Apa maksud Engineering Survey?
Apa perbedaannya dengan Land Survey?
Di Indonesia, profesi Land Surveyor & Engineering Surveyor masih sering di anggap sama, padahal perbedaan spesialisasi dan bidang pekerjaannya lumayan signifikant.
Land Survey bersifat lebih umum, dimana Engineering survey termasuk dalam ruang lingkupnya. Jadi semua kegiatan Survey di permukaan bumi, bisa di sebut Land Survey.
Engineering Survey lebih spesifik dibanding Land Survey. Engineering Survey adalah Survey untuk keperluan Engineering, dan mayoritas adalah untuk keperluan Civil enginering (Teknik Sipil).
Contoh pekerjaan Engineering Survey :
- Pengukuran untuk perencanaan Jalan, saluran, Drainase, Irigasi, Gedung, Bendungan, Turap, Dermaga, Kontruksi penahan pantai dan pemecah gelombang, dan berbagi pekerjaan Teknik Sipil lainnya.
Sementara Pekerjaan Land Survey, lebih luas dibanding itu :Pengukuran tapal batas perusahaan, tapal batas kabupaten provinsi dan negara, batas batas kepemilikan lahan (Kadaster), pemetaan kehutanan, dan sebagainya.
Jenis Skill dan pengetahuan yang diperlukan dalam pekerjaan Land Survey secara umum berbeda dengan Skill dan pengetahuan yang di butuhkan untuk Engineering Survey.
Untuk Pekerjaan Engineering Survey (Surveyor nya di sebur Engineering Surveyor) mereka harus memahami Gambar kerja dan Konstruksi Teknik Sipil. Engineering Survey adalah cabang Survey spesifik yang mengkoneksikan antara 2 keahlian : Teknik Geodesi/Geomatika & Teknik Sipil.
Sehingga Engineering Surveyor bisa saja berasal dari Teknik Geodesi/Geomatika yang memahami pekerjaan Teknik Sipil dan bisa juga berasal dari Teknik Sipil yang memahami Geodesi/Geomatika.
Sementara untuk pekerjaan Land Survey yang lebih luas, land Surveyor mulai dari memetakan lahan kecil seperti persil tanah (kadastral) hingga Pemetaan wilayah yang teramat luas (Kabupaten, Provinsi, Negara). Untuk pemetaan jenis ini, yang disebut juga Survey Geodetis itu hanya spesialis dari para Geodetic Engineer! Yang datang dari kalangan Civil Engineering atau Teknik Sipil tidak mempunyai dasar yang cukup untuk menghandle jenis pekerjaan Land survey seperti ini.
Di Indonesia sendiri, walau pada prakteknya spesialisasi pekerjaan Engineering Surveyor & Land Surveyor jelas berbeda, tapi kebanyakan orang (bahkan dari Surveyor) sendiri masih tidak tahu apa bedanya. Tidak semua Surveyor mampu melakukan Engineering Survey (Survey Teknik Sipil) dan tidak semua Surveyor juga bisa melakukan Land Survey (Survey pemetaan wilayah).
Kalau kita cabangkan lagi, Pekerjan Engineering Surveyor masih bisa dibagi lagi menjadi 2 Spesifikasi :
- Surveyor Topografi (Engineering) : Survey untuk menyiapkan data perencanaan Jalan, jembatan, Irigasi, dan sebagainya. Hasil akhirnya adalah Peta Rencana Kerja, Peta kontur, Gambar penampang Long Profile & Cross sections.
- Surveyor Konstruksi (Engineering) : Survey untuk memplotkan gambar kerja ke Konstruksi fisik yang sebenarnya ( Staking Out).
Hasil akhirnya adalah Kontruksi bangunan Sipil. (Gedung, Jembatan, Saluran Drainase/Irigasi, dll).
Engineering Surveyor yang spesialis di Topografi Sipil belum tentu mahir dalam Pekerjan Stake out konstruksi. Walau ini sangat dekat hubungannya, tapi teknik dan trik yang di gunakan lumayan berbeda.
Survey Topografi (Civil) mengutamakan kecepatan, produktifitas kerja dan Efesisensi waktu.
Survey Konstruksi (Civil) mengutamakan tingkat ketelitian tinggi, kehati-hatian.
Di dalam Survey Konstruksi (Civil), kesalahan 2 mm akan sangat mempengaruhi kualitas akhir, sementara didalam Survey Topografi (Civil) kesalahan 5 cm ~biasanya~ tidak terlalu signifikant.
Ini hanya gambaran kasar dari masing masing spesialisasi diatas. Karena setiap type dan Jenis pekerjaan memiliki tingkat akurasi dan Presisi masing masing yang dipengaruhi banyak faktor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar