Tidak diciptakan jin dan manusia, kecuali hanya untuk menghamba kepada Allah. Quran Surah Adz Dzariyat : ayat 56.
Kalimat didalam Al Quran adalah liya'budun, menghamba, diterjemahkan dengan kata "beribadah". Kalo gak mendalam belajar bahasa, jadi lepas maknanya.
'Abd itu budak. Huruf yang merangkainya 'ain ba dan dal. Jika terangkai artinya hamba, budak, seseorang yang gak merdeka sama sekali, dan harus tunduk patuh pada majikan.
Allahumma anta Robbiy, ya Allah engkaulah Rabb.
Khalaqtani wa ana 'abduka, Engkau ciptakan aku dan aku adalah budakMu.
Inilah positioning yang Nabiullah Muhammad shallallahu'alaihiwassalam setting pada ummatnya. Di awal sayyidul istighfar. Allah itu Rabb, dan kita adalah budak.
Bahwa Allah itu Rabb, Allah itu Raja, Allah itu majikan, Allah itu yang berkuasa.
Dan manusia itu hamba Allah, kita cuma budak, kita ini rendah, terikat dengan aturan Allah, harus nurut Allah.
Maka Allah janjikan yang baik-baik pada hambanya di Al Quran.
Allah janjikan Rezeki untuk hambanya, di Quran Surah As Saba ayat 39
Allah janjikan perjalanan yang indah bagi hambanya, di Quran Surah Al Isra ayat 1.
Allah janjikan pengabulan permohonan pada hambanya, di Quran Surah Al Baqarah ayat 186.
Itulah ternyata puncak karir kita. Menjadi hamba. Tunduk dan menyerah kepada Allah. Merendah di hadapan Allah. Sadar posisi di muka bumi.
Ketika seseorang menjadi hamba Allah, maka Allah akan mengurusnya, melimpahinya ampunan, melimpahinya Maaf, memenuhi kebutuhannya.
Maka tugas menjadi sederhana, jadilah hamba Allah yang baik, taat, rendah hati, lurus.
***
Saat kita berkarir dalam bisnis atau dalam aktivitas apapun, tanpa disadari setan menghembuskan bisikan-bisikan agar kita lepas dari posisi Hamba.
Harusnya posisi rendah, tetapi hati kita tanpa sadar meninggi. Kalo sudah begini pasti Allah rendahkan secara paksa, cepat atau lambat.
Harusnya posisi kita hina, tetapi hati dan sikap kita ingin dimuliakan, ingin dispesialkan. Posisi hati dan sikap begini pasti akan dihinakan. Karena gak sesuai setting penciptaannya.
Harusnya posisi kita terus merasa lemah dimata Allah, tapi entah kenapa setan menghembuskan sikap sok hebat, sok jagoan, sok bisa. Sikap hati begini pasti akan dihempaskan Allah jadi lemah tak berdaya, cepat atau lambat.
Fir'aun tenggelam.
Qorun terbenam.
Abu Jahal tewas terhinakan di Badar.
Qisra lari tunggang langgang.
Namrudz ambruk.
Semua yang melawan posisi menjadi Hamba, pasti jatuh. Cepat atau lambat.
***
Menjadi pebisnis, pengusaha, penggerak, aktivis, filantropis, apapun itu, mari sama-sama kita niatkan menjadi hamba Allah saja.
Hamba Allah harusnya merendah, ya merendahlah, gak usah meninggi, gak usah merasa lebih baik dari yang lain, banyak-banyak sadar aib dan kekurangan
Hamba Allah harusnya mengurusi bumi, memakmurkan kehidupan, jadi kalo kita bikin produk atau program, niatnya menyenangkan Allah saja. Semoga produk yang kita deliver, memudahkan kehidupan manusia.
Hamba Allah harusnya fokus pada senangnya Allah saja, ridhonya Allah, karena Allah Master kita, kita slave. Kita budak, Allah majikan. Bukan malah fokus bikin senang manusia, bukan sibuk cari pengakuan manusia, sibuk cari eksistensi atas prestasi.
Jadilah Hamba Allah. Hambatan terbesar mengapa Allah gak mau mengurusi kita, karena hati kita ini gak mau tunduk jadi Hamba Allah.
Masih ingin punya predikat lain, si anu, sang anu, yang anu, yang anu anu, akhirnya gak pernah sadar jadi Hamba Allah. Sibuk sama sebutan, sorotan.
Di titik inilah kita gagal berkarir. Karena kita gagal ke posisi seharusnya. Gagal jadi hamba Allah, malah petantang petenteng merasa jagoan di muka bumi Allah.
Itulah mengapa sujud adalah aktivitas mulia. Karena wajah yang mulia, diletakkan diatas tanah yang hina dan rendah.
Maka tempat paling mulia adalah mim sajada. Masjid. Tempat sujud. Bukan tempat qiyam, tempat ruku', tapi Allah menamainya tempat sujud. Karena jiwa manusia itu harus rendah.
Rendah rendahkanlah jiwa kita wahai sahabat. Jangan meninggi, jangan merasa lebih baik dari yang lain. Merasa meninggi dan merasa lebih baik adalah karakter Iblis dalam Al Quran.
Hadirlah dengan penuh kerendahan..
"Ya Allah saya gak bisa, saya minta tolong, saya gak kuasa."
"Ya Allah, nyerah, maaf selama ini merasa mampu, merasa otak mampu, ikhtiar mampu, padahal semua kuasamu."
"Ya Allah maaf, banyak klaim prestasi, padahal tenaga darimu, otak karuniamu, nafas pun engkau beri, ide dan gagasan pun engkau yang kasih, maaf aku nge klaim-ngeklaim."
"Ya Allah aku HambaMu, gerakkan aku pada bisnis yang engkau ridho, pada pekerjaan yang engkau sukai, di sisa usia ini, arahkan hamba pada apa-apa yang bikin engkau senang."
"Ya Allah engkau Rabbku, aku hambaMu, maka senangmu adalah visiku, ridhomu adalah hasratku, kembali ke sisimu dalam rahmat adalah cita-cita tertinggiku."
Kita ini hanya hamba Allah, akan kembali ke Allah. Cepat atau lambat. Dunia ini panggung sementara saja. Jangan salah pilih tuhan. Jangan salah pilih majikan.
Itulah ternyata, puncak karir manusia itu bukan puncak gunung tinggi, tetapi ternyata berupa lembah kerendahan seorang hamba.
Lembah menghinakan diri didepan Allah.
Lembah rendah lemah di hadapan Allah.
Lembah dalam penuh harap di mata Allah.
Dan pada lembah itulah semua sumber kehidupan biasanya terhimpun.
Karena siapa yang merasa rendah akan ditinggikan Allah.
Karena siapa yang merasa hina akan dimuliakan Allah.
Karena siapa yang merasa lemah akan dikuatkan Allah.
Karena siapa yang merasa bodoh akan diajarkan Allah.
Karena siapa yang merasa butuh, akan dicukupkan Allah.
***
Salam
Berkarir jadi Hamba Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar