Oleh : Pambudi Sunarsihanto
**
Kali ini saya makan malam bersama David, seorang sahabat saya yang baru saja pindah dari sebuah perusahaan multinasional ke perusahaan lain , dan menduduki posisi Direktur dalam bidang yang sama.
Saya mengenal David sebagai sosok yang unik, dengan agility nya yang tinggi, dia mampu pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain dan dari satu industry ke industry lain. Ini menarik, karena jarang talent yang berani berpindah dari satu industry ke industry lain.
“Mengapa anda berani melakukan itu, David?” tanya saya , di sela makan malam kami di daerah Mega Kuningan.
David menjawab dengan tersenyum,”Kita hidup hanya sekali kan? Gunakan hidup kita untuk:
⁃ Belajar sebanyak-banyaknya
⁃ Perform semaksimal mungkin
⁃ Share ilmu dan pengalaman anda ke orang lain, sebanyak-banyaknya
Saya merasa lebih banyak belajarnya dengan pindah dari satu industry ke industry lain. Kemudian saya juga bisa share ilmu dan pengalaman saya ke orang lain”
**
“David, tetapi pasti susah kan? Belajar ilmu dan industry baru setiap 3-4 tahun begitu?”
“Ya susah lah! But..... dont limite your challenge, you have to challenge your own limit”
“Apa manfaat buat perusahaan untuk merekrut talent yang pindah dari industry lain?”
David meneruskan,”Pada era disruption, Sebuah perusahaan perlu mencari ide-ide baru, dan perlu juga menerapkan practice yang mungkin sudah dijalankan di industry lain. Dengan begitu mereka akan one step ahead dibandingkan kompetitornya. Kita tidak bisa menyelesaikan masalah baru dengan pola pikir yang lama. Jadi kalau ada talent pindah industry itu perusahaan akan mendapat manfaat (learning of best practices from other industries).”
Saya pun bertanya lagi,”Tapi ngomong-ngomong transfer David kali ini cukup silent. Siapa headhunternya pak?”
David ketawa,”Saya kan jarang pakai headhunter. You need to be clear about your own career goal.
Kalau pakai headhunter, nanti yang anda dapatkan adalah job yang mereka punya, belum tentu job yang anda mau. Sebaiknya kita punya career aspiration yang jelas, dan kemudian anda bekerja keras dan mempersiapkan diri secara profesional!”
Saya penasaran,”Jadi maksudnya apa? Rajin ngirim CV?”
David langsung menjawab,”No! Don’t send your CV. Jangan mengirim atau menyebar CV ke semua orang. Para executive mengerti ,”Good people dont need the job. They already have a job”
Pernahkan anda melihat Ronaldo atau Lionel Messi mengirimkan CV ke klub bola lain?
Enggak kan? Justru klub-klub itu yang harus mencari pemain bagus dan membujuk mereka agar join!
Good people have a job, justru perusahaan yang harus mencari dan membujuk mereka.
So stop sending your CV....!!!”
Play your game right, pada saat anda lagi struggle di pekerjaan anda, jangan cari pekerjaan dulu. Perbaiki dulu performance anda, make a great impact then start to reach-out to your network.
Saya bertanya,”Menarik juga, jangan kirim CV, terus apa yang harus kita lakukan?”
David bilang,”Dont send your CV (curriculum vitae), but build your CV (CREDIBILITY and VISIBILITY)!”
Saya pun tertarik untuk membahas lebih lanjut, dan David menjelaskan lima langkah yang kita bisa lakukan to build your CV (CREDIBILITY and VISIBILITY)!”....
**
a) SET YOUR GOAL
Pertama, canangkan cita-cita anda. Idealnya anda di posisi sekarang tiga tahun. Karena anda juga harus bertambah maju (dari segi karier, posisi, ilmu dan gaji). Berarti anda sebaiknya punya target tiga tahun lagi di posisi mana (posisi yang lebih tinggi di perusahaan yang sama, atau posisi lain yang selevel di perusahaan yang sama, atau mungkin di perusahaan lain kalau anda tidak ada lagi kesempatan berkembang di perusahaan yang sekarang). Apapun yang terjadi, you have to keep moving, you have to keep progressing. Kenapa tiga tahun? Terlalu lama stay di sebuah posisi membuat ilmu anda gak nambah-nambah, dan juga perusahaan itu memerlukan orang lain dengan ide dan innovasi yang baru. Set your own career goal, so you know what you aim for!
**
b) LIST YOUR STRENGTH
Next step, buatlah daftar faktor-faktor yang membuat anda berbeda dengan yang lain. Strength anda, differentiators anda. Daftar ini akan menjadi modal anda untuk mencapai posisi berikutnya. Sekaligus anda bisa mendata kompetensi apa lagi yang perlu anda dalami untuk mencapai career aspiration anda.
**
c) PERFORM at YOUR BEST
Jangan lupa, anda tetap harus perform at your maximum level di pekerjaan anda yang sekarang. Banyak sekali yang kalau lagi motivasinya turun, performance nya turun, langsung buru-buru cari kerja , DON’T.
Karena …
⁃ Perusahaan baru akan mengecek performance anda di tempat lama, dan....
⁃ Anda juga tidak akan kelihatan percaya diri pada saat interview (dan negosisasi gaji), dan ...
⁃ Tidak profesional pada perusahaan yang lama untuk meninggalkan kerjaan yang berantakan.
Maka, kalau anda lagi demotivasi, justru perform lah semaximal mungkin agar anda bisa mendapatkan performance dan credibility anda, segera mendapatkan pekerjaan lain, dan segera keluar dari pekerjaan sebelumnya
**
d) SHARPEN your SHAW
Next, jangan lupa terus menerus meningkatkan kompetensi anda. Ikut training (kalau perlu bayar sendiri), ikut seminar, kuliah lagi di bidang yang anda belum kuasai (jurusan yang beda dengan bidang yang anda tekuni), belajar dari Internet, cari coach atau mentor (sekaligus tawarkan apa yang anda bisa bantu ke coach atau mentor anda) . Mentoring itu mutual benefit, mentor anda juga harus melihat manfaat apa yang dia dapatkan dari mentoring relationship dengan anda? Nah anda harus proactive untuk menawarkan bantuan anda!
**
e) INCREASE YOUR VISIBILITY
Setelah anda melakukan keempat hal itu? Apa yang harus anda lakukan? Kirim CV? NOOOOOO!!!!
Ingat, good people dont need a job, good people dont need a CV. They build their credibility and visibility! Kalau anda sudah melakukAn langkah-langkah di atas, mestinya credibility anda sudah bagus. It is now time to build your visibility. Reach-Out... cOnnect and engage! Apa yang bisa anda lakukan?
⁃ Build your network, kembangkan dan perluas, jaringan anda.
⁃ Hadiri seminar/conference/congress di bidang yang anda ingin pelajari, kalau bisajadi pembicara di sana
⁃ Aktif lah di asosiasi atau community profesi anda. One day , the great opportunity will come.
Voila, kalau anda sedang ingin melakukan career transition, janganlah terburu-buru mengirimkan CV, but ... build credibility and visibility.
**
Salam Berkah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar