Kamis, 25 Juni 2020

Pentingnya satu jam setelah subuh



Satu jam seletah subuh menentukan arah tujuan hidup kita. Jadi apa saja yg perlu kita lakukan satu jam setelah subuh?

1. Jangan tidur setelah subuh. Karena menutup banyak pintu rejeki bahkan membuat badan menjadi lemes.

2. Biasakan untuk mandi dan bersihkan diri. Mandi sebelum dan setelah subuh akan membantu tubuh menjadi segar dan sehat. Dan juga membuat kita lebih awet muda. Gak percaya? Coba aja sendiri 😁.

3. Sarapan (Jika Tidak Sedang Shaum Wajib ataupun Sunnah ) biasakan makan diwaktu pagi walaupun hanya sedikit. Karena membuat sel sel otak , sistem pencernaan serta sistem imun di tubuh kita bekerja dengan baik. Makan roti seiiris pun gak apa. Atau minum susu atau kopi juga mantap. Usahakan makan dan minum sedikit.

4. Ini yang paling penting. BACA AL-QURAN, ZIKIR, SHOLAWAT. Mau melakukannya sendiri pun gak apa atau mendengarkan murrottal atau ceramah dari youtube juga gak masalah. Asalkan kita niat memberikan 'makan' hati kita. Hati kita akan jadi kuat dan tidak lemah.

Satu jam kita lakukan semua ini, insyallah hidup kita lebih bermakna. Dan kita mampu melangkah dan menjalani hari kita lebih baik dan bertenaga.

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

#copas
#pengingatsubuh
#jangantidursetelahsubuh

Sabtu, 20 Juni 2020

BEDA MARKETING DENGAN SELLING

Apa sih bedanya MARKETING dan  SELLING di bisnis properto
ok kita coba jawab pakai bahasa yang simple ya. Jangan nengok wikipedia atau definisi dari akademisi atau penulis buku yang formal dan berat. MARKETING menurutku adalah "mendatangkan prospek" sedangkan SELLING adalah "mengolah prospek."
"Bisa dijelaskan agak detail, om?"
Jobdesk #Marketing adalah mendatangkan prospek. Berapa banyak yang telpon, yang menghubungi via WA atau SMS, yang datang ke kantor pemasaran atau datang langsung ke lokasi proyek perumahan, itulah tolok ukur kinerjanya marketing. Jika marketingnya bener, pasti ada banyak telepon yang masuk, SMS/WA yang masuk, dan kunjungan prospek ke lokasi juga banyak.
Kesimpulannya, jika tidak bisa mendatangkan prospek, artinya kinerja divisi marketingnya tidak bagus.
"Bagaimana caranya supaya kinerja divisi marketing bisa bagus?"
Seharusnya yang duduk di posisi itu harus punya skill yang memadai. Harus tahu mengenai MARKETING PLAN, yaitu segmentasi targeting positioning dan aplikasinya ke product price place promotion. Tahu bagaimana caranya menciptakan KEUNGGULAN KOMPETITIF (cost leadership, differensiasi, fokus), juga tahu bahwa setiap produk memiliki LIFE CYCLE PRODUCT dimana tiap phase (introductuon, growth, maturity, decline) membutuhkan strateginya sendiri.
"Begitu ya om? Duh, kalau gak punya skill Marketing Plan, pasti kinerjanya gak optimal ya .."
Begitulah.
"Kalau jobdesknya SELLING tentang apa om?"
Jobdesknya #Selling adalah mengolah prospek yang sudah didatangkan oleh divisi marketing. Jadi tugas sales adalah menghandle prospek yang telpon, yang chat/sms, atau yang datang langsung ke lokasi proyek atau kantor pemasaran. Mereka harus menguasai SELLING SKILL, yaitu teknik probing, teknik supporting dan teknik closing. Lebih mantap lagi jika sales menguasai bermacam macam teknik closing.
Kesimpulannya, jika prospeknya banyak akan tetapi yang bisa dikonversi menjadi closing hanya sedikit, berarti salesnya yang payah.

CARA MELAKUKAN ANALISA KOMPETITOR SECARA QUICK COUNT

Kasus : ada lahan ditawarkan seharga Rp 500rb/m2, dan didekat situ ada perumahan yang menjual produk type 25/60 seharga Rp 325 jt."

Serius itu typenya 25/60? Kecil amat, tapi koq mahal harganya.
"Iya serius. Lokasinya bagus di kota. Bangunannya bagus, borongan Rp 2,8 jt/m2."
Oke, saya bantu lakukan analisa secara quick count. Tentu saja dengan seolah olah kita memasarkan produk yang sama, type 25/60 dan harga borongannya juga Rp 2,8 jt/m2. Dari situ akan ketahuan apakah dengan perolehan lahan harga Rp 500rb/m2 harga jual kita masih kompetitif.
Begini cara analisanya ....
Harga (brutto) = Rp 500 rb/m2
Legal, pajak, fee = Rp 50 rb/m2
Harga (netto) = (500rb + 50rb) / 60%
= Rp 917 rb/m2
Desain Perijinan, Pematangan Lahan, Overhead Cost, Bunga = Rp 600 rb/m2
HPT (Harga Pokok Tanah) = Rp 1,517 jt/m2
"Maaf, itu Rp 600 rb/m2 angka darimana?"
Itu angka rujukan versi hitung cepat untuk 4 variabel biaya di rumaj komersil. Jika untuk rumah subsidi (FLPP) angkanya Rp 350 rb/m2. Kenapa pakai angka rujukan? Lha belum ada site plannya, belum ada volume jalan, saluran, pagar dll. Jadi sementara pakai versi angka rujukan saja dulu ...
"Oh, paham suhu ... Silahkan dilanjut."
HPT = Rp. 1.517.000
Laba = Rp 917.000 (1x harga tanah)
HARGA JUAL TANAH = Rp 2.434.000/m2
Dibulatkan = Rp 2.450.000
HITUNG HARGA T 25/60
Bangunan
= 25 m2 x Rp 2,8 jt/m2 = Rp 70 jt
Tanah
= 60 m2 x Rp 2,45 jt/m2 = Rp 147 jt
Listrik Air IMB SHGB Fee Sales = Rp 25 jt
Gimmick = Rp 10 jt
HARGA DASAR = Rp 252 jt
HARGA + PPH = Rp 258,5 jt
HARGA + PPN = Rp 284,35 jt
PEMBULATAN = Rp 285 jt
Kesimpulan, harga tanah Rp 500 rb/m2 masih layak dieksekusi.
Pelajaran ;
Biasanya harga jual adalah 5x harga perolehan. Contoh di kasus ini, perolehan Rp 500rb/m2, harga jualnya Rp 2,45 jt/m2.

Kamis, 18 Juni 2020

A I R & M I N Y A K

Air dan Minyak

A’udzubillahi minasysyaithanirrajim 
Bismillahirrahmanirrahim

Pernah nggak, kita ngerasa kok saya nggak cocok di komunitas “itu” yaa?
Atau...
“Kok aku nggak suka sama orang itu ya?”
Atau...
Ada juga yang “ngerumpi” in oranglain dan 
merasa, “kita kan orang-orang yang ‘tulus’ berjuang yaa...tapi kenapa ngga cocok sama ‘mereka’ ya?”
.
.
Renungi yuk, air dan minyak itu nggak bersatu. 
Air laut dan air sungai nggak bersatu
(ada sih nyampur pas di muara, tapi hakikatnya mereka sendiri-sendiri, ‘nggak nge-blend).

Masing-masing “cocok” dengan LINGKUNGAN NYAMANnya sendiri. 
Sangat personal.

Biasanya akan dipertemukan dengan yang ‘sealiran’.

Air baik, minyak baik. Nggak bisa bersatu.
Air sungai baik, air laut baik. Nggak akur.

Tapi semua mereka saling diperlukan, untuk sinergi. 
Bagi peran.
Bagi wilayah.
Semua berkesempatan sama: 
untuk kemaslahatan manusia, mereka semua BERGUNA sekali.

Kebaikan itu bisa berbahaya

Perhatikan, saat ada “sesuatu”, meskipun mereka semua baik, bisa menimbulkan mudharat yang besar, bahkan bisa mencelakakan atau membinasakan.

Banjir, minyak panas, tsunami, dll..

Orang baik yang hasad, bisa menimbulkan mudharat besar.
Sekelompok orang baik yang “kompak hasad/benci”, bisa menghancurkan bahkan membinasakan manusia “baik” lainnya. 

Begitulah cara syaithan bermain.

Orang baik dengan orang baik, saat nggak bisa dalam satu frekuensi, ditiup-tiup agar hasad.

Kelompok orang baik dengan kelompok orang baik lain, dihasut agar muncul iri dengki, hasad satu sama lain. 
Apalagi jika “guru”nya ikut ngomporin.

Hancur sudah!

Maka, waspadalah akan bahaya ini.

Kemaslahatan ummat & bangsa ini, akan sangat indah jika kita paham “cara mainnya”.

Jadilah orang baik yang paham.
Jadilah kelompok orang baik yang paham.

Ambillah peran kebaikan yang disuka dan berdampak baik.
Fokus pada ‘amal baik.
Fokus pada karya baik.

Lalu, sinergi dan bersahabat lah dengan orang baik/kelompok baik yang lain..

Untuk tujuan yang lebih besar..

Agar indah kebersamaan, dan Ihsan semua ‘amal baik.

Barakallahu fikum

Wal afwu,

Riza Zacharias

Senin, 15 Juni 2020

B A T U

Sharing is caring

🌊RINTANGAN dan USAHA
By GC 

🤴Pada suatu pagi buta, 
seorang raja meminta beberapa prajurit istananya untuk menaruh sebuah batu besar di tengah jalan lalu ia bersembunyi untuk memperhatikan reaksi orang-orang saat melihat batu itu. 

🕵️‍♂️Para saudagar dan jutawan melewati batu besar itu tanpa melirik. Mereka sibuk bercakap-cakap dengan sesama jutawan, ada yang sambil menghitung uang dan ada yang wajahnya tanpa ekspresi. 

💂‍♂️Beberapa punggawa istana lewat di jalan itu. Setelah melihat batu besar itu, mereka mulai berbicara tentang jenis batu, perkiraan ukuran dan berat, dari mana batu itu berasal, bagaimana bisa sampai di situ, berapa macam cara mengambil dan mengangkut batu sebesar itu, dll. Tak jarang mereka berselisih pendapat. 

🙎‍♀️🙎‍♂️Beberapa anak muda melewati batu itu sambil menggerutu dan menghujat pihak kerajaan. "Kenapa bisa ada batu di tengah jalan ini? Mengapa pihak kerajaan  begitu lalai dan membiarkan hal seperti ini terjadi? Lalu apa yang mereka kerjakan dengan gaji yang mereka terima setiap bulannya? Kalau mereka tidak becus bekerja, mengapa tidak dipecat saja dan diganti dengan tenaga muda di negeri ini? "

Begitulah yang terjadi… 
Setiap orang melihat batu besar itu, nanun tidak ada seorang pun juga yang mempunyai perhatian dan memindahkan atau menggeser batu tersebut. 

🧙‍♂️ Akhirnya, senja pun datang, dan tiba-tiba seorang kakek pekerja kasar melewati jalan itu. Melihat batu besar yang menghambat jalan, ia pun segera saja mencoba menggeser batu tersebut. 

Ia mengambil batu agak kecil sebagai landasan pengungkit untuk mencongkel dan menggelindingkan batu besar itu sedikit demi sedikit hingga akhirnya batu itu berhasil ia pinggirkan. 

Keringat membasahi kulit tuanya. 
🎁Tiba-tiba ia melihat kotak kecil di bawah batu itu. Dibukanya kotak itu dan ia terperanjat, ternyata isinya adalah emas dan perhiasan berharga. Di dalamnya ada secarik kertas bertuliskan: "Setiap rintangan sesungguhnya adalah sebuah kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Jika kita menaruh gula dalam teh tapi tidak mengaduknya, bagaimana mungkin kita bisa merasakan rasa manisnya. 

Hidup itu perlu usaha, rintangan bukan untuk dilihat, diperbincangkan, digerutui dll. Rintangan adalah untuk disingkirkan.

Masih ada beban? 

Mari kita singkirkan semua hal yang merintangi jalan hidup kita dengan doa dan usaha. Ora et Labora! 

Jangan biarkan ada ganjalan-ganjalan yang merintangi jalan dan usaha kita. Jika harus meminta maaf, mintalah maaf. 

Jika ada hal-hal yg ingin dikerjakan  Kerjakanlah. 

Jangan terus ditunda dan ditunda tanpa akhir. 

Menunda-nunda sesuatu itu tidak akan mendatangkan kebaikan. 
SELESAIKAN!!!

Selasa, 09 Juni 2020

Belajar Sosial Politik


Populasi Cina yang terbagi 50% urban (perkotaan) dan 50% rural (pedesaan) itu baru terjadi tahun 2010 kemarin, belum lama. Sejak sejarah tercatat tentang Cina 3500 tahun lalu, peradaban Cina adalah peradaban desa, bukan kota. Kota adalah tempat tinggal tuan tanah terbesar (keluarga raja), dan yang bukan pemilik tanah (rakyat) dominan tinggal di pedesaan. Raja dianggap pemegang mandat langit, setidaknya itulah keimanan saat itu, juga tipikal keimanan yang dipelihara oleh tuan tanah semua kerajaan (termasuk di pojokan Asia Tenggara). 

Republik Indonesia kan didirikan 1945, sedangkan Republik Rakyat Cina tuh baru dilahirkan 1949, jadi secara de jure kita lebih 'tua' sekitar 4 tahun, walaupun secara de facto Cina lebih dulu jadi satu kesatuan politik sejak 2070 SM (setidaknya klaim mereka lah). Populasi Cina tahun 1960-an itu sekitar 600 juta orang, Indonesia 87 juta manusia, bertambah terus tahun 2015 ini populasi Cina 1,3 miliar manusia, dan Indonesia jadi 267 juta orang. Sebenarnya juga, diatas kertas, dari tahun 1960-an sampai 1998 itu pendapatan rata-rata perorang di Indonesia lebih tinggi daripada perorang di Cina, mereka melesat itu pasca 1998, kitanya jatuh sampai sekarang. Pendapatan perorang di Cina 2x pendapatan perorang di Indonesia, ini rata-rata ya. 

Yang jadi masalah tuh sebenarnya bukan soal kualitas pendidikan, tapi seberapa relevan pendidikan bisa mengondisikan generasi mudanya buat transaksi ekonomi, baik itu sebagai produsen, pedagang, agen, atau konsumen, kuncinya disitu! Pendidikan apa yang berkualitas? Ya pendidikan yang bisa mendidik manusia buat mandiri, hidup dalam masyarakat pasar modern! Apapun ideologi ekonomi yang dipakai! Cina memang sistem satu partai beraroma komunisme lah, tapi dogma komunisme tidak 100% dipakai di transaksinya, mereka pakai tuh ide kepemilikan privat terbatas, bahkan sampai seolah-olah membangun kapitalis ventura, padahal terbatas juga. Tapi intinya mereka tidak sedogmatis yang dibayangkan pengamat intelektual. 

Sudahlah, itu Cina negara mereka, Amerika Serikat juga negara mereka! Kita sendiri mau kemana? Sibuk mikir mereka perang atau tidak di Laut Cina Selatan, jangan sampai abai menyiapkan diri dan generasi berikut. Okelah sekolah belum mulai, tapi kalau sekolah mulai apakah orang tua yakin, kurikulum bakal mendidik mereka jadi manusia mandiri yang bisa bertransaksi dalam kondisi apapun? Tidak terlalu bergantung dengan 'sistem' dan selalu bisa mencari peluang. 

Ekonomi Indonesia memang fragile, tapi lebih fragile lagi kondisi politiknya, kita tidak paham ini semua sudah siap-siap saja buat 2024. Ya peduli amatlah, peduli sebatas yang bisa dijangkau saja. Siapkan yang bisa disiapkan, bereskan yang ada dalam jangkauan.

Senin, 08 Juni 2020

SMALL MINDS , AVERAGE MINDS , AND GREAT MINDS


***** PIKIRAN BESAR MENGHADAPI NEW NORMAL *****

Eleanor Roosevelt, mantan First Lady Presiden USA pernah mengatakan :

"Small Minds discuss people,
Average Minds discuss events,
Great Minds discuss ideas".

Pikiran Kecil membicarakan orang.
Pikiran Sedang membicarakan peristiwa.
Pikiran Besar membicarakan gagasan”.

Sebagai akibatnya...

PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.

PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.

PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.

Ketiga jenis pikiran ini ADA di dalam setiap otak kita.
Pikiran mana yg lebih mendominasi kita, begitulah apa yg dihasilkannya.

Kalo setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dgn urusan orang lain, namun tdk menghasilkan apa2, kecuali perseteruan.

Tetapi bila Pikiran Besar yg mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.

PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA”,

PIKIRAN SEDANG senang mnggunakan kata: “ADA APA”, sedangkan

PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA & BAGAIMANA”.

Dalam melihat satu peristiwa yg sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.

PIKIRAN KECIL akan tertarik dgn pertanyaan: “SIAPA SIH YG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?"

Pikiran Sedang akan bertanya: “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL?"

Sedangkan PIKIRAN BESAR : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?"

Pikiran yg terakhir itulah yg menginspirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASI-nya yg sangat terkenal!

Tdk ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yg dihasilkan oleh Pikiran Kecil.

Ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yg berbeda.

Orang dengan PIKIRAN KECIL biasanya senang "melahap" TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH.

Orang dengan PIKIRAN SEDANG amat berselera dgn KORAN BERITA.

Orang dengan PIKIRAN BESAR memilih BUKU yg membangkitkan INSPIRASI.

Semoga hidup kita didominasi oleh PIKIRAN BESAR dan diberkahi oleh Tuhan YANG MAHA BESAR. Aamiin 3 x YRA...

Sabtu, 06 Juni 2020

MuHASABAH


6 PERKARA YANG BISA MELEBUR AMAL KEBAIKAN

Setiap amal baik yang dikerjakan dengan keikhlasan dan benar-benar mengharap ridho dari Sang Pencipta Alam Semesta, akan mendapat pahala yang mampu menuntun hidup menjadi lebih bahagia dunia akhirat. Namun hidup di dunia tidak hanya diselimuti dengan adanya kebaikan semata. Tidak sedikit pula perkara yang Justru menjadi benalu akan setiap amal perbuatan baik itu sendiri.

Inilah 6 perkara yang justru bisa merusak akan setiap amal baik di dunia :

1. AL ISTGHLAL BI’UYUBIL KHOLQI  (Sibuk mengurus kesalahan orang lain)

Allah Ta’ala berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. (QS. Al-Hujurat : 12)

2. QASWATUL QULUB :* (Hati yang keras)

Allah subhânahu wa ta’âlâ berfirman :

“…Dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, ‘Mereka itu (orang-orang mu’min) ditipu oleh agamanya. (QS. Al-Anfâl : 49)

3. HUBBUN DUNYA  (terlalu cinta terhadap dunia)

Allah Ta’ala berfirman :

Barang siapa menghendaki pahala akhirat niscaya Kami tambah pahala itu baginya, dan barang siapa menghendaki pahala dunianya niscaya Kami beri pahala baginya, dan tidak ada bagian yang dia peroleh di akhirat. (QS. Asy-Syura: 20)

4. QILLATUL HAYA’  (sedikit rasa malunya)

Orang yang sedikit rasa malunya. Jika seseorang telah kehilangan rasa malu, maka ia akan melakukan apa saja tanpa takut dosa.

Sesuai dengan sabda Nabi yang telah termaktub dalam Hadits Shahih bukhari, menjelaskan bahwa : Sesungguhnya malu adalah sebagian dari Iman .

5. THULUL AMAL  (panjang angan- angan)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda:

Anak Adam menjadi tua dan dua perkara masih tetap ada padanya : rakus dan angan-angan. (QR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas)

6. DHULMUN LA YANTAHI  (kezhaliman yang tak pernah berhenti)

Allah Ta’ala berfirman :

Dan apabila dia mengetahui sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan. (QS. Al-Jaatsiyah 9)

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ad-Dailami, dari rawinya Imam Adi bin Hatim ️Bahwasannya Rasulullah SAW bersabda :

"Enam perkara yang bisa melebur amal kebaikan  : Sibuk mencari aib  orang lain , keras hati, terlalu cinta dunia, sedikit rasa malu, panjang lamunan / khayalan, dan kedzaliman yang tidak pernah berhenti."

Semoga dari adanya enam perkara tersebut bisa kita hindari, dan mampu menerapkan semua amal baik dengan penuh keikhlasan. Serta dengan semata-mata hanya mengharap ridho Allah Subhaanahu wa ta'ala. 

Aamiin Allahumma Aamiin.

📭 Semoga bisa menjadi bahan muhasabah untuk kita semuanya 

Kamis, 04 Juni 2020

Allah Sebaik Baik tempat bermohon & berharap


Andai.. kita lagi butuh banget uang buat nutup hutang yang sudah jatuh tempo besok pagi..
Sebab jika nggak juga ditutup, urusannya bakal panjang dan bisa-bisa masuk bui.
.
Ancaman sudah datang. Gambaran kepepet sudah di depan mata. Dan di saat itu, ada orang baik yang ngasih harapan dan bisa diharapkan buat minjemin kita duit sebanyak yang kita butuh.. 
.
Tapi ada syaratnya..
Ngambilnya harus besok pagi.. jam 4 buta.
Sebab si orang ini mau segera pergi keluar kota dan harus jalan menuju bandara. Telat sedikit nggak akan ketemu dan ditinggal.
.
Di kondisi saat itu..
Saya yakin, kita mungkin milih untuk nggak tidur supaya nggak telat. Atau minimal pasang alarm jam 2 dini hari. Nggak cukup 1 Handphone, mungkin semua handphone.. 
.
Terus titip pesan ke suami atau istri atau ke orang rumah supaya jangan telat bangunin..
Sebab itu peluang untuk bisa dapat pertolongan masalah kita.
.
Jangankan cuma nemuin jam 4 pagi..
Jalan ngesot aja pun kita akan lakukan sebab ngerasa bahwa ini orang bisa jadi jalan selamat masalah di depan mata.
.
Lalu yang aneh adalah..
Kenapa kita tidak "sebegitunya" ke Alloh saat lagi punya masalah...?? Saat lagi butuh pertolongan??
.
Alloh sudah berikan informasi dan harapan. Baik Alloh sendiri (lewat Qur'an) atau lewat Rasulullah Sholallahu'alaihi wassalam..
.
Bangunlah sepertiga malam..
Sholatlah tahajud.. 
Doa munajat memohon kepada Alloh.
Karena di saat itu, Alloh hadir dan mengabulkan doa hambaNya. Rahmat Alloh turun bagi mereka yang mau bangun malam.
.
Cukup dengan cara itu.. dan Alloh tak akan meminta syarat yang merendahkan harga diri kita.
.
Tapi justru kita abaikan..
Pasang alarm seingatnya..
Nggak ngatur waktu tidur agar bisa bangun malam.. Enggan nitip ke orang rumah buat bangunin. 
.
Sebab tidak menempatkan bangun malam sebagai solusi penyelamat dan jalan keluar masalah.
Cuma tahu.. tapi belum yakin..
Cuma ngerti.. tapi enggan praktek karena katanya nggak bisa diukur.
.
Padahal memang Alloh itu nggak bisa diukur.
Alloh memang tak pasti..
Dan nggak ada yang bisa digunakan buat ngukur Alloh. Justru karena Alloh nggak pasti.. maka semua yang mustahil pun jadi mungkin.
.
Dan Alloh sebaik-baik penolong yang bisa kita harapkan..
Kalau ke makhluk saja kita bisa sengotot itu minta ditolong. Harusnya ke Alloh jauh lebih ngotot lagi mengundang pertolonganNya.
.
Selamat istirahat..
Selamat perbanyak ibadah di malam jumat..
Baca Qur'an..
Baca sholawat.
.
Agar yang sedang menunggu pertolongan..
Alloh bisa segerakan.. Aamiin Allohuma Aamiin.


Copas Ustadz Andre Raditya