The Persuasion Slide ini adalah model teknik bagaimana mempengaruhi market secara efektif yang didesain oleh pakar Neuroscience Marketing, Roger Dooley.
Dalam Inbound Marketing model ini sangat membantu dalam menyusun inbound marketing strategy.
Menurut Dooley, persuasi yang efektif itu persis seperti analogi slide atau permainan perosotan.
Agar si objek bisa kita luncurkan dengan mulus dari atas perosotan sampai ke bawah, paling tidak ada 4 elemen yang harus kita perhatikan.
1. GRAVITY atau gaya gravitasi bumi
Tanpa gaya gravitasi, tak mungkin perosotan bisa bekerja.
Gravitasi itu tidak kita ciptakan. Ada diluar kendali kita. Tapi keberadaannya bisa kita maksimalkan dengan baik.
Dalam persuasi, gravitasi itu menggambarkan sifat dasar atau bawaan objek yang akan kita pengaruhi. Bukan kita yang membentuk.
Pahami kebutuhan (needs), keinginan (wants) dan hasrat (desires) dari objek kita. Dengan memahami 3 hal tersebut, kita bisa mendesain value produk yang paling tepat untuk target market kita serta pendekatan seperti apa untuk mengedukasi mereka.
2. NUDGE, atau dorongan awal
Nudge ini adalah trigger atau pemicu saat objek mau bergerak.
Dorongan awal ini penting karena membuat orang bisa meluncur.
Kekuatan dorongan awal ini harus pas. Jika terlalu pelan objek akan bergeming. Tetapi jika terlalu kuat objek bisa terjatuh bukan meluncur.
Persuasi efektif juga dimulai dengan menarik perhatian dari objek, dengan menggunakan pengetahuan tentang objek yg kita riset sebelumnya (gravity).
Beda orang tentu saja beda ketertarikannya.
Gunakan umpan yang tepat untuk target market yang ingin kita sasar.
3. ANGLE, Sudut kemiringan perosotan
Setelah diberikan dorongan (nudge), selanjutnya yang bisa membuat objek bisa meluncur adalah sudut kemiringan dari slide atau perosotan itu sendiri.
Tidak boleh terlalu landai, akan membuat objek meluncur lambat.
Tidak juga terlalu curam karena bisa mencelakai si objek jika jatuh terlalu deras. Tidak smooth landingnya.
Dalam konsep The Persuation Slide ala Dooley, angle ini identik dengan motivasi target untuk membeli produk kita.
Motivasi ini ada dua, Conscious Motivation atau motivasi sadar dan rasional.
Contohnya fitur-fitur produk, keuntungan atau bonus-bonus saat melakukan pembelian, harga produk dan lain-lain. Bisa dikatakan sebagai Value Fungsionalnya.
Jenis motivasi berikutnya adalah Unconscious motivation.
Motivasi ini erat kaitannya dengan pikiran bawah sadar dari target market.
Contohnya karena terinspirasi dengan kisah foundernya, tergerak dengan purpose atau tujuan mulia dari perusahaannya, menjadikan dirinya orang yang ia impikan saat mengkonsumsi value produk dan sebagainya.
4. FRICTION atau gaya gesek
Gaya gesek ini tentu saja berlawanan arah, memperlambat dan bahkan menghambat laju si obyek.
Dalam ilmu persuasi dan marketing, friction ini segala sesuatu yang melemahkan proses persuasi ini.
Penghambat ini bisa dipicu dua faktor.
Pertama faktor internal. Ketika value produk yang kita sampaikan tidak sesuai dengan yang kita janjikan.
Tampilan produk yang buruk, pemilihan lokasi jualan yang tidak tepat, bad salesman, pemilihan target tidak tepat, timing tidak tepat, serta penggunaan media yang tidak tepat.
Kedua faktor ekternal yang membuat persuasi tidak efektif.
Kompetitor yang agresif dan lebih intens mendekati target market. Testimoni dan review produk yang buruk, serta perubahan perilaku dan selera pasar.
Next kita bahas lebih detail ya masing-masing dari tiap elemen di atas.
Pantengin terus instagram @si.samipoel ya
Salam Nginbound
Sam Ipoel

Tidak ada komentar:
Posting Komentar