Saat mempelajari sesuatu, seringkali tanpa sadar kita melakukan hal-hal yang justru menghambat keberhasilan belajar kita.
Nah agar proses belajar membuahkan hasil yang memuaskan, kita perlu menerapkan sikap-sikap yang mendukung kesuksesan belajar.
Berikut 5 di antaranya.
1️⃣ Niat
Banyak orang yang belajar hal baru tanpa niat yang jelas. Akibatnya, di tengah proses belajar malah banyak mengkritik, tak suka dengan materi yang dipelajari, dst.
Idealnya, niat/tujuan kita belajar bukanlah untuk mencari kekurangan dari apa yang kita pelajari, melainkan mendapatkan pengetahuan/skill yang berguna untuk diri kita.
So pertama, perjelas niat Anda dalam belajar. Pastikan niat Anda bukan untuk mencari kekurangan melainkan untuk mendapatkan pengetahuan yang benar yang bisa Anda gunakan dalam hidup Anda.
Sikap-sikap selanjutnya sangat bergantung pada niat ini. Kalau niatnya negatif, maka attitude/sikap selanjutnya pun akan negatif.
2️⃣ Percaya dulu, baru kritik
Kita tidak akan pernah tau seperti apa isi sebuah buku atau bagaimana cara kerja sebuah skill KALAU belum mempelajarinya kita sudah banyak mengkritik.
Baru juga baca sinopsisnya sudah bilang, "Ah, buku jelek nih."
Dalam buku "Asking the Right Questions: A Guide to Critical Thinking," M. Neil Browne menjelaskan bahwa idealnya saat kita belajar sesuatu pertama-tama kita harus PERCAYA dulu.
Singkirkan sejenak keyakinan, pemikiran, pola pikir, dan paradigma kita. Kosongkan sejenak "isi gelas" kita. Biarkan gelas kita diisi penuh dengan pengetahuan yang sedang kita pelajari.
Barulah setelah Anda paham betul pengetahuan itu, Anda bisa mengkritiknya.
3️⃣ Kritik/penerimaan yang berdasar
Setelah mempelajarinya secara penuh, kita perlu menilai apakah apa yang kita pelajari itu benar atau salah, mendukung atau tidak untuk mencapai goal kita.
Dan penilaian kita harus berdasarkan pada alasan/rasionalisasi yang tepat.
Dalam buku "How to Read a Book," Mortimer J. Adler menjelaskan setidaknya ada 3 alasan kenapa sebuah materi/pengetahuan keliru:
a. Penulis/penggagas materi "uninformed" alias tidak tau adanya informasi tertentu yang membuat argumennya menjadi salah.
b. Penulis/penggagas materi "misinformed" alias salah memahami informasi tertentu yang membuat argumennya salah.
c. Apa yang disampaikan penulis/penggagas materi tidak logis.
4️⃣ Mengakui kesalahan/kebenaran
Setelah menganalisa materi yang kita pelajari dengan argumen yang rasional, maka kita wajib mengakui kebenaran atau kesalahan materi itu.
Kalau benar akui benar dan terapkan. Kalau salah akui salah. Dan, kalau belum bisa menyimpulkan benar/salahnya, tunda untuk menilai.
Sering kita jumpai orang yang bersikeras pada argumennya meskipun sudah disodorkan bukti dan alasan kenapa argumennya salah. Tentu ini sikap yang keliru karena malah bisa menjerumuskannya pada keputusan yang keliru.
5️⃣ Beginner's Mind
Belajarlah seperti anak kecil. Kita tau anak kecil umumnya memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ini karena mereka belum tau banyak tentang dunia.
Nah kita pun bisa mengadopsi sikap anak kecil ini untuk membangkitkan rasa ingin tau kita. Akui bahwa pengetahuan Anda masih minim. Maka Anda akan terus terdorong untuk menggali pengetahuan baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar