Rabu, 17 November 2021

INFJ, Si Kepribadian Paling Langka



Salam Pengetahuan Bagi Kita Semua!

Kepribadian INFJ merupakan singkatan dari kata Introverted, Intuitive, Feeling, Judging. INFJ kerap dijuluki sebagai 'The Advocate' atau 'Sang Penasihat'. Dijuluki hal tersebut karena memang orang yang memiliki kepribadian INFJ umumnya suka menolong, suportif, dan sangat peka terhadap perasaan orang lain. Tercatat hanya 1-3% orang yang memiliki kepribadian INFJ. Oprah Winfrey, Taylor Swift, dan Martin Luther King Jr merupakan artis yang ternyata memiliki kepribadian INFJ. 

Kenapa disebut INFJ? 

Introversion artinya orang dengan kepribadian ini cenderung memiliki sifat introvert, sehingga membutuhkan waktu sendiri untuk kembali mengisi energinya. Sementara itu intuition artinya orang tersebut lebih suka memerhatikan pola dan garis besar dari suatu hal dibanding detail teknisnya. Sifat intuitionnya juga membuat para INFJ senang memikirkan tentang kemungkinan, berimajinasi soal masa depan, dan berdiskusi soal teori-teori abstrak.
Karakter feeling pada INFJ menandakan bahwa saat mengambil suatu keputusan, mereka akan lebih mempertimbangkan soal perasaan dan emosi dirinya dan orang-orang di sekitarnya dibandingkan dengan hal-hal yang logis dan tidak personal. 

Terakhir, karakter judging pada INFJ menandakan cara orang tersebut berhadapan dengan dunia atau orang-orang di sekitarnya. Orang dengan kepribadian ini lebih suka dengan hal-hal yang terstruktur dan bulat saat mengambil keputusan.
Namun dibalik itu semua, INFJ memiliki beberapa fakta yang unik dan juga mengejutkan. 

Berikut adalah fakta mengenai kepribadian INFJ:

1. Kepribadian INFJ suka berpikir lebih dalam

Orang dengan tipe kepribadian INFJ suka menemukan makna dan mendalami makna suatu hubungan. Mereka yang memiliki kepribadian INFJ lebih menyukai alasan yang lebih dalam ketika seseorang membuat keputusan atau melakukan sesuatu dan tidak puas hanya karena penampilannya. 

2. Introvert yang bukan berarti penyendiri

INFJ sendiri merupakan introvert. Namun bukan berarti mereka selalu menyendiri atau hidup sendiri. Mereka dapat membangun hubungan yang kuat dengan orang di sekitarnya serta membantu orang lain. Hanya saja ketika mereka kekurangan energi, mereka suka menikmati me time untuk mengisi ulang energi mereka.

3. Berada pada gelombang yang berbeda

INFJ kerap dianggap asing oleh orang lain. Karena INFJ sendiri memiliki dua sisi yang berlawanan pada diri mereka, yakni tertutup dan juga berorientasi pada orang lain. Kaum INFJ sendiri sangat sulit dimengerti oleh orang-orang sekitarnya. Mereka sendiri pun tidak tahu pada kepribadian mereka sendiri. Alhasil INFJ sering merasa terasingkan dan salah memahami mereka. 

4. Emosional dan rasional dalam waktu bersamaan

Dua hal tersebut membuat INFJ begitu istimewa. Dalam tes kepribadian MBTI, INFJ punya kepribadian yang hampir sama dengan INTJ. Bedanya hanya INTJ lebih menggunakan pikiran (thinking) dibandingkan dengan perasaan (feeling). 

5. Sering bertepuk sebelah tangan

INFJ dikenal sebagai pendengar yang hebat. Mereka bahkan mampu menciptakan keterikatan emosi yang mendalam pada orang lain. Dalam artian INFJ juga sering bertepuk sebelah tangan karena lebih sering memberi lebih banyak dibandingkan dengan apa yang mereka terima. Contohnya seperti, INFJ selalu menjadi pendengar bagi orang lain namun mereka sulit didengan oleh orang lain. 

6. Sensitif pada konflik

INFJ selalu berusaha membangun hubungan yang baik dengan orang di sekitarnya, sehingga adanya perdebatan atau pertengkaran kerap membuat mereka merasa tertekan. INFJ akan mengalami gejala seperti sulit tidur, sakit perut, hingga sakit kepala saat bertengkah dengan orang yang ia rasa dekat dengan dirinya. Namun bukan berarti orang yang memiliki kepribadian ini, harus menghindari konflik seterusnya. 

7. Merasa dilahirkan untuk hal yang luar biasa

Para INFJ kerap memikirkan bahwa mereka ditakdirkan untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Namun masalahnya, banyak yang 'tersesat', tidak tahu bagaimana cara mengubah dunia atau mengangggap diri mereka tidak memiliki kemampuan yang sepadan untuk melakuka hal itu. 

8. Pemimpi 

Dan yang terakhir adalah pemimpi. Saat semua orang sibuk dengan membicarakan tentang selebriti atau hal-hal yang panas lainnya, INFJ lebih suka memikirkan hal-hal yang berbau perjalan waktu, arti dari kehidupan, dan juga hal-hal yang luar biasa lainnya. Tetapi pada umumnya orang-orang berkepribadian INFJ kerap tidak menceritakan hal-hal yang terlintas dalam pikiran mereka. Mereka menganggap bahwa orang lain tidak akan tertarik kepada hal-hal yang dipikirkan oleh INFJ. 

Itulah pengertian dan juga fakta menarik sekaligus mengejutkan mengenai INFJ. Bagi kalian yang memiliki kepribadian seperti itu harus merasa istimewa karena kalian berbeda dengan banyak orang di dunia ini. Jika kalian belum mengetahui tipe kepribadian kalian, bisa cek saja di Google Test MBTI secara online. 

Panjang Umur Perjuangan, Panjang Umur Ruang Pengetahuan

Minggu, 14 November 2021

AGAR ALLAH RIDHO TERHADAP BISNIS KITA



Berdasarkan pengalaman ...
Ada 2 Hal yang mesti dipelajari saat memulai Bisnis..
Ilmu Dunia dan Ilmu Akhirat nya..

Ilmu Akhirat atau Ilmu Allah adalah syarat2 syarie yang mesti kita pelajari sebelum ber Muamalah..
Apa saja yg mesti kita pahami : 
- Fiqih Muamalah
- Aqad antar kita dgn Investor
- Aqad antar Perusahaan/Owner dgn Staff
- Aqad antar Perusahaan dgn Pihak2 Ketiga
- Sumber2 Modal Kerja Yang Halal
- Hak & Kewajiban Kerja Secara Syariah
Dll

Sedangkan Ilmu Dunia meliputi :
- Bisnis Proses /Operasional Bisnis yg akan kita geluti.
- Management Perusahaan terkait SDM & Keuangan.
- Bagaimana memasarkan Product terkait : Branding, Marketing and Selling.

Banyak dr Kita terkadang saat memulai Bisnis..
Yang paling dahulu d utamakan adalah Bab Ilmu Dunianya..
Shg terkadang salah dr sisi menetapkan modal kerja dr Riba, aqad2 yang tidak syarie dll..
Sehingga dikhawatirkan Allah tidak ridho terhadap bisnis kita..
Kita bekerja keras mengejar Omzet, namun tak juga kunjung datang, atau mendapatkan Omzet namun tetap saja Bisnismya bermasalah..

Bahkan seolah2 Bisnis kita maju..
Namun ternyata itu hanya Istidraj saja sebagai cobaan dr Allah..

Seandainya ada seorang Imam /Ulil Amri yang baik dlm sebuah Institusi Negara..
Kontrol tersebut mestinya dijalankan oleh negara..
Memastikan Bisnis Rakyatnya harus sesuai Syariat..
Agar Allah Ridho terhadap kita..

Perhatikan kisah tentang Umar Bin Khattab saat menjadi Khalifah..
Diriwayatkan dari Imam Malik bahwa Beliau memerintahkan para penguasa untuk mengumpulkan seluruh pedagang dan orang-orang pasar, lalu beliau menguji mereka satu-persatu..
Saat Beliau dapati di antara mereka ada yang tidak mengerti Hukum Halal-Haram tentang jual-beli, maka Umar Bin Khattab melarangnya Para Pedagang masuk ke pasar seraya menyuruhnya mempelajari Fiqih Muamalat..
Bila telah paham, para Pedagang tersebut dibolehkan masuk pasar.

Kemudian diriwayatkan dari Abu Laits, ia berkata,

لَا يَحلُّ لِلرَّجُل أَنْ يَشْتَغِلَ بِالْبَيْعِ وَالشِّرَاءِ مَالَمْ يَحْفَظْ كِتَابَ الْبُيُوْع

Seorang laki-laki tidak halal melakukan akad jual-beli selagi dia belum menguasai bab fiqih jual-beli.

Sungguh indah jika menjalankan segala sesuatunya berdasarkan Syariat Allah..
Termasuk memulai dan menjalankan Bisnis..
Ittaqillah... Ittaqillah haitsuma kunta..
Semoga Allah masukkan kita kepada Golongan orang2 yang sabar..
Sabar dalam berikhtiar HANYA mencari yg Halal..
Sabar dalam menjalani Bisnis..
Sabar dalam setiap cobaan..

Bisa jadi kita salah memulai..
Tetapi Muslim Yang Cerdas adalah ketika ia salah melangkah, maka ia segera memperbaiki diri..

Rabu, 10 November 2021

𝗣𝗮𝗸, 𝗶𝗻𝗶 𝗮𝗱𝗮 𝗰𝗮𝗹𝗼𝗻 𝗖𝗠𝗢 𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗴𝗮𝗷𝗶 𝟮𝟬 𝘀𝗱 𝟮𝟱𝗷𝘁 𝗽𝗮𝗸, 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂 𝗽𝗲𝘀𝗮𝗻 𝘄𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝘀𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗮𝗿𝘁𝗻𝗲𝗿 𝗯𝗶𝘀𝗻𝗶𝘀 𝘀𝗮𝘆𝗮. 
.
.

𝗧𝗼𝗹𝗼𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗸𝗶𝗿𝗶𝗺 𝗰𝘃 𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲 𝘄𝗮 𝘀𝗮𝘆𝗮 𝘆𝗮 𝗺𝗮𝘀...𝘁𝗵𝗮𝗻𝗸 𝘆𝗼𝘂, 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗸𝘂.
.
.

𝗟𝗮𝗹𝘂 𝗸𝗮𝗺𝗶-𝗽𝘂𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴-𝗮𝗴𝗲𝗻𝗱𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝘁𝗲𝗺𝘂𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗵𝗮𝘀 𝗵𝗮𝗹 𝗶𝗻𝗶.
.
.

𝗦𝗮𝗺𝗯𝗶𝗹 𝗺𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗶𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮 𝗽𝗮𝗸, 𝗽𝗲𝘀𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶𝗻𝘆𝗮.
.
.

𝗦𝗶𝗮𝗽..𝘀𝗼𝘁𝗼 𝗸𝗮𝗱𝗶𝗽𝗶𝗿𝗼 𝘆𝗮 𝗺𝗮𝘀, 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗸𝘂 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗵 𝘀𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁
.
.

𝗦𝗲𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿𝗱𝗶𝘀𝗸𝘂𝘀𝗶 𝟭 𝗷𝗮𝗺, 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗽𝘂𝘁𝘂𝘀𝗸𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗮𝗺𝗯𝗶𝗹 𝗸𝗮𝗻𝗱𝗶𝗱𝗮𝘁 𝗶𝗻𝗶.
.
.

𝗨𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗯𝗶𝘀𝗻𝗶𝘀 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘀𝗸𝗮𝗹𝗮 𝗼𝗺𝘀𝗲𝘁 𝟭𝟬 𝘀𝗱 𝟭𝟬𝟬𝗷𝘁 𝗽𝗲𝗿 𝗯𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝘀𝘂𝗽𝗲𝗿𝗺𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘁𝗶𝗺 𝘆𝗴 𝗰𝘂𝗸𝘂𝗽𝗮𝗻. 𝗦𝗲𝗺𝘂𝗮 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗽𝗶𝗸𝗶𝗿𝗶𝗻, 𝗺𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗺𝗮𝗿𝗸𝗲𝘁𝗶𝗻𝗴, 𝗼𝗽𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹, 𝗳𝗶𝗻𝗮𝗻𝗰𝗲, 𝗱𝗮𝗻 𝗛𝗥.

𝗞𝗮𝗹𝗼 𝗺𝗮𝘂 𝗻𝗮𝗶𝗸 𝗸𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗸𝗲 𝟭𝗠, 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗺𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗯𝘂𝘁𝘂𝗵 𝘁𝘂 𝘁𝗶𝗺 𝘆𝗴 𝗶𝘀𝗶𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗵𝗶𝗻𝗸𝗲𝗿 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸. 𝗠𝗶𝗻𝗶𝗺𝗮𝗹 𝘀𝗮𝘁𝘂. 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗷𝗮𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘁𝗶𝗺 𝗶𝗻𝘁𝗶 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗰𝗼-𝗳𝗼𝘂𝗻𝗱𝗲𝗿. 

𝗗𝗮𝗿𝗶 𝟭𝗠 𝗸𝗲 𝟯𝗠 𝗯𝘂𝘁𝘂𝗵 𝘀𝘂𝗽𝗲𝗿𝘁𝗲𝗮𝗺. 𝗧𝗮𝗹𝗲𝗻𝘁-𝘁𝗮𝗹𝗲𝗻𝘁 𝗷𝗮𝗴𝗼𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗶𝘀𝗻𝗶𝘀𝗺𝘂 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁. 𝗞𝗼𝗺𝗯𝗶𝗻𝗮𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘁𝗵𝗶𝗻𝗸𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗲𝗸𝘂𝘁𝗼𝗿 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗷𝗮𝗴𝗼𝗮𝗻. 𝗣𝗮𝘀𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗹𝗲𝗻𝘁 𝗱𝗶 𝗽𝗼𝘀𝗶𝘀𝗶 𝗲𝘅𝗲𝗰𝘂𝘁𝗼𝗿 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗿𝗲𝗸𝗿𝘂𝘁 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗷𝗮𝗴𝗼 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝘆𝗴 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗮𝗱𝗮.

𝗨𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗯𝗲𝗿𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗸𝗲 𝗹𝗲𝘃𝗲𝗹 𝗱𝗶 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝟯𝗠 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝘂𝘀𝘁𝗮𝗶𝗻, 𝗸𝗮𝘆𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮 𝗯𝘂𝘁𝘂𝗵 𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸𝗶𝗻 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗿𝗼𝗳𝗲𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹. 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝗹𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗰𝗼𝗿𝗽𝗼𝗿𝗮𝘁𝗲 𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿. 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽𝗶 𝗽𝘂𝘇𝘇𝗹𝗲 𝘀𝘂𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶𝗺-𝗺𝘂. 𝗧𝗿𝗮𝗻𝘀𝗳𝗲𝗿 𝗸𝗻𝗼𝘄𝗹𝗲𝗱𝗴𝗲 𝗱𝗮𝗻 𝗽𝗿𝗼𝗳𝗲𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 𝗺𝗶𝗻𝗱𝘀𝗲𝘁 𝘁𝗲𝗿𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗱𝗶𝘀𝗶𝘁𝘂. 𝗧𝗶𝗺 𝗹𝗮𝗺𝗮 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗶𝗸𝘂𝘁 𝗻𝗮𝗶𝗸 𝗸𝗲𝗹𝗮𝘀. 𝗟𝗮𝗿𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗺𝗮𝗸𝗶𝗻 𝗸𝗲𝗻𝗰𝗲𝗻𝗴. 𝗗𝗶 𝘁𝗶𝗺 𝗹𝗮𝗶𝗻, 𝘀𝗮𝘆𝗮 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗻𝘁𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴-𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗹𝗲𝘃𝗲𝗹 𝗶𝗻𝗶. 𝗕𝗲𝗱𝗮 𝗯𝗼𝘀...

𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗹𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗶𝘁𝘂 𝘄𝗼𝗿𝗸?

𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗹𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗵 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗽𝗮𝘁, 𝗯𝗲𝗿𝗵𝗮𝘀𝗶𝗹, 𝘀𝘂𝗸𝘀𝗲𝘀 𝘁𝗮𝗽𝗶 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗴𝗮𝗴𝗮𝗹, 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝗻𝗮 𝗶𝘁𝘂 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗳𝗮𝘀𝗲 𝗯𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿. 𝗜𝘁𝘀 𝗼𝗸𝗮𝘆...

𝗧𝗮𝗽𝗶 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗽𝗲𝗻𝗴𝘂𝘀𝗮𝗵𝗮, 𝘁𝘂𝗴𝗮𝘀 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗺𝗯𝗶𝗹 𝗸𝗲𝗽𝘂𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻? 

𝗕𝗘 𝗕𝗥𝗔𝗩𝗘

𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗯𝗮𝗵𝗮𝗴𝗶𝗮 𝘀𝗼𝗵𝗶𝗯 😁

𝐁𝐈𝐒𝐌𝐈𝐋𝐋𝐀𝐇 𝐊𝐎𝐌𝐈𝐒𝐀𝐑𝐈𝐒?


𝐊𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐨𝐰𝐧𝐞𝐫 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐢𝐤𝐮𝐭 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐮𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐫𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐫𝐲𝐚𝐰𝐚𝐧 (𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛 𝐭𝐞𝐫𝐡𝐚𝐝𝐚𝐩 𝐤𝐢𝐭𝐚), 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐫𝐭𝐢 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐨𝐰𝐧𝐞𝐫 𝐦𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩 𝐂𝐄𝐎.

𝐊𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐝𝐢 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧 𝐤𝐨𝐫𝐩𝐨𝐫𝐚𝐭, 𝐝𝐢 𝐚𝐭𝐚𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐂𝐄𝐎 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐚𝐝𝐚 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠-𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐚𝐭𝐚𝐬𝐧𝐲𝐚. 𝐌𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐫 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐁𝐨𝐚𝐫𝐝 𝐨𝐟 𝐂𝐨𝐦𝐦𝐢𝐭𝐭𝐞𝐞, 𝐁𝐨𝐚𝐫𝐝 𝐨𝐟 𝐃𝐢𝐫𝐞𝐜𝐭𝐨𝐫𝐬, 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐭𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐊𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬, 𝐩𝐨𝐬𝐢𝐬𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐦𝐩𝐞𝐭 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐠𝐮𝐲𝐨𝐧𝐚𝐧 "𝐁𝐢𝐬𝐦𝐢𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐤𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬", 𝐡𝐞𝐡𝐞𝐡𝐞𝐡𝐞.

𝐍𝐚𝐡, 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐭𝐮𝐥𝐧𝐲𝐚, 𝐚𝐩𝐚 𝐟𝐮𝐧𝐠𝐬𝐢 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐝𝐚𝐧 𝐚𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐩𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐔𝐌𝐊𝐌 𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬?

~~~

𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐤𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐛𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐢 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐤𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐢𝐧𝐝𝐚𝐤 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐩𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧/𝐩𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤 𝐬𝐚𝐡𝐚𝐦.

𝐏𝐨𝐬𝐢𝐬𝐢 𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐫𝐞𝐤𝐬𝐢 (𝐝𝐞𝐰𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐚𝐫𝐚𝐡) 𝐝𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛 𝐚𝐭𝐚𝐬 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐣𝐮𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐰𝐚𝐡𝐢 𝐩𝐢𝐡𝐚𝐤-𝐩𝐢𝐡𝐚𝐤 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐰𝐚𝐡𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐥𝐚𝐧𝐠𝐬𝐮𝐧𝐠.

𝐊𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐝𝐢𝐭𝐮𝐧𝐣𝐮𝐤 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐩𝐢𝐥𝐢𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐰𝐚𝐬𝐢 𝐬𝐞𝐥𝐮𝐫𝐮𝐡 𝐤𝐞𝐠𝐢𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧, 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐛𝐢𝐣𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐞𝐥𝐨𝐥𝐚𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧.

𝐔𝐦𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚, 𝐣𝐚𝐛𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐤𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐝𝐢𝐢𝐬𝐢 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐬𝐞𝐤𝐞𝐥𝐨𝐦𝐩𝐨𝐤 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐧𝐚𝐦𝐚 𝐝𝐞𝐰𝐚𝐧 𝐤𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬. 𝐃𝐞𝐰𝐚𝐧 𝐤𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐝𝐢𝐩𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐤𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐮𝐭𝐚𝐦𝐚.

𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐩𝐨𝐬𝐢𝐬𝐢 𝐤𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐝𝐢𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩 𝐩𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠 𝐢𝐭𝐮, 𝐥𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫𝐬 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐭𝐮𝐥𝐧𝐲𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐥𝐮 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐚𝐰𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐀𝐓 𝐊𝐄𝐁𝐈𝐉𝐀𝐊𝐀𝐍 𝐒𝐄𝐒𝐔𝐀𝐈 𝐃𝐄𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐕𝐈𝐒𝐈 𝐌𝐈𝐒𝐈 𝐏𝐄𝐑𝐔𝐒𝐀𝐇𝐀𝐀𝐍.

𝐍𝐠𝐠𝐚𝐤 𝐜𝐮𝐦𝐚 𝐢𝐭𝐮, 𝐤𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐊𝐄𝐖𝐄𝐍𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐆𝐀𝐍𝐓𝐈 𝐏𝐈𝐌𝐏𝐈𝐍𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐑𝐔𝐒𝐀𝐇𝐀𝐀𝐍 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐝𝐢𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐩𝐞𝐦𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐢𝐤.

𝐌𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧 𝐚𝐝𝐚 𝐟𝐮𝐧𝐠𝐬𝐢, 𝐰𝐞𝐰𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠, 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐬𝐮𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐛𝐢𝐣𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧/𝐩𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤 𝐦𝐨𝐝𝐚𝐥.

𝐍𝐚𝐦𝐮𝐧, 𝐬𝐞𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐮𝐦𝐮𝐦 𝐝𝐞𝐭𝐚𝐢𝐥 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛 𝐊𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐤𝐢𝐫𝐚-𝐤𝐢𝐫𝐚 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐧𝐢:

𝟏) 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐰𝐚𝐬𝐢 𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐤𝐚𝐥𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚𝐢 𝐤𝐞𝐰𝐚𝐣𝐢𝐛𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐯𝐚𝐥𝐮𝐚𝐬𝐢 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐡𝐚𝐬𝐢𝐥 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐩𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧
𝟐) 𝐌𝐞𝐧𝐞𝐧𝐭𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐝𝐢𝐫𝐞𝐤𝐭𝐮𝐫
𝟑) 𝐌𝐞𝐧𝐲𝐞𝐭𝐮𝐣𝐮𝐢 𝐫𝐞𝐧𝐜𝐚𝐧𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐚𝐣𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐩𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧
𝟒) 𝐌𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧-𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐠𝐮𝐧𝐚 𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧.

𝐃𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐧𝐲𝐚𝐭𝐚 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐝𝐢𝐚𝐭𝐮𝐫 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐏𝐚𝐬𝐚𝐥 𝟏𝟏𝟒 𝐔𝐧𝐝𝐚𝐧𝐠-𝐔𝐧𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐍𝐨.𝟒𝟎 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 𝟐𝟎𝟎𝟕 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐫𝐛𝐚𝐭𝐚𝐬. 𝐃𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐮𝐧𝐝𝐚𝐧𝐠-𝐮𝐧𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭, 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐮𝐠𝐚𝐬 𝐤𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡:

𝟏) 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐰𝐚𝐬𝐢 𝐤𝐞𝐠𝐢𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧
𝟐) 𝐌𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐧𝐚𝐬𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢𝐫𝐞𝐤𝐬𝐢 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐩𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧
𝟑) 𝐁𝐞𝐫𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐤𝐞𝐫𝐮𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐢𝐛𝐚𝐭 𝐤𝐞𝐥𝐚𝐥𝐚𝐢𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚

𝐊𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐫𝐮𝐠𝐢, 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐬𝐞𝐥𝐮𝐫𝐮𝐡 𝐝𝐞𝐰𝐚𝐧 𝐤𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬. 𝐓𝐚𝐩𝐢 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐝𝐞𝐰𝐚𝐧 𝐤𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐚𝐭𝐢-𝐡𝐚𝐭𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐢𝐧𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐤𝐞𝐫𝐮𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭, 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐩𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧, 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐞𝐩𝐞𝐧𝐭𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐫𝐢𝐛𝐚𝐝𝐢 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐫𝐮𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭, 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛 𝐝𝐢𝐥𝐢𝐦𝐩𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞 𝐩𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐥𝐚𝐧𝐠𝐬𝐮𝐧𝐠.

𝐍𝐚𝐡, 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐚𝐧𝐲𝐚𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚, 𝐔𝐌𝐊𝐌 𝐏𝐞𝐫𝐥𝐮 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐓𝐢𝐝𝐚𝐤?

𝐁𝐮𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛 𝐢𝐭𝐮, 𝐜𝐞𝐤 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐚𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐒𝐓𝐑𝐀𝐓𝐄𝐆𝐈-𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐞𝐫𝐨𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐫𝐛𝐚𝐭𝐚𝐬, 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐰𝐚𝐡𝐢 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 𝐭𝐞𝐧𝐚𝐠𝐚, 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐛𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐮𝐣𝐮𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐝𝐚𝐧𝐚𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐩𝐞𝐦𝐨𝐝𝐚𝐥 𝐯𝐞𝐧𝐭𝐮𝐫𝐚 𝐦𝐚𝐮𝐩𝐮𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐩𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤?

𝐊𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐢𝐲𝐚, 𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐫𝐭𝐢 𝐩𝐞𝐫𝐥𝐮 𝐝𝐢𝐩𝐞𝐫𝐬𝐢𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐢𝐭𝐮.

𝐒𝐞𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐞𝐤𝐬𝐭𝐞𝐫𝐧𝐚𝐥, 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐨𝐦𝐢𝐬𝐚𝐫𝐢𝐬 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐮𝐦𝐛𝐞𝐫 𝐤𝐞𝐩𝐞𝐫𝐜𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧 𝐩𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐚𝐰𝐚𝐬𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚. 𝐀𝐩𝐚𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐭𝐫𝐚𝐜𝐤 𝐫𝐞𝐜𝐨𝐫𝐝 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐚𝐥𝐚𝐦𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐫𝐠𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐛𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐩𝐚 𝐤𝐨𝐫𝐩𝐨𝐫𝐚𝐭, 𝐦𝐢𝐬𝐚𝐥𝐧𝐲𝐚.

𝐒𝐞𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐢𝐧𝐭𝐞𝐫𝐧𝐚𝐥, 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐢𝐥𝐦𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐚𝐥𝐚𝐦𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐝𝐢𝐠𝐮𝐧𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐮𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐝𝐞𝐩𝐚𝐧.

𝐓𝐚𝐩𝐢, 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐔𝐌𝐊𝐌 𝐦𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐛𝐮𝐭𝐮𝐡 (𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐧𝐲𝐨𝐛𝐚) 𝐟𝐮𝐧𝐠𝐬𝐢 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐚𝐰𝐚𝐬𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚, 𝐬𝐞𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤𝐧𝐲𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐝𝐚 𝐩𝐢𝐡𝐚𝐤 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐰𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐬𝐭𝐫𝐚𝐭𝐞𝐠𝐢), 𝐔𝐌𝐊𝐌 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐢𝐤𝐮𝐭𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐩𝐫𝐨𝐠𝐫𝐚𝐦 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐭𝐫𝐚𝐢𝐧𝐢𝐧𝐠, 𝐜𝐨𝐚𝐜𝐡𝐢𝐧𝐠, 𝐦𝐚𝐮𝐩𝐮𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐝𝐚𝐦𝐩𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐛𝐢𝐬𝐧𝐢𝐬.

𝐒𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐧𝐚𝐦𝐛𝐚𝐡 𝐢𝐧𝐬𝐩𝐢𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐬𝐢𝐚𝐧𝐠 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐭𝐞𝐦𝐞𝐧-𝐭𝐞𝐦𝐞𝐧 𝐲𝐚𝐚𝐚 🤩

Senin, 08 November 2021

BELAJAR HOW PEOPLE BUY: BAGAIMANA MEREKA MENOLAK PENAWARAN


Lho, belajar bagaimana orang mau membeli, kok malah mempelajari cara mereka menolak?

Karena ternyata, dengan kita mengantisipasi penolakan tersebut di dalam narasi marketing kita, pembaca akan LEBIH MUDAH MENERIMA AJAKAN.

Kalau menurut Knowles dan Linn dalam bukunya "Resistance and Persuasion", ada empat penolakan manusia yang wajib diketahui:

1) REAKTANSI

Reaktansi adalah respon yang muncul (dan rasanya tidak menyenangkan) ketika diberi penawaran/perintah secara langsung, di mana penawaran/perintah itu dianggap oleh manusia bisa menghilangkan kebebasannya menentukan PILIHAN/ALTERNATIF.

Secara alamiah manusia merasa punya kekuatan untuk memilih. Sehingga, HINDARI ajakan yang seakan-akan tidak ada alternatifnya.

2) DISTRUST (KETIDAKPERCAYAAN)

Manusia mempunyai keyakinan masing-masing yang terbangun berdasarkan pengaruh lingkungan terdekatnya, sehingga, jika menerima/melihat sesuatu yang berpotensi mengubah keyakinannya itu, muncullah ketidakpercayaan.

Manusia akan melakukan cross-check dengan referensi informasi yang sudah ada sebelumnya, menimbang-nimbang apa motivasi sesungguhnya dari penawaran tersebut, serta bagaimana fakta yang sesungguhnya.

Maka, penting untuk transparan dengan value yang diberikan, sehingga, calon pembeli melihat kita berbisnis bukan sedang mengambil uang mereka, tapi karena ada value untuk mereka yang membutuhkan.

3) SCRUTINY

Terjemahnya pengawasan.

Ini unik sekali, karena meskipun kita menarget orang yang tepat (mereka membutuhkan sesuatu, kita bisa memberikannya sesuai dengan keinginannya), orang ini ternyata BISA LEBIH BERHATI-HATI dan sangat memikirkan / mempertimbangkan dengan berbagai situasi.

Maka, penting untuk mempunyai product knowledge yang baik, sehingga, jika orang seperti ini sudah menampakkan ciri-cirinya, kita TIDAK PERLU terlalu banyak memberikan pengaruh, cukup memberikan jawaban sesuai PORSI DAN FAKTANYA.

4) INERSIA

Dalam teori fisika, inersia itu sebuah kekuatan yang ada di dalam benda, untuk tetap MEMPERTAHANKAN KEADAANNYA DI TEMPAT. Alias mager hehehe 😁.

Knowles dan Linn mengibaratkan inersia ini dengan seseorang yang TIDAK MEMUNCULKAN reaktansi, distrust, bahkan scrutiny.

“Hanya tidak mau saja”.

Seseorang yang memiliki 'inersia' ini punya kecenderungan menjaga keseimbangan kondisi yang saat ini sedang dialaminya. Sehingga, mereka cenderung menolak setiap kemungkinan ajakan.

Knowles dan Linn tidak memberikan penjelasan lebih lanjut bagaimana mengajak orang dengan inersia yang besar. Namun, secara umum (teorinya) benda dengan inersia yang besar pasti MEMBUTUHKAN GAYA TARIK LEBIH BESAR.

Yang berarti seseorang dengan inersia perlu sesuatu yang benar-benar mengganggu stabilitas kehidupannya. Mereka akan ‘sedikit terpaksa’ berada dalam instabilitas, dan berusaha mendapatkan stabilitas kehidupannya kembali.

Dari sini, bisnis berperan agar ‘stabilitas’-nya kembali seperti semula.

~~

Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh kita mengantisipasi penolakan ini? Menurut Knowles dan Linn:

1) MEMBERIKAN ALTERNATIF: Kita bisa menyediakan variasi di dalam bisnis/produk, sehingga, mereka bisa memilih sesuai kebutuhannya.

2) TRANSPARANSI: Apa tujuan kita yang sesungguhnya, perlu 'diolah' dalam narasi marketing kita. Ada banyak cara melakukan transparansi niat kita ini agar cukup terbaca dan tidak terlalu polos juga. Makanya, perlu kemampuan mengolah tulisan/narasi yang baik.

3) DELIVERED WHAT IT IS: Perkuat product knowledge dan bersiap apabila ada banyak yang menanyakan detail lebih lanjut tentang produk kita. Proses diskusi ini jangan dikurangi, karena 'sentuhan manusia' lebih dihargai. Sehingga, cukup fasilitasi saja.

4) STRONG PROMISES: Mengajak orang dengan inersia/mager memang seninya lebih tinggi hehehe. Namun, kita bisa cari satu-dua promises (janji) yang cukup kuat 'mengganggu stabilitas' kehidupannya. Tampakkan narasi apa adanya. Jika mereka merasa terganggu, kita hadir untuk menstabilkan kembali kehidupannya (dengan kualitas yang lebih baik).

~~~

Semoga dapet inspirasi! Buat temen-temen yang mau dapetin insight-insight detil kayak gini, bisa SapSkrep (alias subscribe) ke sini yaaa: https://thepengusaha.com

Minggu, 07 November 2021

LEMBAH KEHAMBAAN


Sudah lama saya diajarkan Kiyai Luqmanulhakim, bahwa hanya pada Lembah Kehambaan lah semua yang baik-baik itu terhimpun, tapi saya susah mudeng. Dan baru akhir-akhir ini saya mulai mengerti. Dan semoga ini ngerti beneran, faham beneran.

Manusia itu diciptakan untuk jadi Hamba Allah, budaknya Allah, Hamba Sahaya, gak merdeka sama sekali. Diurus Allah siang malam, diberi rizky terus menerus, maka dari itu terikat syariat dan harus taat. Wajar.

Posisi Hamba Allah ini ya rendah, harus merendah dihadapan Allah, harus menghinakan diri dihadapan Allah. Maka di surah Al Furqon ayat 63, Allah menyebut Ibadurrahman itu berjalan diatas muka bumi dengan "haunan". Dengan rendah hati. Gak petantang petenteng.

***

Mereka yang rendah hati di muka bumi ini, secara alami akan jadi orang yang menyenangkan, karena sombong itu memuakkan, muji-muji diri itu bikin eneg, ngomongin kehebatan diri juga bikin mual.

Maka mereka yang menyetel batinnya rendah hati, menghargai orang lain, mendengarkan orang lain, selalu menganggap orang lain bisa jadi lebih mulia dari dirinya, akan jadi sosok yang menyenangkan.

Begitulah Kiyai Luqman, sosoknya menyenangkan, setiap ada orang yang menyampaikan sesuatu, beliau dengarkan seksama, bahkan tokoh-tokoh yang bisa jadi gak lebih populer dari dirinya, beliau resume ceramahnya.

Sikap rendah hati begini bikin mereka banyak teman, akhirnya banyak sahabat, akhirnya banyak daya dukung, akhirnya banyak hadir kekuatan. Aneh, tapi inilah Operating System Ilahi (OSI) makin merendah, makin ditinggikan Allah. Makin kuat.

***

Mereka yang merasa bahwa ilmunya terbatas akan sangat serius mendengarkan orang lain. Berbeda dengan yang sok pintar, sok sarjana, sok master, sok doktor. Merasa sudah kuliah lama, merasa pintar, sehingga gak mau mendengarkan dan gak mau belajar lagi.

Saya banyak menemukan rekan Doktor yang humble. Pintarnya luar biasa, tapi kalo kita lagi sampaikan sesuatu, dia mendengarkan seperti anak kecil polos yang gak ngerti apa-apa.

Melihat teman doktor semangat mendengar seperti ini, apa yang ada di fikiran kita jadi keluar semua. Hasil skor akhirnya, malah Pak Doktor ini yang akhirnya dapat pengetahuan baru. Buah dari kerendah hatian.

Maka wajar saja, yang merasa pintar dan sok tahu, kadang hidupnya gam kemana-mana, karena yang dipelajari adalah buku cetakan tahun 70an yang gak update sama sekali. Sudah menyimak pengetahuan dan wawasan baru.

Berbeda dengan yang melembahkan diri dalam perasaan merasa bodoh, merasa terbatas, merasa untuk terus menerus butuh ilmu, pastilah lebih mudah menghimpun pengetahuan.

Keanehan terjadi lagi, tapi inilah sistem operasi ilahi robbiy, yang merasa bodoh, Allah akan ajarkan ilmu nya. Wattaqullaha, wayu'allimukumullah.

***

Mereka yang merasa kaya, lalu mempertunjukkan kekayaan, mendendangkan aroma kehebatan, pasti membuat orang lain menyangka bahwa orang-orang begini gak butuh apa-apa. Jadinya bawaannya malas aja kalo deket-deket. Capek juga jadi peserta presentasi kehebatan ini itu. Capek juga dengerinnya.

Berbeda dengan mereka yang walaupun kaya raya, tapi masih humble, masih membuka ruang untuk sinergi, karena segmen golongan ini, sadar betul bahwa keterampilannya terbatas, waktunya terbatas, jadi bekerjasama berjamaah lebih baik.

Kang Dewa Eka Prayoga itu kurang miliarder apa? Tapi yang beliau hadirkan adalah pergaulan yang sangat terbuka akan sinergi. Dewa sadar betul bahwa keterampilannya harus dilengkapi oleh kompetensi orang lain.

Lagi-lagi mereka yang melembah merendah, akan menghimpun sumber daya yang berlimpah. Sementara yang bertahan di puncak bukit, akan selalu kekeringan dan kedinginan. Kekurangan oksigen pula.

***

Lembah itu rendah, dan air selalu mengalir ke tempat yang rendah. Setinggi apapun air itu berada, ia akan turun ke lembah juga. Maka sungai-sungai itu selalu berada ditempat rendah.

Ada nya air di tempat yang rendah mengundang kebaikan yang lain. Binatang datang ke sungai, manusia bermukim dekat sungai, mereka bercocok tanam pun dekat sumber air.

Maka pada lembah kehambaan, semua sumber daya terhimpun sempurna. Semua datang, semua hadir, semua mengalir deras.

Berbeda dengan puncak bukit yang tinggi. Di puncak gunung ribuan mdpl, mana ada sumur, Mana ada binatang ternak, mana ada oksigen yang cukup. Para pendaki gunung juga paling sebentar saja di atas puncak, habis itu turun lagi, gak ada yang bermukim.

Jadi sangat aneh jika kita diajarkan untuk menuju puncak, karir itu di puncak, on the top. Karena setelah memuncak itu ya turun, yang bener itu ya bermukim di lembah, lestari, kontinu, awet, dan penuh sumber daya.

Maka yang benar itu, mari kita menuju karir terbaik, rendahnya lembah kehambaan. Mari turun ke lembah, bukan naik ke puncak.

Di puncak gak ada apa-apa, dan di lembah ini banyak apa-apa.

Inilah kodifikasi arahan Al Quran kepada kita manusia, jadilah Hamba, jadilah Hamba Allah. Maka ketika Allah benar-benar jadi satu-satunya majikan, wajarlah jika kita yang sukses jadi budaknya Allah ini, akan Allah urus bulat-bulat.

Maka ketika melihat sebuah entitas dakwah yang seperti magnet, berhasil menarik banyak sumber daya kebaikan, saya komentarnya sederhana :

"Kiyainya sudah lama jadi Hamba, Pengasuh Masjidnya sudah lama berhasil jadi Hamba Allah, wajar Allah urus lahir batin."

Pertanyaannya akhir jadi sangat jelas,

Sudahkah kita serius menjadi Hamba Allah? sudahkah kita memposisikan Allah sebagai satu-satunya majikan? Atau bisa jadi kita memposisikan Allah seperti supplier atau vendor?

Hanya hati kita yang bisa menjawab.

URS - Serial Kehambaan

#QuranicManagement - Memanage hidup agar sesuai dengan tuntunan Al Quran.

Rabu, 03 November 2021

PUNCAK KARIR ITU TERNYATA LEMBAH


Tidak diciptakan jin dan manusia, kecuali hanya untuk menghamba kepada Allah. Quran Surah Adz Dzariyat : ayat 56.

Kalimat didalam Al Quran adalah liya'budun, menghamba, diterjemahkan dengan kata "beribadah". Kalo gak mendalam belajar bahasa, jadi lepas maknanya.

'Abd itu budak. Huruf yang merangkainya 'ain ba dan dal. Jika terangkai artinya hamba, budak, seseorang yang gak merdeka sama sekali, dan harus tunduk patuh pada majikan.

Allahumma anta Robbiy, ya Allah engkaulah Rabb.

Khalaqtani wa ana 'abduka, Engkau ciptakan aku dan aku adalah budakMu.

Inilah positioning yang Nabiullah Muhammad shallallahu'alaihiwassalam setting pada ummatnya. Di awal sayyidul istighfar. Allah itu Rabb, dan kita adalah budak.

Bahwa Allah itu Rabb, Allah itu Raja, Allah itu majikan, Allah itu yang berkuasa.

Dan manusia itu hamba Allah, kita cuma budak, kita ini rendah, terikat dengan aturan Allah, harus nurut Allah.

Maka Allah janjikan yang baik-baik pada hambanya di Al Quran.

Allah janjikan Rezeki untuk hambanya, di Quran Surah As Saba ayat 39

Allah janjikan perjalanan yang indah bagi hambanya, di Quran Surah Al Isra ayat 1.

Allah janjikan pengabulan permohonan pada hambanya, di Quran Surah Al Baqarah ayat 186.

Itulah ternyata puncak karir kita. Menjadi hamba. Tunduk dan menyerah kepada Allah. Merendah di hadapan Allah. Sadar posisi di muka bumi.

Ketika seseorang menjadi hamba Allah, maka Allah akan mengurusnya, melimpahinya ampunan, melimpahinya Maaf, memenuhi kebutuhannya.

Maka tugas menjadi sederhana, jadilah hamba Allah yang baik, taat, rendah hati, lurus.

***

Saat kita berkarir dalam bisnis atau dalam aktivitas apapun, tanpa disadari setan menghembuskan bisikan-bisikan agar kita lepas dari posisi Hamba.

Harusnya posisi rendah, tetapi hati kita tanpa sadar meninggi. Kalo sudah begini pasti Allah rendahkan secara paksa, cepat atau lambat.

Harusnya posisi kita hina, tetapi hati dan sikap kita ingin dimuliakan, ingin dispesialkan. Posisi hati dan sikap begini pasti akan dihinakan. Karena gak sesuai setting penciptaannya.

Harusnya posisi kita terus merasa lemah dimata Allah, tapi entah kenapa setan menghembuskan sikap sok hebat, sok jagoan, sok bisa. Sikap hati begini pasti akan dihempaskan Allah jadi lemah tak berdaya, cepat atau lambat.

Fir'aun tenggelam.
Qorun terbenam.
Abu Jahal tewas terhinakan di Badar.
Qisra lari tunggang langgang.
Namrudz ambruk.

Semua yang melawan posisi menjadi Hamba, pasti jatuh. Cepat atau lambat.

***

Menjadi pebisnis, pengusaha, penggerak, aktivis, filantropis, apapun itu, mari sama-sama kita niatkan menjadi hamba Allah saja.

Hamba Allah harusnya merendah, ya merendahlah, gak usah meninggi, gak usah merasa lebih baik dari yang lain, banyak-banyak sadar aib dan kekurangan

Hamba Allah harusnya mengurusi bumi, memakmurkan kehidupan, jadi kalo kita bikin produk atau program, niatnya menyenangkan Allah saja. Semoga produk yang kita deliver, memudahkan kehidupan manusia.

Hamba Allah harusnya fokus pada senangnya Allah saja, ridhonya Allah, karena Allah Master kita, kita slave. Kita budak, Allah majikan. Bukan malah fokus bikin senang manusia, bukan sibuk cari pengakuan manusia, sibuk cari eksistensi atas prestasi.

Jadilah Hamba Allah. Hambatan terbesar mengapa Allah gak mau mengurusi kita, karena hati kita ini gak mau tunduk jadi Hamba Allah.

Masih ingin punya predikat lain, si anu, sang anu, yang anu, yang anu anu, akhirnya gak pernah sadar jadi Hamba Allah. Sibuk sama sebutan, sorotan.

Di titik inilah kita gagal berkarir. Karena kita gagal ke posisi seharusnya. Gagal jadi hamba Allah, malah petantang petenteng merasa jagoan di muka bumi Allah.

Itulah mengapa sujud adalah aktivitas mulia. Karena wajah yang mulia, diletakkan diatas tanah yang hina dan rendah.

Maka tempat paling mulia adalah mim sajada. Masjid. Tempat sujud. Bukan tempat qiyam, tempat ruku', tapi Allah menamainya tempat sujud. Karena jiwa manusia itu harus rendah.

Rendah rendahkanlah jiwa kita wahai sahabat. Jangan meninggi, jangan merasa lebih baik dari yang lain. Merasa meninggi dan merasa lebih baik adalah karakter Iblis dalam Al Quran.

Hadirlah dengan penuh kerendahan..

"Ya Allah saya gak bisa, saya minta tolong, saya gak kuasa."

"Ya Allah, nyerah, maaf selama ini merasa mampu, merasa otak mampu, ikhtiar mampu, padahal semua kuasamu."

"Ya Allah maaf, banyak klaim prestasi, padahal tenaga darimu, otak karuniamu, nafas pun engkau beri, ide dan gagasan pun engkau yang kasih, maaf aku nge klaim-ngeklaim."

"Ya Allah aku HambaMu, gerakkan aku pada bisnis yang engkau ridho, pada pekerjaan yang engkau sukai, di sisa usia ini, arahkan hamba pada apa-apa yang bikin engkau senang."

"Ya Allah engkau Rabbku, aku hambaMu, maka senangmu adalah visiku, ridhomu adalah hasratku, kembali ke sisimu dalam rahmat adalah cita-cita tertinggiku."

Kita ini hanya hamba Allah, akan kembali ke Allah. Cepat atau lambat. Dunia ini panggung sementara saja. Jangan salah pilih tuhan. Jangan salah pilih majikan.

Itulah ternyata, puncak karir manusia itu bukan puncak gunung tinggi, tetapi ternyata berupa lembah kerendahan seorang hamba.

Lembah menghinakan diri didepan Allah.
Lembah rendah lemah di hadapan Allah.
Lembah dalam penuh harap di mata Allah.

Dan pada lembah itulah semua sumber kehidupan biasanya terhimpun.

Karena siapa yang merasa rendah akan ditinggikan Allah.

Karena siapa yang merasa hina akan dimuliakan Allah.

Karena siapa yang merasa lemah akan dikuatkan Allah.

Karena siapa yang merasa bodoh akan diajarkan Allah.

Karena siapa yang merasa butuh, akan dicukupkan Allah.

***


Salam
Berkarir jadi Hamba Allah