Selasa, 14 November 2023

BAGUS SIH.. TAPI DIA COCOK GA YA KERJA DI SINI?

25 Pertanyaan untuk Tahu Apakah Kandidat punya Habitat Kerja yang Cocok dengan Kita atau Tidak



Pernah ngalamin ga?

- Merekrut talent yang di atas kertas performanya luar biasa, begitu direkrut, eh dia ga perform!
- Saat interview terlihat dia menjanjikan. Setelah mulai kerja, kok bikin kecewa mulu ya? 
- Pengen ngrekrut Head of Sales perusahaan yang lebih besar dari kita, harapannya dia bisa naikkin ritme dan penjualan tim kita. Tapi setelah berbulan-bulan, dia seperti ga bisa mengeluarkan potensi terbaiknya? 

Kenapa bisa terjadi?

PERTAMA...

Karena ga cocok habitat kerjanya. 

Saya pernah rekrut orang yang jago banget gedein usaha. Track recordnya mengagumkan. Semua bisnis yang dia pegang, pasti jadi gede. Pas saya rekrut, kok ga sesuai ekspektasi ya? 

Saya pernah hire A-Class talent di unicorn (apa decacorn ya?) yang ijo-ijo. Track recordnya real. Bisa dicek. Tapi pindah ke sini, kok melempem ya? 

Akhirnya, saya tahu. 

Mereka ini ga cocok habitatnya dengan perusahaan saya. Orang yang dah biasa kerja di lingkungan non-birokratis, ga banyak struktur, sehingga bisa gerak lincah pasti kaget tiba-tiba harus laporan ke sana ke situ sebelum kerja.

Orang yang biasa kerja dengan budget unlimited, bakal ga perform kalo tiba-tiba kerja di perusahaan yang lagi tipis. Begitu juga sebaliknya. Biasa hemat, dikasih budget banyak juga bingung penyerapannya. 

Semua kandidat punya habitat tertentu yang memungkinkan mereka mengeluarkan maksimal terbaiknya. 

Jangan paksa kura-kura bekerja di darat. Jangan harap kuda lari kencang di sungai. 

Segahar-gaharnya Harley Davidson bakal cupu juga kalo kita pake di jalan berbatu dan bakal kesulitan mendaki bukit pasir. Sebaliknya, saat masuk gang-gang sempit, naik Beat malah lebih lincah. Betul ? :) :) 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecocokan habitat kerja:
1) Speed organisasi. 
Startup yang lagi fast-growing pasti beda ritmenya dengan mereka perusahaan yang lebih mapan dan tertata

2) Gaya manajemennya. Orang yang biasa dimicro-manage, belum tentu bisa kerja saat dilepas gitu aja. (atau mungkin malah jadi perform? Bisa aja…)

3) Kondisi keuangan perusahaan. Talent yang biasa kerja di startup yang dapet funding, pasti beda kebiasaannya dengan mereka yang biasa bootstrap

4) Ekspektasi individu. Dia tahu ga sih, 6-12 bulan lagi, dia itu harus achieve apa biar dianggap sukses oleh manajemen? 

5) Visi, misi, dan value perusahaan. Yang biasa kerja di lingkungan “bebas” harus adaptasi dong saat kerja di “spiritual company” :)

6) Kualitas rekan kerja. Talent yang biasa kerja dengan lulusan Harvard, Stanford, jebolan McKinsey atau MNC, perlu adaptasi saat kerja dengan partner kerja yang sekolahnya ga jelas kayak saya.

7) Kekuatan tim. Orang yang biasa kerja sendirian, pasti beda habitnya dengan mereka yang terbiasa kerja dengan tim yang lengkap dan profesional. Begitu juga sebaliknya. 

Nah, supaya saya tahu dia ini terbiasa kerja di habitat yang seperti apa, saya biasanya tanya tentang ini:

A) SPEED PERUSAHAAN

Saya pengen tahu seberapa kenceng perusahaan dia sebelumnya. Dan apakah dia nyaman dengan itu? Atau mau cari suasana lain? 

skrip pertanyaannya kurang lebih gini:
1) Seberapa cepet growth perusahaan Anda sebelumnya? 

Untuk mendapat jawaban yang lebih akurat Anda bisa tanyakan: “Gini deh. Setahun kemarin stafmu ada berapa? Sekarang jadi berapa?” atau, Anda bisa tanyakan jumlah cabang yang dibuka/ ditutup. 

Setelah itu, lanjut pertanyaan kedua,"Anda suka ga dengan ritme seperti itu?" dan ketiga,"Sebenarnya, Anda pengen ritme yang seperti apa sih?" 

Di sini tentu saya sampaikan bahwa tidak ada jawaban benar salah. Tidak berarti orang yang pengen speed tinggi itu kita terima. Kalau ingin yang lebih stabil pun oke-oke aja.

B) ALUR KEPUTUSAN
Saya pengen tahu dia ini lebih nyaman kerja di perusahaan yang seperti apa. Yang struktur organisasinya jelas, rapi, dan cenderung kaku, atau yang fluid seperti perusahaan kekinian.

Saya ga cuma ingin tahu sebelumnya dia kerja di lingkungan seperti apa. Tapi saya juga ingin tahu sebenarnya dia ingin kerja di alur keputusan yang seperti apa.

Ini contoh pertanyaan yang bisa dipake:
1) Biasanya kalo bikin keputusan, gimana alurnya? Bisa langsung memutuskan, atau harus rapat-rapat dulu? 
2) Apa Anda nyaman dengan cara pembuatan keputusan yang seperti itu? 
3) Boleh share salah satu contoh peristiwanya? 
4) Mana yang lebih Anda inginkan: bebas bikin keputusan, ga banyak birokrasi, atau memang Anda lebih perform dengan struktur yang lebih rapi?

STYLE MANAJEMEN
Saya ingin tahu selama ini dia di-manage dengan gaya seperti apa oleh atasannya? Apakah dilepas, atau dikontrol banget. Gimana cara atasan mensupervisi dia? Terus, seperti apa gaya manajemen yang bikin dia perform?

Anda bisa cek dengan pertanyaan berikut:
1) Anda kan sudah pernah kerja dengan berbagai macam tipe atasan. Selama ini, atasan seperti apa yang bisa memacu Anda memberikan performa terbaik?
2) Kualitas apa yang paling Anda suka dari atasan Anda?
3) Kualitas apa yang paling kurang Anda suka dari atasan Anda? 
4) Apa aja yang dilakukan atasan Anda sehingga Anda bisa perform? 
5) Seandainya ada atasan ideal nih, kira-kira seperti apa sih sosoknya? 

Dalam banyak kasus, bagian menggali style manajemen ini, bisa jadi bagian terpenting untuk kita ketahui.

Tentu saja saat menanyakan bagian ini, saya harus membawa suasana santai. Tidak bermaksud menggosipkan atasannya. Karena itu saya tidak tanya nama atasannya, kecuali dia cerita sendiri. 

Selamat mencoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar