Kamis, 16 September 2021

GOOD HABITS

13 Bad Habits yang Akan Merusak Hidupmu dan Solusi untuk Mengubahnya Menjadi Good Habits

****

Pada akhirnya, wajah masa depan dan hidup kita saat ini sejatinya sangat banyak ditentukan oleh habit atau kebiasaan yang kita jalani hari ini, jam demi jam, hari demi hari.

Saat hidup kita dipenuhi dengan aneka good habits (kebiasaan yang baik) yang produktif dan berfaedah, maka kemungkinan besar kita akan bisa merajut jalan hidup yang menggetarkan.

Sebaliknya, jila keseharian hidup kita justru digayuti oleh serangkaian bad habits yang destruktif, maka masa depan kita bisa kian menurun dalam jalan yang terjal dan penuh kemuraman.

Dalam prinsip tentang human performance, ada sebuah aturan yang menyebut bahwa corak nasib Anda itu akan amat ditentukan oleh serangkaian perilaku (behavior) yang Anda praktekkan dalam keseharianmu.

Sementara perilaku atau behavior Anda yang muncul itu akan sangat ditentukan oleh habitmu.

Sehingga alur yang dikenal dalam narasi tentang maximum human performance adalah seperti ini : your habit >> your behavior >> your destiny.

Makna alur itu adalah seperti ini : Destinasi masa depan Anda akan ditentukan oleh corak perilakumu. Dan corak perilaku Anda itu akan sangat diwarnai oleh serangkaian kebiasaan yang Anda lakukan, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun.

Maka untuk melakukan transformasi destinasi masa depan yang ingin kita tuju, kita perlu melakukan transformasi habit kita.

Habit dengan kata lain adalah sebuah pondasi dimana kita meletakkan arah masa depan yang hendak kita jalani. Habit adalah kata kunci yang benar-benar memberikan impak masif bagi jejak perjalanan hidup kita jalani.

Maka dari itu, tagline yang layak ditabalkan adalah : Change your habit. Change your life.

Makna dari tagline itu sederhana : untuk mengubah jalan hidup menuju hidup yang lebih baik, kita mesti memiliki keberanian dan kecakapan untuk mengubah habit kita, dari semula banyak melakukan bad habits menjadi lebih rajin melakoni good habits.

Berikut adalah serangkaian good habits dalam beragam bidang kehidupan. Anda bisa tandai mana saja yang telah Anda praktekkan selama ini. Daftar bad habits akan kita ulas dalam bagian berikutnya.

Good Habits dalam Dunia Kerja dan Pengembangan Diri
    Habit membaca buku tiap hari
    Habit menyelesaikan pekerjaan tepat waktu
    Habit melakukan action nyata secara konsisten (tidak hanya omong doang)
    Habit mempalajari dan mengembangkan skills secara rutin
    
Good Habits dalam Keuangan
    Habit mengalokasikan dana investasi rutin tiap bulan
    Habit mencatat pengeluaran secara rapi
   

Good Habits dalam Kesehatan :
    Habit jalan kaki tiap pagi selama 30 menit
    Habit melakukan olahraga minimal tiga kali seminggu selama minimal 45 menit (jenis olahraga bisa renang, lari, senam, yoga, gowes, futsal atau yang lainnya).
    Habit makan sayur dan buah dalam jumlah yang memadai
    Habit minum segelas air putih sehabis bangun pagi
    Habit tidur minimal 7 jam tiap hari
    
Good Habits dalam Kehidupan Spiritual dan Sosial
    Habit sholat Tahajud
    Habit membaca kita suci minimal 3 halaman tiap hari
    
SEMENTARA dalam bagian berikut ini, terdapat sejumlah contoh BAD HABITS yang mungkin selama ini kita lakukan dengan rutin.

Bad Habits dalam Dunia Kerja dan Pengembangan Diri

    Habit menunda-nunda dalam menyelesaikan pekerjaan
    Habit berhayal dan melamun, namun zero action
    Habit lembur kerja sampai larut malam
    Habit nikmati konten online dan medsos via hape berjam-jam yang isinya tidak berdampak sama sekali terhadap peningkatan skills dan penghasilan
   
Bad Habits dalam Keuangan

    Habit belanja online meski barang yang dibeli sudah punya
    Habit pesan makan via Gofood dan akhirnya saldo uang cepat habit tanpa terasa
    Habit menghabiskan semua penghasilan tanpa kontrol dan tanpa dicatat secara tertib
    
Bad Habits dalam Kesehatan :

    Habit makan sembarangan (makan yang kurang sehat dan banyak kolesterol, atau sarat gula lainnya)
    Habit minum kopi manis dan aneka junk drink lainnya
    Habit duduk berjam-jam tanpa lakukan peregangan (riset menunjukkan duduk terlalu lama bisa membuat kita cepat mati)
    Habit begadang dan kurang tidur
    Habit merokok
  
Anda bisa lihat daftar good and bad habits di atas. Kalau saja kita lebih banyak melakukan good habits, maka dijamin hidup kita akan lebih top markotop. 

Sebaliknya, kalau kita ternyata lebih banyak terjebak dalam bad habits, maka dijamin hidup kita akan termehek-mehek.

Pertanyaannya sekarang : lalu bagaiman agar kita lebih banyak bisa melakukan GOOD HABITS dengan konsisten? Dan sebaliknya, bagaimana cara mudah untuk menghilangkan BAD HABITS dan mengubahnya menjadi GOOD HABITS?


Ingat : cara termudah dan terbaik untuk mengubah arah hidup itu adalah dengan mengubah KEBIASAAN atau HABITS yang kita lakukan tiap hari.

Hidup kita tak akan pernah berubah ke arah yang lebih baik, jika kita gagal mengubah bad habits menjadi good habits.

****

Rabu, 15 September 2021

Tips buat sahabat

4 Kalimat yang PANTANG UNTUK DIUCAPKAN PEBISNIS

1. "Saya Tidak Bisa"
Ketika Anda berkata : "Saya Tidak Bisa", maka pintu pikiran Anda tertutup untuk mencari jalan dan mencoba alternatif lain. Sebaliknya jika Anda berkata : "Saya Bisa", ini membuat Anda memeras otak & berusaha mencari jalan keluar.

2. "Tidak Mungkin"
Orang2 yg sering berkata : "Tidak Mungkin", akan menutup berbagai pintu keajaiban. Dengan sikap seperti ini akan sulit meraih sesuatu yg hebat. Karena hampir segala sesuatu yg kita nikmati hari ini adalah sesuatu yg mustahil di hari kemarin. Selalu ada mujizat TUHAN setiap hari, bagi orang yg percaya. Sesungguhnya Ia telah membuka pintu bagi kita!

3. "Saya Sudah Tahu"
Setiap kali Anda mengucapkan : "Saya Sudah Tahu", sebenarnya Anda sedang menutup pintu pembelajaran, sehingga Anda tidak lagi berusaha untuk mempelajari hal2 baru. Padahal dalam kehidupan selalu ada hal baru yg dapat kita pelajari. Kosongkan gelas dan tambah ilmu, jadi tidak meluber.

4. "Nanti Saja"
Setiap kali Anda menunda suatu pekerjaan dengan berkata : "Nanti Saja", berarti pekerjaan Anda akan semakin menumpuk, demikian juga apabila Anda menunda meraih suatu kesempatan, mungkin saja kesempatan itu tidak akan datang untuk kedua kali, atau bisa saja kesempatan itu telah diambil oleh orang lain.

Jadi, mari biasakan untuk terus menjadi lebih baik dan segera TAKE ACTION seperti ungkapan mas Hermas (penulis buku closing setiap hari ) yaitu Tidak Pakai TAPI Tidak Pakai NANTI

Terbaik Menurut Allah

🔰 Pintu 

Dalam kehidupan, akan ada banyak "pintu" yang kita temukan. 

Ada yang terbuka dengan mudah, padahal kita nggak punya kuncinya. Kita baru melangkah ..eh, pintunya terbuka lebar untuk kita. Lapang dan mudah. 

Ada pintu yang kita perlu mencoba beberapa kunci. Trial error, usaha pembelajaran panjang, baru bisa terbuka. Tak mudah dan melelahkan. 

Ada pintu yang ketika telah terbuka ternyata .. di depannya masih ada lagi pintu-pintu berikutnya, yang ternyata tak bisa dibuka dan kita mesti kembali mencoba lagi .. dan lagi ...

Ada pintu yang sama sekali tertutup, no matter how hard you try. Gak peduli betapa kita menginginkannya.

Ada pula pintu yang begitu melihatnya kita berucap .. ahh, bukan .. bukan itu .. dan Anda berlalu begitu saja melewatinya.

Ada juga pintu yang kayaknya menggoda sekali untuk dibuka, tapi ada kekuatan besar dalam diri yang menahan kita untuk tak melangkah membukanya ... 

Ada pintu yang duluu ketika kita sangat ingin masuk, tak bisa terbuka sama sekali. 
Eh, ketika kitanya sudah siap dan tak lagi berharap .. tetiba pintunya dibukakan dan kita dipersilahkan masuk dengan tenang ... 

~~~ 

What's meant for us will happen.
what's not meant will never be ours.

Pintu-pintu yang kita yakini akan membawa hal baik, patut kita upayakan .. ikhtiarkan untuk bisa kita buka. 
Setelah terbuka pun bukan berarti jalannya mudah. Bisa jadi kita masih harus berjuang lagi di perjalanan, membuka pintu berikutnya.

Masuk pintu yang salah pun in the end maybe they're not wrong at all, selama kita telah berhasil menemukan makna pembelajarannya. 
No failure, only feedback. 

Pintu yang tertutup sama sekali, pun bisa jadi adalah jalan keselamatan dari Allah agar kita tak tersesat, tak masuk dalam kubangan kesalahan, gak dipertemukan dgn hal yg toxic dan banyak lagi.. 

Perjalanan hidup menghadapkan kita pada banyak "pintu".
Apa yang kita dapatkan adalah nilai dan makna. 

Dalam pintu yang dibukakanNya, ada pengalaman.
Pada pintu yang ditutupkanNya pun ada pembelajaran.

Saya sungguh meyakini itu.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui," 

[QS Al-Baqarah: 216]

15.09.21
Salam cinta dari Makassar 💚

🔰 Fauziah Zulfitri, ACC 
🔰 Insight dari Timur Indonesia

Rabu, 01 September 2021

THINKER

Apa yang membuat seseorang merasa tidak berdaya? Jawabannya sederhana. Orang merasa tidak berdaya ketika ia kehilangan kendali terhadap dirinya , kehidupannya, dan waktunya. 


Orang merasa tidak berdaya ketika mereka tidak memiliki kebebasan untuk melakukan apa yang ia ingin lakukan. Orang merasa tidak berdaya ketika ia tidak bisa menentukan hidupnya mau dibawa kemana. Orang merasa tidak berdaya ketika mereka tidak bisa mengendalikan waktunya akan digunakan untuk apa. 

Perhatikan 24 jam kita setiap hari. Lalu lihat, apakah setiap waktu yang kita punya kita gunakan untuk hal-hal yang memang INGIN kita lakukan? atau hanya diisi dengan kegiatan yang HARUS kita lakukan? Jika sebagian besar waktu kita hanya digunakan untuk melakukan hal-hal yang merasa kita harus lakukan, wajar bila kita merasa terjebak dan tertekan. Kita merasa tidak bisa mengendalikan hidup kita.

Bila kita ingin merasa punya kendali terhadap kehidupan kita, maka kita perlu fokus pada hal-hal yang memang di dalam kendali kita. Pak Stephen Covey pernah menggambarkan lingkaran sebagai berikut:

1. Lingkar kendali.
2. Lingkar pengaruh.
3. Lingkar peduli.

Lingkar kendali adalah apa-apa yang secara penuh bisa kita kendalikan. Apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan, apa yang kita anggap penting, apa yang kita kerjakan, apa yang kita beli, keputusan, mood, motivasi, tindakan, perilaku, dan ucapan kita ada dalam kategori ini.

Lingkar pengaruh adalah apa-apa yang kita pedulikan, kita tidak memiliki kendali penuh atasnya, namun kita bisa berusaha untuk memengaruhinya. Kesehatan kita, tujuan kita, penghasilan kita, kinerja tim kita, sikap orang lain, dan masa depan, masuk dalam kategori ini.

Bukankah kesehatan ada dalam kendali kita? Tentu tidak. Kita memang bisa memutuskan berolahraga, makan-makanan bergizi seimbang, dan menjalani pola hidup sehat. Namun, siapa yang bisa menjamin kita tetap sehat? Hanya Allah. Kita bisa pengaruhi, tetapi kita tidak bisa kendalikan hasilnya.

Sikap orang lain pun sama. Kita bisa pengaruhi, namun kita tidak bisa mengendalikannya secara penuh. Demikian pula dengan masa depan kita.

Lingkar peduli adalah semua hal yang kita pedulikan, namun kita tidak punya pengaruh atasnya. Kebijakan ekonomi pemerintah, cuaca, kemacetan, pandemi,  masa lalu kita, dimana kita dilahirkan, komentar orang asing di sosial media, inflasi, adalah beberapa contoh yang masuk dalam kategori ini.

Lingkar pengaruh dan lingkar peduli ada di luar kendali kita. Kita tidak dapat mengendalikannya secara penuh. Maka, fokus ke sana akan membuat kita merasa tidak punya kendali. Kecemasan, frustrasi, stress, marah, dan takut sering kali merupakan reaksi yang terjadi saat kita terlalu banyak memikirkan hal-hal di luar kendali kita ini. Saat kita ingin mengendalikan hal-hal di luar kendali kita.

Kunci ketentraman batin adalah fokus pada lingkar kendali kita. Saat kita berfokus pada lingkar kendali kita, maka lingkar pengaruh kita akan membesar, insyaallah. Dan langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah mengenali prioritas kita:
- apa yang benar-benar ingin kita lakukan. 
- apa yang kita anggap benar dan ingin kita perjuangkan.
- apa yang benar-benar penting dalam hidup kita.
Dengan kata lain, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah mengenali nilai-nilai inti (core value) kita.

Langkah berikutnya adalah menjalani hidup selaras dengan nilai-nilai inti kita. Mendahulukan hal-hal penting sebelum hal-hal yang urgen. Mendahulukan hal-hal esensial sebelum hal-hal yang remeh temeh. Mendahulukan prioritas sebelum hal-hal sepele.

Saat ini dilakukan — saat aktivitas sehari-hari kita mencerminkan nilai-nilai yang kita anggap benar dan penting — maka kita akan mengalami ketentraman batin. Mengapa? Karena kita menjalani hidup dengan utuh, kongruen (baca: sama dan sebangun) antara apa yang kita anggap penting dengan apa yang kita lakukan, kongruen antara apa yang kita inginkan dengan apa yang kita lakukan.

#manajemenwaktu
#manajemenhidup
#produktivitas

DIBUTUHKAN - DIINGINKAN - DIPERCAYA




Oleh : Pak Bi

1. Bila produk anda merupakan produk yang ‘dibutuhkan’ konsumen atau disebut komoditi (kebutuhan dasar) atau product generic maka yang anda butuhkan adalah ilmu selling.

Fokus pada Product dan Price.

Magnet transaksinya ada pada keunggulan produknya (lebih berkualitas) atau keunggulan harganya (lebih murah).

Selling adalah ilmu bisnis paling tua, yang lahir sejak mata uang ditemukan manusia kira kira 600 tahun Sebelum Masehi.

2. Kalau anda mau produk anda ‘diinginkan’ konsumen maka magnet transaksinya ditambah 2 P lagi yakni Place (distribution) dan Promotion (advertising dan insentif).

Maka ilmu yg anda butuhkan adalah ilmu Marketing Modern yang dimulai sejak tahun 1960an.

3. Kalau anda mau produk anda ‘dipercaya’ konsumen maka anda perlu ilmu branding yang lahir tahun 1990.

Magnet transaksinya ada pada Brandnya.

Pertanyaannya adalah :

Bisakah anda menjual produk yg dibutuhkan konsumen tanpa diinginkan dan dipercaya konsumen?

Atau bisakah anda menjual produk yang dibutuhkan dan diinginkan tanpa dipercaya konsumen?

Atau bisakah konsumen membeli produk anda karena dibutuhkan, diinginkan dan dipercaya?

Mana menurut anda yang benar?

Apakah kosumen membeli karena percaya tapi gak butuh?

Apakah konsumen menginginkan produk anda tapi gak butuh dan gak dipercaya?

Follow 👉🏿 @subiakto