Untuk membuat perusahaan Anda terus bertumbuh, pastikan dua strategi ini sudah terinstal dalam perusahaan Anda.
Yang pertama HORIZONTAL STRATEGY atau strategi untuk menumbuhkan jumlah customer kita.
Rumus omset yang kita pahami bersama itu R = P x Q.
Yuk kita kupas elemen Q atau Quantity yg identik dengan jumlah customer.
Revenue itu adalah hasil kali dari Price atau harga produk dikalikan dengan Quantity atau jumlah produk yang terjual.
Kita bisa gedein omset dengan menambah jumlah customer base kita.
Menambah jumlah customer base tidak boleh gegabah dan tergesa-gesa.
Terutama jika kita masih belum berhasil melewati ZONA HITAM (CHASM).
Sebelum zona hitam artinya kita masih masuk fase Early Market, fase dimana kita belum menemukan Product Market Fit.
Gambaran customer yang ideal buat bisnis kita pun masih belum jelas. Customer ideal disini adalah mereka yang memang menyukai produk kita, dan mampu membayar harga dari produk tersebut.
Ketika kita sudah menemukan pelanggan ideal kita, baru kita bisa "gas" dengan melakukan scale up.
Di fase ini kita akan ditawarkan dengan dua opsi.
Opsi yang pertama DUPLIKASI.
Artinya Anda akan mencari orang yang memiliki ciri dan karakter serupa dengan customer yang Anda punya, kemudian Anda memutuskan untuk mencari customer sesuai kriteria yang Anda cari.
Paling enak menggunakan PAID CHANNEL atau media berbayar seperti Facebook Ads, Instagram Ads, TikTok Ads dan lain-lain.
Karena audiens nya sudah ada. Tinggal jangkauannya menyesuaikan dengan budget yang kita punya. Cara ini identik dengan FUNNEL.
Opsi yang kedua namanya CUSTOMER EMPOWERMENT.
Atau bagaimana melibatkan customer yang kita punya, untuk ikut mencari customer baru untuk kita.
Opsi ini jauh lebih murah dari opsi yang pertama.
Masalahnya kita harus bereksperimen juga stimulus apa yang tepat untuk membuat customer kita menggencarkan word of mouth nya.
Meskipun secara cost jauh lebih murah, tapi waktunya susah diprediksi kapan hasilnya akan terlihat.
Meskipun dengan sabar dan telaten, hasilnya akan terlihat dengan sendirinya.
Opsi kedua ini identik dengan FLYWHEEL.
Meskipun didalam FLYWHEEL sebenarnya ada FUNNEL nya juga, tapi kebanyakan orang masih biasa membedakan keduanya.
Bisa kah kedua opsi ini dikombinasikan?
Bisa banget
Kembali ke rumus R = P X Q tadi.
Jika strategy horizontal atau growing customer base itu bermain di elemen Quantity, maka selanjutnya yang harus kita punya adalah dengan cara meningkatkan P atau Price.
P ini arti lebih luasnya NILAI DARI CUSTOMER.
Sederhananya seperti ini, kelompok pelanggan yang rata-rata belanjanya cuma 100 ribu dengan yang belanjanya 1 juta jelas beda dampaknya terhadap omset.
Makanya strategi yang kedua ini tujuannya adalah meningkatkan AVERAGE BASKET SIZE atau rata-rata belanja pelanggan.
Banyak sekali cara untuk meningkatkan nilai belanja customer ini.
Pertama dan utama, Retention Rate harus dinaikkan dulu.
Menjaga customer tetap nyaman dan terus terhubung sama brand kita itu penting.
Ketika mereka sudah stay, sudah loyal, maka langkah selanjutnya adalah dengan meningkatkan Purchase Frequency, atau membuat mereka membeli lebih sering.
Jangan lupa bangun komunitasnya, dan jadikan pembelian sebagai bagian dari identitas untuk terus bergabung dengan komunitas.
Paralel kita amati apa kebutuhan mereka selain main product yang kita jual.
Siapkan complementary product untuk membuat mereka membeli lebih banyak dari store.
Strategy horizontal dan vertical ini harus kita rancang secara detail sejak awal.
Selain seasonal atau musiman, harus ada program dan alasan yang membuat mereka terus balik secara rutin.
Sudahkah Anda mempunyai strategi lengkap, Horizontal dan Vertical untuk sepanjang tahun 2022?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar