
“Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi.” lanjut sang ustadz.
“Dan yakinlah..”, kata sang ustadz, “kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.”
Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul sangat menyayanginya.
Semoga tulisan ini dapat memberikan hikmah, baik kepada penyampai maupun kepada pembaca..
*Bismillah... Hikmah Dibalik Do’a yang Tidak Terkabul*
Ada seseorang yang rajin berdoa, meminta sesuatu kepada Allah. Orangnya begitu sholeh dan ibadahnya pun baik. Tetapi do’a yang dipanjatkannya tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan berlalu juga belum terkabul. Tetap dia meneruskan do’anya. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga.
Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong. Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doakan, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun mendatangi seorang ustadz. Berceritalah dia mengenai permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah mendapat apa yang dia inginkan.
Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah sang ustadz ke orang shalih ini, “kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak benar, suaranya fals, bagaimana?”, orang sholeh tadi menjawab, “segera saya kasih pak ustadz, gak tahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula.”
“Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana?” tanya sang ustadz lagi. Orang shalih pun segera menjawab, “wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500 rupiah, yang ini 50.000 rupiah juga berani, ustadz.”
Pak ustadz pun tersenyum dan menjelaskan “begitulah nak.. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia ingin menahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedekat ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta.”
“Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi.” lanjut sang ustadz.
“Dan yakinlah..”, kata sang ustadz, “kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.”
Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul sangat menyayanginya.
Semoga tulisan ini dapat memberikan hikmah, baik kepada penyampai maupun kepada pembaca..
Minggu, 26 Juni 2016
POHON YANG TIDAK BERGUNA
POHON YANG TIDAK BERGUNA
Konon, suatu hari, dua orang pengelana yang kehausan dan kepanasan, akhirnya berhenti di bawah sebuah pohon besar. Di bawah pohon yang rindang itulah, mereka berteduh. Dan tatkala sedang berteduh, salah satu pengelana mencoba mengamati pohon itu, “Ini pohon apa ya?” Lalu setelah mengamati makin lama, ia pun berkata, “Pohon apa ya? Kok nggak ada buah-buahnya?” Lalu, teman dari si pengelana itupun berkata, “Oh ini namanya pohon berangan (plane tree). Ini memang pohon yang tidak ada gunanya. Tidak ada apapun yang bisa dihasilkan pohon kayak gini. Pokoknya ini pohon yang paling tak berguna!”. Setelah berkata demikian, tiba-tiba dari dalam pohon ini keluarlah suatu suara, “Kalau aku pohon yang tidak berguna, buat apa kalian berteduh dibawahku?”
Begitulah, seperti bunyi pepatah “Banyak orang yang justru mengkritik orang yang justru dari dialah, ia peroleh banyak manfaat”. Kita seringkali menyebut orang ini tidak tahu diri ataupun tidak tahu diuntung. Bawahan yang terus-menerus memaki atasannya, tetapi tiap bulan mendapatkan gaji darinya. Seorang pembantu yang terus-menerus mencela majikannya. Seorang pebisnis yang terus-menerus mencela klien-nya. Perilaku itu tidak ada bedanya dengan perilaku pengelana yang menghina pohon dimana ia berteduh. Jika kamu memang merasa tidak suka, ingin mencela dan ingin mengkritik, lakukanlah dengan kesatria. Janganlah menghina, lantas masih tetap “meminta” dari orang itu….
Itu namanya tak tahu diri!
Konon, suatu hari, dua orang pengelana yang kehausan dan kepanasan, akhirnya berhenti di bawah sebuah pohon besar. Di bawah pohon yang rindang itulah, mereka berteduh. Dan tatkala sedang berteduh, salah satu pengelana mencoba mengamati pohon itu, “Ini pohon apa ya?” Lalu setelah mengamati makin lama, ia pun berkata, “Pohon apa ya? Kok nggak ada buah-buahnya?” Lalu, teman dari si pengelana itupun berkata, “Oh ini namanya pohon berangan (plane tree). Ini memang pohon yang tidak ada gunanya. Tidak ada apapun yang bisa dihasilkan pohon kayak gini. Pokoknya ini pohon yang paling tak berguna!”. Setelah berkata demikian, tiba-tiba dari dalam pohon ini keluarlah suatu suara, “Kalau aku pohon yang tidak berguna, buat apa kalian berteduh dibawahku?”
Begitulah, seperti bunyi pepatah “Banyak orang yang justru mengkritik orang yang justru dari dialah, ia peroleh banyak manfaat”. Kita seringkali menyebut orang ini tidak tahu diri ataupun tidak tahu diuntung. Bawahan yang terus-menerus memaki atasannya, tetapi tiap bulan mendapatkan gaji darinya. Seorang pembantu yang terus-menerus mencela majikannya. Seorang pebisnis yang terus-menerus mencela klien-nya. Perilaku itu tidak ada bedanya dengan perilaku pengelana yang menghina pohon dimana ia berteduh. Jika kamu memang merasa tidak suka, ingin mencela dan ingin mengkritik, lakukanlah dengan kesatria. Janganlah menghina, lantas masih tetap “meminta” dari orang itu….
Itu namanya tak tahu diri!
Anakku...
Anakku, kalau kau besar kelak, maka ingatlah selalu:
1. Jangan sekadar belajar bahasa (entah itu bahasa indonesia, inggris atau lainnya), tapi lebih penting belajar menulis.
2. jangan sekadar belajar IPA, fisika, biologi, kimia tapi juga memahami kebijakan alam dan keseimbangan.
3. Jangan sekadar belajar IPS, geografi, ekonomi, sosiologi, dsbgnya tapi juga melihat dunia membentang luas dg...n keberagaman dan kesamaan
4. jangan sekadar belajar PMP, PPKN atau apalah nanti namanya, tapi juga tentang etika, moralitas dan kepedulian
5. jangan sekadar belajar matematika, aljabar, kalkulus dsbgnya tapi lebih penting belajar nalar dan sistematika
6.Terakhir, yang paling penting, jangan sekadar belajar agama, lengkapilah dengan akhlak terpuji dan kebermanfaatan.
*SuperAzhar
1. Jangan sekadar belajar bahasa (entah itu bahasa indonesia, inggris atau lainnya), tapi lebih penting belajar menulis.
2. jangan sekadar belajar IPA, fisika, biologi, kimia tapi juga memahami kebijakan alam dan keseimbangan.
3. Jangan sekadar belajar IPS, geografi, ekonomi, sosiologi, dsbgnya tapi juga melihat dunia membentang luas dg...n keberagaman dan kesamaan
4. jangan sekadar belajar PMP, PPKN atau apalah nanti namanya, tapi juga tentang etika, moralitas dan kepedulian
5. jangan sekadar belajar matematika, aljabar, kalkulus dsbgnya tapi lebih penting belajar nalar dan sistematika
6.Terakhir, yang paling penting, jangan sekadar belajar agama, lengkapilah dengan akhlak terpuji dan kebermanfaatan.
*SuperAzhar
Kamis, 23 Juni 2016
Temukan Passionmu ...
3 Cara Ampuh untuk Menemukan Passion

Karena itu : menemukan aktivitas atau pekerjaan yang selaras dengan passion mungkin rute yang kudu ditempuh untuk meringkus jalan hidup nan menggetarkan.
Pertanyaannya : apa itu passion? Dan yang tak kurang penting : cara ampuh apa yang layak dirajut untuk menemukan passion?
Berikut ini kita mau menjelajah 3 Jalan yang mungkin akan amat membantu kita untuk paham apa itu passsion; dan juga paham bagaimana cara menemukannya.
Jalan # 1 : Most Probably, Your Hobby is Your Passion. Sejatinya ada sebuah cara yang amat sederhana untuk mengetahui passion Anda. Cukup tanyakan pada dirimu : apa hobi yang selama ini saya senangi?
Begitulah; kita kemudian mendapatkan serangkaian jawaban yang luas : ada yang hobi bersepeda ke gunung, ada yang suka membaca, ada yang senang browsing internet (hingga berjam-jam), ada yang suka mengkoleksi barang-barang kuno dan jadul; ada yang hobi traveling; dan ada pula yang jatuh cinta dengan burung perkutut (melebihi cinta dia pada istrinya).
Hobi atau kesenangan itu pada dasarnya memberikan sinyal atau indikasi apa sebenarnya passion Anda. Namun sayangnya selama ini hobi diperlakukan hanya sebatas just for fun. Dan memang, agar hobi Anda itu bisa disebut the real passion, maka kita mesti melewati jalan kedua.
Jalan # 2 : Passion = Transforming Your Hobby into Meaningful Creation. Yak benar, agar bisa disebut the real passion, maka hobi itu harus ditransformasikan menjadi sesuatu yang produktif, yang menghasilkan. Sebab tanpa karya yang produktif, maka hobby will be just hobby.
Maka begitulah : jika ada orang yang senang burung perkutut, maka mestinya ia bisa membangun usaha peternakan burung perkutut yang kondang. Jika ada yang suka traveling, maka mestinya ia bisa berinovasi merancang paket wisata kuliner ke wilayah-wilayah paling eksotis di Nusantara. Dan kalau ada orang yang hobi koleksi barang jadul, maka ia bisa membuka bisnis seperti ini : HobiJadulShop.
Saya sendiri sejak dulu punya hobi browsing internet. Begitulah saya kemudian membangun blog (yang keren ini) serta beberapa online shop : sebagai cara untuk mentransformasikan hobi saya itu menjadi sesuatu yang produktif.
Dan benarlah kata para ahli itu : karena hobi, saya melakoni dua aktivitas itu (blogging dan mengelola online shop) dengan penuh rasa cinta dan gairah. Tiap larut malam, saya selalu tak sabar menunggu esok pagi tiba : tak sabar menjalani dua aktivitas yang sudah menjadi hobi dan passion saya itu.
Ringkasnya mungkin begini : passion adalah hobi yang menghasilkan. Dan mungkin benar kalau ada orang yang bilang : tak ada yang lebih indah selain bisa menjalani profesi yang berkaitan erat dengan hobi kita.
Jalan # 3 : Passion = Freedom. Pengalaman yang saya temui, passion biasanya hanya akan menyeruak ketika kita memperoleh freedom; atau kebebasan berkreasi yang relatif luas. Batasan-batasan aturan atau prosedur yang terlalu ketat biasanya akan membuat passion kita redup.
Saya amat menikmati passion saya dalam bidang professional blogging dan online shop lantaran saya menemukan kebebasan hakiki dalam prosesnya. Tak ada orang yang mengatur-atur saya untuk melakukan ini dan itu. Juga tak ada batasan sejauh mana saya bisa berkreasi.
Freedom adalah kata kunci yang membuat kita bisa menjalani hobi kita menjadi sebuah karya yang produktif. Dan kemudian menjelma menjadi passion yang mengasyikkan.
Demikianlah tiga jalan yang bisa kita racik untuk menemukan passion yang selama ini mungkin lenyap entah kemana.
Rumusnya sederhana : Passion = Hobby + Productive Results + Freedom. Mudah-mudahan dengan rumus simple ini, Anda semua bisa menemukan dan MEWUJUDKAN passion Anda.
Discover Your Passion. Commercialize Your Hobby. And Have a Happy Life
Waktu ...
Nothing faster than time...
Tidak ada yang lebih berharga daripada waktu...
Waktu yang telah berlalu tidak dapat tergantikan lagi...
Dan berapa banyak orang yang menyesal karena telah melewatkan momen2 berharga nya di masa lalu...
#Superazharr
Tidak ada yang lebih berharga daripada waktu...
Waktu yang telah berlalu tidak dapat tergantikan lagi...
Dan berapa banyak orang yang menyesal karena telah melewatkan momen2 berharga nya di masa lalu...
#Superazharr
The Power of Ngotot
*The Power of Kepepet*
didukung oleh *The Power of Ngotot* : *sebuah kunci sukses*
didukung oleh *The Power of Ngotot* : *sebuah kunci sukses*
Kita harus tahu betapa dahsyatnya kekuatan “kepepet” itu. Coba pikirkan contoh praktis berikut ini. Misalnya, Anda yang memiliki penghasilan pas-pasan tiba-tiba ditantang untuk mendapatkan uang 20 juta dan harus diserahkan besok pagi sebagai modal usaha. Hampir bisa dipastikan Anda akan menyerah dan tidak bisa memenuhi tantangan tersebut. Tapi bayangkan, semisalnya orang yang paling Anda cintai sakit kritis dan besok pagi harus segera dioperasi untuk menyelamatkan nyawanya. Operasi tersebut akan segera dilakukan jika Anda lebih dulu membayar sebesar 20 juta rupiah. Apakah Anda akan menyerah seperti tantangan pertama? Tentu saja tidak! Anda akan berusaha bagaimana caranya mendapatkan uang 20 juta tersebut.
Sama-sama butuh 20 juta tapi mengapa dalam kasus pertama kita kebanyakan gagal, sebaliknya dalam kasus kedua kita pasti berhasil mendapatkan 20 juta? Itulah yang disebut *The Power of Kepepet.* Sesungguhnya, kita lebih sering termotivasi kalau keadaan kepepet, daripada kita termotivasi oleh karena impian atau iming-iming yang akan diberikan kepada kita.
Itu sebabnya kita harus bersyukur kalau Tuhan mengizinkan kita dalam keadaan kepepet, karena justru di situlah akan muncul motivasi yang luar biasa di dalam diri kita untuk mengubah nasib dan kehidupan kita. Seperti yang kita tahu bahwa orang-orang sukses kebanyakan dilakirkan dari kondisi kepepet, bukan dari situasi yang nyaman-nyaman saja. Orang yang sudah kepepet, biasanya sangat ngotot untuk sukses dan memiliki hasrat 100% untuk meraih sukses.
*KEPEPET AKAN MEMBUAT KITA BERUBAH*
Barangkali kita pernah berjalan tanpa alas khaki di atas aspal yang panas atau di atas pasir pantai yang panas di siang hari. Saya yakin bahwa di saat itu kita tidak akan berjalan santai. Begitu kaki kita merasakan panas hingga terasa seperti dipanggang, maka insting kita akan membuat kita berlari mencari tempat yang teduh. Satu-satunya hal yang tidak mungkin kita lakukan adalah berdiam diri di tempat itu. Kita pasti membuat keputusan untuk bergerak dan beranjak dari tempat itu dengan segera.
Barangkali kita pernah berjalan tanpa alas khaki di atas aspal yang panas atau di atas pasir pantai yang panas di siang hari. Saya yakin bahwa di saat itu kita tidak akan berjalan santai. Begitu kaki kita merasakan panas hingga terasa seperti dipanggang, maka insting kita akan membuat kita berlari mencari tempat yang teduh. Satu-satunya hal yang tidak mungkin kita lakukan adalah berdiam diri di tempat itu. Kita pasti membuat keputusan untuk bergerak dan beranjak dari tempat itu dengan segera.
Kapan kita membuat keputusan berubah? Ketika sebuah kondisi telah memaksa kita untuk berubah, biasanya ketika kondisi kita sudah benar-benar parah. Kalau kondisi belum parah, kita belum tergerak untuk berubah. Mirip ilustrasi di atas, kalau khaki belum merasakan panas yang hebat kita tidak akan segera beranjak. Karena itu tidak perlu heran kalau pada kenyataannya 80% manusia termotivasi untuk berubah setelah mengalami kondisi yang benar-benar menyakitkan dan sudah tidak bisa ditahan lagi.
Coba pikirkan ini : kapan seseorang memutuskan untuk berhenti merokok? Apakah ketika hanya sekedar batuk? Tentu tidak. Kalu hanya sekedar batuk, dia merasa putus dari rokok adalah hal yang tidak mungkin. Tapi bagaimana seandanya dokter memvonis bahwa paru-parunya bermasalah? Ajaib, dari yang sebelumnya tidak bisa putus rokok, akhirnya orang tersebut bisa melakukannya. Mengapa? karena kondisi sudah memaksa dan tidak bisa ditahan lagi. Kapan seseorang memutuskan untuk bekerja keras dan mau melakukan apa saja? Saat kondisi ekonominya benar-benar sudah kepepet dan “rasa sakit ekonomi”nya sudah tidak tertahankan lagi.
Lihatlah masalah yang Anda hadapi sekarang ini dengan sudut pandang positif, yaitu sebuah sinyal bahwa Anda harus segera berubah. Kalau prospek Anda mulai hilang satu persatu bahkan hot prospek Anda mulai rontok, kalau bonus Anda mulai berkurang, itu sebenarnya indikasi bahwa Anda harus segera melakukan perubahan. Perubahan adalah tanggung jawab kita 100%, karena itu jangan pernah menyalahkan orang lain dan situasi kondisi di sekeliling kita, sebab hal itu tidak akan membuat kita berubah. Ingatlah bahwa sesuatu tidak berubah jika kita tidak mengambil keputusan untuk berubah.
*BERUBAH ATAU MENDERITA?*
Kondisi kepepet akan membuat kita berubah dan beradaptasi dengan keadaan. Ketika kita berani berubah dan beradaptasi, justru itulah yang akan membuat kita bertahan. Kita tentu sering mendengar istilah “seleksi alam”. Konon, dulu jenis binatang di dunia ini berjumlah tiga kali lipat dari jenis binatang yang ada di dunia ini. Bisa menjadi berkurang, karena faktor seleksi alam. Hewan yang mampu beradaptasi dengan perubahan akan tetap bertahan, sedangkan mereka yang tidak mampu akan mati dan punah. Seleksi alam merupakan ujian yang paling jujur bagi semua keberadaan makhluk hidup untuk melihat seperti apa eksistensi mereka yang sebenarnya.
*THE POWER OF NGOTOT*
Namun Jika Anda benar-benar ngotot untuk meraih sukses, halangan sebesar apapun bisa Anda atasi! Ada beberapa point yang perlu kita perhatikan agar kita bisa ngotot untuk meraih sukses!
1. Jangan takut kalau diejek dan ditolak orang
Ejekan merupakan cambuk bagi kita untuk membuktikan bahwa kita bisa lebih baik dari orang yang mengejek kita.
Penolakan orang membuat kita tambah bersemangat karena pasti sebentar lagi kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan.
Hanya dengan keuletan, kegigihan dan semangat yang tidak terpatahkan mimpi menjadi kenyataan. Itulah yang dinamakan *The Power of Ngotot*, yaitu tidak taku diejek, ditolak, diremehkan, dihina, dipersalahkan, dikomplain, dipojokkan dan masalah-masalah yang lain.
2. Jangan pernah menyerah!
Ngotot artinya terus berusaha sampai sukses! Meski banyak tantangan, hambatan, kendala dan masalah di sana sini, jangan pernah berhenti sampai Anda berhasil! Teruslah berusaha sampai sukses dan jangan pernah Menyerah! Thomas Alfa Edison berkata,”Banyak orang gagal karena mereka tidak tahu betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan ketika mereka berhenti.”
3. Jangan kehabisan bahan bakar sebelum sampai tujuan
Jangan biarkan kata-kata negatif menguras energi, emosi, tenaga dan waktu kita. Hemat energi Anda, dan gunakanlah hanya untuk melakukan sesuatu yang akan membawa Anda pada kesuksesan!
Kondisi kepepet akan membuat kita berubah dan beradaptasi dengan keadaan. Ketika kita berani berubah dan beradaptasi, justru itulah yang akan membuat kita bertahan. Kita tentu sering mendengar istilah “seleksi alam”. Konon, dulu jenis binatang di dunia ini berjumlah tiga kali lipat dari jenis binatang yang ada di dunia ini. Bisa menjadi berkurang, karena faktor seleksi alam. Hewan yang mampu beradaptasi dengan perubahan akan tetap bertahan, sedangkan mereka yang tidak mampu akan mati dan punah. Seleksi alam merupakan ujian yang paling jujur bagi semua keberadaan makhluk hidup untuk melihat seperti apa eksistensi mereka yang sebenarnya.
*THE POWER OF NGOTOT*
Namun Jika Anda benar-benar ngotot untuk meraih sukses, halangan sebesar apapun bisa Anda atasi! Ada beberapa point yang perlu kita perhatikan agar kita bisa ngotot untuk meraih sukses!
1. Jangan takut kalau diejek dan ditolak orang
Ejekan merupakan cambuk bagi kita untuk membuktikan bahwa kita bisa lebih baik dari orang yang mengejek kita.
Penolakan orang membuat kita tambah bersemangat karena pasti sebentar lagi kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan.
Hanya dengan keuletan, kegigihan dan semangat yang tidak terpatahkan mimpi menjadi kenyataan. Itulah yang dinamakan *The Power of Ngotot*, yaitu tidak taku diejek, ditolak, diremehkan, dihina, dipersalahkan, dikomplain, dipojokkan dan masalah-masalah yang lain.
2. Jangan pernah menyerah!
Ngotot artinya terus berusaha sampai sukses! Meski banyak tantangan, hambatan, kendala dan masalah di sana sini, jangan pernah berhenti sampai Anda berhasil! Teruslah berusaha sampai sukses dan jangan pernah Menyerah! Thomas Alfa Edison berkata,”Banyak orang gagal karena mereka tidak tahu betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan ketika mereka berhenti.”
3. Jangan kehabisan bahan bakar sebelum sampai tujuan
Jangan biarkan kata-kata negatif menguras energi, emosi, tenaga dan waktu kita. Hemat energi Anda, dan gunakanlah hanya untuk melakukan sesuatu yang akan membawa Anda pada kesuksesan!
Lebih baik kita ngotot daripada terkena seleksi alam.
Bagaimanapun juga kita tidak akan pernah bisa menolak suatu proses yang disebut seleksi alam. Kita harus tahu bahwa “alam” akan melakukan proses seleksi secara adil dan obyektif.
Mau tidak mau, suka tidak suka, kita semua akan mengalami seleksi alam. Oleh karena itu, pastikan diri kita tetap survive di dalam proses ini. Patut disayangkan kalau akhirnya kita termasuk jumlah bilangan yang “punah” dalam proses seleksi alam tersebut. Akhir kata, syukurilah setiap masalah yang terjadi dalam hidup kitra saat ini karena masalah membuat kita kepepet. Kepepet membuat kita berani berubah. Berani berubah membuat kita tidak punah! Tetap Semangat!!!
Bagaimanapun juga kita tidak akan pernah bisa menolak suatu proses yang disebut seleksi alam. Kita harus tahu bahwa “alam” akan melakukan proses seleksi secara adil dan obyektif.
Mau tidak mau, suka tidak suka, kita semua akan mengalami seleksi alam. Oleh karena itu, pastikan diri kita tetap survive di dalam proses ini. Patut disayangkan kalau akhirnya kita termasuk jumlah bilangan yang “punah” dalam proses seleksi alam tersebut. Akhir kata, syukurilah setiap masalah yang terjadi dalam hidup kitra saat ini karena masalah membuat kita kepepet. Kepepet membuat kita berani berubah. Berani berubah membuat kita tidak punah! Tetap Semangat!!!
Langganan:
Komentar (Atom)
