Sabtu, 01 Januari 2022

𝑻𝑨𝑲𝑫𝑰𝑹, 𝑵𝑨𝑺𝑰𝑩 𝑫𝑨𝑵 𝑰𝑲𝑯𝑻𝑰𝒀𝑨𝑹 ...


Tahun sudah berganti. Ada yang tetap, ada pula yang berubah. Kita masih hidup, menghirup oksigen dengan lega, tetap seperti sedia kala. Namun, kita juga berubah, menua entah sampai kapan, hingga ajal tiba. 

Dalam dunia yang fana ini, kita takkan bisa menghindar dari takdir, nasib dan ikhtiyar. Takdir adalah hukum alam yang diciptakan Tuhan, dalam mengatur tertib kehidupan. Nasib adalah jatah segala nikmat dan musibah yang harus kita jalani. Ikhtiyar adalah pilihan moral, antara baik dan buruk, benar dan salah, yang harus kita pertanggungjawabkan.

Dengan penuh syukur, kita masuki tahun 2022. Dengan penuh harap, kita bisa menjalaninya dengan iman dan amal kebaikan. Dengan penuh kesadaran akan ketidaksempurnaan diri, kita siap untuk saling mengingatkan tentang kebenaran dan kesabaran. Sebab, yang benar kadangkala tertutupi oleh kepalsuan, dan yang baik kadangkala memancing kedengkian dan permusuhan. Yang benar dan baik itu menuntut kesabaran. Padahal, sabar itu tidaklah mudah...


𝐒𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐭𝐮𝐥𝐢𝐬𝐚𝐧 𝐫𝐞𝐟𝐥𝐞𝐤𝐬𝐢 𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫 & 𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐭𝐚𝐡𝐮𝐧 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐏𝐫𝐨𝐟 𝐌𝐮𝐣𝐢𝐛𝐮𝐫𝐫𝐚𝐡𝐦𝐚𝐧 ( 𝐑𝐞𝐤𝐭𝐨𝐫 𝐔𝐈𝐍 𝐀𝐧𝐭𝐚𝐬𝐚𝐫𝐢 𝐁𝐚𝐧𝐣𝐚𝐫𝐦𝐚𝐬𝐢𝐧 )




Tidak ada komentar:

Posting Komentar