Senin, 19 April 2021

STRATEGI MARKETING BRAND PANASONIC

Kalau kita sebut brand Panasonic, siapa sih yang tidak kenal?

Coba deh amati barang elektronik di sekitarmu, kemungkinan besar kita temukan produk elektronik rumah tangga dari Panasonic. 

Perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang teknologi ini sudah berdiri sejak 1961. Panasonic merupakan brand global hasil kerjasama antara dua entitas yaitu PT National Gobel dari Indonesia dan Matsushita Electric Industrial Co. dari Jepang. Keduanya sepakat untuk menggunakan umbrella brand Panasonic bagi semua produk dan melakukan rebranding pada tahun 2004. 

Tahun 2004, Panasonic meluncurkan tagline “Ideas For Life” dan terus berkomitmen menciptakan produk dan layanan inovatif untuk membuat hidup lebih mudah dan nyaman. Panasonic sendiri berasal dari kata “Pan” dan “Sonic” yang artinya “pembawa suara kepada dunia”. Tentunya dalam membangun bisnis tidak mudah untuk bertahan. Hebatnya hingga kini Panasonic masih eksis dan menjadi top of mind masyarakat terkait produk elektronik rumah tangga. 

Apa sih hal-hal yang membuat Panasonic masih tetap eksis bersaing?

Padahal zaman semakin berkembang akibat disrupsi teknologi, kebutuhan konsumen dan strategi penjualan pun juga terus berkembang. 

Tentunya Panasonic terus melakukan melakukan inovasi, selain itu Panasonic juga mampu membaca perkembangan marketing di era kini. Panasonic dapat membaca bahwa tantangan dari kompetitor itu sudah biasa dihadapi dengan berbagai strategi marketing. 

Panasonic membaca bahwa, perubahan bukanlah soal preferensi produk, sebab preferensi konsumen produk elektronik selama puluhan tahun cenderung mudah diarahkan sesuai dengan perkembangan teknologi. Tantangan kini adalah bagaimana media habit dan media consumption konsumen berubah akibat disrupsi teknologi, sehingga mengubah perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembelian produk. 

Perubahan consumer journey tentunya membuat Panasonic memikirkan strategi marketing lain yang tepat sesuai dengan pola perilaku konsumen. Perkembangan digital membuat Panasonic mengarahkan marketingnya ke arah digital. Jika dahulu di gerai offline menggunakan SPG, kini cenderung menggunakan influencer ataupun KOL untuk menyebarkan awareness terkai produk. Penggunaan marketplace dan membangun branding yang baik, sebab moment of truth konsumen pertama kali berada di dunia maya atau disebut Zero Moment of Truth (ZMOT). 

Jika dulu Panasonic fokus membesarkan pasar ritel, kini peluang membesarkan segmen B2B maupun B2G semakin lebar. 

Panasonic juga mengarahkan budget offline marketing ke arah online marketing seperti virtual launching, maupun campaign menggunakan portal media sosial dan berita. Budget tersebut diarahkan untuk kepentingan konsumen, seperti pemberian diskon di beberapa platform e-commerce. 

Selain itu, Panasonic juga mengajak karyawannya untuk menjadi endorser. Strategi mengerahkan karyawan sebagai ujung tombak pemasaran cukup efektif, sebab lebih memiliki sense of belonging maupun pengetahuan yang cukup terkait produk. 

Begitu singkat cerita terkait rekam jejak Panasonic dan strategi marketingnya, semoga bisa menjadi insight menarik. 

Source: (Hendriani, 2021)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar