Orang bilang ketika seseorang menemukan ikigai-nya maka itulah adalah jalan yang sudah benar. Ketika apa yang anda suka, anda jago disitu, anda dibutuhkan, dan anda dibayar untuk itu.
Secara umum saya menyepakatinya. Pekerjaan yang saat ini saya jalani saat ini adalah bentuk ikigai saya. Namun kita perlu memberi "ruang" untuk sedikit, sekali lagi sedikit memberi jarak dengan benda bernama uang.
"Jika anda dibayar dari pekerjaanmu, hindari dorongan untuk menguangkan (monetisasi) setiap hal kecil dari proses kreatifmu. Pastikan setidaknya ada bagian kecil dari dirimu yang tidak tersentuh oleh pasar. Jaga dan simpan bagian kecil itu untuk dirimu sendiri" begitu kata Austin Kleon.
Saya merasakan sendiri di bisnis yang saya jalani, jujur saya pernah dititik jenuh dan kehilangan kreatifitas serta ide2 cemerlang.
Sampai kemudian saya datang mengunjungi klien saya, bukan untuk menunaikan jadwal visit atau pekerjaan saya yang itu sudah jelas nominal angka per visitnya.
Tapi saya datang benar2 sebagai sahabatnya. Saya datang untuk membersamainya. Menemaninya. Menguatkannya. Dan ternyata itu yg membuat saya bahagia.
Bukan berarti klien saya tidak membayar perusahaan saya. Tapi ada hal kecil lain yang ternyata sangat berharga. Mengingat pelukan erat perpisahan 2 lelaki setelah pertemuan itu sampai saat ini menjadi momen tak terlupa.
Saya bahagia ketika melihat sahabat saya menemukan jalan keluar dan titik terang dari permasalahan hidupnya.
Begitu juga dalam hal apapun. Saya melihat orang2 yang sudah terjebak dalam "industri" dia akan kehilangan kreatifitasnya. Setidaknya itu yang dikatakan Ariel Noah ketika menjelaskan kenapa saat ini kreatifitasnya hilang dalam menciptakan lagi baru.
Begitupun dalam dakwah. Sahabat saya mengatakan, "Sekarang berbeda mas, kalau dulu yang kita bicarakan dominan tentang dakwahnya. Kalau sekarang bicaranya tentang target2 donasinya, omzet filantropinya. Angka dan angka yang sekarang jadi acuan keberhasilannya"
Bahkan dalam ibadah individupun otak dan mindset kita terus saja dilarikan untuk uang dan harta. Dhuha biar kaya, sedekah biar kaya, semua biar kaya.
Itu semua benar. Itu semua SHAHIH, tapi terkadang itu yg bikin lupa urgensi ibdaha sebenarnya apa. Mana tujuan ibadah, mana efek samping dari ibadah.
Menarik apa yang dikatakan oleh Wiliam Bruce cameron, "tidak semua yang bisa dihitung itu berharga, dan tidak semua yang berharga itu bisa dihitung"
#breaktime

Tidak ada komentar:
Posting Komentar