Kamis, 13 Agustus 2020

Target Market atau Target Audience

BRAND BUTUH "TARGET MARKET" atau "TARGET AUDIENCE" ???

"Pah, pulang kantor nitip belikan lipstik L'Or*al ya", kata seorang istri kepada suaminya. "Siap mah", jawab suaminya singkat padat merayap eh, jelas.

Ketika pulang kantor istrinya menerima barang titipannya tersebut dan berkata pada suaminya, "yaaah, kok merek ini sih Pah?, kan Mamah sudah bilang mereknya L'Or*al ini kok Ward*h?". Suaminya menjawab,"Pake Ward*h aja Mah, ya itulah kalo Mamah nitipnya ke Papah ya pasti Papah belikannya Ward*h bukan yang lain karena A I U E O Bla Bla Bla ", jawab Suaminya dengan senyum. Istrinya menjawab, "Ooo oke lah Pah". 

Ilustrasi di atas, jelas produknya berupa lipstik, targetnya jelas perempuan dan pemakainya jelas perempuan. Tapi mengapa kok suaminya yang notabene seorang laki-laki bisa loyal terhadap brand produk yang dia sendiri bukan pemakainya dan mempengaruhi pemakainya ???

Menurut Pak Subiakto, Branding itu ditargetkan kepada TARGET AUDIENCE.

Siapakan Target Audience?
Target Audience adalah Target Market plus Influencing Spheres.

Apa itu Influencing Spheres?
Influencing Spheres adalah kelompok-kelompok di sekitar Target Market yang memberi pengaruh terhadap pemilihan Brand dan pembelian produk.

Siapa saja Influencing Spheres?
Mereka adalah keluarga, tetangga, panutan, komunitas, daerah dan kultur nasionalnya.

Ada yang berinisiatif, ada yang mempengaruhi, ada yang mengambil keputusan, ada yang mengkonsumsi, dan ada yang membeli.

#BrandInsight

#Brand

Tidak ada komentar:

Posting Komentar