Sabtu, 29 Agustus 2020

Dunia atau Akhirat

Nasihat ini khusus untukmu wahai diriku...

Ibadahmu hanya untuk akhiratmu

Saat Mizan atau timbangan amal di tegakkan, ketika kita menyangka akan mengunduh pahala dari shalat Dhuha, tahajud dan sedekah untuk ditukar tiket masuk ke Jannah.

Tiba tiba semuanya berubah jadi zonk, hangus, dan saat kita komplain kepada Allah, " Ya Allah, mana pahala shalat Dhuha, Sedekah dan tahajud saya? "

Kemudian Allah menjawab, " Lha, kamu shalat Dhuha kan untuk dunia. Supaya hidup kaya. Kan sudah aku berikan kekayaan buatmu ketika di dunia ".

Shalat tahajud kan niatnya agar urusan beres. Bisnismu meroket.

Sedekah, kau niatkan agar uang yang kamu bagikan kembali lagi dengan jumlah berlipat ganda.

Semuanya sudah tunai KU berikan. Aku berikan balasan sesuai niatmu! 

Dunia kita sudah dijamin oleh Allah!
Ibadah tidak ibadah, jika jatahnya 2 M, ya pasti datang!

Karena Allah tidak pernah membagikan dunia berdasarkan ibadah.
Semua sesuai takaran NYA.

Jika Allah membagikan dunia berdasarkan ibadah, harusnya mereka yang rajin maksiat hidupnya miskin papa.

Tetapi kan tidak. Mereka yang hobby maksiat hidupnya malah kaya raya!  Hapenya lebih mahal, rumahnya lebih mewah, makannya lebih enak, uangnya lebih banyak dari mereka yang taat.

Demi apa coba??
Demi Allah, yang lapang tidak lebih mulia. Dan yang sempit tidak lebih hina. 

Ibadahmu hanya untuk Akhirat mu.

Kenapa kita shalat Dhuha? Karena ada 360 ruas tulang yang perlu kita tunaikan sedekahnya. Dengan begitu, tulang tulang ini membantu kita untuk taat dan menjadi berkat manfaat.

Kenapa kita shalat tahajud? Karena ada sebuah apartemen di Surga yang tidak bisa kita beli kecuali dengan cara merutinkan shalat Tahajud. Berduan bersama Allah ketika sebagian besar rakyat bumi sedang tertidur pulas.

Kenapa kita sedekah? Karena itu adalah tanda terima kasih kita atas nikmat berupa rezeki harta benda. 

Jangan dibalik, semua ibadah untuk Akhirat kita konversikan untuk pernak pernik dunia yang ingin kita punya.

Sungguh nikmat dunia itu cuma setetes dari samudera kenikmatan di Akhirat.

Kalo dapat jangan bangga berlebihan, lha wong cuma setetes!
Kalo Ndak dapat ya biasa saja, gak perlu sedih apalagi frustasi. Kan cuma setetes.

Sekarang ini, Kita hidup pada zaman dimana banyak orang yang ingin menaikkan gaya hidup dengan cara menurunkan harga diri. 

Mitos atau fakta? 

Udaaaah, gak usah mbayangin orang lain. Nasehat Ini khusus untukmu wahai diriku!!

#SelfRemainder
#Copas

Minggu, 23 Agustus 2020

Orang yang tidak tersentuh api Neraka



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
4 CIRI ORANG YANG TIDAK AKAN TERSENTUH API NERAKA

1. SAHL
"Orang yang tidak mempersulit sesuatu, selalu ada solusi bagi setiap permasalahan. Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan dan tidak membuat orang lain susah

2. QORIB
"Akrab, ramah diajak bicara, menyenagkan bagi orang yang diajak bicara. wajahnya selalu berseri-seri dan murah senyum jika bertemu orang serta selalu menebar salam.

3. LAYYIN
"Orang yang lembut dan santun baik bertutur-kata atau bersikap. Tidak kasar, tidak semaunya sendiri, tidak galak, tidak suka memarahi orang yang berbeda pendapat denganya. Tidak suka melakukan pemaksaan. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk orang lain.

4. HAYYIN
"Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin. Tidak labil dan gampang marah, penuh pertimbangan. Tidak mudah memaki, melaknat serta teduh jiwanya.

Nabi Muhammad Bersabda, "Maukah kalian aku tunjukan orang yang haram baginya tersentuh api neraka?" para sahabat berkata "mau, wahai rasulullah!" beliau menjawab "yang haram tersentuh api neraka adalah orang yang Hayyin, Layyin, Qorib, Sahl." (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Semoga kita berada di salah satunya...

Senin, 17 Agustus 2020

BER ( INFAQ ) LAH

Berinfaklah dan jangan menghitung-hitungnya,sehingga Allah juga akan menghitung-hitung rezeki-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu tahan hartamu (enggan bersedekah) sehingga Allah juga akan menahan rezeki-Nya kepadamu. -HR Bukhari

Mari sahabat, kita jadikan sedekah sebagai kebiasaan baik dan rutin. Sebagai wujud keimanan kita kepada Allah.

Awali harimu dengan sedekah subuh, agar para malaikat mendo'akan kebaikan untuk kita,

"Tidak ada satu subuhpun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salahsatu diantara keduanya berdo'a; Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak. Sedangkan yang satu lagi berdo'a; Ya Allah berilah kerusakan bagi yang (menahan) hartanya. -HR Bukhari


Minggu, 16 Agustus 2020

GELISAH ( LAH ) ...



Tahukan Anda Bahwa Generasi Pemenang adalah Generasi yang Hidupnya Selalu Penuh Kegelisahan.!!!

Seperti Muhammad Alfatih Selalu Gelisah Sebelum Meruntuhkan Kesombongan Tembok Konstantinopel

Shalahuddin Gelisah Sebelum Merebut Kembali Al Quds Palestina

Thariq Bin Ziyad Gelis sebelum meratakan Spanyol dengan Islam

dan banyak tokoh pemenang Islam yang hidupnya selalu GELISAH BILA Amanahnya belum Tertunaikan..

dan Amanah Itu akan terus bertambah setelah 1 amanah terselesaikan...

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,.. [Surat Al-Insyirah Ayat 7]

Hidup Penuh Kegelisahan inilah yang membuat hatinya terus berkobar, lelahnya tak terasa, energinya selalu full dan membuat ide-ide gila diluar nalar manusia pada umumnya.
□□□■■□□□

Pergerekan Generasi Pemenang Tidak Bisa Dihentikan Kecuali Allah memerintahkannya untuk istirahat dari Dunia fana ini. seperti halnya Muhammad Al Fatih yang terus menembus benteng-benteng kekufuran hingga Allah memanggilnya ditengah Pasukan menuju Ke Medan Jihad.

lalu, apa hal yang membuat kita gelisah saat ini..??

ELMU MARKETING : KUDA DULU SEBELUM PEDATI

HORSE BEFORE THE CART PRINCIPLE

Prinsip dari product launch yang sukses itu adalah..
Always put the horse before the cart.
Selalu letakkan kuda di depan kereta.
Yupp.. selalu letakkan KUDA didepan KERETANYA. Lohh.. gimana sih Mas... ya jelaslah pasti kuda nya duluan baru kereta. Kan kuda yang narik kereta. Dari anak-anak PAUD sampai profesor juga paham lah kalo cuman beginian maah.

Okay.. Saya yakin semua orang paham kalo kuda selalu mendahului kereta. Namun kenapa prakteknya selalu keretanya selalu ditaruh di depan dulu baru kudanya datang belakangan. Malah banyak yg gak pake kuda.. ditarik sendiri keretanya.

Kalo ini kitanya yang ndak paham Mas. Kenapa sampean bisa ngomong seperti itu. Begini maksud Saya..

Meskipun semua orang paham kalo kuda yang narik kereta, kenyataannya didalam dunia bisnis orang sama sekali lupa menjalankan prinsip sederhana ini. Mereka sukanya numpuk kereta duluan tapi gak pernah mau nyiapin kudanya. Bahkan gak kepikiran malah.

Berapa persentase barang Anda yg masih ngendon di gudang atau didisplay rak Anda yg belum terjual? Diatas 25% kah? 50% kah? Atau bahkan 90% lebih?
Berapa lama barang tersebut ngendon di gudang? Sebulan kah? 6 bulan? Atau lebih dari setahun?

Dalam teori bisnis, sebelum kita benar-benar melaunching produk ke market, kita harus siap dan sudah pikirkan jauh-jauh hari, bagaimana dengan marketing produk tersebut. Dan bahkan marketing itu sendiri sudah harus dimulai jauh-jauh hari sebelum kita launch produknya.
Ingat katanya Seth Godin.. "Marketing begins before the product is launched."

Kalo kita mikir marketing setelah barang di launching itu namanya marketing kesiangan. Dan wajar kalo hasil akhirnya kita keteteran jualannya. Kenapa? Karena market tidak siap. Market tidak aware dengan product kita dan market tidak peduli dengan kita.

Jangan sampai kejadian kita overconfidence ngebet produksi sampe numpuk barang kita di gudang, tapi habis itu bengong mau ngapain.

Masih jauuuuuuhhhhhh lebih baik, Anda marketing Anda jalan duluan, engage dulu customers, edukasi market, create moment of anticipation, jadi pas launch duaarrr produk langsung meledak di pasaran. Bahkan Anda gak sempat nyetok barang di gudang, habis produksi udah selalu banyak yg nungguin.

Ini sama dengan analogi yang saya sampaikan didepan tadi.. kereta dulu baru kudanya. Udah keretanya segede gaban.. tapi kudanya kecil, kurus, imut lagi.. kuda poni..ya jelas gak bisa jalan itu kereta kuda.

Marketing itu memang ibarat sebuah kuda yang akan menarik 'kereta' produk yg kita siapkan.
Semakin kuat kuda yang kita punya, makin kuat juga tarikan ke keretanya. Tapi kuda yang besar, kuat dan gagah sudah pasti beli dan merawatnya juga mahal.

Sama juga, sebuah strategi marketing solid, pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Perlu perawatan khusus yang gak murah juga.
Ada SEO, Inbound Marketing, A/B Testing, Social Media Marketing, Paid Promote, Train Reseller, Influencer dll.
Gak semua harus dipake sih, tapi memang harus observasi dulu mana yg paling sesuai dengan Brand Anda.

APA AKIBATNYA JIKA ANDA PUNYA KUDA BELAKANGAN?

Anda akan kerepotan jualan produk Anda. Bisa jadi Anda akan fokus barang keluar aja, sudah tidak sempat lagi memikirkan marketing dengan benar. Cemas, gelisah, gundah gulana melihat barang yang menumpuk di gudang. Sampai putus asa, akhirnya pake jurus mabuk, udah deh dijual berapa aja, margin tipis gak apa-apa yg penting duit muter duluan. Saking tipisnya ternyata setelah di total-total ternyata profitnya nyaris nol. Nah kerja bakti dong. Masih untung ndak tekor.

Punya kuda duluan dibanding kereta itu sebenarnya menunjukkan ia punya strategi yang sangat matang.
Tidak asal bikin produk dan jualan. Marketing end to end dipikirkan dengan sangat matang.

Tak heran kalo kontribusi biaya terbesar bukan di 'kereta' kuda atau produksinya tapi di kudanya. Yup marketing nya yg biasanya lebih besar.
Iphone 7 bisa jadi kalo dirinci dari komponen2nya.. ditotal-total gak lebih dari 3-4 jutaan. Tapi kenapa dijual pas launching awal bisa 19 juta.
Marketingnya kakak yang mahal.

Brand besar seperti Apple, Samsung memulai gerilya marketing mereka bahkan bisa 1 tahun sebelum produk mereka benar-benar di launch.
Mulai menyebarkan rumor-rumor fitur unggulan apa yang akan diusung di rilis berikutnya, apa keunggulannya dibanding versi sebelumnya, apa keunggulan dari kompetitor dan sebagainya.
Digoreng terus rumor-rumor itu sama buzzer, influencer sampai banyak orang tertarik mendiskusikannya.

Bahkan beberapa bulan menjelang rumor muncul rilis resmi dari perusahaan kapan produk akan di launch, sambil kasih intip-intip sneak peak fitur apa sebenarnya yg mau mereka bawa.

Akhirnya pas hari H... duaaarrr semua media sibuk meliput launching mereka sekaligus klarifikasi rumor.
Kenapa penjualan meledak? Karena market siap, market aware dan bahkan sudah mengantisipasi jauh-jauh hari.

Presentasi jualannya aja diliput ribuan media dan disaksikan ratusan juta orang di seluruh dunia.

Belum lagi pas barang datang di store para fanboys sudah mengular antriannya. Ada yang camping bahkan biar jadi pembeli pertamanya

Jadi pas launch mereka lebih sibuk distribusi produk, ngelayani penjualan, bukan ngecap-ngecap lagi jualan produknya.

Perusahaan developer game, menganggarkan budget membuat game mungkin hanya 1 M, namun budget marketingnya sendiri bisa memakan 2-3 M. Karena mereka sangat percaya bahwa marketing sangat menentukan

Namun yang perlu kita ingat, di dalam bisnis tidak ada investasi besar atau kecil biaya yang dikeluarkan. Namun nilailah pada Return on Investment nya. Jika dengan investasi lebih tinggi Anda bisa menghasilkan keuntungan yang jauuuuh lebih tinggi, Why Not?

Misal dengan biaya marketing 10 juta Anda bisa datengin omset 30 jt/bulan, tapi dengan biaya marketing 200 juta Anda bisa datengin omset 1 M lebih per bulan. Mana yang Anda pilih?

Tapi mindset entrepreneur awal biasanya beda. Biaya marketing sudah dipatok gak mungkin melebihi biaya produksi barang. Ini sebenarnya kita menciptakan jebakan kita sendiri. Jadi marketing kita juga akan apa adanya. Dengan budget marketing apa adanya, ya jangan berharap growth omset yang Apalah..Apalah... maksudnya WOW.

Kabar baiknya adalah, ketika sebuah sistem Marketing sudah terbentuk, kedepannya Anda cuma butuh maintenance aja. Ketika puluhan ribu bahkan ratusan ribu database pelanggan sudah kepegang, Anda cukup keep in touch teratur dengan mereka aja. Tidak perlu mulai dari awal lagi.

Bahkan kedepannya budget untuk maintenance kuda Anda jauh lebih murah 2-3 kalinya dibanding promosi konvensional, maksud saya yang promo ala Marketing Kesiangan tadi. Karena sistem yang sudah Anda bentuk akan menjual dengan sendirinya.

BAGAIMANA JIKA ANDA PUNYA BUDGET TERBATAS UNTUK MARKETING

Ada 2 solusi sebenarnya. Pertama, Anda bisa berkolaborasi dengan pihak yang punya marketing sistem yg sudah mature. Cuma ya gitu, tidak semua orang mau kudanya di tumpangi orang lain. Tidak semua pihak rela, sistem marketing yang mereka perjuangkan berdarah-darah di manfaatkan orang lain. Kecuali Anda punya sesuatu yg Anda rasa bisa mengangkat Brand nya dia.

Solusi kedua, mainkan INBOUND MARKETING. Yah ini adalah solusi untuk mengatasi keterbatasan budget marketing Anda. Sejujurnya impact Inbound Marketing itu lebih powerful dibanding dengan Outbound menggunakan media berbayar. Memang butuh proses untuk implementasinya. Tapi begitu jadi, biaya marketing Anda bisa hemat sampai 60%. Bahkan pada strategi yang saya implementasikan dengan klien bisa sampai 80%.
Dengan hasil yang lebih besar.

Kata Guy Kawasaki, Digital Marketing Guru, pakar Inbound Marketing dunia:

"If you have more money than brains, you should focus on outbound marketing. If you have more brains than money, you should focus on inbound marketing."
-- Guy Kawasaki

Setelah membaca tulisan harapannya mindset teman-teman semua sudah berbeda. Bahwa marketing itu harus dimulai sebelum produk Anda di luncurkan. Jadi biar Anda tidak pernah punya kesempatan lagi numpuk barang di gudang. Amiin

Semoga apa yang saya share pagi ini bermanfaat

Salam Nginbound
Saiful Islam

Kamis, 13 Agustus 2020

Paku lurus paku bengkok

PAKU LURUS

By. Satria hadi lubis

Mereka yang berada di jalan yang lurus akan lebih banyak mendapat cobaan dan ujian. Persis seperti paku yang lurus akan dipukul berkali-kali dibanding paku yang bengkok. 

Jalan "paku yang lurus" adalah jalan para nabi, shiddiqin, para syuhada dan orang-orang sholih. Merekalah yang hidupnya akan happy ending (berakhir bahagia) sebagaimana firman-Nya:
"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
masuklah ke dalam surga-Ku" (Qs. 89 ayat 27-30).

Itu juga doa mereka dalam sholat: "Ihdinasshorothol mustaqim" (tunjukkan kami ya Allah jalan yang lurus).

Sebaliknya, mereka yang tidak punya prinsip, plin plan, sok netral padahal pengecut dalam menegakkan kebaikan (kebenaran), seperti paku bengkok yang tidak lagi dipukul. Orang yang pengecut biasanya suka menyalahkan orang lain dan lingkungan. 


Hidup para "paku bengkok" itu akan lebih nyaman, minim ujian dan bullyan karena motifnya ingin menyelamatkan diri sendiri. Tapi ujung hidup mereka adalah sad ending (berakhir nestapa) sebagaimana firman-Nya:  "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa" (Qs. 6 ayat 44).

Target Market atau Target Audience

BRAND BUTUH "TARGET MARKET" atau "TARGET AUDIENCE" ???

"Pah, pulang kantor nitip belikan lipstik L'Or*al ya", kata seorang istri kepada suaminya. "Siap mah", jawab suaminya singkat padat merayap eh, jelas.

Ketika pulang kantor istrinya menerima barang titipannya tersebut dan berkata pada suaminya, "yaaah, kok merek ini sih Pah?, kan Mamah sudah bilang mereknya L'Or*al ini kok Ward*h?". Suaminya menjawab,"Pake Ward*h aja Mah, ya itulah kalo Mamah nitipnya ke Papah ya pasti Papah belikannya Ward*h bukan yang lain karena A I U E O Bla Bla Bla ", jawab Suaminya dengan senyum. Istrinya menjawab, "Ooo oke lah Pah". 

Ilustrasi di atas, jelas produknya berupa lipstik, targetnya jelas perempuan dan pemakainya jelas perempuan. Tapi mengapa kok suaminya yang notabene seorang laki-laki bisa loyal terhadap brand produk yang dia sendiri bukan pemakainya dan mempengaruhi pemakainya ???

Menurut Pak Subiakto, Branding itu ditargetkan kepada TARGET AUDIENCE.

Siapakan Target Audience?
Target Audience adalah Target Market plus Influencing Spheres.

Apa itu Influencing Spheres?
Influencing Spheres adalah kelompok-kelompok di sekitar Target Market yang memberi pengaruh terhadap pemilihan Brand dan pembelian produk.

Siapa saja Influencing Spheres?
Mereka adalah keluarga, tetangga, panutan, komunitas, daerah dan kultur nasionalnya.

Ada yang berinisiatif, ada yang mempengaruhi, ada yang mengambil keputusan, ada yang mengkonsumsi, dan ada yang membeli.

#BrandInsight

#Brand

Rabu, 12 Agustus 2020

Customer support

Macam-macam cara bisnis dapetin customers

1. Ground Fruit: Nemu customers, tinggal pungut aja. Sebabnya bisa macem-macem:

- Karena customers dikecewakan oleh kompetitor dan menjadikan bisnis kita sebagai pelarian
- Karena bisnis yg biasanya dia mendapatkan produk tidak mampu lagi bertahan dan melanjutkan bisnisnya. Collapse misalnya, seperti banyak kasus pada pandemi ini

2. Low Hanging Fruit
Customers yang kita dapatkan dengan minimum effort. Contohnya dengan men-DELIGHT customers, kemudian customers tadi yg mendatangkan customers baru untuk bisnis kita.

3. Bulk Fruit
Customers yg kita dapatkan dengan medium effort. Umumnya di tahapan saat customers mempertimbangkan banyak pilihan produk yg ada di market.
Cara mudah memenangkan customers di kompetisi ini jika kita unggul di ENGAGE the audiences.
Bikin audiens se nyaman mungkin, sampai TRUST itu muncul dengan sendirinya
Manjakan mereka dengan konten-konten valuable dan mengedukasi mereka

4. Sweet Fruit
Buah yg kita dapatkan dengan effort yg paling maksimal.
Kita yang ATTRACT atau narik traffic nya.
Kita yang ENGAGE dan nurturing leads nya sampai mereka beli dengan sendirinya.
Kita juga yang melindungi mereka dari jarahan kompetitor

Percaya atau tidak banyak pebisnis yang terobsesi dengan Sweet Fruit.
Mendapatkan customers dengan selalu mendatangkan traffic baru.
Entah itu ngiklan, pakai endorser, dan paid traffic yg lain.

Bukan dengan merawat customers yg sdh ada sampai mereka menjadi promoters.

Padahal biaya untuk mendapatkan Sweet Fruit ini 5x lebih mahal dari Low Hanging Fruit loh.

Kenapa Inbound Marketing Flywheels (IMF) biaya marketing konvensional?
Karena kita selalu memaksimalkan DELIGHT atau mendatangkan customers dengan memberdayakan customers eksisting kita


Bisnis Anda suka ambil buah atau fruit yg mana?

Kamis, 06 Agustus 2020

Stop kecanduan Internet



Apakah Anda selalu merasa tidak nyaman kalau tidak mengecek internet?
Selalu ada dorongan besar yang tak bisa dielakkan untuk scrolling media sosial?
Jika ya, itu tanda-tanda Anda sudah kecanduan internet.

Beberapa hari yang lalu kita sudah bahas dampak negatif kecanduan ini. Yakni turunnya fokus dan daya ingat.

Nah sekarang mari kita bahas cara menghilangkan/men-stop kecanduan internet.

Bicara tentang kecanduan internet, penyebab kencanduan ini adalah karena sudah terbangun kebiasaan untuk mengecek dan men-scroll website atau media sosial kita.

Nah pertanyaannya, apa yang menyebabkan kebiasaan ini bisa terbentuk?

Dalam buku “The Power of Habit,” karya Charles Duhigg, dijelaskan bahwa terbentuknya sebuah kebiasaan (yang otomatis) diawali dengan adanya siklus CUE – CRAVING – ROUTINE – REWARD yang terjadi berulang-ulang.

CUE adalah pemicu yang memicu kita untuk melakukan ROUTINE agar mendapatkan REWARD. Nah jika siklus ini terus kita lakukan, maka lama-lama ROUTINE-nya akan menjadi kebiasaan.
-------
Contohnya adalah kebiasaan menggosok gigi. Umumnya kebiasaan ini terjadi saat kita masih kecil, di mana kita diajarkan untuk menggosok gigi setiap bangun tidur.

Kebiasaan gosok gigi ini terbangun karena siklus CUE – CRAVING – ROUTINE – REWARD sebagai berikut:

1. Setiap bangun tidur, gigi kita terasa berlendir. Ini adalah CUE yang membangkitkan…

2. Hasrat untuk membersihkan gigi kita. Hasrat ini tak lain adalah CRAVING-nya….

3. Dengan HASRAT ini, maka kita pun menggosok gigi. Nah kegiatan menggosok gigi ini tak lain adalah ROUTINE-nya.

4. Selanjutnya dengan gosok gigi, gigi kita pun jadi bersih, kesat, dan terasa segar. Bersih, kesat, dan segar ini tak lain adalah REWARD-nya.

Nah karena setiap pagi kita diajarkan untuk membersihkan gigi kita, maka lama-lama siklus ini menjadi kebiasaan.

Saat siklus ini menjadi kebiasaan, maka setiap kali gigi Anda terasa berlendir, maka otomatis muncul CRAVING untuk menggosok gigi (ROUTINE) agar gigi Anda kesat & segar (REWARD).

------

Kebiasaan mengecek internet pun juga sama. Ada siklus CUE – CRAVING – ROUTINE – REWARD yang menyebabkan kebiasaan ini terbangun.

Umumnya, CUE-nya adalah rasa bosan, atau takut, atau berjumpa tantangan yang berat.

Saat kita bosan, atau takut menghadapi tugas/pekerjaan, atau saat kita mengerjakan tugas yang berat, kita sangat mudah sekali tergoda pada internet.

Sebaliknya, saat tugas/pekerjaan kita menyenangkan, maka kita akan sangat mudah mengabaikan godaan internet. Betul?

Inilah kenapa, membaca buku adalah saat-saat yang sangat rentan membuat kita scrolling media sosial alih-alih membaca buku kita. Karena, bagi banyak orang kegiatan membaca sangatlah membosankan atau sangat berat.

Kabar baiknya, kita bisa menghentikan kebiasaan buruk ini dengan MEMANIPULASI siklus kecanduan kita. Caranya adalah, ganti ROUTINE kita dari membuka internet ke aktivitas lain yang bisa memberikan kita REWARD yang sama.
-------
Jadi anggaplah CUE yang memicu kita membuka internet adalah karena kita BOSAN. Dan REWARD-nya adalah, RASA BOSAN kita HILANG. Maka untuk menghentikan kebiasaan membuka internet, setiap Anda bosan dan timbul dorongan untuk membuka internet, lakukanlah aktivitas lain yang bisa membuat rasa bosan Anda hilang.

Mungkin Anda bisa mendengarkan musik, bermeditasi, ngemil, atau jalan-jalan. Tapi ingat, aktivitasnya harus sama, tak boleh berubah-ubah agar bisa menjadi kebiasaan yang otomatis.

“Pak gimana kalau situasinya pas kerja? Masa setiap bosan harus dengerin musik?”

Yes, mendengarkan musik masih lebih baik daripada mengecek internet. Karena musik membuat pikiran kita rileks.

PENTING!

Kalau CUE-nya adalah rasa takut atau Anda menghadapi tantangan yang sulit, maka Anda perlu membuat tugas/pekerjaan Anda menjadi lebih ringan/mudah dikerjakan.

Kita takut atau berhenti mengerjakan tugas adalah karena kita merasa tugas itu berat. So, buatlah tugas itu tampak & terasa ringan. Anda bisa mem-breakdown-nya jadi tugas-tugas kecil dan menyelesaikannya satu per satu.

Rabu, 05 Agustus 2020

Beginners Mind

Saat mempelajari sesuatu, seringkali tanpa sadar kita melakukan hal-hal yang justru menghambat keberhasilan belajar kita.

Nah agar proses belajar membuahkan hasil yang memuaskan, kita perlu menerapkan sikap-sikap yang mendukung kesuksesan belajar.

Berikut 5 di antaranya.

1️⃣ Niat

Banyak orang yang belajar hal baru tanpa niat yang jelas. Akibatnya, di tengah proses belajar malah banyak mengkritik, tak suka dengan materi yang dipelajari, dst.

Idealnya, niat/tujuan kita belajar bukanlah untuk mencari kekurangan dari apa yang kita pelajari, melainkan mendapatkan pengetahuan/skill yang berguna untuk diri kita.

So pertama, perjelas niat Anda dalam belajar. Pastikan niat Anda bukan untuk mencari kekurangan melainkan untuk mendapatkan pengetahuan yang benar yang bisa Anda gunakan dalam hidup Anda.

Sikap-sikap selanjutnya sangat bergantung pada niat ini. Kalau niatnya negatif, maka attitude/sikap selanjutnya pun akan negatif.

2️⃣ Percaya dulu, baru kritik

Kita tidak akan pernah tau seperti apa isi sebuah buku atau bagaimana cara kerja sebuah skill KALAU belum mempelajarinya kita sudah banyak mengkritik.

Baru juga baca sinopsisnya sudah bilang, "Ah, buku jelek nih."

Dalam buku "Asking the Right Questions: A Guide to Critical Thinking," M. Neil Browne menjelaskan bahwa idealnya saat kita belajar sesuatu pertama-tama kita harus PERCAYA dulu.

Singkirkan sejenak keyakinan, pemikiran, pola pikir, dan paradigma kita. Kosongkan sejenak "isi gelas" kita. Biarkan gelas kita diisi penuh dengan pengetahuan yang sedang kita pelajari.

Barulah setelah Anda paham betul pengetahuan itu, Anda bisa mengkritiknya.

3️⃣ Kritik/penerimaan yang berdasar

Setelah mempelajarinya secara penuh, kita perlu menilai apakah apa yang kita pelajari itu benar atau salah, mendukung atau tidak untuk mencapai goal kita.

Dan penilaian kita harus berdasarkan pada alasan/rasionalisasi yang tepat.

Dalam buku "How to Read a Book," Mortimer J. Adler menjelaskan setidaknya ada 3 alasan kenapa sebuah materi/pengetahuan keliru:

a. Penulis/penggagas materi "uninformed" alias tidak tau adanya informasi tertentu yang membuat argumennya menjadi salah.

b. Penulis/penggagas materi "misinformed" alias salah memahami informasi tertentu yang membuat argumennya salah.

c. Apa yang disampaikan penulis/penggagas materi tidak logis.

4️⃣ Mengakui kesalahan/kebenaran

Setelah menganalisa materi yang kita pelajari dengan argumen yang rasional, maka kita wajib mengakui kebenaran atau kesalahan materi itu.

Kalau benar akui benar dan terapkan. Kalau salah akui salah. Dan, kalau belum bisa menyimpulkan benar/salahnya, tunda untuk menilai.

Sering kita jumpai orang yang bersikeras pada argumennya meskipun sudah disodorkan bukti dan alasan kenapa argumennya salah. Tentu ini sikap yang keliru karena malah bisa menjerumuskannya pada keputusan yang keliru.

5️⃣ Beginner's Mind

Belajarlah seperti anak kecil. Kita tau anak kecil umumnya memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ini karena mereka belum tau banyak tentang dunia.

Nah kita pun bisa mengadopsi sikap anak kecil ini untuk membangkitkan rasa ingin tau kita. Akui bahwa pengetahuan Anda masih minim. Maka Anda akan terus terdorong untuk menggali pengetahuan baru.

Berbagi hal hal sepele

Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah...barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat.

Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.

Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.

Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia...barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.

Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak2 mu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu..yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

JIKA ENGKAU TIDAK BISA BERBUAT KEBAIKAN SAMA SEKALI, MAKA TAHANLAH TANGAN DAN LISANMU DARI MENYAKITI....SETIDAKNYA ITU MENJADI SEDEKAH UNTUK DIRIMU.

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda

Rasulullah bersabda:

« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya)bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum".(HR. Muslim)

Mari Awali hari ini dg Pikiran dan prilaku positif, semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan.. Aamiin...

Salam Berkah

Brand Generosity


KEKUATAN BRAND GENEROSITY

Mau cerita nih.. gaes

Jadi dua hari yang lalu ada yang sempat curhat di grup sebelah

Awal pandemi kemarin benar-benar menjadi ujian bagi banyak pengusaha

Disini mental dan agility mereka diuji

Ada yg pasrah dan nyerah, cepat-cepat banting setir karena melihat usahanya sudah gak prospek lagi

Ada juga yang pasrah tapi gak langsung banting setir

Salah satunya Mas Rochmat ini

Beliau ini pengusaha bakery, produknya roti solo floss roll

Sudah mendatangkan banyak banget bahan baku menjelang puasa dan lebaran, eh.. pandemi datang

Orderan langsung drop

Hanya menyisakan 10% saja kapasitas produksi yang teroptimalkan

Karyawan udah siap dirumahkan

Bahan baku yang menumpuk di gudang tinggal tunggu waktu aja untuk rusak jika tidak segera digunakan

Dalam kebuntuan dan kepasrahan itu terbesitlah ide karena keibaan melihat penjuang di garda garis depan, dokter dan perawat di rumah-rumah sakit

Daripada bahan akan rusak dan berakhir sia-sia, akan lebih baik jika bahan-bahan tadi menjadi roti dan memberi manfaat buat pejuang garis depan tadi

Beliau juga berpikir mungkin inilah amal yg bisa dipersembahkan ditengah kepasrahan.

Akhirnya beliau memberanikan diri menyurati pihak Rumah Sakit

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

"Bagian IGD atau posko Corona
berharap diperkenankan, dan mohon cp untuk pengiriman
GRATIS Untuk 3 shift pengiriman setidaknya sampai 14 hari kedepan

kami dari soloflossroll, mengajukan permohonan untuk memberikan support tenaga medis dalam klb corona, berujud roti yang insya Allah akan kami kirim tiap hari

Dari keamanan pangan dan ke halalalan kami sudah tersertifikasi"

(Dilampirkan juga serifikat mutu internasional)

Ternyata pengajuan penawaran donasi ke bagian IGD ini dishare juga ke pimpinan dan group Rumah Sakit

Sebenarnya kegiatan donasi produk ke penjuang garda depan Covid-19 itu banyak juga dilakukan oleh pebisnis

Terus apa yang membedakan yg ini dengan yang umum dilakukan

Personalisasinya

Pak Rochmat dan team sengaja mendesain kemasan khusus yang didedikasikan untuk menyemangati para pahlawan di garis depan ini

"THANKFUL YOU FOR BEST HERO LIKE YOU"

You Never Walk Alone

Kami bersyukur punya pahlawan terbaik sepertimu
Anda tidak berjuang sendirian

Tulisan ini ada disetiap keping roti solo floss roll yang diberikan

Bukan ada di acara seremonial atau plakat atau spanduk seremonial penyerahan donasi

Singkatnya ia bikin special packaging demi mengapresiasi perjuangan pahlawan kita ini

Niat banget

Ini yang membedakan gerakan ini dengan gerakan pada umumnya

Special design, special thankful packaging ini ternyata mampu menyentuh secara emosional

Membuat relevansi atau kesesuaian antara produk dengan marketnya

Simple action but make a difference

Nilai donasi dari project ini selama 14 hari sangat lumayan

Kalau dirupiahkan setara 100 juta rupiah

Itu donasi yg lumayan gede banget jika dipikul satu orang

Dan ternyata dampak project sosial ini sangat positif

Dokter, perawat dan pegawai RS ini mulai "ketagihan" dengan roti tersebut

Orderan pun gantian berdatangan masuk dari RS dan jaringannya

Usaha yang awalnya hanya membidik end user tersebut menemukan persona baru tanpa sengaja.. instansi

Dari murni B2C jadi merambah ke B2B

Penemuan buyer persona baru ini menjadi penyelamat bisnis ini dari keterpurukan

Kan sebenarnya bisa aja masuk nawarin proposal ke RS, tanpa melalui donasi juga bisa

Tidak semudah itu ferguso

Mendatangkan dan menyeleksi makanan baru dari luar? Tidak semua RS punya waktu untuk itu

Apalagi mencari makanan yg enak dan gak enak

Nggak mungkin sempet lah..

Tapi project donasi itu membuka jalan ke market baru dan melangkah dengan mulus di project-project berikutnya

Tanpa mekanisme tender yg berbelit

Karena productnya sudah teruji

Teruji mutunya, dan teruji disukai

Ini yang dinamakan "blessing in disguise"

Berkah dibalik musibah

Tidak semua pemilik bisnis memiliki hati yang cukup besar melakukan hal ini

Hanya yang tulus dan memiliki hati yg besar saja yg mampu melakukan

Sincerity and Generosity

Ketulusan dan kemurahan hati

Praktek Brand Generosity seperti ini sebenarnya sudah banyak dipraktekkan oleh Brand-brand Global

Mereka seolah paham ilmu "sedekah" atau giving itu memberi dampak luar biasa ke bisnis

Tidak perlu menunggu pandemi juga untuk melakukan aksi Brand Generosity

Domino's Pizza gatel ketika melihat banyak lubang-lubang dijalanan di amrik sono yang gak kunjung diperbaiki

Akhirnya Brand ini mempunyai inisiatif untuk memperbaiki sendiri jalan-jalan yang bolong-bolong itu

Setelah di perbaiki, ia sematkan Brand Identity Domino's disana sambil bilang.. OH YES WE DID

Dan sambutan masyarakat tentu saja baik banget

Dan aksi Brand Generosity ini juga jadi salah satu yg banyak menjadi bahan diseluruh dunia

Sekaligus jadi Guerilla Marketing
Brand Generosity itu beyond Guerilla Marketing.

Karena niatnya bukan sekedar mencari Buzz atau viralitas
Tapi memang memberikan dampak social dan value yang nyata

Brand Generosity juga mampu membangkitakan positive story buat sebuah Brand
Story yang mengekspresikan kebaikan dan kemurahatian dari si Brand

Secara tidak langsung ini akan membangun persepsi bahwa Brand ini adalah Brand baik.
Market lebih cepat menaruh kepercayaan atau TRUST pada Brand yang mereka persepsikan baik.
Dan TRUST itu sendiri adalah dasar pengambilan keputusan pembelian terpenting.

Semakin kuat TRUST itu terbentuk, maka secara tidak langsung ini akan berdampak juga ke penjualan.

Makanya penting bagi sebuah bisnis untuk memiliki tujuan mulia (PURPOSE) yang menjadi WHY nya mereka. WHY itu katanya Simon Sinek adalah alasan mulia, kenapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan.
Alasan mulia kenapa mereka mendirikan bisnis.

WHY ini juga menjadi alasan kenapa banyak brand-brand besar berumur panjang
Niat tulus menciptakan kebaikan untuk customers

Semoga bisnis kita menjadi salah satunya ya

Copas Tulisan 
Sam Ipoel

Brand Generosity

KEKUATAN BRAND GENEROSITY

Mau cerita nih.. gaes

Jadi dua hari yang lalu ada yang sempat curhat di grup sebelah

Awal pandemi kemarin benar-benar menjadi ujian bagi banyak pengusaha

Disini mental dan agility mereka diuji

Ada yg pasrah dan nyerah, cepat-cepat banting setir karena melihat usahanya sudah gak prospek lagi

Ada juga yang pasrah tapi gak langsung banting setir

Salah satunya Mas Rochmat ini

Beliau ini pengusaha bakery, produknya roti solo floss roll

Sudah mendatangkan banyak banget bahan baku menjelang puasa dan lebaran, eh.. pandemi datang

Orderan langsung drop

Hanya menyisakan 10% saja kapasitas produksi yang teroptimalkan

Karyawan udah siap dirumahkan

Bahan baku yang menumpuk di gudang tinggal tunggu waktu aja untuk rusak jika tidak segera digunakan

Dalam kebuntuan dan kepasrahan itu terbesitlah ide karena keibaan melihat penjuang di garda garis depan, dokter dan perawat di rumah-rumah sakit

Daripada bahan akan rusak dan berakhir sia-sia, akan lebih baik jika bahan-bahan tadi menjadi roti dan memberi manfaat buat pejuang garis depan tadi

Beliau juga berpikir mungkin inilah amal yg bisa dipersembahkan ditengah kepasrahan.

Akhirnya beliau memberanikan diri menyurati pihak Rumah Sakit

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

"Bagian IGD atau posko Corona
berharap diperkenankan, dan mohon cp untuk pengiriman
GRATIS Untuk 3 shift pengiriman setidaknya sampai 14 hari kedepan

kami dari soloflossroll, mengajukan permohonan untuk memberikan support tenaga medis dalam klb corona, berujud roti yang insya Allah akan kami kirim tiap hari

Dari keamanan pangan dan ke halalalan kami sudah tersertifikasi"

(Dilampirkan juga serifikat mutu internasional)

Ternyata pengajuan penawaran donasi ke bagian IGD ini dishare juga ke pimpinan dan group Rumah Sakit

Sebenarnya kegiatan donasi produk ke penjuang garda depan Covid-19 itu banyak juga dilakukan oleh pebisnis

Terus apa yang membedakan yg ini dengan yang umum dilakukan

Personalisasinya

Pak Rochmat dan team sengaja mendesain kemasan khusus yang didedikasikan untuk menyemangati para pahlawan di garis depan ini

"THANKFUL YOU FOR BEST HERO LIKE YOU"

You Never Walk Alone

Kami bersyukur punya pahlawan terbaik sepertimu
Anda tidak berjuang sendirian

Tulisan ini ada disetiap keping roti solo floss roll yang diberikan

Bukan ada di acara seremonial atau plakat atau spanduk seremonial penyerahan donasi

Singkatnya ia bikin special packaging demi mengapresiasi perjuangan pahlawan kita ini

Niat banget

Ini yang membedakan gerakan ini dengan gerakan pada umumnya

Special design, special thankful packaging ini ternyata mampu menyentuh secara emosional

Membuat relevansi atau kesesuaian antara produk dengan marketnya

Simple action but make a difference

Nilai donasi dari project ini selama 14 hari sangat lumayan

Kalau dirupiahkan setara 100 juta rupiah

Itu donasi yg lumayan gede banget jika dipikul satu orang

Dan ternyata dampak project sosial ini sangat positif

Dokter, perawat dan pegawai RS ini mulai "ketagihan" dengan roti tersebut

Orderan pun gantian berdatangan masuk dari RS dan jaringannya

Usaha yang awalnya hanya membidik end user tersebut menemukan persona baru tanpa sengaja.. instansi

Dari murni B2C jadi merambah ke B2B

Penemuan buyer persona baru ini menjadi penyelamat bisnis ini dari keterpurukan

Kan sebenarnya bisa aja masuk nawarin proposal ke RS, tanpa melalui donasi juga bisa

Tidak semudah itu ferguso

Mendatangkan dan menyeleksi makanan baru dari luar? Tidak semua RS punya waktu untuk itu

Apalagi mencari makanan yg enak dan gak enak

Nggak mungkin sempet lah..

Tapi project donasi itu membuka jalan ke market baru dan melangkah dengan mulus di project-project berikutnya

Tanpa mekanisme tender yg berbelit

Karena productnya sudah teruji

Teruji mutunya, dan teruji disukai

Ini yang dinamakan "blessing in disguise"

Berkah dibalik musibah

Tidak semua pemilik bisnis memiliki hati yang cukup besar melakukan hal ini

Hanya yang tulus dan memiliki hati yg besar saja yg mampu melakukan

Sincerity and Generosity

Ketulusan dan kemurahan hati

Praktek Brand Generosity seperti ini sebenarnya sudah banyak dipraktekkan oleh Brand-brand Global

Mereka seolah paham ilmu "sedekah" atau giving itu memberi dampak luar biasa ke bisnis

Tidak perlu menunggu pandemi juga untuk melakukan aksi Brand Generosity

Domino's Pizza gatel ketika melihat banyak lubang-lubang dijalanan di amrik sono yang gak kunjung diperbaiki

Akhirnya Brand ini mempunyai inisiatif untuk memperbaiki sendiri jalan-jalan yang bolong-bolong itu

Setelah di perbaiki, ia sematkan Brand Identity Domino's disana sambil bilang.. OH YES WE DID

Dan sambutan masyarakat tentu saja baik banget

Dan aksi Brand Generosity ini juga jadi salah satu yg banyak menjadi bahan diseluruh dunia

Sekaligus jadi Guerilla Marketing
Brand Generosity itu beyond Guerilla Marketing.

Karena niatnya bukan sekedar mencari Buzz atau viralitas
Tapi memang memberikan dampak social dan value yang nyata

Brand Generosity juga mampu membangkitakan positive story buat sebuah Brand
Story yang mengekspresikan kebaikan dan kemurahatian dari si Brand

Secara tidak langsung ini akan membangun persepsi bahwa Brand ini adalah Brand baik.
Market lebih cepat menaruh kepercayaan atau TRUST pada Brand yang mereka persepsikan baik.
Dan TRUST itu sendiri adalah dasar pengambilan keputusan pembelian terpenting.

Semakin kuat TRUST itu terbentuk, maka secara tidak langsung ini akan berdampak juga ke penjualan.

Makanya penting bagi sebuah bisnis untuk memiliki tujuan mulia (PURPOSE) yang menjadi WHY nya mereka. WHY itu katanya Simon Sinek adalah alasan mulia, kenapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan.
Alasan mulia kenapa mereka mendirikan bisnis.

WHY ini juga menjadi alasan kenapa banyak brand-brand besar berumur panjang
Niat tulus menciptakan kebaikan untuk customers

Semoga bisnis kita menjadi salah satunya ya

Copas Tulisan 
Sam Ipoel