Kamis, 18 Juni 2020

A I R & M I N Y A K

Air dan Minyak

A’udzubillahi minasysyaithanirrajim 
Bismillahirrahmanirrahim

Pernah nggak, kita ngerasa kok saya nggak cocok di komunitas “itu” yaa?
Atau...
“Kok aku nggak suka sama orang itu ya?”
Atau...
Ada juga yang “ngerumpi” in oranglain dan 
merasa, “kita kan orang-orang yang ‘tulus’ berjuang yaa...tapi kenapa ngga cocok sama ‘mereka’ ya?”
.
.
Renungi yuk, air dan minyak itu nggak bersatu. 
Air laut dan air sungai nggak bersatu
(ada sih nyampur pas di muara, tapi hakikatnya mereka sendiri-sendiri, ‘nggak nge-blend).

Masing-masing “cocok” dengan LINGKUNGAN NYAMANnya sendiri. 
Sangat personal.

Biasanya akan dipertemukan dengan yang ‘sealiran’.

Air baik, minyak baik. Nggak bisa bersatu.
Air sungai baik, air laut baik. Nggak akur.

Tapi semua mereka saling diperlukan, untuk sinergi. 
Bagi peran.
Bagi wilayah.
Semua berkesempatan sama: 
untuk kemaslahatan manusia, mereka semua BERGUNA sekali.

Kebaikan itu bisa berbahaya

Perhatikan, saat ada “sesuatu”, meskipun mereka semua baik, bisa menimbulkan mudharat yang besar, bahkan bisa mencelakakan atau membinasakan.

Banjir, minyak panas, tsunami, dll..

Orang baik yang hasad, bisa menimbulkan mudharat besar.
Sekelompok orang baik yang “kompak hasad/benci”, bisa menghancurkan bahkan membinasakan manusia “baik” lainnya. 

Begitulah cara syaithan bermain.

Orang baik dengan orang baik, saat nggak bisa dalam satu frekuensi, ditiup-tiup agar hasad.

Kelompok orang baik dengan kelompok orang baik lain, dihasut agar muncul iri dengki, hasad satu sama lain. 
Apalagi jika “guru”nya ikut ngomporin.

Hancur sudah!

Maka, waspadalah akan bahaya ini.

Kemaslahatan ummat & bangsa ini, akan sangat indah jika kita paham “cara mainnya”.

Jadilah orang baik yang paham.
Jadilah kelompok orang baik yang paham.

Ambillah peran kebaikan yang disuka dan berdampak baik.
Fokus pada ‘amal baik.
Fokus pada karya baik.

Lalu, sinergi dan bersahabat lah dengan orang baik/kelompok baik yang lain..

Untuk tujuan yang lebih besar..

Agar indah kebersamaan, dan Ihsan semua ‘amal baik.

Barakallahu fikum

Wal afwu,

Riza Zacharias

Tidak ada komentar:

Posting Komentar