Apa sih bedanya MARKETING dan SELLING di bisnis properto
ok kita coba jawab pakai bahasa yang simple ya. Jangan nengok wikipedia atau definisi dari akademisi atau penulis buku yang formal dan berat. MARKETING menurutku adalah "mendatangkan prospek" sedangkan SELLING adalah "mengolah prospek."
"Bisa dijelaskan agak detail, om?"
Jobdesk #Marketing adalah mendatangkan prospek. Berapa banyak yang telpon, yang menghubungi via WA atau SMS, yang datang ke kantor pemasaran atau datang langsung ke lokasi proyek perumahan, itulah tolok ukur kinerjanya marketing. Jika marketingnya bener, pasti ada banyak telepon yang masuk, SMS/WA yang masuk, dan kunjungan prospek ke lokasi juga banyak.
Kesimpulannya, jika tidak bisa mendatangkan prospek, artinya kinerja divisi marketingnya tidak bagus.
"Bagaimana caranya supaya kinerja divisi marketing bisa bagus?"
Seharusnya yang duduk di posisi itu harus punya skill yang memadai. Harus tahu mengenai MARKETING PLAN, yaitu segmentasi targeting positioning dan aplikasinya ke product price place promotion. Tahu bagaimana caranya menciptakan KEUNGGULAN KOMPETITIF (cost leadership, differensiasi, fokus), juga tahu bahwa setiap produk memiliki LIFE CYCLE PRODUCT dimana tiap phase (introductuon, growth, maturity, decline) membutuhkan strateginya sendiri.
"Begitu ya om? Duh, kalau gak punya skill Marketing Plan, pasti kinerjanya gak optimal ya .."
Begitulah.
"Kalau jobdesknya SELLING tentang apa om?"
Jobdesknya #Selling adalah mengolah prospek yang sudah didatangkan oleh divisi marketing. Jadi tugas sales adalah menghandle prospek yang telpon, yang chat/sms, atau yang datang langsung ke lokasi proyek atau kantor pemasaran. Mereka harus menguasai SELLING SKILL, yaitu teknik probing, teknik supporting dan teknik closing. Lebih mantap lagi jika sales menguasai bermacam macam teknik closing.
Kesimpulannya, jika prospeknya banyak akan tetapi yang bisa dikonversi menjadi closing hanya sedikit, berarti salesnya yang payah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar