*The Power of Kepepet*
didukung oleh *The Power of Ngotot* : *sebuah kunci sukses*
didukung oleh *The Power of Ngotot* : *sebuah kunci sukses*
Kita harus tahu betapa dahsyatnya kekuatan “kepepet” itu. Coba pikirkan contoh praktis berikut ini. Misalnya, Anda yang memiliki penghasilan pas-pasan tiba-tiba ditantang untuk mendapatkan uang 20 juta dan harus diserahkan besok pagi sebagai modal usaha. Hampir bisa dipastikan Anda akan menyerah dan tidak bisa memenuhi tantangan tersebut. Tapi bayangkan, semisalnya orang yang paling Anda cintai sakit kritis dan besok pagi harus segera dioperasi untuk menyelamatkan nyawanya. Operasi tersebut akan segera dilakukan jika Anda lebih dulu membayar sebesar 20 juta rupiah. Apakah Anda akan menyerah seperti tantangan pertama? Tentu saja tidak! Anda akan berusaha bagaimana caranya mendapatkan uang 20 juta tersebut.
Sama-sama butuh 20 juta tapi mengapa dalam kasus pertama kita kebanyakan gagal, sebaliknya dalam kasus kedua kita pasti berhasil mendapatkan 20 juta? Itulah yang disebut *The Power of Kepepet.* Sesungguhnya, kita lebih sering termotivasi kalau keadaan kepepet, daripada kita termotivasi oleh karena impian atau iming-iming yang akan diberikan kepada kita.
Itu sebabnya kita harus bersyukur kalau Tuhan mengizinkan kita dalam keadaan kepepet, karena justru di situlah akan muncul motivasi yang luar biasa di dalam diri kita untuk mengubah nasib dan kehidupan kita. Seperti yang kita tahu bahwa orang-orang sukses kebanyakan dilakirkan dari kondisi kepepet, bukan dari situasi yang nyaman-nyaman saja. Orang yang sudah kepepet, biasanya sangat ngotot untuk sukses dan memiliki hasrat 100% untuk meraih sukses.
*KEPEPET AKAN MEMBUAT KITA BERUBAH*
Barangkali kita pernah berjalan tanpa alas khaki di atas aspal yang panas atau di atas pasir pantai yang panas di siang hari. Saya yakin bahwa di saat itu kita tidak akan berjalan santai. Begitu kaki kita merasakan panas hingga terasa seperti dipanggang, maka insting kita akan membuat kita berlari mencari tempat yang teduh. Satu-satunya hal yang tidak mungkin kita lakukan adalah berdiam diri di tempat itu. Kita pasti membuat keputusan untuk bergerak dan beranjak dari tempat itu dengan segera.
Barangkali kita pernah berjalan tanpa alas khaki di atas aspal yang panas atau di atas pasir pantai yang panas di siang hari. Saya yakin bahwa di saat itu kita tidak akan berjalan santai. Begitu kaki kita merasakan panas hingga terasa seperti dipanggang, maka insting kita akan membuat kita berlari mencari tempat yang teduh. Satu-satunya hal yang tidak mungkin kita lakukan adalah berdiam diri di tempat itu. Kita pasti membuat keputusan untuk bergerak dan beranjak dari tempat itu dengan segera.
Kapan kita membuat keputusan berubah? Ketika sebuah kondisi telah memaksa kita untuk berubah, biasanya ketika kondisi kita sudah benar-benar parah. Kalau kondisi belum parah, kita belum tergerak untuk berubah. Mirip ilustrasi di atas, kalau khaki belum merasakan panas yang hebat kita tidak akan segera beranjak. Karena itu tidak perlu heran kalau pada kenyataannya 80% manusia termotivasi untuk berubah setelah mengalami kondisi yang benar-benar menyakitkan dan sudah tidak bisa ditahan lagi.
Coba pikirkan ini : kapan seseorang memutuskan untuk berhenti merokok? Apakah ketika hanya sekedar batuk? Tentu tidak. Kalu hanya sekedar batuk, dia merasa putus dari rokok adalah hal yang tidak mungkin. Tapi bagaimana seandanya dokter memvonis bahwa paru-parunya bermasalah? Ajaib, dari yang sebelumnya tidak bisa putus rokok, akhirnya orang tersebut bisa melakukannya. Mengapa? karena kondisi sudah memaksa dan tidak bisa ditahan lagi. Kapan seseorang memutuskan untuk bekerja keras dan mau melakukan apa saja? Saat kondisi ekonominya benar-benar sudah kepepet dan “rasa sakit ekonomi”nya sudah tidak tertahankan lagi.
Lihatlah masalah yang Anda hadapi sekarang ini dengan sudut pandang positif, yaitu sebuah sinyal bahwa Anda harus segera berubah. Kalau prospek Anda mulai hilang satu persatu bahkan hot prospek Anda mulai rontok, kalau bonus Anda mulai berkurang, itu sebenarnya indikasi bahwa Anda harus segera melakukan perubahan. Perubahan adalah tanggung jawab kita 100%, karena itu jangan pernah menyalahkan orang lain dan situasi kondisi di sekeliling kita, sebab hal itu tidak akan membuat kita berubah. Ingatlah bahwa sesuatu tidak berubah jika kita tidak mengambil keputusan untuk berubah.
*BERUBAH ATAU MENDERITA?*
Kondisi kepepet akan membuat kita berubah dan beradaptasi dengan keadaan. Ketika kita berani berubah dan beradaptasi, justru itulah yang akan membuat kita bertahan. Kita tentu sering mendengar istilah “seleksi alam”. Konon, dulu jenis binatang di dunia ini berjumlah tiga kali lipat dari jenis binatang yang ada di dunia ini. Bisa menjadi berkurang, karena faktor seleksi alam. Hewan yang mampu beradaptasi dengan perubahan akan tetap bertahan, sedangkan mereka yang tidak mampu akan mati dan punah. Seleksi alam merupakan ujian yang paling jujur bagi semua keberadaan makhluk hidup untuk melihat seperti apa eksistensi mereka yang sebenarnya.
*THE POWER OF NGOTOT*
Namun Jika Anda benar-benar ngotot untuk meraih sukses, halangan sebesar apapun bisa Anda atasi! Ada beberapa point yang perlu kita perhatikan agar kita bisa ngotot untuk meraih sukses!
1. Jangan takut kalau diejek dan ditolak orang
Ejekan merupakan cambuk bagi kita untuk membuktikan bahwa kita bisa lebih baik dari orang yang mengejek kita.
Penolakan orang membuat kita tambah bersemangat karena pasti sebentar lagi kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan.
Hanya dengan keuletan, kegigihan dan semangat yang tidak terpatahkan mimpi menjadi kenyataan. Itulah yang dinamakan *The Power of Ngotot*, yaitu tidak taku diejek, ditolak, diremehkan, dihina, dipersalahkan, dikomplain, dipojokkan dan masalah-masalah yang lain.
2. Jangan pernah menyerah!
Ngotot artinya terus berusaha sampai sukses! Meski banyak tantangan, hambatan, kendala dan masalah di sana sini, jangan pernah berhenti sampai Anda berhasil! Teruslah berusaha sampai sukses dan jangan pernah Menyerah! Thomas Alfa Edison berkata,”Banyak orang gagal karena mereka tidak tahu betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan ketika mereka berhenti.”
3. Jangan kehabisan bahan bakar sebelum sampai tujuan
Jangan biarkan kata-kata negatif menguras energi, emosi, tenaga dan waktu kita. Hemat energi Anda, dan gunakanlah hanya untuk melakukan sesuatu yang akan membawa Anda pada kesuksesan!
Kondisi kepepet akan membuat kita berubah dan beradaptasi dengan keadaan. Ketika kita berani berubah dan beradaptasi, justru itulah yang akan membuat kita bertahan. Kita tentu sering mendengar istilah “seleksi alam”. Konon, dulu jenis binatang di dunia ini berjumlah tiga kali lipat dari jenis binatang yang ada di dunia ini. Bisa menjadi berkurang, karena faktor seleksi alam. Hewan yang mampu beradaptasi dengan perubahan akan tetap bertahan, sedangkan mereka yang tidak mampu akan mati dan punah. Seleksi alam merupakan ujian yang paling jujur bagi semua keberadaan makhluk hidup untuk melihat seperti apa eksistensi mereka yang sebenarnya.
*THE POWER OF NGOTOT*
Namun Jika Anda benar-benar ngotot untuk meraih sukses, halangan sebesar apapun bisa Anda atasi! Ada beberapa point yang perlu kita perhatikan agar kita bisa ngotot untuk meraih sukses!
1. Jangan takut kalau diejek dan ditolak orang
Ejekan merupakan cambuk bagi kita untuk membuktikan bahwa kita bisa lebih baik dari orang yang mengejek kita.
Penolakan orang membuat kita tambah bersemangat karena pasti sebentar lagi kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan.
Hanya dengan keuletan, kegigihan dan semangat yang tidak terpatahkan mimpi menjadi kenyataan. Itulah yang dinamakan *The Power of Ngotot*, yaitu tidak taku diejek, ditolak, diremehkan, dihina, dipersalahkan, dikomplain, dipojokkan dan masalah-masalah yang lain.
2. Jangan pernah menyerah!
Ngotot artinya terus berusaha sampai sukses! Meski banyak tantangan, hambatan, kendala dan masalah di sana sini, jangan pernah berhenti sampai Anda berhasil! Teruslah berusaha sampai sukses dan jangan pernah Menyerah! Thomas Alfa Edison berkata,”Banyak orang gagal karena mereka tidak tahu betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan ketika mereka berhenti.”
3. Jangan kehabisan bahan bakar sebelum sampai tujuan
Jangan biarkan kata-kata negatif menguras energi, emosi, tenaga dan waktu kita. Hemat energi Anda, dan gunakanlah hanya untuk melakukan sesuatu yang akan membawa Anda pada kesuksesan!
Lebih baik kita ngotot daripada terkena seleksi alam.
Bagaimanapun juga kita tidak akan pernah bisa menolak suatu proses yang disebut seleksi alam. Kita harus tahu bahwa “alam” akan melakukan proses seleksi secara adil dan obyektif.
Mau tidak mau, suka tidak suka, kita semua akan mengalami seleksi alam. Oleh karena itu, pastikan diri kita tetap survive di dalam proses ini. Patut disayangkan kalau akhirnya kita termasuk jumlah bilangan yang “punah” dalam proses seleksi alam tersebut. Akhir kata, syukurilah setiap masalah yang terjadi dalam hidup kitra saat ini karena masalah membuat kita kepepet. Kepepet membuat kita berani berubah. Berani berubah membuat kita tidak punah! Tetap Semangat!!!
Bagaimanapun juga kita tidak akan pernah bisa menolak suatu proses yang disebut seleksi alam. Kita harus tahu bahwa “alam” akan melakukan proses seleksi secara adil dan obyektif.
Mau tidak mau, suka tidak suka, kita semua akan mengalami seleksi alam. Oleh karena itu, pastikan diri kita tetap survive di dalam proses ini. Patut disayangkan kalau akhirnya kita termasuk jumlah bilangan yang “punah” dalam proses seleksi alam tersebut. Akhir kata, syukurilah setiap masalah yang terjadi dalam hidup kitra saat ini karena masalah membuat kita kepepet. Kepepet membuat kita berani berubah. Berani berubah membuat kita tidak punah! Tetap Semangat!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar