Jumat, 07 Januari 2022

𝐄𝐦𝐨𝐭𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥 𝐈𝐧𝐭𝐞𝐥𝐥𝐢𝐠𝐞𝐧𝐜𝐞

Riset menunjukkan bahwa kemampuan Emotional jauh lebih banyak memberikan kontribusi pada sukses atau tidaknya sebuah kepemimpinan. Kemampuan teknis dan analitikal harus dimiliki seorang pemimpin, tetapi kemampuan emotional jauh lebih penting dan kritikal dalam sukses tidaknya kepemimpinan perusahaan tersebut.

Emotional Intelligence merupakan hasil campuran antara bakat lahir, lingkungan dan pendidikan pelatihan yang dialami seseorang. Pencarian calon pemimpin yang baik, haruslah difokuskan pertama pada karyawan yang memiliki kekayaan emotional intelligence yang baik disertai dengan kemampuan teknis dan analisa yang cukup.

Kemampuan Emotional ini dapat di pelajari, kembangkan dan diperbaiki dalam setiap orang, walaupun tidak mudah. Ada 5 kelompok EI yang dibutuhkan dalam kepemimpinan.
Self Awareness, kesadaran akan diri sendiri, yang merupakan kemampuan untuk mengetahui diri sendiri secara realistik: kelebihan, kekurangan, mood dan value yang dianut, apa yang memotivasi dirinya, dan bagaimana emosi2nya. 

Kesadaran secara jujur akan kelemahan dan pemahaman akan kelebihan diri sendiri, harus dicocokkan dengan pendapat orang lain tentang dirinya, karena bisa saja kita salah menilai diri sendiri. Berani mengaku tidak bisa untuk hal2 yang memang tidak terlalu dipahaminya dan berkeras untuk hal2 yang dia sadari menjadi kelebihannya.

Salam Berkah 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar