Senin, 14 Februari 2022

𝐁𝐑𝐀𝐍𝐃𝐈𝐍𝐆 𝐌𝐀𝐍𝐃𝐀𝐋𝐈𝐊𝐀"𝐕𝐞𝐫𝐭𝐢𝐜𝐚𝐥 𝐯𝐬 𝐇𝐨𝐫𝐢𝐳𝐨𝐧𝐭𝐚𝐥"

.


Mega sport event "MotoGP Mandalika" akan mjd "PINTU GERBANG" kebangkitan pariwisata Lombok nm Indonesia dr keterpurukan akibat pandemi. 

Inilah kesempatan emas utk "REBRANDING" pariwisata Indonesia di penghujung pandemi. 

Selama bbrp hari ke depan pariwisata Mandalika akan mendapatkan EXPOSURE GLOBAL sekaligus promosi OTENTIK dgn adanya event ini. 

Ada dua kekuatan branding yg bekerja di Mandalika. Yaitu VERTICAL dan HORIZONTAL branding.  

Yg pertama, VERTICAL branding, melalui channel2 media resmi penyelenggara or pemerintah. Sifatnya komunikasi satu arah, sarat editan, official/formal... dan tentu saja BORING + GARING. 

Yg kedua adl HORIZONTAL branding, melalui channel tak resmi, misalnya akun sosmed para pembalap or buzz yg terjadi di antara para MotoGP fans. 

HORIZONTAL branding ini memiliki 4 ciri yg sy singkat mjd 👉 PEHA: 

- P = PERSONAL: Pesan2 yg muncul merupakan pesan2 personal. Pembalap @AleixEspargaro misalnya, iseng menunggah foto "The Power of Emak-Emak". 

- E = EMOTIONAL: Umumnya pesan2 yg disampaikan adl pesan2 emosional yg seringkali cemen, tp justru byk menuai "Likes" n "Comment". 

- H = HUMAN: Berbeda dg pesan " vertical branding" yg official-institutional, pesan "horizontal branding" bersifat HUMAN INTEREST. Contohnya, pembalap yg @AlexRins yg sdg pamer menikmati kelapa muda 

- A = AUTHENTIC: pesan2 yg disampaikan bukan iklan or endorsement tp orisinil n otentik. Orisinalitas-otentisitas inilah maget terciptanya COVERSATION n ENGAGEMET yg tinggi. 

Dari dua jenis branding: VERTICAL vs. HORIZONTAL pasti Anda sdh bs menebak mana yg lebih powerful dlm mendulang massa. 

VERTICAL branding is FALL
HORIZONTAL branding is RISE 

Why? 

Coz HORIZONTAL branding is... 

more CONVERSATIONAL
more ENGAGING
more USER-GENERATED
more AUTHENTIC 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar