Untuk teman2 UMKM/UKM ketika bahas marketing, biasanya saya malah mulai dari bahas produknya terlebih dahulu. Tidak langsung bahas cara memarketingkannya.
Apakah produk sudah market fit (cocok dengan pasar), value apa yang bisa ditambahkan. Dan harapannya membuat wow product.
Karena dengan produk yang "wow", produk tersebut akan memarketingkan dirinya sendiri. Minimal kembali ke produc market fit lah. Itu syarat minimum.
Level selanjutnya bahas service. Dalam service prinsipnya adalah membangun wow customer experience.
Disitu kita akan bahas tentang bagaimana mendesain customer experience secara "knowledge", dan bagaimana membangun "feel" team dalam mengeksekusinya.
Meng-install service culture kalau pakai istilah dari Roun Koufman.
Selain itu kami juga memasukkan CRM dan pengelolaan database sebagai bagian dari wow service. Bagaimana menjalankan teknik after sales sebagai bagian dari service.
Tahapan selanjutnya baru bahas Marketing dalam artian membangun komunikasi untuk mendeliver value.
Disini baru kita bahas tentang aktivasi dan bagaimana membangun story di media social. IG, tik tok, FB, wa, YouTube, semua adalah media yang digunakan untuk mengkomunikasikan value yang sudah kita bangun sebelumnya.
Value dalam produk, value dalam service.
Nah yang terakhir adalah bagaimana membangun "wow" bisnis model baru. Dilevel UKM dan corporate biasanya mengalami titik mentok di kondisi tertentu. Dan disinilah perlunya membangun bisnis model baru.
Scale up terkadang tidak semudah kita menulis angka di kertas. Buka 50 cabang, buka 100 cabang.
Pola bisa di copas dan berhasil dari cabang ke 2 sampai ke 37, tapi belum tentu berhasil dicabang ke 38 dan seterusnya. Banyak variabel, seperti behavior customer yg berubah, lokasi yg berbeda, dan sebagainya.
Belajar bisnis model berarti harus mulai belajar tentang inovasi driven. Sudah harus berfikir ala start up company. Tidak lagi berfikir linear.
Tools yang digunakan beda, cara mainnya juga beda.
Memang belum banyak di Indonesia, tapi sudah ada yang berhasil. Tidak full start up company, tapi berfikir sebagai Hibrid mode.
Ada ruang yang anda berikan untuk transformasi perubahan. Mengambil langkah lebih awal dan kemudian membuat loncatan tak terduga.
Alhamdulillah, beberapa sahabat sudah mencoba. Dan Masya Allah menghasilkan strategi yang ciamik, tanpa harus menghabiskan banyak biaya jika menggunakan cara2 lama.
Satu hal yang harus kita sadari bahwa dunia itu berubah. Kita harus berfikir untuk merespon perubahan itu dengan perubahan juga.
Memang tidak langsung instant, tapi anda akan berpeluang besar menjadi pemenang dimasa yg akan datang.
Caranya?
Bangun ekosistem, bangun big data.....walau mungkin dalam bentuk yang masih sederhana
#DesignThinking

Tidak ada komentar:
Posting Komentar