Minggu, 26 Juni 2016

POHON YANG TIDAK BERGUNA

POHON YANG TIDAK BERGUNA

Konon, suatu hari, dua orang pengelana yang kehausan dan kepanasan, akhirnya berhenti di bawah sebuah pohon besar. Di bawah pohon yang rindang itulah, mereka berteduh. Dan tatkala sedang berteduh, salah satu pengelana mencoba mengamati pohon itu, “Ini pohon apa ya?”  Lalu setelah mengamati makin lama, ia pun berkata, “Pohon apa ya? Kok nggak ada buah-buahnya?” Lalu, teman dari si pengelana itupun berkata, “Oh ini namanya pohon berangan (plane tree). Ini memang pohon yang tidak ada gunanya. Tidak ada apapun yang bisa dihasilkan pohon kayak gini. Pokoknya ini pohon yang paling tak berguna!”. Setelah berkata demikian, tiba-tiba dari dalam pohon ini keluarlah suatu suara, “Kalau aku pohon yang tidak berguna, buat  apa kalian berteduh dibawahku?”

Begitulah, seperti bunyi pepatah “Banyak orang yang justru mengkritik orang yang justru dari dialah, ia peroleh banyak manfaat”. Kita seringkali menyebut orang ini tidak tahu diri ataupun tidak tahu diuntung. Bawahan yang terus-menerus memaki atasannya, tetapi tiap bulan mendapatkan gaji darinya. Seorang pembantu yang terus-menerus mencela majikannya. Seorang pebisnis yang terus-menerus mencela klien-nya. Perilaku itu tidak ada bedanya dengan perilaku pengelana yang menghina pohon dimana ia berteduh. Jika kamu memang merasa tidak suka, ingin mencela dan ingin mengkritik, lakukanlah dengan kesatria. Janganlah menghina, lantas masih tetap “meminta” dari orang itu….

Itu namanya tak tahu diri!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar