Sebenarnya pertanyaan seperti ini terlalu naif, dan tidak begitu penting untuk dijawab. Namun faktanya, masih banyak orang orang yang mempertanyakan. Dan aneh tapi nyata ternyata sebagian dari mereka mengaku datang dari kalangan Engineering & Surveying itu sendiri, dan yang konyolnya, mereka masih menganggap penggunaan Bahasa Internasional sebagai sebuah kesombongan.
Bahasa Internasional sama sekali bukan menandakan kesombongan, tapi justru sebuah keharusan, kepraktisan dan kerendah hatian.
Sama halnya dengan penggunaan Bahasa Nasional (Indonesia) yang dimasa lalu juga pernah sempat dicap sebagai sebuah kesombongan, tapi terbukti saat ini Bahasa Nasional sudah merupakan bahasa utama diseluruh Nusantara.
Jika kita telah masuk dunia profesional, maka penggunaan bahasa Nasional dan Internasional tidak bisa lagi dihindari. Jika kita tetap memaksakan diri harus menggunakan bahasa daerah untuk segala hal, justru kita yang egois & Konyol.
Sebagai Kalangan Engineer dan Surveyor, maka sikap mengharamkan penggunaan English itu sangat naif. Karena Surveyor dan Engineer itu sendiri adalah istilah English / Bahasa Internasional, dan tidak ada padanan kata yang pas dalam bahasa Indonesia.
ada bang,
Surveyor = juru ukur.
Oke, boleh lah.
Engineering ?
ada bang, Engineering = Teknik,
Maaf Teknik juga bukan bahasa indonesia. Teknik juga English.
Marking ?
Stake out ?
Coordinat ? Proyeksi koodinat ? Linear ? World Geodetic system? Universal tranverse mercator? Global positioning system?
Light Detecting & Ranging ? Tranverse? Inverse ? Interseksi ? Reseksi? Repetisi? Triangulasi?
Topografi ? Konstruksi ? Total Station? Leveling ? Theodolit ?
Shop drawing, As built drawing ?
Kalau anda berusaha mencoba meng-Indonesiakan istilah istilah diatas dan kebanyakan istilah Engineering lainnya, anda akan masuk RSJ dalam waktu tidak sampai 1 purnama.
Dan saya dapati istilah istilah Surveying & Engineering hampir semuanya English.
Jika ada istilah Engineering yang Indonesia, itu bukan asli, hanya plesetan dan pemaksaan dari pihak Non-Engineer, yang kebanyakan malah gagal diterapkan.
Berusaha bersikap Ultra Nasionalis dengan mentranslate semua Istilah Engineering kedalam bahasa Indonesia tidak akan berhasil. Mungkin saja kita berhasil mengubah beberapa kata sehingga seakan akan menjadi indonesia, tapi kita akan gagal total di sebagaian besar lainnya,
Contoh yang telah pernah di coba, tapi gagal didunia nyata :
Mouse komputer = Tetikus
Tapi istilah mouse, sepertinya lebih diterima umum.
Unduh & Unggah, masih banyak kurang di pahami orang. Orang lebih familiar dengan istilah aslinya "Download & Upload".
segi banyak = Polygon,
Tapi istilaah polygon lebih umum digunakan.
Akurasi, presisi, koreksi
pernah dipaksa di indonesiakan menjadi ketelitian, ketepatan, perbaikan hitungan- tapi justru rancu dan menyebabkan salah pengertian , sehingga kaum profesional lebih suka dengan istilah English Akurasi untuk ketelitian, Presisi untuk ketepatan dan Koreksi untuk perbaikan hitungan.
Konstruksi - tidak punya padanan dalam indonesia.
Topografi - tidak ada padanan dalam bahasa indonesia.
Shop drawing = Bisa dipaksakan menjadi gambar Kerja, tapi istilah shop drawing lebih umum dan nyaman di gunakan.
As Built Drawing = Tidak ada satupun yang berhasil memaksanya menjadi 'GAMBAR SEPERTI TELAH TERBANGUN " dalam dokumen manapun!
Saya telah mengecek lebih dari 1000 gambar teknik, semua menggunakan istilah As Built Drawing.
**
Oke jika saya lanjutkan maka daftarnya akan sangat panjang, akan semakin menjadi lebay dan konyol.
Kesimpulannya :
Menggunakan Bahasa Internasional sudah merupakan keharusan bagi Kaum Profesional.
Mungkin ada saja yang nyeletuk,
jangan guna istilah Profesional dong bang, sombong banget ente!
Trus apa istilah indonesia yang pas untuk Profesional?
"Kerjanal ?"
"Gawenal? "
Tak ada,
Kita harus mengakui jika kita dari kalangan Profesional dan Engineering maka sebagian besar Ilmu dan Pengetahuan yang kita dapat adalah dari Negeri Asing, dan Bahasa negeri Asing itu sekarang telah menjadi bahasa yang diterima sebagai Lingua Franca Internasional.
"Aduh lagi-lagi bahasanya dicampur English. Bisa gak bang, kalau lu ngomong jangan campur -campur sama English?
Maaf saya tak bisa, Jika semua Istilah Profesional dalam Engineering & Surveying harus dipaksakan semua dalam bahasa Nasional alih alih Internasional, maka bukannya tampak Nasionalis, kita malah tampak konyol.
" Udah lah bang, ribet amat lu. Pokok e aku tak sudi pakai English"
"Yo, wis. Tak usah hidup didunia Profesional & Engineering."
" Yo, wes la. aku mau jadi tukang Parkir aja."
"Hahaha, PARKIR juga bahasa English, bro. Lu mau menghindar kemana lagi ? "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar