Jumat, 25 Juni 2021

BOTTOM LINE PENJUALAN




Saat bisnis sudah berjalan lancar, sistem sudah dibangun sedemikian rupa untuk mensupport dan menghadirkan mekanisme proses bisnis, maka tentu saja langkah selanjutnya adalah melakukan ekspansi atau scale up.

Setidaknya ada 2 syarat utama bisnis dapat di-scale up.

Pertama, bisnisnya sendiri dapat di-scale up. Manajemennya, sumber dayanya, mesin-mesinnya, permodalanya, dan mekanismenya.
Kedua, marketnya dapat di-scale up. Sudah merupakan syarat mutlak terjadinya jual beli. Yaitu ada yang membutuhkan produk bisnis, baik berupa barang dan jasa. Ada yang menjual, maka ada yang membeli. Market yang siap menyerap produk bisnis harus ada. Jika tidak ada, maka harus diadakan.

Nah, adakalanya proses scale up ini memerlukan persiapan dan keteraturan pada bisnis. Karena jika tidak, maka scale up yang dilakukan hanya akan menemui kendala, kerumitan, atau bahkan akan menyeret kepada kesulitan yg dapat berujung pada bubarnya bisnis. BANGKRUT!!!

Selain mempersiapkan tentang sistem, maka salah satu hal penting yang juga harus diperhatikan adalah kemampuan untuk merasionalkan target yang telah ditentukan. Sudah menjadi keharusan, proses scale up dimulai dari keberanian Sang Leader untuk BERPIKIR BESAR. Memikirkan hingga di atas batas kemampuannya membayangkan. Siap gagal, perseverance, persistence. Berorientasi pada hasil. Selalu belajar dari kegagalan yang dialami sendiri, juga belajar dari kegagalan yang dialami oleh orang lain.

Ingin scale up, tentu tidak dapat dilakukan jika cara yang dilakukan adalah membatasi diri untuk selalu beroperasi di zona nyaman, di zona aman. Memang potensi jatuh menjadi lebih kecil, tapi sekaligus juga membatasi diri dari kesempatan untuk mencapai potensi tertinggi yang dapat diraih.

Dalam proses BERPIKIR BESAR, perlu ada GOAL yang jelas dan terukur, yang disetting sedemikian rupa agar senantiasa memotivasi dan terus bergerak ketika rintangan, hambatan, dan tantangan berupaya untuk menggagalkan dan menjatuhkan semangat juang. Ini tentu saja menjadi bahan bakar yang terus memotivasi proses pencapaian agar menjadi semakin bergairah dan terus menggelora. Jika diperkuat dengan keyakinan yang kuat, bukan tidak mungkin GOAL yang ditetapkan dapat dicapai bahkan lebih cepat daripada yang dicanangkan.

Ketika GOAL yang kita pancangkan adalah terkait OMZET, maka kita perlu menyusun BOTTOM LINE PENJUALAN. Apakah itu ?

BOTTOM LINE adalah sebuah idiom yang biasa digunakan untuk menentukan THE ULTIMATE RESULT. Hasil akhirnya. Atau dapat juga diartikan sebagai point utama atau faktor krusial. Atau jika diartikan secara bebas:
"Apapun tindakan dan kegiatan yang harus dilakukan, yang penting hasil akhirnya akan seperti itu"

Di dalam dunia akuntansi, BOTTOM LINE adalah merupakan istilah yang digunakan dan mengacu pada jumlah nilai akhir dari laporan keuangan. Ada 3 bottom line akuntansi yang lazim digunakan : Net Profit (NP), Operating Cashflow (OCF), dan Return On Asset (ROA).

Lantas bagaimana jika istilah BOTTOM LINE tersebut digunakan pada GOAL yang berbentuk target OMZET ?
Maka dapat digunakan faktor-faktor sebagai berikut :

01. Berapa Jumlah Uang Yang Masuk
    Dalam aktivitas penjualan, ada kalanya terjadi kegiatan yang tidak selalu sama antara pengakuan penjualan dan uang yang masuk ke bisnis kita. Hal ini disebabkan karena adanya proses transaksi yang tidak tunai, yang menyebabkan terjadinya hutang dan piutang. Maka perlu kita perhatikan berapa uang yang masuk dari proses penjualan yang terjadi di bisnis kita. Sebagai salah satu faktor penting performa penjualan itu sendiri.

02. Berapa Jumlah Unit Terjual
    Mendefinisikan target jumlah unit terjual sangat membantu banyak hal. Ke sisi hulu, kita menjadi tahu berapa bahan baku yang harus disiapkan, berapa suplier yang harus dihadirkan, berapa lama dan rumit proses produksi yang harus dijalankan, berapa banyak ruang gudang penyimpanan yang harus disediakan, berapa banyak armada distribusi yang harus dipersiapkan. Dan hal lain terkait jumlah unit terjual.
    Sementara ke sisi hilir, kita menjadi mampu mendefinisikan berapa lead market yang harus dikumpulkan, berapa conversion rate yang harus dicapai, berapa agen dan distributor yang harus direkrut, berapa toko yang harus dibuka, berapa outlet yang harus dibangun, berapa cabang yang harus diaktifkan, berapa marketer yang harus digerakkan, berapa area geografi yang harus ditangani, dan lain sebagainya.

03. Berapa Jumlah Transaksi
    Definisikan Jumlah Transaksi, secara total, maupun secara rata2 per customer. Dan pahami berapa average sales yang harus mampu didapatkan. Ini tentu penting untuk mengarahkan divisi sales and marketing untuk merumuskan strategi terbaik mereka. Merancang strategi upselling, membangun relationalship, menjalin interaksi dengan customer.
    Untuk  meningkatkan jumlah transaksinya cara yang dapat dilakukan adalah membuat customer bertransaksi lebih banyak, dan atau menambah jumlah customer yang bertransaksi. Misalnya mereka yang biasanya bertransaksi hanya 1 minggu sekali, maka didorong agar bertransaksi 1 minggu 2 kali. Sementara meningkatkan average sales dapat dilakukan dengan cara memperbesar nilai pembelian sekali transaksi. Biasanya belanja 50 ribu, didorong agar menjadi 100 ribu dalam sekali belanja.

04. Berapa Jumlah Customer
    Hitung berapa data customer yang pernah bertransaksi dengan bisnis kita. Periksa kapan mereka terakhir kali bertransaksi. Definisikan berapa orang yang tertarik/tahu terhadap produk bisnis kita, namun masih belum juga melakukan transaksi. Hitung berapa market size, hitung berapa market share. Eksplorasi market, lakukan penetrasi, himpun database customer baru. Selanjutnya rumuskan conversion rate. Presentasi dari leads yang dapat dijadikan pelanggan. Customer yang bersedia bertransaksi dengan bisnis kita.

Memang strategi apa saja dapat dilakukan oleh bisnis kita. Yang penting ujung-ujungnya mampu mencapai GOAL OMZET yang telah ditetapkan. Menghadirkan pula BOTTOM LINE PENJUALAN di atas tentu sangat membantu mempermudah bisnis untuk menentukan target-target turunan yang dipecah-pecah bahkan hingga dalam satuan hari.

Artikel ini ditulis berdasar pada BOTTOM LINE PENJUALAN yang telah dirumuskan oleh Grand Master G-Coach Dr. Imam Elfahmi.

Semoga bermanfaat.

SALAM GROUNDED !!!

KLIK : https://linktr.ee/salimsuharis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar