Dengan bertambahnya kekayaan setiap hari? Atau penambahan follower? Semakin menambah jumlah sedekah, jumlah bacaan atau jumlah pertemanan atau jumlah pelatihan yang anda ikuti atau anda isi.
Tentu saja bergantung pada persepsi anda tentang kebaikan. Apa kebaikan itu menurut anda.
Menurut STIFIn, kebaikan itu adalah anda mengerjakan dimana kekuatan anda berada. Anda begitu mudah dalam bidang matematika tapi kemudian anda mencoba keluar dari zona nyaman anda dan belajar seni rupa, seni gerak, teater, misalnya. Apakah itu baik?
Bagi sebagian orang itu jadi kebaikan, karena anda menantang zona zaman anda dan berkembang. Beberapa orang bahkan menyarankan untuk mengerjakan yang anda takuti dan anda benci. Apakah itu baik? Tentu saja baik menurut orang yang mengucapkan itu baik.
Apakah jadi kebaikan buat anda? Saya tidak tahu. Tapi ada tingkatan kebaikan, konsep STIFIn menyebutnya, matra kecerdasan: 1) Matra personality, 2) Matra mentality, 3) Matra morality, dan 4) Matra sprituality.
Setiap orang biasa akan bertahap untuk melewati matra itu, mungkin saja ada yang langsung loncat ke matra sprituality tanpa sebelumnya melewati matra mentality. Namun itu sedikit tidak masuk akal. Mungkin saja dia orang yang sangat luar biasa. Saya tidak tahu, apakah setara dengan wali? Mungkin seseorang yang tercerahi. Mungkin saja.
Tapi bila berlandaskan konsep STIFIn, begini contoh tahapan matra Sensing Introvert.
Matra Nol : Banyak gerak
Mantra Positif Personal : Rajin
Mantra Positif Mental : Gigih
Mantra Positif Moral : Penjaga Moral Masyarakat (Penyeru Moralitas)
Mantra Positif Spritual : Sholat Malam 1000 ayat.
Jika seorang Sensing Introvert begitu, maka kehidupannya semakin membaik, tolok ukurnya matra kecerdasan. Sebaliknya jika negatif maka perilakunya jadi begini
Matra Nol : Banyak gerak
Mantra Negati Personal : Pelit
Mantra Negatif Mental : Serakah
Mantra Negatif Moral : Agresor, senang menyerang orang lain (apalagi jika tak sesuai dengan opininya)
Mantra Negatif Spritual : Menuhankan uang. Menjadikan uang segala-galanya (bahkan rasionalisasi-materi)
Contoh diatas perlu penjelasan dan rasanya akan terlalu panjang jika dituliskan disini.
Membaik atau bahkan memburuk kehidupan anda, hanya anda sendiri yang tahu bagaimana tolok ukurnya. Hanya saja keburukan spritual terkadang mengelabui anda menjadi seolah kebaikan spritual apalagi anda menambahinya dengan bumbu rasionalitas.
Hati hati teman, hati-hati di jalan.
Salam Berkah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar