Tukang sunat, memotong bagian tubuh kita (jika anda pria) ... Di masa teknologi jaman dulu, itu memberikan ada rasa sakit, saat dan sesudahnya ... Tapi, mengapa kita tidak membenci tukang sunat? ... Karena sejak awal, kita tahu persis, itu adalah demi kebaikan kita ... Kita tahu, tujuan baik tukang sunat, melakukan itu semua kepada kita ...
Tukang cukur, memotong rambut kita ... Kita diperintah-perintah suruh gini dan gitu ... Kita nurut aja ... Kita juga gak marah, meskipun rambut kita, bagian diri kita, dipotong, dipangkas, dibuang ... Mengapa? ... Kita tahu persis, di balik itu semua, adalah untuk kebaikan kita ...
Tukang pijat, mengurut tubuh kita ... Kadang sakit banget rasanya ... Apakah kita menghujat tukang pijitnya? ... Tidak, bahkan sesudahnya, kita berterima kasih, dan memberikan bayaran kepada si tukang pijit, yang jelas-jelas memberikan rasa sakit kepada kita ... Mengapa? ... Karena kita tahu persis, itu adalah untuk kebaikan kita, untuk kesehatan kita ...
Nah ... Saat kehidupan, "memotong sesuatu dalam hidup kita" ... Memotong jabatan, memotong penghasilan, memotong kesempatan di depan mata ... Saat kehidupan memberikan rasa sakit ... Di balik itu semua, jelas pelaku secara hakikatnya adalah DIA, Sang Pengatur Kehidupan ... Secara esensi, semua peristiwa adalah, "perbuatan-NYA" ...
Pertanyaannya selanjutnya, sangat sederhana ... Mengapa kadang, kita tidak mampu bersikap menerima, dan berterima kasih, sebagaimana yang kita bisa kita lakukan, atas apa yang diperbuat tukang sunat, tukang cukur dan tukang pijat? ...
Karena kita, seringkali, gagal paham, salah paham, tidak paham, tentang tujuan baik-NYA, dibalik itu semua ... Kita sering terlambat mengambil hikmah ... Kita baru sadar bahwa kita di waktu lampau itu, saat terjadinya sebuah peristiwa tidak enak itu, sebenarnya kita sedang "diselamatkan oleh-NYA", setelah waktu berlalu sekian lama ...
Ya, salah satu keahlian yang sangat sulit dikuasai dalam menjalani hidup adalah, memahami dan berpasangka baik atas rencana-NYA, yang kadang eksekusinya menggunakan kepanjangan tangan "para malaikat berwajah buruk rupa, tidak rupawan, dan tidak bersayap" ...
Salam Berkah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar