Kamis, 30 November 2023

*3 SYARAT KEHEBATAN SESEORANG*


قال الإمام الشافعي رحمه الله :
جوهر المرء في ثلاث :

Imam Syafi'i berkata:
kehebatan seseorang terdapat pd tiga perkara

● كتمان الفقر:
حتى يظن الناس من عفتك أنك غني

1. Kemampuan menyembunyikan kemelaratan, sehingga orang lain menyangkamu berkecukupan karena kamu tidak pernah meminta.

● وكتمان الغضب:
حتى يظن الناس أنك راض

2. Kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang mengiramu merasa ridha

● وكتمان الشدة:
حتى يظن الناس أنك متنعم .

3. Kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengiramu selalu senang

[ مناقب الشافعي للبيهقي (٢/١٨٨) ]

  Saudaraku, nanti agar Allah berikan keberkahan di hari kiamat kelak Amin ya robbal alamin..

 Semoga bermanfaat wal barokah

Sabtu, 25 November 2023

𝐊𝐞𝐩𝐞𝐦𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐃𝐍𝐀 𝐊𝐞𝐩𝐞𝐦𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐚𝐥𝐚 𝐏𝐞𝐭𝐞𝐫 𝐅𝐢𝐬𝐤



Kepemimpinan adalah sebuah seni yang membutuhkan keahlian khusus untuk membawa perubahan positif. Salah satu konsep menarik dalam kepemimpinan adalah "Leadership DNA" yang dikembangkan oleh Peter Fisk. DNA Kepemimpinan ini terdiri dari tiga komponen utama:

1. 𝐂𝐫𝐞𝐚𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐁𝐞𝐭𝐭𝐞𝐫 𝐅𝐮𝐭𝐮𝐫𝐞𝐬: Kepemimpinan yang visioner, selalu berupaya menciptakan masa depan yang lebih baik. Ini bukan hanya tentang memimpin dengan visi, tetapi juga membawa orang lain untuk berbagi dan bekerja menuju visi tersebut.

2. 𝐌𝐚𝐤𝐢𝐧𝐠 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐠𝐞 𝐇𝐚𝐩𝐩𝐞𝐧: Kepemimpinan yang efektif tidak hanya berhenti pada ide atau rencana, tetapi juga mewujudkannya. Ini mencakup kemampuan untuk menggerakkan tim, mengatasi tantangan, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3. 𝐃𝐞𝐥𝐢𝐯𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐏𝐨𝐬𝐢𝐭𝐢𝐯𝐞 𝐈𝐦𝐩𝐚𝐜𝐭: Kepemimpinan tidak hanya tentang mencapai target, tetapi juga tentang membuat dampak positif. Baik pada tim, organisasi, maupun masyarakat secara luas.


Kepemimpinan yang baik memerlukan pemahaman yang dalam tentang bagaimana membawa perubahan positif dan menciptakan dampak yang berarti. Ini tidak hanya tentang menjadi pemimpin, tetapi juga tentang menjadi agen perubahan yang mampu mempengaruhi dan menginspirasi orang lain.



#glc #leadership #terobosankemakmuran

𝟓𝐊: 𝐅𝐨𝐫𝐦𝐮𝐥𝐚 𝐒𝐮𝐤𝐬𝐞𝐬


Dalam dunia kerja dan pembangunan pribadi, ada lima aspek penting yang dapat diformulakan menjadi 5K. Kelima aspek ini saling berkaitan dan memiliki peran penting dalam membentuk individu yang sukses dan berkontribusi dalam berbagai bidang.

Tidak hanya penting dalam pengembangan pribadi, Formula Sukses 5K ini juga sangat relevan dalam konteks kepemimpinan. Kepemimpinan efektif memerlukan integrasi dari kelima aspek ini untuk mencapai tujuan dan mempengaruhi orang lain secara positif.

𝟏. 𝐊𝐀𝐑𝐀𝐊𝐓𝐄𝐑
Karakter adalah fondasi dari semua aspek kehidupan. Ini mencakup integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan etika. Karakter yang kuat membentuk dasar bagi seseorang untuk dipercaya dan dihormati baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan pribadi.

Karakter juga merupakan fondasi dari kepemimpinan yang efektif. Seorang pemimpin dengan karakter yang kuat membangun kepercayaan dan kredibilitas. Integritas, kejujuran, dan tanggung jawab merupakan nilai-nilai kunci yang menentukan bagaimana pemimpin dihargai dan diikuti oleh timnya.

𝟐. 𝐊𝐎𝐌𝐏𝐄𝐓𝐄𝐍𝐒𝐈
Kompetensi mengacu pada keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan tugas atau pekerjaan tertentu. Ini tidak hanya meliputi kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan interpersonal dan kemampuan berpikir kritis. Pengembangan kompetensi yang berkelanjutan esensial untuk pertumbuhan karir dan efektivitas pribadi.

Kompetensi memungkinkan pemimpin untuk memandu tim dengan keahlian dan pengetahuan yang tepat. Ini termasuk kemampuan teknis, pemahaman strategis, dan kecerdasan emosional. Seorang pemimpin yang kompeten dapat membuat keputusan informasi dan membimbing timnya menuju kesuksesan.

𝟑. 𝐊𝐑𝐄𝐀𝐓𝐈𝐕𝐈𝐓𝐀𝐒
Kreativitas adalah kemampuan untuk melihat dunia dalam perspektif baru dan menemukan solusi inovatif untuk masalah. Dalam dunia yang cepat berubah, kreativitas menjadi kunci untuk adaptasi dan inovasi. Orang yang kreatif mampu melampaui pemikiran konvensional dan berkontribusi dengan ide-ide segar.

Kreativitas dalam kepemimpinan memungkinkan inovasi dan adaptasi dalam situasi yang terus berubah. Pemimpin yang kreatif mampu melihat peluang dalam tantangan dan membawa perspektif baru yang dapat menginspirasi timnya untuk berpikir di luar kotak.

𝟒. 𝐊𝐄𝐆𝐈𝐆𝐈𝐇𝐀𝐍
Kegigihan adalah tentang ketahanan dan kemauan untuk melanjutkan meskipun menghadapi kesulitan. Ini adalah kemampuan untuk tetap fokus pada tujuan jangka panjang dan tidak menyerah ketika menghadapi rintangan. Kegigihan merupakan faktor penting dalam mencapai kesuksesan jangka panjang.

Kegigihan adalah kunci dalam mengatasi tantangan dan hambatan dalam kepemimpinan. Ketahanan dan kemauan untuk bertahan menghadapi kesulitan adalah kualitas yang menunjukkan kekuatan dan stabilitas seorang pemimpin, membangun rasa percaya dan keamanan di antara anggota tim.

𝟓. 𝐊𝐈𝐍𝐄𝐑𝐉𝐀
Kinerja mengacu pada hasil yang dicapai dan seberapa efektif seseorang dalam menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan. Ini sering diukur melalui hasil kerja, efisiensi, dan pencapaian target. Kinerja yang baik biasanya merupakan hasil dari kombinasi karakter yang kuat, kompetensi yang relevan, kreativitas, dan kegigihan.

Kinerja dalam kepemimpinan diukur dari hasil yang dicapai oleh tim atau organisasi. Pemimpin yang efektif tidak hanya berfokus pada pencapaian tujuan mereka sendiri, tetapi juga pada bagaimana mereka dapat meningkatkan kinerja tim secara keseluruhan.

***

Formula 5K ini saling terkait dan penting untuk kesuksesan pribadi dan profesional. Kelima aspek tersebut merupakan pilar pembangun individu yang tidak hanya berprestasi tinggi dalam karir, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Pengembangan berkelanjutan dalam 5K akan melahirkan pertumbuhan secara signifikan.

Seorang pemimpin yang mengembangkan dan menyeimbangkan aspek Karakter, Kompetensi, Kreativitas, Kegigihan, dan Kinerja cenderung lebih sukses dalam menginspirasi dan membimbing timnya. Kepemimpinan yang efektif tidak hanya tentang memimpin orang lain, tetapi juga tentang pembangunan diri yang terus-menerus dalam kelima area ini untuk menciptakan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan.

salam berkah

#glc #leadership #terobosankemakmuran

Kamis, 16 November 2023

SEBUAH CATATAN


Sejenak kita kembali ke masa sekolah atau kuliah. 

Saat guru menerangkan, apa yang kita catat? 

Tentu hal-hal yang kita anggap PENTING yang kita catat. Tentu hal-hal yang seringnya kita LUPA di kemudian hari yang kita catat

Bagaimana dengan Al Qur'an?

Yang tertulis di Al Qur'an itu hal-hal yang PENTING didalam kita menjalani pondok pesantren kehidupan ini.
Yang tertulis di Al Qur'an itu hal-hal yang seringnya manusia LUPA mengamalkannya

Contoh nya adalah "Demi Masa" di Surat Al Asr. Tertulis di Al Qur'an mengingatkan akan pentingnya hakekat waktu. Hakekat umur. Namun kita lihat, tidak sedikit yang abai mengenai hal ini bukan?

Contoh lainnya adalah "Kufur Nikmat" di Surat Arrahman. Kenapa Alloh SWT mempertanyakan berulang-ulang :
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". Banyak yang masih mendustakan nikmat-nikmatNya bukan?

Bismillah....
Kita istiqomahkan untuk mengoptimalkan akal pikiran kita untuk memahami ayat-ayat Alloh SWT agar kita bisa selamat dunia akhirat aamiin3x 

Bismillah.... Semoga Alloh SWT selalu memberikan nikmat Hidayah Nya untuk bisa memahami isi Al Qur'an dan bisa mengamalkannya aamiin3x 

#99jurusbisnislangit

REZEKI YANG BAROKAH


Ada seorang ustadz yang berdoa:
"Yaa Allah berkahilah rezekiku"

Lalu salah satu muridnya bertanya: 
"Kenapa ustadz tidak meminta, Yaa Allah berilah aku rezeki" 

Sang ustadz menjawab : "Sesungguhnya Allah telah menjamin rezeki untuk setiap mahluk yang hidup, akan tetapi aku meminta barokah pada rezekiku.

Apabila rezeki itu ada pada harta, maka Allah akan memperbanyaknya. 
Apabila rezeki itu berupa anak, maka Allah akan menguatkan tubuhnya dan memperbaiki akhlaqnya.
Apabila rezeki itu berupa kesehatan, maka Allah akan membuatnya untuk beramal.
Apabila rezeki itu berupa teman, maka Allah akan menjadikan teman dalam kebaikan.
Apabila rezeki itu berupa hati, maka Allah akan membuatnya bahagia.
Dan seterusnya.

Maka mintalah : 
Yaa Allah.. berilah rezeki yang barokah untuk apapun yang Engkau berikan."

Aamiin 🤲
Salam berkah

USAHA vs HASIL


Mana yang kebanyakan kita fokuskan ? Usaha nya atau hasil nya?

Kebanyakan lebih mengutamakan hasilnya. Sedangkan usaha ingin usaha nya ringan, ingin usaha nya mudah, ingin usaha nya cepat, ingin segera menyudahi usaha yang sedang berjalan dan segera mendapatkan hasil. Betul ya?

Memang hidup ini terdiri dari dua, hajat dan masalah. Siapa yang tidak ingin hajatnya segera terkabul? Siapa yang tidak ingin hajatnya segera terwujud? Siapa yang tidak ingin masalahnya segera selesai? Betul ya?

Bismillah.... kita tadabur dulu Buku Manual Hidup kita QS.53 : 39

"dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,"

Ternyata Alloh SWT itu menilai amal sholeh kita dari usaha yang kita usahakan, bukan hasil. 

Sudah seharusnya, kalau usaha yang menjadi acuan amal sholeh kita, maka semakin sulit usaha yang kita lakukan, semakin berat usaha yang kita lakukan, semakin lama usaha yang kita lakukan akan bernilai amal sholeh yang lebih besar dibandingkan usaha yang mudah, usaha yang ringan, usaha yang cepat selesai bukan?

Masyaa Alloh Tabarakallah.....

Bagi yang sedang menjalani proses usaha, bagi yang sedang di hadapkan dalam masalah, Bismillah... Fokus untuk menikmati prosesnya, Fokus Ridho atas prosesnya, Fokus sabar menjalani proses nya, Fokus ikhtiar maksimal proses usaha yang kita jalani, karena disinilah besarnya nilai amal sholeh kita...... Masyaa Alloh Tabarakallah 

Alhamdulillah, Selamat menjalani dan menikmati proses usaha kehidupan kita......

#99jurusbisnislangit

Rabu, 15 November 2023

PERJALANAN MENUJU AKHIRAT



Aku tahu, bekalku tidak akan dikerjakan oleh orang lain, karena itulah harusnya aku sibuk beramal shaleh. Aku tahu, Allah selalu melihatku, karena itulah harusnya aku malu jika Dia melihatku sedang dalam keadaan maksiat.

Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah harusnya aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku denganNya.

Sahabatku..
Jangan tertipu dengan usia MUDA karena syarat mati tak harus TUA. Jangan terpedaya dengan tubuh yang SEHAT karena syarat mati tak mesti SAKIT .

Perpisahan itu bukan dikarena perjalanan yg jauh, atau karena ditinggal seseorang. Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita pasti akan berkumpul di akhirat. Perpisahan itu adalah jika salah satu diantara kita di surga dan yg lain di neraka. 

Hidup di dunia adalah perjalanan menuju akhirat. Pulang kampung sejati kita adalah pulang kampung ke akhirat untuk berjumpa dengan-Nya. 
Ingatlah bahwa tempat terakhir kita hanya ada dua pilihan yaitu surga atau neraka...

Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga. Tempat, dimana org tua kita, Adam, tinggal pertama kali. Kita tinggal di sini hanya untuk sementara, untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.

Maka berusahalah sekuat tenaga, untuk mengejar kafilah orang orang sholeh, yang akan kembali ke tanah air yg sangat luas (surgaNya). 

Hidup ini adalah cerita pendek, dari tanah, di atas tanah, dan kembali ke tanah, lalu perhitungan amal yg hanya menghasilkan dua kemungkinan, nikmat atau siksa. Jangan sia-siakan usia, waktu yang berjalan sangatlah cepat berlalu, mari mencari bekal sebanyak-banyaknya. 

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita sebagai penghuni surgaNya kelak...aamiin Allahumma aamiin

Salam berkah

Selasa, 14 November 2023

BUSSINES INSIGHT

HOW TO BUILD YOUR CREDIBILITY & VISIBILITY
Oleh : Pambudi Sunarsihanto

**
Kali ini saya makan malam bersama David, seorang sahabat saya yang baru saja pindah dari sebuah perusahaan multinasional ke perusahaan lain , dan menduduki posisi Direktur dalam bidang yang sama.
Saya mengenal David sebagai sosok yang unik, dengan agility nya yang tinggi, dia mampu pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain dan dari satu industry ke industry lain. Ini menarik, karena jarang talent yang berani berpindah dari satu industry ke industry lain.
“Mengapa anda berani melakukan itu, David?” tanya saya , di sela makan malam kami di daerah Mega Kuningan.
David menjawab dengan tersenyum,”Kita hidup hanya sekali kan? Gunakan hidup kita untuk:
 ⁃ Belajar sebanyak-banyaknya
 ⁃ Perform semaksimal mungkin
 ⁃ Share ilmu dan pengalaman anda ke orang lain, sebanyak-banyaknya 
Saya merasa lebih banyak belajarnya dengan pindah dari satu industry ke industry lain. Kemudian saya juga bisa share ilmu dan pengalaman saya ke orang lain”
**
“David, tetapi pasti susah kan? Belajar ilmu dan industry baru setiap 3-4 tahun begitu?”
“Ya susah lah! But..... dont limite your challenge, you have to challenge your own limit”
“Apa manfaat buat perusahaan untuk merekrut talent yang pindah dari industry lain?”
David meneruskan,”Pada era disruption, Sebuah perusahaan perlu mencari ide-ide baru, dan perlu juga menerapkan practice yang mungkin sudah dijalankan di industry lain. Dengan begitu mereka akan one step ahead dibandingkan kompetitornya. Kita tidak bisa menyelesaikan masalah baru dengan pola pikir yang lama. Jadi kalau ada talent pindah industry itu perusahaan akan mendapat manfaat (learning of best practices from other industries).”
Saya pun bertanya lagi,”Tapi ngomong-ngomong transfer David kali ini cukup silent. Siapa headhunternya pak?”
David ketawa,”Saya kan jarang pakai headhunter. You need to be clear about your own career goal. 
Kalau pakai headhunter, nanti yang anda dapatkan adalah job yang mereka punya, belum tentu job yang anda mau. Sebaiknya kita punya career aspiration yang jelas, dan kemudian anda bekerja keras dan mempersiapkan diri secara profesional!”
Saya penasaran,”Jadi maksudnya apa? Rajin ngirim CV?”
David langsung menjawab,”No! Don’t send your CV. Jangan mengirim atau menyebar CV ke semua orang. Para executive mengerti ,”Good people dont need the job. They already have a job”
Pernahkan anda melihat Ronaldo atau Lionel Messi mengirimkan CV ke klub bola lain?
Enggak kan? Justru klub-klub itu yang harus mencari pemain bagus dan membujuk mereka agar join!
Good people have a job, justru perusahaan yang harus mencari dan membujuk mereka.
So stop sending your CV....!!!”
Play your game right, pada saat anda lagi struggle di pekerjaan anda, jangan cari pekerjaan dulu. Perbaiki dulu performance anda, make a great impact then start to reach-out to your network.
Saya bertanya,”Menarik juga, jangan kirim CV, terus apa yang harus kita lakukan?”
David bilang,”Dont send your CV (curriculum vitae), but build your CV (CREDIBILITY and VISIBILITY)!”
Saya pun tertarik untuk membahas lebih lanjut, dan David menjelaskan lima langkah yang kita bisa lakukan to build your CV (CREDIBILITY and VISIBILITY)!”....
**
a) SET YOUR GOAL

Pertama, canangkan cita-cita anda. Idealnya anda di posisi sekarang tiga tahun. Karena anda juga harus bertambah maju (dari segi karier, posisi, ilmu dan gaji). Berarti anda sebaiknya punya target tiga tahun lagi di posisi mana (posisi yang lebih tinggi di perusahaan yang sama, atau posisi lain yang selevel di perusahaan yang sama, atau mungkin di perusahaan lain kalau anda tidak ada lagi kesempatan berkembang di perusahaan yang sekarang). Apapun yang terjadi, you have to keep moving, you have to keep progressing. Kenapa tiga tahun? Terlalu lama stay di sebuah posisi membuat ilmu anda gak nambah-nambah, dan juga perusahaan itu memerlukan orang lain dengan ide dan innovasi yang baru. Set your own career goal, so you know what you aim for!
**
b) LIST YOUR STRENGTH

Next step, buatlah daftar faktor-faktor yang membuat anda berbeda dengan yang lain. Strength anda, differentiators anda. Daftar ini akan menjadi modal anda untuk mencapai posisi berikutnya. Sekaligus anda bisa mendata kompetensi apa lagi yang perlu anda dalami untuk mencapai career aspiration anda.
**
c) PERFORM at YOUR BEST

Jangan lupa, anda tetap harus perform at your maximum level di pekerjaan anda yang sekarang. Banyak sekali yang kalau lagi motivasinya turun, performance nya turun, langsung buru-buru cari kerja , DON’T.
Karena …
 ⁃ Perusahaan baru akan mengecek performance anda di tempat lama, dan....
 ⁃ Anda juga tidak akan kelihatan percaya diri pada saat interview (dan negosisasi gaji), dan ...
 ⁃ Tidak profesional pada perusahaan yang lama untuk meninggalkan kerjaan yang berantakan.
Maka, kalau anda lagi demotivasi, justru perform lah semaximal mungkin agar anda bisa mendapatkan performance dan credibility anda, segera mendapatkan pekerjaan lain, dan segera keluar dari pekerjaan sebelumnya
**
d) SHARPEN your SHAW

Next, jangan lupa terus menerus meningkatkan kompetensi anda. Ikut training (kalau perlu bayar sendiri), ikut seminar, kuliah lagi di bidang yang anda belum kuasai (jurusan yang beda dengan bidang yang anda tekuni), belajar dari Internet, cari coach atau mentor (sekaligus tawarkan apa yang anda bisa bantu ke coach atau mentor anda) . Mentoring itu mutual benefit, mentor anda juga harus melihat manfaat apa yang dia dapatkan dari mentoring relationship dengan anda? Nah anda harus proactive untuk menawarkan bantuan anda!
**
e) INCREASE YOUR VISIBILITY

Setelah anda melakukan keempat hal itu? Apa yang harus anda lakukan? Kirim CV? NOOOOOO!!!!
Ingat, good people dont need a job, good people dont need a CV. They build their credibility and visibility! Kalau anda sudah melakukAn langkah-langkah di atas, mestinya credibility anda sudah bagus. It is now time to build your visibility. Reach-Out... cOnnect and engage! Apa yang bisa anda lakukan?
 ⁃ Build your network, kembangkan dan perluas, jaringan anda. 
⁃ Hadiri seminar/conference/congress di bidang yang anda ingin pelajari, kalau bisajadi pembicara di sana
⁃ Aktif lah di asosiasi atau community profesi anda. One day , the great opportunity will come.
Voila, kalau anda sedang ingin melakukan career transition, janganlah terburu-buru mengirimkan CV, but ... build credibility and visibility.
**
Salam Berkah 


ORIGINAL ATAU KW


Sesuatu yang palsu biasanya dipoles, dikemas, dan dicitrakan sedemikian rupa agar banyak yang tertarik, lalu percaya dan membelinya.

Begitupun dengan yang asli. Ketika hendak dijual, maka ia perlu dipasarkan. Yakni dengan cara mengeksplorasi keasliannya.

Sesuatu, baik asli ataupun palsu, ketika ingin dijual, maka butuh pengemasan. Dibikin WOW dan WAH.

Berlian asli, untuk dijual maka ia perlu dikeluarkan dari perut bumi.

Berlian palsu? Diproses di lab.

Keduanya sama² menghasilkan uang ketika dijual.

Seseorang bebas menjadikan dirinya sebagai berlian asli atau palsu. Selama memiliki keinginan untuk dijual atau ditukar dengan uang, memang sudah SEHARUSNYA dia menentukan diri sebagai berlian asli atau palsu.

SEBENARNYA ada pilihan selain menjadi asli atau palsu. 

Apa itu?

Ya. Berlian Original.

Berlian original paham bahwa hakikatnya dirinya memiliki nilai tinggi. Dia adalah benda berharga. Dia adalah batu mulia.

Dia tidak begitu peduli dengan cara orang lain menjadikan dirinya sebagai komoditas.

Berlian original paham betul, bahwa dia memiliki harga yang tinggi.

Harga yang super tinggi biasanya disebut: Gak ada harganya. Maksudnya gak bisa dibeli dengan uang. 

Nah, pribadi original itu memang tidak bisa dibeli dengan uang. Karena dia lah yang membeli uang.

.

BELAJAR DARI KAWANAN BURUNG TERBANG


Burung itu akan terbang bersama dengan burung yang sejenis.....

Begitu pula dalam kehidupan ini, jika kita ingin dipertemukan dengan orang baik, maka perbaiki diri kita untuk menjadi orang baik agar kita bisa dikumpulkan dengan orang-orang baik lainnya

Jika kita ingin dipertemukan dengan Orang Hebat, maka perbaiki dan persiapkan diri kita menjadi Orang Hebat agar kita bisa dipertemukan dengan orang-orang hebat lainnya....

“Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang dihimpun dalam kesatuan. Jika saling mengenal di antara mereka maka akan bersatu. Dan yang saling merasa asing di antara mereka maka akan berpisah.” (HR. Muslim 6376)

Selamat bertemu dengan kawanan sejenis kita....

#99jurusbisnislangit

EKONOMI DI AMBANG KRISIS. BAGAIMANA PEBISNIS PROPERTI MENYIKAPINYA?



Bukan menakut-nakuti.

Meski mungkin beroperasi di skala mikro. Sebagai pebisnis, kita juga perlu aware dengan apa yang sedang berlangsung di alam makro.

Perekonomian, baik secara global maupun nasional sedang mengalami pelambatan. Temen-temen bisa googling sendiri datanya.

Apa hubungannya dengan kita? Salah satunya mungkin sudah dirasakan. Daya beli menurun.

***

Maka terutama buat yang mau buka proyek baru. Meski sukses memperoleh hot deal. Jangan lupa untuk lebih cermat melakukan riset.

Grab the DATA. Sebisa mungkin dapatkan sebanyak mungkin.

Lakukan riset pasar. Lakukan riset produk. Lakukan riset pesaing.

Berapa demand yang masih tersisa? Masihkah pasar bisa menyerap? Produk seperti apa yang masih terserap? Apa tipenya? Berapa range harganya? Bagaimana kondisi kompetisinya?

Semakin baik riset, semakin baik pula kita bisa mengantisipasi risiko di tengah kegalauan ekonomi.

Makro bicara soal DAYA BELI. Mikro siasati dengan mengupgrade DAYA JUAL.

Maka satu hal lagi yang perlu kita siapkan adalah capacity building.

Kuasai semakin banyak ilmu, pengetahuan, wawasan, dan keterampilan pemasaran serta penjualan.


Poinnya, ditengah situasi yang menantang. Perlu awareness terhadap keadaan. Bijak dan cermat dalam persiapan. Gass terus wawasan, kemampuan, dan keterampilan.

Tetap semangat menatap masa depan !

3 𝐓𝐈𝐏𝐒 𝐒𝐄𝐌𝐀𝐍𝐆𝐀𝐓 𝐓𝐄𝐑𝐔𝐒 𝐓𝐄𝐑𝐉𝐀𝐆𝐀 ...




1.kurangi mendengarkan informasi negatif soal bisnis bisnis di luar sana yang lagi turun dan berbagai masalah turunannya.Biarkan mereka yang bisnisnya turun kita baik baik aja.pokoknya mindsetnya kayak gitu.Anggep aja dunia baik baik aja yang gak baik ya emang itu hasil perbuatannya sendiri.

2.Berkumpul dengan orang orang baik dan punya semangat yang tinggi.Karena semangat itu menular dan kebaikan itu menentramkan.

3.Terus belajar 
Dunia terus berkembang ilmu baru selalu ada kalo tidak mau belajar kita akan ketemu jalan buntu yang membuat patah semangat. Tidak ada jalan buntu mungkin pikiran kita yang sedang buntu karena gak mau belajar.Investasikan sebagian uang untuk belajar. Semua ada caranya semua ada ilmunya semua ada mentornya. InsyaAllah dengan terus belajar semangat akan selalu terjaga.

𝐒𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐁𝐞𝐫𝐤𝐚𝐡 

IMPIAN

Untuk mencapai hal yang kita inginkan dalam hidup, yang kita sebut sebagai impian, kita perlu menyadari satu hal penting mengenai pikiran. Ada dua level impian. Pertama, impian di level pikiran sadar, dan kedua, impian di level pikiran bawah sadar. Kita 𝐒𝐄𝐋𝐀𝐋𝐔 mendapatkan impian yang ada di level pikiran bawah sadar, 𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 di level pikiran sadar. 

Pernahkah Anda bertemu dengan orang atau rekan yang berkata, "Nanti kalau saya besar saya tidak mau dapat istri seperti ibu saya yang cerewet dan suka ngatur-ngatur hidup saya."

Apa yang terjadi? Rekan ini menikah dengan wanita yang mirip dengan ibunya, yang cerewet dan suka mengatur. 

Ada lagi rekan yang berkata, "Saya tidak mau suami saya selingkuh." Dan yang terjadi adalah suaminya selingkuh. 

Mengapa ini bisa terjadi?

Hukum pikiran menyatakan sesuai dengan benih yang ditabur, demikian pula buah yang dituai. 

Impian di level pikiran sadar adalah apa yang kita inginkan secara sadar. Namun, untuk bisa menjadi realita, impian ini perlu diunduh atau dimasukkan ke pikiran bawah sadar. 𝐊𝐢𝐭𝐚 𝐇𝐀𝐍𝐘𝐀 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐢𝐦𝐩𝐢𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢 𝐥𝐞𝐯𝐞𝐥 𝐩𝐢𝐤𝐢𝐫𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐰𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐝𝐚𝐫. 

Dua contoh kasus di atas menunjukkan bahwa rekan ini salah menggunakan pikirannya. Pada contoh pertama yang ia inginkan adalah mendapat istri yang baik dan mengerti dirinya. Namun ia justru fokus pada sifat ibunya yang ia tidak inginkan ada dalam istrinya dan ini mendominasi pikiran dan perasaannya. 

Contoh kedua, rekan ini ingin suaminya setia pada dirinya dan keluarga. Namun yang menjadi fokus pikirannya adalah suami tidak selingkuh. 

Secara semantik pikiran sadar "saya tidak ingin dapat istri yang cerewet dan suka ngatur-ngatur hidup saya" dan "saya ingin dapat istri yang baik dan mengerti diri saya" memiliki makna yang sama. Namun, pikiran bawah sadar memaknainya berbeda. 

Demikian pula dengan "tidak ingin suami selingkuh" dan "ingin suami setia". 

Untuk bisa tahu apakah impian ini ada di level pikiran sadar atau bawah sadar kita bisa melakukan dua hal berikut:

1. Cek pikiran mana yang dominan. Apakah sesuatu yang TIDAK Anda inginkan atau sesuatu yang Anda inginkan? Kalau pada contoh di atas "tidak ingin dapat istri yang cerewet dan suka ngatur", atau "ingin dapat istri yang baik dan mengerti saya" atau "tidak ingin suami selingkuh" atau "ingin suami setia"?

2. Cek perasaan yang dominan. Mana yang lebih sering Anda rasakan? Apakah perasaan tidak nyaman saat memikirkan hal yang TIDAK Anda inginkan ataukah perasaan nyaman memikirkan yang Andan inginkan? 

Pada contoh di atas "tidak ingin dapat istri yang cerewet dan suka ngatur" atau "tidak ingin suami selingkuh", ataukah perasaan nyaman "ingin dapat istri yang baik dan mengerti saya" atau "ingin suami setia"?

Apapun bentuk pikiran dan terutama perasaan yang dominan dalam diri seseorang, itulah yang akan ia dapatkan.

Sekarang, coba cek ke dalam diri Anda. Selama ini Anda lebih sering memikirkan atau merasakan hal-hal yang membuat Anda tidak nyaman ataukah yang membuat Anda nyaman? Dan coba jujur pada diri sendiri. Mana yang lebih sering Anda dapatkan? Yang Anda tidak inginkan ataukah yang Anda inginkan?

Pesan saya, hati-hati dengan pikiran dan perasaan Anda yang dominan karena inilah yang akan menjadi realita Anda: Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.

Demikianlah adanya...
Demikianlah kenyataannya...

BAGUS SIH.. TAPI DIA COCOK GA YA KERJA DI SINI?

25 Pertanyaan untuk Tahu Apakah Kandidat punya Habitat Kerja yang Cocok dengan Kita atau Tidak



Pernah ngalamin ga?

- Merekrut talent yang di atas kertas performanya luar biasa, begitu direkrut, eh dia ga perform!
- Saat interview terlihat dia menjanjikan. Setelah mulai kerja, kok bikin kecewa mulu ya? 
- Pengen ngrekrut Head of Sales perusahaan yang lebih besar dari kita, harapannya dia bisa naikkin ritme dan penjualan tim kita. Tapi setelah berbulan-bulan, dia seperti ga bisa mengeluarkan potensi terbaiknya? 

Kenapa bisa terjadi?

PERTAMA...

Karena ga cocok habitat kerjanya. 

Saya pernah rekrut orang yang jago banget gedein usaha. Track recordnya mengagumkan. Semua bisnis yang dia pegang, pasti jadi gede. Pas saya rekrut, kok ga sesuai ekspektasi ya? 

Saya pernah hire A-Class talent di unicorn (apa decacorn ya?) yang ijo-ijo. Track recordnya real. Bisa dicek. Tapi pindah ke sini, kok melempem ya? 

Akhirnya, saya tahu. 

Mereka ini ga cocok habitatnya dengan perusahaan saya. Orang yang dah biasa kerja di lingkungan non-birokratis, ga banyak struktur, sehingga bisa gerak lincah pasti kaget tiba-tiba harus laporan ke sana ke situ sebelum kerja.

Orang yang biasa kerja dengan budget unlimited, bakal ga perform kalo tiba-tiba kerja di perusahaan yang lagi tipis. Begitu juga sebaliknya. Biasa hemat, dikasih budget banyak juga bingung penyerapannya. 

Semua kandidat punya habitat tertentu yang memungkinkan mereka mengeluarkan maksimal terbaiknya. 

Jangan paksa kura-kura bekerja di darat. Jangan harap kuda lari kencang di sungai. 

Segahar-gaharnya Harley Davidson bakal cupu juga kalo kita pake di jalan berbatu dan bakal kesulitan mendaki bukit pasir. Sebaliknya, saat masuk gang-gang sempit, naik Beat malah lebih lincah. Betul ? :) :) 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecocokan habitat kerja:
1) Speed organisasi. 
Startup yang lagi fast-growing pasti beda ritmenya dengan mereka perusahaan yang lebih mapan dan tertata

2) Gaya manajemennya. Orang yang biasa dimicro-manage, belum tentu bisa kerja saat dilepas gitu aja. (atau mungkin malah jadi perform? Bisa aja…)

3) Kondisi keuangan perusahaan. Talent yang biasa kerja di startup yang dapet funding, pasti beda kebiasaannya dengan mereka yang biasa bootstrap

4) Ekspektasi individu. Dia tahu ga sih, 6-12 bulan lagi, dia itu harus achieve apa biar dianggap sukses oleh manajemen? 

5) Visi, misi, dan value perusahaan. Yang biasa kerja di lingkungan “bebas” harus adaptasi dong saat kerja di “spiritual company” :)

6) Kualitas rekan kerja. Talent yang biasa kerja dengan lulusan Harvard, Stanford, jebolan McKinsey atau MNC, perlu adaptasi saat kerja dengan partner kerja yang sekolahnya ga jelas kayak saya.

7) Kekuatan tim. Orang yang biasa kerja sendirian, pasti beda habitnya dengan mereka yang terbiasa kerja dengan tim yang lengkap dan profesional. Begitu juga sebaliknya. 

Nah, supaya saya tahu dia ini terbiasa kerja di habitat yang seperti apa, saya biasanya tanya tentang ini:

A) SPEED PERUSAHAAN

Saya pengen tahu seberapa kenceng perusahaan dia sebelumnya. Dan apakah dia nyaman dengan itu? Atau mau cari suasana lain? 

skrip pertanyaannya kurang lebih gini:
1) Seberapa cepet growth perusahaan Anda sebelumnya? 

Untuk mendapat jawaban yang lebih akurat Anda bisa tanyakan: “Gini deh. Setahun kemarin stafmu ada berapa? Sekarang jadi berapa?” atau, Anda bisa tanyakan jumlah cabang yang dibuka/ ditutup. 

Setelah itu, lanjut pertanyaan kedua,"Anda suka ga dengan ritme seperti itu?" dan ketiga,"Sebenarnya, Anda pengen ritme yang seperti apa sih?" 

Di sini tentu saya sampaikan bahwa tidak ada jawaban benar salah. Tidak berarti orang yang pengen speed tinggi itu kita terima. Kalau ingin yang lebih stabil pun oke-oke aja.

B) ALUR KEPUTUSAN
Saya pengen tahu dia ini lebih nyaman kerja di perusahaan yang seperti apa. Yang struktur organisasinya jelas, rapi, dan cenderung kaku, atau yang fluid seperti perusahaan kekinian.

Saya ga cuma ingin tahu sebelumnya dia kerja di lingkungan seperti apa. Tapi saya juga ingin tahu sebenarnya dia ingin kerja di alur keputusan yang seperti apa.

Ini contoh pertanyaan yang bisa dipake:
1) Biasanya kalo bikin keputusan, gimana alurnya? Bisa langsung memutuskan, atau harus rapat-rapat dulu? 
2) Apa Anda nyaman dengan cara pembuatan keputusan yang seperti itu? 
3) Boleh share salah satu contoh peristiwanya? 
4) Mana yang lebih Anda inginkan: bebas bikin keputusan, ga banyak birokrasi, atau memang Anda lebih perform dengan struktur yang lebih rapi?

STYLE MANAJEMEN
Saya ingin tahu selama ini dia di-manage dengan gaya seperti apa oleh atasannya? Apakah dilepas, atau dikontrol banget. Gimana cara atasan mensupervisi dia? Terus, seperti apa gaya manajemen yang bikin dia perform?

Anda bisa cek dengan pertanyaan berikut:
1) Anda kan sudah pernah kerja dengan berbagai macam tipe atasan. Selama ini, atasan seperti apa yang bisa memacu Anda memberikan performa terbaik?
2) Kualitas apa yang paling Anda suka dari atasan Anda?
3) Kualitas apa yang paling kurang Anda suka dari atasan Anda? 
4) Apa aja yang dilakukan atasan Anda sehingga Anda bisa perform? 
5) Seandainya ada atasan ideal nih, kira-kira seperti apa sih sosoknya? 

Dalam banyak kasus, bagian menggali style manajemen ini, bisa jadi bagian terpenting untuk kita ketahui.

Tentu saja saat menanyakan bagian ini, saya harus membawa suasana santai. Tidak bermaksud menggosipkan atasannya. Karena itu saya tidak tanya nama atasannya, kecuali dia cerita sendiri. 

Selamat mencoba.

JANGAN BERLEPAS DARI GURU



Oleh Ustadz Andre Raditya
.
Guru saya berpesan.. jangan pernah hidup tanpa guru. Selesai belajar dari seorang guru, lanjutkan dengan guru yang lain lagi.
.
Selain untuk mengambil ilmu..
Punya guru itu juga untuk menjaga akhlak.
.
Tetap merasa jadi murid.
Tetap jadi santri.. itu menjadikan diri tawadhu'. 
Sebab dalam pikirannya ia selalu takut salah. Ia tahu ada yang lebih pintar. Yakni gurunya.
.
Orang merasa dirinya adalah santri pasti akan selalu menjaga sikap.. 
Sebab ia selalu khawatir jadi sebab malu bagi gurunya.
.
Kalau diri lepas dari guru.. biasanya mulai sombong. Merasa paling besar. Merasa mampu. Mulai merasa benar dan enggan dinasihati.
Dan berujung akhlaknya rusak tak terkendali. 
.
Merasa tidak lagi diawasi..
Merasa tidak lagi ada yang menegur.
.
Karenanya..
Siapapun kita, selalu lah menjadi santri sampai kapanpun. Miliki guru dan selalu belajar.
Belajar adab-adab beliau dan ilmu-ilmunya.
.
Bangga jadi santri..
Dan jadilah santri sampai mati.
.
Selamat hari santri.
Jihad Santri , Jayakan Negeri 


MENTAL KAYA

Kuajari kau teori dan praktek menjadi kaya dan bermental kaya: 

jika ada seseorang menawarimu apa saja, tanah, rumah, mobil, atau istana sekalipun jangan kau tolak walaupun seolah-olah kau tak mungkin membelinya. Jangan pernah katakan:

"Memangnya mau bayar pakai daun!"
Ketahuilah, tawaran kepadamu itu adalah doa. Maka katakan saja: 

 "Baik. Saya pertimbangkan." 
Atau: "Doakan segera ada rezeki."

Jawaban semacam itu adalah bagian dari prasangka baikmu kepada Tuhan. Kalaupun kau belum benar-benar bisa membelinya orang tak akan berkeberatan. Dan jika kau benar-benar mengingingkan, usahamu akan menjadi sedemikian rupa.

Nasehat dari pakde Prie Ge ES , alfatihah 🤲

NEED , LOGIC , PRICE

Need = Cari tau, apa yang dibutuhkan marketmu (apa problem mereka).

Logic = Ceritakan value produkmu / ceritakan bahwa produkmu adalah solusi atas problem mereka (lakukan pendekatan se-logic mungkin).

Price = Jika value produkmu dianggap lebih besar, maka marketmu akan menganggap harga produkmu terjangkau (bermanfaat).

Salam Berkah 
Salam Closing 

RADIATE POSITIVE ENERGY

Berikan dan sebarkan energi positif kepada semua anggota organisasi dalam kondisi apapun dan dalam situasi seberat apapun.

Panduan Meningkatkan Kualitas Interpersonal:
1. Berkomunikasi secara efektif dan membangun semangat berjuang
2. Menginspirasi orang lain untuk mencapai kemampuan puncak meraih hal-hal besar
3. Membangun hubungan yang sehat antar sesame anggota organisasi untuk terus bertumbuh
4. Mengembangkan keahlian para talenta yang ada dalam organisasi
5. Menjadi proaktif
6. Terbuka terhadap segala masukan, feedback, kritik
7. Secara positif merespon feedback
8. Mengcoach followers.

Hal yang paling penting adalah bagaimana cara seorang pemimpin mengelola kesulitan yang ada menjadi sebuah peluang yang mampu menumbuhkan.

🔴JANGAN TUNDA IMPIAN ANDA, SAUDARAKU!..


Ada satu kebiasaan yang sering kali merampas peluang besar dari hidup kita: menunda. Seberapa sering kita mendengar orang berkata, 
.
.
"Aku pengen punya bisnis sendiri, tapi nanti saja deh," 
.
.
dan nanti itu kadang-kadang berubah menjadi bertahun-tahun.
.
.
Bayangkan, jika seseorang menunda impian memiliki bisnis selama 3 tahun, berapa detik berharga yang telah terlewatkan? 
.
.
Ayo, hitung bersama! 
.
.
Dalam satu tahun, ada 31.536.000 detik (365 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik). Kalikan itu dengan tiga tahun, kita punya 94.608.000 detik. 
.
.
Banyak peluang yang melewatkan kita dalam waktu yang sebentar itu!
.
.
Tapi, tahu nggak? Ini lebih dari sekadar angka. 
.
.
Ini tentang mimpi dan potensi besar yang bisa kita kejar. Menunda bisa jadi pembunuh impian, 
.
.
Saudaraku.. Setiap detik yang terbuang adalah peluang yang hilang. Jangan biarkan ketakutan dan rasa takut menghentikan anda.
.
.
Ini bukan hanya tentang detik-detik yang terbuang, tapi juga tentang keuangan anda. Bisnis yang dimulai lebih awal bisa membawa keuntungan finansial yang lebih besar. Sejenak bayangkan betapa hebatnya perjalanan ini dalam 3 tahun ke depan!
.
.

.
Jadi, yuk kita lawan kebiasaan menunda ini bersama. Jangan sampai peluang luar biasa melewati hidup kita. Mulailah langkah pertama anda sekarang! Setiap detik adalah kesempatan baru untuk meraih impian anda. Ayo, Saudaraku, bersiaplah untuk menggenggam masa depan anda sendiri. **Mulailah hari ini, atau bersiaplah menyesal nanti.

#TidakTundaLagi #MimpiJadiKenyataan

Senin, 13 November 2023

PHENOMENA “ORANG DALAM”, MYTH or REALITY?

Dilla, seorang mentee saya hari itu bertanya,
“Om Pam, benarkah bahwa kita memang harus punya orang dalam? Banyak temen-temen aku di kantor ngomong tentang orang dalam untuk mendapatkan pekerjaan sebaiknya punya orang dalam.
Apakah untuk mendapatkan pekerjaan, untuk sukses dalam karier, kita harus punya orang dalam?
Apakah benar, bahwa IP yang bagus, ijazah dari universitas bagus, kadang tidak berguna, kalau kita tidak punya koneksi orang dalam?”
**
Pertanyaan menarik dari Dilla. Dan pertanyaan menarik bagi kita semua. Apakah benar demikian?
Ini topik yang sama menariknya. Apakah IP yang bagus dari universitas TOP menjamin kita sukses dalam karier. Ternyata jawabannya TIDAK.
Terus bagaimana sebaiknya? Sebaiknya kita mengkombinasikan (dan menyeimbangkan) kecerdasan kita dan kemampuan kita bekerjasama dengan orang lain (teamwork, communication and leadership).
Terus, apakah berarti ijazah yang bagus gak ada gunanya? Ya berguna banyak, tapi tanpa kemampuan bekerjasama dengan orang lain, ya ijasahnya gak akan banyak berguna.
**
Bagaimana dengan orang dalam? Sebenarnya yang penting adalah kemampuan kita membangun networking. Karena memang networking itu sangat diperlukan dalam kesuksesan kita.
Jadi sepintar apapun kita, setinggi apapun IP kita, sehebat apapun universitas kita, kalau kita tidak mampu membangun networking atau jaringan bisnis, ya memang akan sulit untuk sukses dalam, karier kita. Saya sendiri, seringkali mendapatkan pekerjaan saya, bukan dari lowongan kerja, tapi networking saya.
Ternyata bukan hanya untuk mencari pekerjaan, *untuk menjalankan pekerjaan dengan baik, kita juga membutuhkan kemampuan membangun dan menggunakan network, di dalam dan di luar perusahaan.*
Tetapi tentu saja , selain networking, kita harus mempunyai kompetensi, skills dan reputasi. Percuma punya networking kalau tidak mempunyai (saya ulangi) kompetensi, skills dan reputasi.
Jadi memang benar, you need network, tapi cuma punya network tidak akan membuat anda sukses. 
Dan sebaliknya, tanpa network, kompetensi dan skills anda juga tidak akan maximal manfaatnya.
**
Jadi bagaimana lengkapnya? 
Steven Bartlett (seorang CEO/Founder/Chairman yang pernah membangun perusahaan dari NOL, saat berumur 22 tahun, dan go public saat dia masih berusia 27 tahun) dalam bukunya “The Diary of a CEO”, meringkas lima yang perlu kita punyai agar kita sukses dalam pekerjaan, karier dan kehidupan kita. 
1) *WHAT YOU KNOW (YOUR KNOWLEDGE)*
2) *WHAT YOU CAN DO (YOUR SKILLS)*
3) *WHO YOU KNOW (YOUR NETWORK)*
4) *WHAT YOU HAVE (YOUR RESOURCES)*
5) *WHAT OTHERS THINK OF YOU (YOUR REPUTATION)*

**
Mari kita kita bahas satu persatu

*WHAT YOU KNOW (YOUR KNOWLEDGE)*

Pertama-tama, hal ini penting, dan akan semakin penting. 
You have to learn and continuously update your knowledge. Saya masih belajar (dan membaca) setiap hari. Dunia berubah begitu cepat, bisnis berubah begitu cepat, kompetensi semakin keras, the world needs the best! Berarti anda harus mengetahui lebih banyak dari yang lain, belajar lebih banyak daripada yang lain. Saya sendiri masih belajar (dan membaca) setiap hari, minimal satu bab, sebelum tidur. Lakukan hal yang sama, dan kita akan merasakan manfaatnya.
**
*WHAT YOU CAN DO (YOUR SKILLS)*

Setelah anda mengetahui banyak hal, praktekkan diskusikan, cobalah, berexperimenlah. Terapkan apa yang anda pelajari dalam kehidupan sehari-hari, terapkan dalam pekerjaan anda.
Kalau salah bagaimana? Don’t worry, namanya juga experiment, jangan takut salah. Begitu salah, akui, evaluasi, perbaiki, dan lakukan terus dengan konsisten. Lama-lama anda akan mengalampi improvement dalam skills kita. Hal ini bisa kita terapkan saat menerapkan pengetahuan untuk meningkatkan skills yang specific dalam pekerjaan kita, maupun dalam hal-hal yang lebih generic, seperti communication skills, presentation skills ..dll
**
*WHO YOU KNOW (YOUR NETWORK)*

Nah ini yang kadang sering dikonotasikan dengan negative sebagai phenomena orang dalam. Padahal dalam pekerjaan apapun kita sering membutuhkan bantuan baik dari internal maupun external. Dan berarti kita harus membina hubungan baik dengan semua orang, agar dapat memperlancar pekerjaan kita. Namun jangan lupa, tentu saja kita harus sering membantu orang, sebelum minta bantuan dari yang lain kan? Networking is not only about taking (advantage), but is first about GIVING (help, resources, advice …) to others. 
Berarti tanpa network (internal atau external), ya memang akan susah untuk sukses dalam pekerjaan, karier dan kehidupan kita. Berarti sejak di bangku kuliah, harus rajin-rajin membangun network, dan mengasah kemampuan membangun jaringan ini.
*
*WHAT YOU HAVE (YOUR RESOURCES)*

Untuk belajar, untuk meningkatkan kemampuan, untuk membangun network, mau tidak mau , kita harus berinvestasi: waktu, tenaga dan *uang*.
Dan salah satu resources yang penting di sini tentu saja adalah uang. Dengan uang yang cukup, kita bisa berinvestasi, membeli buku, ikut training, ikut certification, dan ikut dalam program untuk membangun network kita.
Let’s not be naïve. Success is also about money, time and focus. Bagaimana mendapatkan uang, bagaimana memanfaatkan waktu dan energy anda dan juga bagaimana berinvestasi untuk masa depan (dengan menggunakan uang itu untuk meng-upgrade our knowledge, our skills and expand our network). Kalau tidak pernah investasi ilmu untuk masa depan, jangan heran kalau karier atau kehidupan anda jalan di tempat.
**
*WHAT OTHERS THINK OF YOU (YOUR REPUTATION)*
Dunia ini kecil. Kita tak pernah menyangka, teman kita mengenal orang lain yang dalam lingkaran pertemanan kita. Ternyata hal ini terjadi dalam dunia bisnis. Everyone knows everyone.
Reputasi apa yang anda punya? Selalu bekerja cerdas, penuh inisiatif, selalu belajar, selalu sharing pengetahuan, mau membantu orang lain,… atau apa?
Jangan-jangan reputasi anda adalah, mau menang sendiri, gak mau bantu orang lain, pelit ilmu, pelit membantu? Sebelum melakukan process hiring, pasti ada yang namanya background/reference checking. Mereka akan menelpon atau menghubungi orang-orang yang dulunya pernah mengenal atau bekerja dengan anda. Di situlah pentingnya menjaga credibility atau reputasi kita semua, sejak dulu, sampai sekarang, dan sampai kapanpun.
**
Jadi ingat ya, sejak usia dini, di tengah karier, dan sampai kapanpun, perlunya menyeimbangkan dan mengembangkan hal-hal ini:
• *WHAT YOU KNOW (YOUR KNOWLEDGE)*
• *WHAT YOU CAN DO (YOUR SKILLS)*
• *WHO YOU KNOW (YOUR NETWORK)*
• *WHAT YOU HAVE (YOUR RESOURCES)*
• *WHAT OTHERS THINK OF YOU (YOUR REPUTATION)*

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Jumat, 03 November 2023

KODRAT



Kodratnya berproses adalah waktu. Butuh 9 bulan untuk bayi terlahir. Butuh 4 bulan agar padi bisa dipanen. Butuh 24 jam bagi bulan untuk berotasi.

Semua memiliki kodrat. 

Banyak orang tidak ingin menjalani kodrat pekerjaannya atau apapun yang dilakukannya, akhirnya menempuh jalan-jalan pintas. Ingin hasilnya tapi tidak tahan dengan prosesnya. 

Pada akhirnya, seringkali kita harus membayar dengan cara-cara yang pedih karena tidak ingin berproses.

Bahkan orang-orang yang tekun menjalani proses, mendudukkan hal-hal sesuai pada tempatnya, dan berpikir secara fundamental saja masih sering kepleset dan rontok, apalagi yang serampangan?

Untuk survive, kita membutuhkan determinasi dan napas yang panjang. Memahami kodratnya perjalanan akan membantu kita membuat ukuran-ukuran napas yang harus kita persiapkan.