Rabu, 01 September 2021

THINKER

Apa yang membuat seseorang merasa tidak berdaya? Jawabannya sederhana. Orang merasa tidak berdaya ketika ia kehilangan kendali terhadap dirinya , kehidupannya, dan waktunya. 


Orang merasa tidak berdaya ketika mereka tidak memiliki kebebasan untuk melakukan apa yang ia ingin lakukan. Orang merasa tidak berdaya ketika ia tidak bisa menentukan hidupnya mau dibawa kemana. Orang merasa tidak berdaya ketika mereka tidak bisa mengendalikan waktunya akan digunakan untuk apa. 

Perhatikan 24 jam kita setiap hari. Lalu lihat, apakah setiap waktu yang kita punya kita gunakan untuk hal-hal yang memang INGIN kita lakukan? atau hanya diisi dengan kegiatan yang HARUS kita lakukan? Jika sebagian besar waktu kita hanya digunakan untuk melakukan hal-hal yang merasa kita harus lakukan, wajar bila kita merasa terjebak dan tertekan. Kita merasa tidak bisa mengendalikan hidup kita.

Bila kita ingin merasa punya kendali terhadap kehidupan kita, maka kita perlu fokus pada hal-hal yang memang di dalam kendali kita. Pak Stephen Covey pernah menggambarkan lingkaran sebagai berikut:

1. Lingkar kendali.
2. Lingkar pengaruh.
3. Lingkar peduli.

Lingkar kendali adalah apa-apa yang secara penuh bisa kita kendalikan. Apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan, apa yang kita anggap penting, apa yang kita kerjakan, apa yang kita beli, keputusan, mood, motivasi, tindakan, perilaku, dan ucapan kita ada dalam kategori ini.

Lingkar pengaruh adalah apa-apa yang kita pedulikan, kita tidak memiliki kendali penuh atasnya, namun kita bisa berusaha untuk memengaruhinya. Kesehatan kita, tujuan kita, penghasilan kita, kinerja tim kita, sikap orang lain, dan masa depan, masuk dalam kategori ini.

Bukankah kesehatan ada dalam kendali kita? Tentu tidak. Kita memang bisa memutuskan berolahraga, makan-makanan bergizi seimbang, dan menjalani pola hidup sehat. Namun, siapa yang bisa menjamin kita tetap sehat? Hanya Allah. Kita bisa pengaruhi, tetapi kita tidak bisa kendalikan hasilnya.

Sikap orang lain pun sama. Kita bisa pengaruhi, namun kita tidak bisa mengendalikannya secara penuh. Demikian pula dengan masa depan kita.

Lingkar peduli adalah semua hal yang kita pedulikan, namun kita tidak punya pengaruh atasnya. Kebijakan ekonomi pemerintah, cuaca, kemacetan, pandemi,  masa lalu kita, dimana kita dilahirkan, komentar orang asing di sosial media, inflasi, adalah beberapa contoh yang masuk dalam kategori ini.

Lingkar pengaruh dan lingkar peduli ada di luar kendali kita. Kita tidak dapat mengendalikannya secara penuh. Maka, fokus ke sana akan membuat kita merasa tidak punya kendali. Kecemasan, frustrasi, stress, marah, dan takut sering kali merupakan reaksi yang terjadi saat kita terlalu banyak memikirkan hal-hal di luar kendali kita ini. Saat kita ingin mengendalikan hal-hal di luar kendali kita.

Kunci ketentraman batin adalah fokus pada lingkar kendali kita. Saat kita berfokus pada lingkar kendali kita, maka lingkar pengaruh kita akan membesar, insyaallah. Dan langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah mengenali prioritas kita:
- apa yang benar-benar ingin kita lakukan. 
- apa yang kita anggap benar dan ingin kita perjuangkan.
- apa yang benar-benar penting dalam hidup kita.
Dengan kata lain, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah mengenali nilai-nilai inti (core value) kita.

Langkah berikutnya adalah menjalani hidup selaras dengan nilai-nilai inti kita. Mendahulukan hal-hal penting sebelum hal-hal yang urgen. Mendahulukan hal-hal esensial sebelum hal-hal yang remeh temeh. Mendahulukan prioritas sebelum hal-hal sepele.

Saat ini dilakukan — saat aktivitas sehari-hari kita mencerminkan nilai-nilai yang kita anggap benar dan penting — maka kita akan mengalami ketentraman batin. Mengapa? Karena kita menjalani hidup dengan utuh, kongruen (baca: sama dan sebangun) antara apa yang kita anggap penting dengan apa yang kita lakukan, kongruen antara apa yang kita inginkan dengan apa yang kita lakukan.

#manajemenwaktu
#manajemenhidup
#produktivitas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar