Minggu, 29 September 2019

CATENACCIO atau TOTAL FOOTBALL



Seni mengelola project!!

Adalah seni permainan sepakbola yg di populer kan team Italia dlm setiap laga pertandingan yg di mainkannya. Dlm strategi terapannya selalu menggunakan satu libero di belakang empat bek bertahan (saat ini dgn sepakbola Italia telah mengikuti trend sepakbola modern dgn hanya menempatkan 4 bek sejajar). Dgn kondisi tersebut praktis team Italia memainkan sebuah pertandingan yg kurang menarik krn kekurangan pemain penyerang dan hanya mengandalkan serangan balik utk menyerang

Sangat bertolak belakang dgn gaya total football yg diterapkan team Belanda yg menumpuk pemain tengah dgn naluri menyerang, dengan strategi tersebut dunia di suguhkan sebuah permainan atraktif dan menarik yg mampu menghibur seluruh penonton

SOBAT PROPERTY
Dlm mengelola sebuah project properti sy adalah penganut ilmu aliran catenaccio di mana saya mengandalkan serangan balik utk mempercepat umur project ketika sebuah project memasuki fase ke 3, fase ke 3 dlm sebuah project di tandai dengan telah terbitnya aspek perijinan dan legalitas sdh aman

Anda bisa perhatikan seluruh project sy di awal awal th pertama nyaris tanpa pergerakan di lokasi project, aktifitas marketing hanya sebatas hal standar normatif yg di lakukan dan bisa di pastikan Anda akan tdk menemukan baliho atau spanduk bertebaran. Bahkan di awal awal project ketika ada konsumen yg berminat mengambil unit kavling sy hanya menerima dgn skenario NUP krn sy taat azaz menghindari benturan UU konsumen

Dengan kondisi di atas resiko yg terjadi adalah cash in project sangat minim krn roda project nyaris hanya mengandalkan suntikan modal kerja, plus dgn pergerakan di lokasi yg lamban di butuhkan kerja keras para sales marketing kami utk meyakinkan ke konsumen membeli product hanya berbekal tools brosur saja

Termasuk dlm mengelola buget, sy adalah golongan praktisi yg taat buget yg hanya mau mengeluarkan dana di awal yg berpotensi menghasilkan arus cash in seperti buka SPK bangunan unit Sedangakan SPK pengerasan jalan lebih saya tunda di awal awal project.

Jangankan dlm distribusi buget, dlm menyusun anggaran di ACTION plan sy banyak memasukkan unsur unsur biaya tak terduga dan ini bersifat jaga jaga apabila ada biaya yg over, contoh sederhana dlm RAB unit dlm penyusunan RAB FLPP yg umum bisa di kerjakan di RAB 1.4 juta per meter tapi di kami RAB sy anggarkan 1.5 juta per meter (hello para developer & kontraktor hari ini besi naik 30% to?), contoh ke dua di utilitas item listrik sy Tau betul namanya trafo dan tiang listrik adalah murni investasi PLN jadi developer FREE dll item tersebut tapi dlm ACTION plan selalu sy cantumkan dgn nilai ratusan juta hal ini utk berjaga jaga apabila kebijakan Public berubah maka kami punya cadangan buget yg tdk akan menggerus laba

CATENACCIO banget ya!!

Tapi saya pastikan seluruh team project sy mulai dari marketing, divisi KPR dan divisi teknik sy berani mengatakan mereka tdk akan tidur nyenyak ketika sy sdh mulai melakukan serangan balik utk percepatan project. Krn team inti tersebut memiliki peran dan tugas masing masing yg ending nya menghasilkan out put target akad KPR yg jumlah unitnya sdh kami tentukan dlm meeting bulanan

Di mana saya mengambil peran dlm fase tersebut, posisi Playmaker adalah peran yg saya ambil selayaknya Andrea Piro Tau betul kapan mengumpan bola ke pemain sayap, sesekali mengumpan bola ke belakang dan saat yg tepat umpan cros sing bola silang ke striker

Ketika di setiap kesempatan sy posting konsumen kami melakukan akad KPR berarti itu sebuah pertanda team yg sy komandoi telah melakukan pembukuan beberapa goal goal project telah berhasil kami lewati dan kami menyebut fase project kami dlm fase ke empat yaitu fase tutup buku project, dan jika hari ini sy posting menikmati sebatang rokok di bawah tiang trafo di sebuah project kami jika Anda praktisi tentu paham betul fase yg saat ini terjadi di project kami

Memahami alur postingan sy diatas butuh waktu mencerna, apalagi jika Anda pemula dlm bisnis properti tentu ilmu terapan yg saya gunakan akan bertolak belakang dgn expetasi yg ingin segera melakukan penetrasi pasar dgn Jor joran atau ingin segera melakukan akselerasi di lapangan dgn tujuan ingin selfie jeprat jepret dan bisa di posting di medsos. Swear dulu dulu banget jgn kan penetrasi dan akselerasi melihat desain 3D saja sy pribadi ikut terpesona (aih jadi malu ike), dan agar Anda tdk semakin bingung membaca postingan sy

Ada satu pertanyaan sederhana yg ingin saya sampaikan, TEAM ITALIA dan TEAM BELANDA lebih banyak mana yg berhasil jadi JUARA DUNIA??

Copas dr Suhu Property Kang Dwi Priono

Kamis, 26 September 2019

CARA MELAKUKAN ANALISA KOMPETITOR SECARA QUICK COUNT


"Bro, ada lahan yang ditawarkan nich harga Rp 500rb/m2, dan didekat situ ada perumahan yang menjual produk type 25/60 seharga Rp 325 jt."



Serius itu typenya 25/60? Kecil amat, tapi koq mahal harganya.

"Iya serius. Lokasinya bagus di kota. Bangunannya bagus, borongan Rp 2,8 jt/m2."
Oke, saya bantu lakukan analisa secara quick count. Tentu saja dengan seolah olah kita memasarkan produk yang sama, type 25/60 dan harga borongannya juga Rp 2,8 jt/m2. Dari situ akan ketahuan apakah dengan perolehan lahan harga Rp 500rb/m2 harga jual kita masih kompetitif.
Begini cara analisanya ....
Harga (brutto) = Rp 500 rb/m2
Legal, pajak, fee = Rp 50 rb/m2
Harga (netto) = (500rb + 50rb) / 60%
= Rp 917 rb/m2
Desain Perijinan, Pematangan Lahan, Overhead Cost, Bunga = Rp 600 rb/m2
HPT (Harga Pokok Tanah) = Rp 1,517 jt/m2
"Maaf, itu Rp 600 rb/m2 angka darimana?"
Itu angka rujukan versi hitung cepat untuk 4 variabel biaya di rumaj komersil. Jika untuk rumah subsidi (FLPP) angkanya Rp 350 rb/m2. Kenapa pakai angka rujukan? Lha belum ada site plannya, belum ada volume jalan, saluran, pagar dll. Jadi sementara pakai versi angka rujukan saja dulu ...
"Oh, paham suhu ... Silahkan dilanjut."
HPT = Rp. 1.517.000
Laba = Rp 917.000 (1x harga tanah)
HARGA JUAL TANAH = Rp 2.434.000/m2
Dibulatkan = Rp 2.450.000
HITUNG HARGA T 25/60
Bangunan
= 25 m2 x Rp 2,8 jt/m2 = Rp 70 jt
Tanah
= 60 m2 x Rp 2,45 jt/m2 = Rp 147 jt
Listrik Air IMB SHGB Fee Sales = Rp 25 jt
Gimmick = Rp 10 jt
HARGA DASAR = Rp 252 jt
HARGA + PPH = Rp 258,5 jt
HARGA + PPN = Rp 284,35 jt
PEMBULATAN = Rp 285 jt
Kesimpulan, harga tanah Rp 500 rb/m2 masih layak dieksekusi.
"Makasih, suhu AW. Saya makin mantap lanjutkan negosiasi. Doakan bisa HOT DEAL."
Pelajaran ;
Biasanya harga jual adalah 5x harga perolehan. Contoh di kasus ini, perolehan Rp 500rb/m2, harga jualnya Rp 2,45 jt/m2.

Rabu, 25 September 2019

Cukup kah bekal tuk pulang ?


Persiapan

Anggap umur sebentar ini hanya 60tahun. (Karena kata Baginda Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam usia umat ku hanya 60-70tahun).
Terhitung dari Baligh (usia15 tahun) sisa umur yg masuk kualifikasi hanya 45tahun.

Dari 45tahun, kata dokter tidur yg cukup dan gak bikin vertigo itu 8jam sehari... Yah kira-kira 20tahun buat merem aja. Sisa 25tahun, dari 25tahun, habis waktu dijalan berangkat dan pulang kerja, maen catur, kongkow, ghibah, ngobrol, hobi yg ga jelas, hobi yg jelas dll, dipakai 5tahun.. Tinggal 15 tahun. 

15 tahun, yakin kah sudah dipakai buat Ibadah? Apakah segala sesuatu yg kita lakukan sudah bernilai ibadah dan mendapatkan pahala? Dan apakah Ibadah kita sudah benar? Apakah niat kita sudah benar? Bahkan...Takbiratul ihram kita apakah sudah benar? Apakah sesuai dengan tuntunan Nabi Sallallahu alaihi wasallam?
Satu per satu, sejalan dgn habis nya waktu, ayat Al Quran dan Hadist sahih yg sampai, menunjukkan hasil sebab akibat yg sangat nyata.
Secara matematis, sangat sedikit sekali waktu dan ilmu ini, bagaimana cara mengejar nya?

Wallahu'alam

Selasa, 24 September 2019

Sales Property Harus Bisa Masak


Siapkan Bahan :
1. Pilih Produk Terbaik,
yang terpilih dari beberapa pilihan yang banyak.
2. Produk Knowledge,
sudah dikaji layak, banyak fitur dan benefitnya buat pembeli.
3. Nilai Komisi,
Jelas yang menguntungkan juga buat kita yang jual...gak perlu terlalu besar tapi yang masuk akal...soalnya biasa sesuai kalau produknya bagus developer kasi komisinya sangat dipertimbangkan.
4. Kenal Developernya,
minimal tahulah dan bisa dipercaya serta track recordnya walau bisnis kadang seperti roda kehidupan, tapi kalau ada bayangan kan bisa feeling tuh.
misal kalau Developernya kawakan lihat proyek terakhirnya bagaimana, kalau Developernya baru start up coba di ajak ngobrol atau ya paling ngak bagaimana kebiasaan hidupnya dan mengelola bisnisnya...walau sekali lagi gak jamin ya...tapi ya sekali lagi pake prinsip bisnis itu mengikuti attitude ownernya.
5. Alat bantu Jualan (Marketing Tools),
nah ada gak tuh? klo ada gimana kalau gak ada ya gimana!
6. Informasi Lokasi,
tuh kalau bagus ya syukur kalau ngak ya coba dibantu temukan apa benefit dari lokasinya berbanding lokasi lain?trus apa manfaatnya buat pembeli, dan kenapa harus beli dilokasi itu? apa mungkin tahun depan akan ada Mall atau Akan ada akses pintu Tol, atau tuh disana akan ada apa dan apa gitulah.
7. Program Marketing,
hehe ini juga penting siapa tahu banyak dan bisa nebeng up to tinggal dimaksimalkan sebarannya.
8. Bonus2 Gila buat yang jual,
wah semoga ada ya kan jadi semangat...hehehe.
9. Bumbu tambahan,
nah ini silahkan di tambah bebas kalau pengen lebih apik lagi sesudah 8 bahan diatas.
Cara Memasak Bahannya :
1 hari jalan-jalan ketemu 5 orang + 10 kali update status (masing 1 x di fb, twitter, instag, path, bbm, g+, wa, web, youtube, terserah dah)
Ongseng Bahannya Sambil ditekan :
ngobrol ringan aja kenalan kalau ada kesempatan bahas dikit properti, nah yang 10 kali update juga hal yang sama sharing2 ringan bahas hitungan mudah beli dan jual lagi propertinya.
Jadi Deh Masakannya!
kebayang gak jadinya ? kebayangkan hasilnya?
1 hari menghasilkan = 5 orang + 10 update status
1 minggu = (7 hari x 5 orang) + (7hari x 10 update)
= 35 orang + 70 update
1 bulan = 4 minggu
= (4 x 35 orang) + (4 x 70 update)
= 140 orang + 280 update status
kebayang lagi gak? kalau 10% aja yang serius masa gak ada?
ok kita hitung ya duitnya sekarang! yang 10% aja ya...klo yang 100% nanti pada gilaaa kita.wkwkwkw
14 orang berpotensi serius beli produk harga 500jt aja artinya!
omset bakalan = 7 Milyarrrr
28 respon update status serius beli produk harga 100jt (utk produk murah meriah sebut saja kavlingan) artinya!
omset bakalan = 2,8 Milyarrr
wow total 9,8 Milyarrr
mantapkan! nah kalau 50% batal karena tiba2 calon pembeli kebelet pipis aja hahaha masih ada 4,9 Milyarrr
kebayang lagi gak komisinya? kalau Developer baik hatinya kasi 3% nah berapa tuh? Rp. ..0.000.000,- isi sendiri dah.hehe
selamat memasak ya...dan apapun jadinya masakan kita tergantung sama jam terbang dan cara + aplikasi yang kita pergunakan....semoga bermanfaat resep ini, terutama bagi yang kemarin sempat beberapa sahabat ada yang tanya cara paling mudah masuk ke bisnis properti itu apa sih?
semoga bermanfaat ya...salam powerful buat kita semua, hehe kalau ada hitungan yang terlalu besar tinggal kecilkan aja, tapi siap ya dengan kenyataan dapat kecil juga ya...karena mereka yang mendapatkan deal deal besar selalu saja bermimpi besar dan mengusahakannya yang dulunya pada menertawakannya dan dia sekarang membuktikannya sambil berterimakasih kepada Tuhan karena hasilnya bisa berbagi ke orang tua, orang sekitar dan bersedekah lebih besar lagi...Aamiin
Salam Berkah ...

Sabtu, 21 September 2019

Al Azhar Residence


Impian setiap manusia adalah memiliki sebuah rumah yang nyaman.
Namun perlu diingat bahwa berhati-hatilah dalam mendapatkannya. Jangan sampai melanggar syariat, salah satu yang melanggar syariat adalah dengan membeli ke lembaga keuangan ribawi (dengan akad pembiayaan/pinjaman/talangan).

Bila menempuh secara ribawi, yakinlah hanya kesenangan sementara yang akan didapat.
Jangan sampai apa yang telah kita dapatkan hilang dalam sekejap.
Dan terlebih dahulu, ukurlah kemampuan keuangan kita, jangan memaksakan berhutang membeli rumah ke lembaga ribawi (yang berakibat akan disitanya rumah bila tidak lagi mampu membayar).

Bila belum mampu, bisa dengan menyicil tanah kaplingan terlebih dahulu.
Carilah di daerah strategis, di area perumahan (yang ada atau yang akan berkembang).
Setelah terkumpul dana yang cukup, bangunlah rumah di tanah tersebut, tentu saja akan jauh lebih ekonomis dari pada kita berhutang ke lembaga ribawi.

Salam Berkah ...

Aku Berharap ...


Apa yang paling membuatmu "bergairah" untuk mencapai tujuan ? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan gunakan analogi yang sederhana. Bagi anda yang hobbi naik gunung, semakin sering anda naik gunung, semakin anda mencari jenis jenis gunung yang lebih "menantang" untuk didaki. Semakin tinggi tingkat kesulitannya, justru semakin membuat anda tertantang dan bersemangat untuk mencapainya. Mulai dari persiapan yang lebih banyak, latihan yang lebih sering hingga proses mendaki yang membutuhkan waktu yang lebih lama. Ketika anda berhasil mencapai puncak gunung tertinggi, biasanya anda akan merayakan keberhasilan tersebut dengan berfoto, saling memberikan pelukan dan dukungan dan menikmati pemandangan yang indah dari puncak gunung tersebut.

Namun perayaan ini biasanya tidak berlangsung lama dan anda segera memutuskan untuk kembali menuruni gunung tersebut seiring dengan puncak kenikmatan yang berangsur angsur menurun. Hal ini pun juga terjadi ketika anda menginginkan sesuatu yang betul betul anda inginkan selama ini, ketika anda mendapatkannya, anda akan mengalami sebuah kepuasaan, rasa bahagia dan seluruh perasaan menyenangkan lainnya. Namun hal tersebut biasanya tidak berlangsung lama, dan seiring berjalannya waktu, level puas anda mulai menurun kembali.

Jadi, apa yang membuat seseorang bergairah untuk mencapai tujuan adalah ketika tujuan itu belum dicapainya. Saat ia berhasil mencapainya, maka secara umum tingkat gairah itu akan menurun. Maka gairah muncul justru bukan pada tujuannya, namun pada prosesnya. Saat manusia masih memiliki harapan yang tinggi pada sebuah tujuan yang ingin dicapainya, disitulah "api gairah" akan terus menyala untuk mendorong seseorang melakukan upaya terbaiknya.

Itulah mengapa guru kita di sekolah dulu menyarankan untuk menggantungkan cita cita atau impian setinggi langit. Hal ini agar kita memiliki tujuan jangka panjang dan terus berupaya untuk mendekatkan diri kepada cita cita tersebut. Cita cita tersebut haruslah sesuatu yang sangat diinginkan dan kita percaya bahwa cita cita tersebut bisa dicapai. Itulah HARAPAN. HARAPAN adalah sebuah keyakinan yang kuat terhadap segala sesuatu yang kita inginkan dimasa depan, disaat yang bersamaan, kita meyakini bahwa kita mampu atau merasa berdaya untuk mencapainya.

Maka, bekerja adalah cara kita menjalani hidup, dan cinta adalah cara kita menikmati hidup. Namun harapan adalah alasan mengapa kita terus menjalani kehidupan.

Salam Berkah ...

Jumat, 20 September 2019

The Power of Goal Setting


THE POWER OF GOAL

Manusia dengan Tujuan dan cita-cita akan lebih berhasil sukses dibandingkan mereka yang mengalir saja.
Yale University melakukan sebuah penelitian pada tahun 1954 yang menghasilkan bahwa ada 3% (persen) punya RENCANA TERTULIS dan 97 % (persen) BELUM DITULIS orang yang menuliskan.
Pada tahun 1974 dilakukan lagi penelitian dengan subjek penelitian yang sama. Adapun hasil penelitiannya bahwa KEKAYAAN YANG 3 % (persen) punya RENCANA TERTULIS melebihi seluruh kekayaan 97% (persen) orang yang BELUM TERTULIS.
Harvard Business School pada tahun 1979 melakukan sebuah penelitian yang menghasilkan bahwa ada 3% (persen) punya RENCANA TERTULIS, ada 13% (persen) ADA RENCANA BELUM DITULIS, dan ada 84% (persen) BELUM ADA TUJUAN.
Ternyata pada tahun 1989 total kekayaan YANG 13% (persen) mencapai 2x (kali) lipat yang 84% (persen) BELUM ADA TUJUAN, sedangkan 3% (persen) PUNYA RENCANA TERTULIS mencapai 9x (kali) lipat dari yang 97% (persen) (84% + 13%).
Pertanyaannya sudahkah anda menuliskannya ?
Atau anda masih bingung dengan apa yang akan anda tuliskan untuk menjadi GOAL anda ?
Atau jangan-jangan anda bingung dengan apa yang anda inginkan terjadi pada diri anda ?


Salam Berkah ...

FLPP


Berikut beberapa persyaratan KPR Flpp Bersubsidi

Syarat dan Ketentuan

Warga Negara Indonesia (WNI)

Memiliki e-KTP 
. Memiliki NPWP

Usia minimal 21 tahun atau telah menikah

Pada saat pembiayaan lunas usia tidak lebih dari 65 tahun

Minimum masa kerja/usaha 1(satu) tahun

Tidak memiliki kredit/pembiayaan bermasalah (IDI BI clear)

Penghasilan pokok:
Tapak < Rp4,000.000,00
Rusun < Rp7,000,000,00

Pemohon maupun pasangan (suami/isteri) tidak memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah

Menyampaikan NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku

Biaya Layanan

Biaya Administrasi

Biaya Appraisal

Biaya Notaris

SKMHT/APHT

Cara Mendaftar

Siapkan dokumen yang lengkap

Berkas permohonan akan diproses dan diverifikasi oleh Bank

Jika permohonan disetujui,  permohon mempersiapkan kecukupan dana di tabungan Bank

Melakukan akad pembiayaan

Dan mulai proses pencairan permohonan

Rabu, 18 September 2019

MODAL JUALAN


PENJUAL SUKSES FOKUS KE AREA KONTROLNYA
.
Untuk mencapai Target penjualan pastilah seorang Sales akan menghadapi beragam tantangan. Dari tantangan yang dianggap kecil sampai tantangan yang dianggap besar.
.
.
Kalau kita kelompokan maka tantangan tersebut akan ada dua kategori, pertama adalah Tantangan yang berada diluar kontrol kita dan kedua, tantangan yang berada didalam kontrol kita. .
Yuk kita bahas satu persatu ya
.
.
1. Tantangan yang diluar kontrol kita.
.
Ini adalah jenis tantangan dimana kita sebagai Sales tidak memiliki kontrol langsung terhadap tantangan jenis ini. Sehingga solusi terbaik untuk tantangan jenis ini adalah penerimaan (Acceptance) dan beradaptasi.
.
Contoh tantangan yang diluar kontrol kita :
• Kondisi ekonomi nasional / Global
• Kondisi alam
• Kebijakan/aturan pemerintah
• Kebijakan/aturan perusahaan
• Produk yang anda jual
• Karakter dan tipe pimpinan/atasan anda
• Kompetitor
• Dan lainnya
.
2. Tantangan yang berada dalam kontrol kita
.
Nah, ini adalah jenis tantangan yang dimana diri kita sebagai sales memiliki kontrol atau kendali langsung dan penuh dari diri kita sendiri.
.
Contohnya adalah :
.
• Keterampilan komunikasi
• Selling skill
• Emosi (semangat / baper/ sedih, dll)
• Jumlah customer yang di call/ visit per-hari
• Mindset
• Dll
.
Kesimpulannya, Para Penjual atau sales handal akan memfokuskan energinya dalam menuntaskan tantangan yang berada dalam area kontrolnya.
.
Dia akan terus melakukan perbaikan dalam hal - hal yang berada dalam area kontrolnya. Dia memiliki wewenang dan kontrol penuh untuk mengeksekusinya.
.
Kebalikannya, penjual biasa atau bahkan penjual tipe pecundang/pengeluh akan sibuk dengan tantangan yang berada diluar kontrolnya.
.
Mereka habiskan waktu untuk mengeluh dan komplain tentang produk yang dijualnya, tentang sistem komisi yang dianggap tidak adil, membahas kerennya strategi kompetitor, sibuk membahas kejelekan atasan, bahkan sampai sulitnya jualan karena dampak kondisi ekonomi global.
.
.
Yuk Mari Fokuskan diri untuk menuntaskan tantangan yang berada di area kontrol kita, dan pastikan eksekusi dengan totalitas 110 %

Salam Berkah ...

Selasa, 17 September 2019

Stephen Hawking


Stephen Hawking
Bumi Berakhir Tahun 2106?

Terpaksa saya kutip pertanyaan Stephen Hawking ini: adakah, dalam waktu 100 tahun lagi manusia masih memiliki kemampuan hidup di bumi. Pertanyaan itu ia ucapkan di tahun 2006. Dua belas tahun kemudian, 14 Maret 2018, ia meninggal. Selain Lubang Hitam, pertanyaan inilah yang banyak diingat publik.

Selain seorang agnostik, Hawking, dalam beberapa hal adalah seorang humoris. Sebagai agnostik, kalimat itu bisa saya tafsirkan adalah prediksinya sebagai ilmuwan, bahwa nasib bumi akan berakhir di tahun itu. Tetapi sebagai humoris, ia terpaksa mengemas pernyataan itu sebagai pertanyaan. Ia, sebagai fisikawan teori paling fenmenal di zamannya, tentu telah membuat kalkulasi. Bukan kapasitas saya untuk menjangkau ilmu fisika sampai sejauh itu. Tetapi ‘’prediksi’’ Hawking itu membuat saya berpikir tentang  soal yang tak dia singgung: kebakaran hutan dan korupsi.

Di awal-awal masa jabatannya, Presiden Jokowi mengunjungi lokasi kebakaran hutan Sumatera tepat di jantungnya. Saya masih sering melihat foto itu kaena tersimpan di file ceramah saya. Tahun ini, Presiden kembali mengunjungi lokasi kebakaran serupa. Dengan pose yang juga nyaris tak berbeda. Dalam bahasa simbol, pose ini mestinya mengirim pesan yang jelas: api, apapun alasannya, apapun hambatannya, akan lekas padam. Kebakaran hutan sebagai sebuah ‘’tradisi’’ mestinya,  telah harus berhenti karena Presdien telah bertandang sampai sejauh itu. Tetapi nyatanya tidak. Ada atau tidak ada kunjungan Presiden itu ternyata tak menghentikan laju api. Lalu simbol apalagi yang harus dikirim agar kerusakan ini berhenti? Saya tak tahu lagi.

Lalu tradisi yang lain, korupsi. Adakah kedua peristiwa itu berkaitan? Secara langsung bisa jadi tidak. Tetapi kegemparan KPK di hari-hari ini, mengisyaratakan, bahwa perang pada korupsi masih akan lama, tak peduli apakah KPK kuat atau lemah, diperkuat atau diperlemah. Persoalannya bukan apakah KPK kuat. Persoalannya ialah jika budaya korupsi teryata jauh lebih kuat. Ini baru di Indonesia, lalu berapa besar korupsi di dunia lengkap dengan segala macam jubah dan atas namanya? Ini belum menghitung perang dagang, perang nikotin, perang kepentingan, dan ujungnya, ketika seluruh bahasa perang tak lagi bisa dipakai, sampailah pada perang pungkasan yang disebut Hawking: nuklir. Itulah mungkin kalkulasi Hawking.

Bumi, akan menjadi rapuh oleh kelakuan penghuninya. Itu baru perilaku penghuni. Belum perilaku alam raya itu sendiri.
Di alam raya ini, kedudukan bumi ternyata ringkih sekali.  Sampah teknologi yang berlalu-lalang di ruang angkasa ternyata telah menjadi polusi mulai sejak Sptunik diluncurkn. Sampah itu ‘’abadi’’ di sana dan siap mengancam bumi kapan saja. Jumlah populasi, tingkat polusi, dan ketersediaan pangan adalah ancaman besar di masa depan yang tak akan lama lagi itu. Sejak abad 18, Robert Malthus telah cemas pada ancaman populasi. Salah satu soal yang tak bisa dihentikan dai manusia, menurut Malthus adalah reproduksi. Matlhus benar, di tahun 2012 lalu, penduduk bumi telah genap tujuh milyar, jauh meninggalkan jumlah ideal yakni 4 milyar. Tetapi angka 10 milyar di tahun 2050 tak sulit dibayangkan. Itulah jumlah tersesak yang bisa ditolerir, itu pun dengan syarat ke sepuluh miyar manusia itu harus semuanya menjadi vegetarian. Adalah salah satu yang mengejutkan bahwa penyumbang efek rumah kaca adalah sendawa sapi.

Itulah mengapa, entah kebetulan atau tidak, NASA mencanangkan pendaratan di Mars untuk mencoba mengais kehidupan di Planet itu. Angka itu ditawar setengah, menjadi 2025 saja oleh seorang imigran Afrika Seatan yang kini mencengangkan dunia dengan mega-proyeknya: luar angkasa. Orang itu adalah Elon Musk. Pindah ke Mars adah obsesinya. Elon tak sedang bermimpi. Ia adalah pencemas besar tentang nasib bumi dan telah melahirkan Tesla motor, mobil listri yang ramah lingkungan dan biro ravel luar ankasa lewat SpaceX.
Pendaratan di bulan yang tercatat sebagai suskes besar manusa ternyata hanya untuk mengabarkan berita buruk: bulan tak bisa dihuni. Padahal jarak dari bumi hanya 3 hari dengan teknologi Apolo. Maka tedekat kedua adalah Mars.

Jarak menujunya memang membutuhkan 240 hari dari bumi. Tetapi ada kemungkinan kehidupan lebih mudah direkayasa karena Mars menyimpan deposit es. Kini, tiba-tiba kita sangat berharap dari usaha Elon Musk, jika bumi hanya dipenuhi kebakaran hutan, korupsi dan aneka perang kepentingan itu. Belum pula jika tata surya kita yang lemah itu didekati satu saja dari Lubang Hitam yang jumlahnya milyaran itu. Gravitasinya akan menelan seluruh  tata surya dalam sekejab. Di luar itu, ternyata  juga ada banyak sekali planet pengelana, Rogue Planet, ditaksir 200 milyar jumlahnya. Planet ini adalah planet gelandangan tanpa tata surya dan berjalan ke mana saja dia suka sambil menabarak siapa saja. Bumi yang ringkih ini di luar itu, akan menjadi ringkih dari dalam dengan aneka kejahatan dan terutama korupsi para penghuninya ini.

Copas Prie Gs

Senin, 16 September 2019

Kenapa tidak fokus bekerja


Ini menarik gaess terkait produktivitas kerja. Pertanyaannya selalu klasik dari dulu hingga kini:

— KENAPA KITA TIDAK FOKUS BEKERJA?
(Work Smart - Prof. Hansen)

Well, dari study yang diconduct Prof. Hansen terhadap ribuan employess (from staff to managerial level) mengungkapkan 3 hal utama yang membuat kita selalu galfok (gagal fokus).

1# BROAD SCOPE OF WORK ACTIVITIES (including having too many meetings and too many work items). Ndak bisa multitasking tapi sangat disarankan untuk membuat prioritas.

2# TEMPTATIONS (including distractions imposed by others and temptations created by oneself). Ada istilah FOMO (Fear of Missing Out) atau perasaan khatir ketinggalan informasi atau ndak update. Ini jika dibiarkan menyedot fokus untuk bekerja.

3# PESKY, “do-more” bosses (who lack direction and set too many priorities). Ada bos yang banyak banget ngasih tugas, ndak ngasih arahan yang jelas, dan tidak memberikan komunikasi yang jelas.

Dan itu menurut Tn. Hansen, gaes! Versi scientfiic yang dituliskan dibuku WorkSmart.

Nah, saya punya juga gambaran "kenapa orang tidak fokus ketika bekerja" atau penyebab "kenapa orang bosen dipekerjaannya". Berikut:

WHY PEOPLE GET BORED?
(Lifhack Version)

https://www.lifehack.org/572501/feeling-bored-work-here-are-causes-you-may-not-realize-and-how-you-can-cure-the-boredom

1# Mismatch between your interest & your work
2# Not using your capabilities fully
3# Little opportunity for growth & learninf
4# Too much idle time
5# You feel exhausted & tired
6# No clear goals

Dan dijelaskan juga disana bagaimana mengatasi kejenuhan saat bekerja.

Salam Berkah gaess...

Who Are U



Perbedaan “Diminisher” dan “Multipliers”. See here:

1# Atracting & Optimizing Challenge

“Diminisher” itu kayak ngebangun kerajaan sendiri yang ngambil semua resources dan membiarkannya ndak dimanfaatkan.

Sementara “Multipliers” adalah Talent Magnet yang memanfaatkan dan meningkatkan kejeniusan setiap orang.

2# Creating Intensity that Requires Best Thinking

“Diminisher” itu kayak Tiran yang ngebentuk suasana dan lingkungan yang penuh tekanan.

Sementara “multiplier” itu adalah tipe liberator yang menciptakan lingkungan  aman untuk berani berkreasi.

3# Extending Challenge

“Diminisher” itu tipikal orang yang tau segalanya yang selalu memberikan arahan.

Sementara “multipliers” adalah penantang yang selalu bisa mendefinisikan peluang.

4# Debating Decisions

“Diminishers” adalah Pengambil Keputusan yang mencoba menjual keputusan mereka kepada orang lain. 

Sementara “Multipliers” adalah orang yang selalu menchallenge yang menghasilkan keputusan yang selalu mendapat perhatian.

5# Instilling Ownership & Accountability

“Diminisher” adalah micromanager yang melompat masuk dan keluar. 

Sementara “Multipliers” adalah Investor yang memberikan kepemilikan kepada orang lain dan akuntabilitas penuh.

The Winning ...


4E’s & 1P FRAMEWORK
(Winning, Jack Welch)

Iyes, yg udah baca buku Winning akan faham. Kalau “Chapter-6: HIRING, what winners are made of” ini kayak ngejawab framework apa sih yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi kebutuhan people yang akan mengisi posisi di organisasi juara (winning).

Nyang saya fahami, ini bukan hanya bisa untuk hiring saja, akan tetapi sesuai judulnya ini adalah framework “apa sih formula menciptakan para juara”. Gitu sih kayaknya hehe..

Fyi, Tn. Welch perlu bertahun-tahun untuk membuat framework ini solid. Butuh beberapa use case and business case at GE to make these statement proven. Yes, it is simple 4Es & 1P terapan.

And yeah rite, kayak biasa, saya coba meresumekan lembaran-lembaran bukunya untuk kalian pembaca lini masa yang niat belajarnya tumpah-tumpah.. 🙏😆

1# Positive (E)nergy

Gampang banget nandainya memang, those guys who have positive energy biasanya ekstrovert dan optimis. Selalu berfikiran positive pastinya.

Enthusiast juga & jarang ndak semangat. Biasanya ini secara personal memiliki banyak temen dan entah apa, kadang, tanpa diminta sering sok asik nimbrung pas lagi orang ngobrol.. 😉

Kalau dikerjaan jarang banget mengeluh. Nganggap kerjaanya itu playing ground. Dan mereka-mereka yg punya Positive Energy sangat memaknai hidupnya.

2# (E)nergize Others

Kalau ini menurut Tn. Welch adalah orang yg mampu memberi inspirasi ke team, untuk bahkan hal yang sedikit-hampir-ndak-mungkin. Dan tentunya juga berjibaku untuk menggapai that rather lil' impossible things itu. ☺️

Kalau utk pekerjaan, saya merasa semua leaders harusnya punya kekuatan to inspiring and energize others.

Ini bukan hanya seperti jendral George Patton, bicara cepat dan berapi-api (Pattonesque speeches). Akan tetapi juga faham banget, dan having knowledge yang dalem tentang tujuan perusahaan, dan kemana bisnis organisasi ini leading to, dan membaginya ke all team.

3# (E)dge

Winners wajib punya kemampuan "mengiya-tidak" kan permasalahan yg complicated sekalipun. Memutuskan. Jangan juga jadi leaders bencong. Pas bagus saja membusungkan dada nah giliran failed malah blaming others. Kampret ini mah.

Seperti yang saya sampaikan ke team. Be nice to everyone by saying "yes" to everything malah kadang hurting other people twice. Dua kali karena, pertama ngasih harapan (PHP), dan kedua karena ndak bisa.

Perlu diinget juga, semua orang hanya punya jatah 24 jam sehari. Indulging yourself or getting me-time jadi kebentur sama mikirin work life ballance yang di-perceived ndak pernah ballance-ballance ituh.. 😉

Plin plan atau tipikal wishy-washy BUKAN sikap sang juara. Nyang kudu hati2, menurut buku WINNING itu adalah orang yg teramat pinternya dan terlalu banyak opsi. Ho-oh, too much options will kill you lah.

4# (E)xecute

Ini hal yg sering digaungkan atasan dari atasan saya, EKSEKUSI! Dan ini kenapa selalu disetiap plan program disini selalu kita tuliskan kapan started & tentunya kapan endingnya supaya bisa direview.

Wajib selesaikan apa yg sudah dimulai, itu sih intinya. Further more, kalau kerja keras ndak ngefect yah kerja cerdas. Begitu jg sebaliknya, sampai the tasks dikonsiderasi selesai (completion).

Iyah, kayak bapak management, Drucker bilang, eksekusi ditiap levellingnya beda tapi yah tetap ini selalu jadi yg utama.

5# (P)assion

Dan untuk melengkapi "what winners are made of" ada passion. Yaitu melakukan apapun pekerjaannya dengan sepenuh hati. Authentically, ndak bersandiwara. Segenap jiwa raga senang. Sekuat tenaga berusaha.

People with these characteristics suka belajar dan mengembangkan diri. Ngefreak banget untuk mencari tau. Niat-nya lebay kalau dilihat, tapi yah itu tadi, karena passion-nya tinggi.

Mungkin itu aja gais.
Salam Berkah ...

Provokatif Brain




_____ ThinkingBrain & FeelingBrain

Tn. Manson berpendapat fikiran kita adalah “sebuah mobil”. Sebuah kendaraan yang akan membawa kita menelusuri jalan kehidupan yang berliku, lurus, dan banyak persimpangan.

Nah, di dalam mobil ada 2 penumpang yang akan menentukan kita akan kemana. Sebut saja “THINKING BRAIN” dan “FEELING BRAIN”. Dua penumpang yang berbeda cara berfikirnya. Dan mereka jarang sekali saling berbicara.

Sang “thinking brain” mewakili pikiran sadar kita, kemampuan kita untuk membuat perhitungan, dan kemampuan kita untuk menalar (bener: menalar bukan menakar) melalui berbagai pilihan dan mengekspresikan ide melalui bahasa. 

Sementara, “feeling brain”, mewakili perasaan emosi, impulsif, intuisi, dan insting kita. And this one, yang nge-lead kita mau kemana. Bukan “thinking brain” malah.

_____ Buku yang Provokatif?

Uhm, terkait pemikiran “feeling brain” dan “thinking brain” ditulis Mark Manson dengan sangat provokatif dilandasi teori-teori yang kiri. Kebayang, wording Nietzsche dan cerita kehidupan sang filsuf yang dituliskan sama Tn. Manson, guys.. 😂

Saya pribadi menilai, buku ini lumayan provokatif. Men-challenge pemikiran eksisting yang kita miliki. Jenius bahasa ini si Tn. Manson.

Agitatif. Untuk yang ndak kuat ndak usah dibaca. Pun, kalau dibaca jangan sampai ndak selesai. Supaya ndak suwir pemahamannya, gais.

SARAN SAYA, sebelum membaca buku ini, sebaiknya merdekakan fikiran. Membuat agama sebagai komoditas sangat benderang disampaikan. Uhm, walaupun saya fikir Mark Manson kebangetan. ✌️😂

Salam Berkah ...

Empat Elemen Kehidupan


Pada zaman dahulu, api dianggap sebagai salah satu unsur penyusun setiap benda…

…seperti yang dikatakan oleh Aristoteles bahwa setiap benda di alam ini tersusun dari air, tanah, angin dan api.

Pendapat Aristoteles ini juga dipopulerkan oleh serial kartun Avatar The Legend of Aang, yang berisikan para pengendali keempat elemen tersebut. Dan sampai sekarang pun masih banyak yang suka teori ini untuk dipakai menjelaskan banyak hal.

Namun demikian, seiring berjalannya ilmu pengetahuan… akhirnya dipahami bahwa keempat elemen yang dibilang Aristoteles itu tidak ada yang benar-benar murni sebagai elemen penyusun benda.

Masing-masing ternyata tersusun dari elemen yang lebih kecil lagi.

√ Air ternyata terdiri dari gabungan atom oksigen dan hidrogen.
√ Tanah ternyata terdiri dari bermacam-macam unsur dalam bentuk senyawa dan mineral tertentu.
√ Angin juga terdiri dari berbagai macam gas
√ Api, tersusun dari apakah api itu?
Api ternyata tidak tersusun dari unsur apapun yang lebih kecil, karena ternyata api itu bukanlah suatu bentuk materi.

Api bukanlah materi, tapi wujud dari reaksi kimia cepat yang terjadi antara suatu benda dengan oksigen.

Reaksi kimia ini akan menghasilkan sejumlah energi dalam wujud panas dan cahaya–yang akhirnya kita lihat sebagai api.

Jadi, kalau dikategorikan antara materi atau energi… api lebih cocok masuk ke kategori energi, karena yang ia pancarkan adalah berupa energi.

Walaupun itu kurang tepat juga, karena lebih tepatnya api itu wujud dari reaksi kimia cepat dengan oksigen.

Tapi tidak semua reaksi dengan oksigen menghasilkan api.

Sebagaimana yang sudah disampaikan di atas, api itu dihasilkan pada reaksi kimia cepat dengan oksigen.

Kata kuncinya ada pada reaksi kimia cepat.

Kalau tidak cepat, reaksinya tidak memunculkan api. Tetapi yang muncul adalah reaksi oksidasi oksigen biasa yang biasanya muncul sebagai korosi (pengkaratan) atau yang lainnya.

Salam Berkah ...

Efek Jeruk Nipis Bagi Kehidupan


Mari sedikit kita bermain imajinasi dengan Theory Jeruk Nipis

Bayangkan ada sebuah Jeruk Nipis berwarna hijau agak ke kuning2an.

Lalu Jeruk tersebut anda potong jadi dua.
Kemudian pegang salah satunya dan peraslah...
Sampai air tetesan nya mengucurr...

Apa yang anda rasakan..? Asam bukan..?
Setiap tetesannya membuat anda menelan ludah.
Kalau imajinasi anda kuat sekarang anda sedang
Menelan air liur, saking asamnya betul..?

Padahal jeruknya tidak ada...
Tapi rasa asamnya terasa hingga anda harus menelan ludah.

Jika anda merasakan kejadian serupa itulah yang disebut
TEORI JERUK NIPIS.

Bahwa tubuh manusia dirancang untuk merespon apa yang dibayangkan.
Apa yang dipikirkan itulah yang jadi kenyataan.

Sehingga jika kita sedang menghadapi masalah
Lalu kita berpikir yang aneh-aneh
Maka yang terjadi biasanya tubuh akan drop...
Kemungkinan jatuh sakit bahkan depresi...

Padahal semua kekhawatiran itu belum tentu terjadi.
Kita sebenarnya sedang “meneteskan Jeruk nipis” di kehidupan kita.
Semakin banyak tetesannya semakin berat masalahnya.

Kuncinya ada dalam pikiran.
Jika air liur saja bisa dipancing hanya dengan memikirkan sebuah jeruk.
Maka sebetulnya masalahpun bisa diatasi dengan permainan pikiran.

Maaf….
Coba anda perhatikan orang yang kelainan jiwa...
Secara fisik mereka sehat.
Namun mereka hidup di dunia yang berbeda.

Mereka menciptakan dunianya sendiri.
Jeruk Nipis yang mereka teteskan terlalu banyak.
Sehingga muncul lawan bicara yang begitu nyata.
Yang bisa diajak bicara.

Sekarang ubah Mindset anda
Jika didera masalah bertubi-tubi anggap itu “proses pondasi”
Bahwa Allah hendak membangun Hotel berlantai 100.

Bayangkan sebuah proyek Hotel dengan tinggi 100 lantai.
Pondasinya pasti dalam sekali dan kuat sekali.
Dan pengerjaannya pun pasti lama.

Jika pondasinya selesai dia akan mampu menopang beban
Hingga 100 lantai sekalipun ...

Allah tidak iseng memberi kita masalah.
Dia ingin kita kuat bukan ingin kita sekarat.

Maka berhati-hatilah dengan pikiran anda...
Berbaik sangkalah maka kehidupan pun atas ijin Allah akan membaik.

Benar ucapan Ibnul Qayyim Al jauziyah bahwa pikiran pangkal ketaatan atau kemaksiatan.
Kendalikan pikiran anda yang positif.

Keep thinking positively ...
Salam Berkah ...

Sabtu, 14 September 2019

HARTA KARUN PENGASUHAN


Kenangan indah adalah suatu rezeki yang luar biasa. Nyaman dihati dan tenang dalam pikiran.
Kenangan yang bagaimana yang nikmatnya berjangka lama? Tentu kenangan yang positif. Kenangan yang dibuat bersama dengan sengaja. Kenangan karena kebersamaan yang dilalui dengan bahagia.

Kenangan yang saya ingin bagi ini adalah pengalaman pribadi, dan juga  pengalaman beberapa teman yang saya rasa pantas kita kutip disini.

“Saya selalu menyempatkan diri mengantarkan anak saya sekolah. TIdak saya serahkan sama sopir. Karena waktu bersama anak2 itu tidak lama”, demikian kata seorang kawan saya anggota DPR puluhan tahun yang lalu.

“Waktu kita bersama mereka sangat pendek” lanjutnya .”Kalau mereka menjelang atau sudah remaja, mereka sudah tidak mau lagi kita antar kesekolah”.
Malah ada anak teman saya pingin sekolah ditempat yang jauh. Supaya ada alasan utk ber lama lama dengan teman2nya.

Dunia mereka berobah cepat sekali.. kadang2 kita tidak menyadarinya. Tau tau anak kita sudah beranjak besar dan bahkan sudah tidak mau dan punya banyak alasan bila kita ajak bepergian dengan keluarga.

Saya masih teringat beberapa kenangan manis dengan anak anak kami, waktu mereka masih kecil.

Putri kami yang sulung, sangat manja. Takut ketemu orang baru dikenal.. Hobinya waktu kecil adalah naik lift dipertokoan dekat kami tinggal. Saking hobinya naik lift, kami pernah terkunci tidak bisa keluar dari  lift, untung tidak lama.
Kalau kami bepergian dan harus diusahakan ada yg  naik lift nya. Sejak dia TK sampai SD kelas tinggi, dialah yang harus menekan tombol lift, tidak boleh yang lain..

Selain itu, sejak kecil entah kenapa, dia sangat penjijik.Semua harus bersih. Kalau turun tangga dia tidak mau pegang teralis tangga, katanya: “Sudah dipegang banyak orang, kotor!”.
Sehingga kalau naik prosotan di Monas (waktu itu ada prosotan dan arena permainan lain disana) dia juga tidak mau memegang dengan telapak tangannya tapi dengan bagian punggung tangannya.
Kalau  prosotan itu berpasir, dia jijik kalau sampai terpegang pasir itu dan minta di lap lebih dahulu…
Kami ber dua, selalu berusaha seminggu sekali minimal membawanya bermain ke Monas. Setelah kehadiran adiknya minimal saya sendiri bermain berdua dengannya.

Putri kami yang kedua lain lagi. Kalau bepergian paaaling senang bertanya dengan kata2: “Masih jauh ayah?”." Masih jauh nggak ma?" Jawaban yang paling dia suka adalah: ”Jauuuuuuuh sekaliiii…. !!” kata jauh itu harus diucapkan dengan berirama dan panjaang. Lantas dia tersenyum puas dengan jawaban itu dan bertahan untuk tidak bertanya lagi sampai tiga puluh menit kemudian. Setelah itu dia bertanya lagi..dan lagi dan lagi sampai ketujuan.

Waktu masuk sekolah pertama di sebuah Taman Kanak Kanak  di Honolulu, Hawaii tangisnya luar biasa. Sehingga tidak tahan kita untuk meninggalkannya. Tapi karena setiap kali begitu, gurunya meyakinkan kami bahwa dia akan baik2 saja kalau bapak ibu tidak dilihatnya lagi disekitarnya, dan ibunya meninggalkannya dengan air mata iba..

Putri kami ini suka sekali bertanya tentang apa saja dan non stop. Kami berusaha menjawab, kadang sudah sekenanya, karena kecapean.Kalau sudah benar benar lelah ibunya akan bilang : “Cukup dulu ya bertanyanya, mama capek dulu!”

Putri kami yang ketiga, kalau diantarkan kesekolah sejak TK sampai SD senang duduk distang sepeda. Dengan tugas memberikan tanda dengan tangan kalau mau belok, dan mengatakan :”Kiri!´ atau “Kanan!”, padahal jalanan komplek sepi sekali. Tapi dia dengan setia menjulurkan tangannya kekanan atau kekiri. Sekolahnya ‘Fine View Elementary School’ memang tidak jauh dengan tempat kami tinggal; Alumni Village, Tallahassee, Florida,
Jadi tak melelahkan benar bila diantar dengan sepeda. Diapun tidak mau kalau diantar dengan mobil.. Saya pun menikmatinya.

Pada suatu kali gurunya ingin bicara dengan kami. Berdebar juga hati ini, ada apa gerangan.

Ternyata  gurunya hanya ingin menyampaikan sebagai berikut:”Sudah lama saya jadi guru, baru kali ini saya dikritik oleh anak bapak tentang posisi meja, lokasi lemari dan benda2 dalam kelas, karena menurut dia posisi itu tidak menarik!”.

Menurut guru ini, keberanian itu luar biasa dan tolong dibina untuk dia dapat mengeluarkan pendapat yang sehat”.

Wah.. untung di Amerika, saya tidak membayangkan kalau itu terjadi di negeri sendiri…

Sekarang anak kami yang sulung sudah punya anak menjelang remaja, tinggal di Kuala Lumpur.

Putri kami kedua sudah punya tiga anak berdiam di Singapura. Masing masing mereka, alhamdulillah mengantar jemput anak anak mereka sendiri.

Putri bungsu kami tinggal nun jauh ditanah suci : Madinah al Munawwarah. Alhamdulilah 4 bulan yg lalu  menghadiahi kami cucu perempuan kedua dari tujuh cucu.

Tapi kenangan demi kenangan yang kami lalui bersama mereka itu abadi dalam ingatan kami, semoga juga dalam ingatan mereka.
Kenangan manis ini mereka  perlukan sebagai pengalaman menyenangkan yang tidak terlupakan dan  modal dalam mereka mengasuh anak anaknya pula. Bagian dan kebahagiaan mereka, yang waktu itu alhamdulillah jauh dari resah dan gundah.

Ternyata kenangan manis dengan anak2 kita tersebut seperti tulisan dalam prasasti. Umurnya lama dan tidak mudah hilang. Kenangan dengan mereka adalah kenangan yang menyenangkan kalau diingat.
Ternyata, hubungan kita dengan mereka yang hangat dan ikhlas tersebut, menarik dan sangat menyenangkan kalau diungkit kembali.
“Saya tidak pernah lupa, kata istri saya dalam suatu ceramahnya di kediaman Konsul Jenderal RI di Sydney pertengahan November 2016 yl. “ Supaya kantor Konsultan saya bisa berjalan di awal awal berdirinya,suami saya membelikan mesin fax dan membayar gaji staf saya tiap bulan” katanya sambil tersendat tidak bisa menahan rasa harunya.

Nah, kenangan manis itu sebagian besar bisa kita ciptakan dengan kebersamaan dan kehangatan dalam keluarga. Masing2 kita punya kenangan manis dengan anak2 kita.
Kawan kawan dalam grup ini yang sudah jadi kakek nenek pasti juga tidak kurang pengalaman manisnya dengan para anak dan cucu tercinta.

Ayo kita berpacu dengan waktu untuk menciptakan kenangan manis yang tidak terlupakan baik oleh kita maupun anak anak kita. Karena kenangan manis inilah “harta karun” pengasuhan yang sebenarnya.
Ia akan terpatri dalam sanubari kehidupan kita dan keluarga yang selalu menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Bila anda tua nanti, anda pasti akan merasakan apa yg kami alami:  Waktu yang sekarang terasa sangat padat, tergesa2, berat dan panjang, akan terasa sangat pendek..pendek sekali.

Berupayalah untuk menimbun harta karun Pengasuhan….
Selamat berjuang

Apa Arti Hidup Mu ...




CARA SIMPLE KELOLA KEUANGAN


Pernah ngalamin gak?

- Tanggal muda, baru gajian/dapat profit Seneng luar biasa...
- Pas tanggal 20 keatas, mulai panik...
- Akhir bulan, sengsara?

Pernah ngalamin? 🤭

Kalau iya, mungkin ini bukan soal penghasilan yang kecil.

Tapi mengelolanya yang kurang tepat (Walaupun tetep aja harus digedein penghasilannya, nanti saya bahas...)

Nah, sekarang, saya akan bahas dulu mengelolanya...

Simak ya...

Oiya, sebelum saya bahas tentang kebiasaan mengelola uangnya, saya kasih tau dulu kalau Anda self employee, mestinya Anda digaji oleh diri sendiri.

Misal Anda agen, reseller atau jalanin bisnis yang kehadiran Anda harus terlibat.

Maka sebaiknya Anda menggaji diri sendiri.

Saya udah pernah sharing tentang menggaji diri sendiri ini ke agen saya. Di Video member area.

Sekarang, saya asumsikan Anda paham. Dan mulai menggaji diri sendiri.

Jadi, sekarang kita bahas kebiasaan apa saja yang saya lakukan dalam mengelola uang:

1. GIVING BEFORE SPENDING

Sedekah dulu di awal, Diutamakan dan dibanyakin.

Ini rutin dan jangan sampai kelupaan.

Kadang, euforia setelah punya uang bawaannya pengen belanja. 🤭

Wajar... dan itu boleh-boleh aja. Toh itu uang Anda. 🤔

Tapi bagi saya, sedekah itu di awal.
Kalau udah nyampai nishab nya, wajib zakat.

Sekedar sharing, saya sedekah pakai autodebet.

Jadi otomatis transfer aja.

Ke rekening Yayasan, seperti Dompet dhuafa, ACT, Rumah Zakat. dan sebagainya...

Jadi, udah otomatis aja. Ga pakai ribet.

Kebiasaan ini perlu Anda biasakan ya.
Kuncinya : Berbagi dulu, belanjakan kemudian...

2. HUTANG DICICIL, BUKAN NUNGGU PUNYA BANYAK

Alhamdulillah sekarang saya ga punya utang.
Tapi saya pernah punya utang 40 an juta.

Cara saya melunasi ya cicil. kadang 500rb, kadang 1 juta.

Kadang pernah saya bayar jebret 5 juta sekaligus. NYOOOH 🤣

Tergantung bulan itu penghasilan saya berapa.

Tips buat Anda yg masih punya 'amanah'.
Misal nilainya 40 juta. jangan nunggu punya 40 juta dulu baru mau bayar...

Kelamaan... 🧐

Bayar dikit-dikit. Biar cukup buat kebutuhan yang lainnya.

Saya ga tau kalau hutang bank gimana, karena alhamduliilah ga pernah (dan ga akan pernah) hutang ke bank.

Jadi mungkin ada tips lain kalau hutang di bank, silakan tanya yang udah pengalaman :D

Kesimpulannya :

Kalau punya utang, dicicil bayarnya...
dan gaya hidup biasa aja...

3. INVESTING

Saya pernah bahas dikit tentang beli emas. Emas batangan bukan emas perhiasan.

Silakan baca-baca lagi postingan saya tentang emas.

Intinya, kalau kita nabung pakai uang, nilainya merosot.

Contoh, 5 tahun lalu, harga emas 1 gram 500rb an.

Sekarang udah 700rb an.

Misalnya Anda nabung dan nyimpen uang 500rb dan disimpan sampai sekarang.

Maka nilainya merosot. Rugi!

Kalau saat itu dibelikan emas, dan sekarang emasnya dijual Anda pegang uang 700rb.

Prinsipnya : EMAS bukan menambah kekayaan Anda, tapi mempertahankan kekayaan Anda.

Soal investing yang lain...

Saya sangat menganjurkan untuk BELAJAR DULU ILMUNYA!

"Mas Invest di property gimana?"
"Mas, reksadana boleh gak?"
"Mas saya mau investasi untuk bisnis sendiri"

Dan sebagainya...

Ujung-ujungnya, semua jenis investasi itu BUTUH ILMU. 👊

Jadi, Investasi leher ke atas (bajetin untuk belajar)

Seperti : Buku, seminar, training, kursus, pengajian, dll...

Akan balik uangnya ke kantong Anda...

4. SPENDING.

Jadi, setelah penghasilan utama dipotong SEDEKAH, abis itu BAYAR UTANG juga udah...

Lanjur INVESTASI jangka panjang juga udah...

Maka selanjutnya bayar yang wajib-wajib dulu dalam spending.

Misal :
- Bayar SPP anak
- Listrik
- ngegaji PRT
- Air/Keamanan di komplek
- Wifi
- Dan lain-lain...

Dan tugas Anda berikutnya hanya satu : HABISKAN! 🤭

Suami bilang : "Mah, ini uang belanjanya, HABISKAN yaaa..."

Pasti istrinya seneng...💃

Akan beda perasaannya ketika suaminya bilang:

"Mah, ini uangnya, tapi jangan banyak-banyak belanjanya ya, sisakan buat utang, buat sedekah, buat sekolah anak, buat listrik dan buat ABCD"

Duh...🙄

Padahal mungkin sama aja nilainya!
Tapi beda PRIORITASNYA

Beda prioritas mana duluan yang harus dibayar...

Begini urutannya:

- Sedekah
- Utang
- Invest
- Belanja

Kebanyakan kita urutannya dibalik.
Pas baru dapat uang,

- Belanja dulu😵
- Sisanya buat utang😏
- kalau ada buat invest😔
- seuprit buat sedekah 😣

Duh...
Kebangetan! 😓

Belanja, harusnya ditaruh di akhir, karena kita sangat mungkin kebablasan/kelewatan saat belanja. 😏

Pengen beli minyak, eh, kok sekalian buah, sekalian snack, sekalian sirup dan lain-lain... 😚

Niatnya belanja 50rb, jadi 80rb!

Makanya BELANJA ditaruh di akhir.

SEDEKAH ditaruh di awal, karena apa? udah ngaku aja, kita hampir ga pernah kelewatan saat sedekah.

Misal ada pengemis, Anda kasih 50rb, pengemisnya seneng. Terus kita ngasih lagi 20rb, ngasih lagi 10rb?
Pernah? NGGAK KAN? 😜

Nah lo...

Sekarang, mumpung masih tanggal muda.
Yuk perbaiki kelola uangnya...

Ga bosen apa, tiga kali lebaran uangnya segitu-segitu aja.

Semoga, setelah baca tips ini sampai akhir, membuat Anda jadi makin MELEK keuangan.

Semoga, disaat tanggal muda kita bahagia, di tanggal tua kita makin bahagia... Dan setelah mati masuk surga...

Aamiin....

Jumat, 13 September 2019

Belajar Empati



Mengajarkan anak untuk hidup, tidak terlepas dari menanamkan Empati. Bagaimana caranya?

Cara terbaik untuk mengajarkan empati, adalah dengan mencontohkannya. Jika si anak terjatuh, yang ditanya bukan kenapa bisa jatuh, atau menyalahkannya, tapi yang ditanya.. mana yang sakit? Are you OK?.

Ketika anak pulang dan dengan rasa takutnya menunjukkan hasil ujian yang bernilai jelek.. bukan dimarahi atau dinasehati dengan serentetan kata-kata yang berisi hikmah namun disampaikan dalam bentuk marah, tapi disenyumin dulu, dipeluk.. karena dia sudah berani jujur! Padahal kalau dia ngak kasih tahu, kita juga sudah lupa.

Susahkah ? Sangat!

Tapi bukan berarti ngak bisa!!!

Ketika pagi ini, si kecil saya kembali merengek untuk tidak sekolah, saya menghentikan apa yang sedang saya lakukan, lalu fokus kepadanya. 

“Kenapa ngak mau sekolah?” tanya saya. 
“Pusing” jawabnya. 
“Ooh pusing, sini baring deket Ayah” ajak saya. Sambil perlahan saya pijat kepalanya. 

Bel akan berbunyi 15 menit lagi. Anak ini masih selonjoran di kamar saya, pake baju tidur dan gigi yg belum disikat. Satu-satunya yang ia sudah lakukan adalah sholat! dan memang buat saya, itu yang utama. 

Setelah merasa diterima, baru saya bicara. Saya tahu sekolah buat dia (saat ini) belum enak. Saya tanya, maunya gimana?. “Ngak sekolah” jawabnya.

Saya sudah memperkirakan, itu pasti tujuan dia.

Tujuan saya? dia mau berangkat walau belum sepenuhnya ikhlas, walau terlambat, tetapi pusingnya harus lebih dulu hilang. 

Saya lalu menawarkan beberapa opsi untuk menghilangkan pusing. Diantaranya mandi air hangat dan minum teh hangat. Perlahan dia setuju. Lalu dia mandi dan pakai baju. Alhamdulillah!
Satu tahap sudah selamat!

Kita ngobrol di meja makan seperti biasa, padahal bel sekolah sudah berbunyi jam segitu. 

Setelah siap semua, saya temani ayahnya mengantarkan dia. Di pintu gerbang sekolah, airmatanya mulai keluar lagi. Saya duduk peluk. Ngak perlu banyak bicara, dia hanya perlu pelukan. 

Minta izin diantar kedepan kelas. 
Menangis lagi. 
Kami duduk dalam diam.
Lalu saya bertanya, sebetulnya apa yang memberatkan hati. Dia menggeleng sambil tetap sedih. Saya tebak perasaannya, lalu mendengarkannya.

Setelah menerima perasaan, lalu saya bilang “Ayah tahu Daffa sedih, ngak suka, ngak ngerti sama pelajarannya. Nanti pulang, kalau sudah ngak capek, kita belajar ya.. pake slide show” tawar saya. Dia mengangguk perlahan. 

Saya lanjutkan dengan mengatakan “Mama  mendoakan Daffa gembira hari ini, Daffa boleh ngak tolong Ayah?”. Dia mengangguk. 
“Boleh ngak Daffa berusaha untuk senang hari ini?, ngak usah senang, cukup BERUSAHA untuk senang?” tanya saya lagi. 
Dia mengangguk lagi. Pak gurunya sudah menunggu di samping kami. Saya tanya “sudah boleh masuk kelas Daffa?”. Daffa mengangguk dan menghentikan airmatanya. Saya peluk sekali lagi, cium pipinya, dan ia pun berjalan ke kelasnya.

Apakah saya begini setiap hari?
Tentu tidak, saya manusia juga. Banyak ngak sabar dibandingkan sabarnya. Tapi yang pasti, saya mau berusaha, saya mau berubah. Belajar untuk menjadi pendengar perasaan. Belajar untuk meninggalkan apa yang sedang saya lakukan, untuk fokus ke anak yang sedang bermasalah. 

Semoga Allah senantiasa membantu saya dalam menjaga amanah yang diberikan olehNYA.

Kalau saya bisa, anda juga.

Mari berbenah diri. 
Dari hari ke hari.
Terima perasaan anak.
Ajarkan empati. 
Bukankah itu nanti, 
Yang kita harapkan
anak mengerti?
Ketika tubuh mulai melemah,
Perasaan mulai mudah sedih. 

Semoga ananda berkenan memberhentikan kegiatannya, sekedar untuk memeluk tubuh Ayahnya yang merenta. 

Barakallahu fiik
Muhammad Daffa Mubarok

Ilmu Closing Property


Sering jumpai sales marketing real estate saat menawarkan produk propertinya menggebu-gebu namun tidak fokus, ragu-ragu menjawab ketika ditanya lebih mendalam mengenai produk yang dijualnya malah terkesan tidak siap dan kurang menguasai fitur serta benefit produk yang ditawarkannya, sudah tentu TIDAK akan GOAL Trust maupun transaksi jual belinya benarkan? Karena hilang kesan profesional setuju? Semoga tidak terjadi pada Anda atau team Anda saat ini!


Mau tahu cara apik mempersiapkan dan yang harus dilakukan oleh Sales Marketing Real Estate supaya closing membahagiakan? Selamat Anda mendapat bocoran kunci jawaban 12 hal penting yang harus dikuasai pada saat produk memprospek konsumen menuju closing , antara lain :


1. Kuasai produk knowledge secara tepat baik fitur maupun benefitnya, tabel harga serta angsuran KPR 10-15 tahun bisa dihafal averagenya per100jt.
2. Penampilan yang baik, seperti wangi wajar, pakaian hingga asesoris yang melekat pada tubuh.
3. Tampilkan sikap yang baik, wajar jauh dari kesan sombong.
4. Menguasi bahasa Indonesia dan bahasa lokal yang cukup baik serta olah intonasi.
5. Memahami pengetahuan tentang investasi properti, dan istilah bisnis, perbankan.
6. Berhadapan dengan calon konsumen dengan mantap atau tiru 50% gesturenya, tidak ragu-ragu, khususnya tatapan mata atau eye contact.
7. Berbicara jelas, usahakan tidak gugup jauh lebih baik muncul kesan lebih banyak mendengarkan.
8. Lontarkan pertanyaan-pertanyaan yang terarah seperti bagaimana Pak/Bu jika Anda berminat kira2 pilihannya yang mana? Type apa? Dan menurut Pak/Bu pembayaran yang enak dan sesuai itu yang seperti apa yang diinginkan?
9. Berikan informasi yang benar, akurat tentang produk tidak berlebihan yang tidak penting, dan beri kesan jelas tapi tinggalkan rasa penasaran kepada produk dan sosok smart diri pemasar itu sendiri untuk calon konsumen.
10. Minta nomor kontak yang bisa dihubungi dan usahakan langsung miscall supaya terkonfirmasi serta akurasinya.
11. Berikan brosur dan tabel harga terpisah serta kartu nama supaya bisa merefresh percakapan ulang jika diperlukan.
12. Ini yang paling penting sebelum nomor 1 ialah “lakukan survey konsumen tersebut secara detail informasi tentang dirinya dari hobby, jumlah anak, kebiasaan, apa yang dia pakai dan kebutuhannya —» bila kita pakai sniper” , bila ditempat tertentu secara mendadak seperti pameran lebih baik lakukan identifikasi dulu kepada calon konsumen jangan asal tembak!


Selamat mencoba, buat segala sesuatu baik dengan persiapan yang baik! Semua sales marketing properti handal adalah mereka yang mau belajar agar konsumen terima manfaatnya dan komisi “KAYA” di pihak kita!


Semoga bermanfaat.


Menjual Dengan Emosi


MEMBELI DENGAN EMOSI

Konsumen membeli atau mengambil keputusan pembelian atas dominasi pertimbangan emosional mungkin semua sudah sepakat.

Lah wong pengambilan keputusan itu terjadinya di bagian otak yang namanya sistem limbik. Tempatnya rasa berada dan dikelola. Di sini jugalah rindu bersemayam. Pantes aja pembeli suka galau ya? Rindu yang gratis aja berat. Apalagi membeli.

Data pada akhirnya selalu pendukung saja. Bahkan untuk obyek jual beli yang sangat identik dengan data. Bagian otak yang rasional dan logis tempat data berada saja namanya neo-cortex. Otak baru. Dipakenya baru. Belakangan.

Nah, reka punya reka dalam kajian cocokologi saya, hubungan mesra antara membeli dan emosi ini minimal punya tiga tingkatan kedalaman :

1. Membeli atas pertimbangan emosi

Ini terjadi pada hampir semua obyek dan transaksi.

2. Membeli manfaat emosional (emotional benefit)

Ini misalnya terjadi pada obyek yang terkait dengan lifestyle (gaya hidup). Ketika beli kopi di Starbucks, Anda nggak beli kopinya tapi mungkin suasana atau gengsinya.

Begitu juga ketika lebih memilih gerai zara atau h&m ketimbang pergi ke tenda biru pondok gede yang sudah digusur. Walaupun tetep nyari diskonan.

3. Membeli emosi

Ini paling dalam. Bukan cuma pertimbangan emosi tapi Anda langsung membeli emosinya.

Contohnya ketika Anda membeli tiket film atau berkunjung ke wahana rekreasi.

Pada dua obyek itu, Anda menukar uang dengan rasa senang, bahagia, haru, bahkan ketakutan. Saat menonton genre horor atau naik wahana ekstrim, Anda baru merasa puas ketika berhasil ditakuti atau memperoleh ketakutan maksimal. Makin takut, makin puas.

By Muhammad Azhar
13 September 2019
10.20 PM

Jangan Remehkan TuhanMu


JANGAN DIAM SAJA

Tidak ada yang TIDAK MUNGKIN di dunia ini.

Percaya?

Catatannya jika Tuhan MAU. Di tangan Tuhan digenggam segala kemungkinan. Hanya Dia yang bisa mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hanya dalam sekejap.

Kita semua sebagai insan beragama dan berketuhanan tentu percaya itu.

Kata kuncinya adalah jika Tuhan MAU. Jika Tuhan berkehendak.

Tetapi perlu dicatat.

Tuhan TIDAK AKAN MAU mengubah nasib suatu kaum, jika mereka sendiri TIDAK MAU mengubahnya.

Ini bisa jadi adalah cara Tuhan untuk :

✓ Menerapkan keadilan-Nya;
✓ Menguji kesungguhan kemauan kita.

Maka sudah saatnyalah bagi kita yang sedang dalam tantangan dan menginginkan perubahan keadaan untuk menunjukan kesungguhan kemauan itu dengan mulai berusaha dan fokus mengubah.

Mengubah apa saja?

✓ Mengubah POLA PIKIR atau MINDSET;
✓ Mengubah LINGKUNGAN atau NETWORKING;
✓ Mengubah KAPASITAS dan KOMPETENSI;
✓ Mengubah STRATEGI atau CARA;

Mengubah semua hal yang menjadi syarat terjadinya perubahan.

Mulai dari mana?

Tidak ada opsi lain selain terus-menerus BELAJAR. Menemukan apa yang selama ini belum kita ketahui dan selanjutnya mempelajari, mengetahui, bahkan menguasainya.

Tidak mungkin menghadapi masalah dan tantangan hari ini cuma berbekal pengetahuan dan keterampilan kemarin.

Itulah sebabnya kita dianjurkan untuk belajar sejak di ayunan hingga ke liang lahat. Dianjurkan pula untuk belajar hingga ke tempat atau negeri-negeri yang jauh.

Betapa banyak orang yang bisa mengubah keadaanya dengan mengetahui apa yang sebelumnya tidak diketahui.

Betapa banyak orang yang menjadi unggul karena menguasai apa yang tidak dikuasai orang lain.

Kiyosaki menyebutnya UNFAIR ADVANTAGE.

Memang Tuhan pun sudah menjanjikan akan mengangkat derajat orang-orang yang berpengetahuan.

Kalau tantangan kita saat ini adalah keuangan, belajarlah ilmu keuangan. Kalau pemasaran, bergurulah ilmu pemasaran. Dan seterusnya.

Belajar itu berat. Tapi kamu pasti kuat. Sebab jalannya menanjak. Tapi membawa kita ke tempat yang lebih tinggi.

Belajar juga mengandung filosofi pengorbanan.

Mengorbankan ego, mengosongkan gelas, menunda kesenangan untuk masa depan yang lebih terang.

Mari belajar, berusaha, bekerja keras, dan berkorban untuk berubah. Jangan diam saja.

By Muhammad Azhar
13 September 2019
10.17 PM

Be Your Self




Jangan suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Jadilah diri sendiri.

Sering dengar kalimat itu?

Ada benarnya dalam urusan pribadi. Dalam urusan bisnis, berlaku sebaliknya.

Kita wajib tau apa saja kelebihan dan kekurangan produk atau bisnis kita.

Dalam mazhab REDMARK, kita perlu menyusun minimal 10 KELEBIHAN dan KEKURANGAN PRODUK.

Dari 10 itu, cari masing-masing SATU yang “TER”.

Dari mana kita tau dan buat apa ?

Dari mana ?

Di atas sudah disinggung.

Kelebihan dan kekurangan adalah perbandingan. So, hanya mungkin diperoleh dengan membandingkan produk atau bisnis kita dengan KOMPETITOR.

Maka kita perlu tau, kenal, paham hingga serinci mungkin tentang kompetitor kita.

Kompetitor yang mana?

Mosok masih nanya..

Tentunya mulai dari yang terdekat dalam hal produk maupun lokasi. Ini karena kita sedang bicara dalam konteks bisnis properti tentunya. Hingga yang terkuat dan terhebat.

Lalu, apa yang dibandingkan?

Kami telah menyusun 8 COMPETING FACTORS yang nanti bisa ditambahkan daftarnya :

Lokasi

Type

Harga

Konsep & Desain

Spesifikasi

Fasilitas

Legalitas

Cara Pembayaran

Selanjutnya jika sudah ditemukan kelebihan dan kekurangan? Apa manfaatnya?

10 kelebihan adalah hal yang kita jual atau tawarkan kepada calon konsumen sebagai SOLUSI atas masalah yang mereka punya.

Sebab, bisnis adalah menjual solusi. Konsumen tidak peduli produk dan bisnis kita. Mereka hanya peduli kepentingan mereka yaitu solusi atas masalah yang mereka punya.

1 kelebihan adalah jualan utama kita. Branding atau persepsi yang akan kita identikan dengan produk atau bisnis kita. Sebab persepsi dalam bisnis harus dibentuk. Sebab jika tidak dibentuk dia akan liar. Sementara marketing adalah tentang persepsi. Orang tidak membeli karena realitas. Tapi karena persepsi mereka atas sebuah produk atau bisnis.

Sebarkan, sosialisasikan, kampanyekan ini kepada dan agar diketahui oleh sebanyak mungkin orang. Ini namanya brand activation, product activation, business activation, trust building, dan seterusnya. Pokoknya begitulah.

Lalu apa gunanya menyusun kekurangan?

Pertama supaya sadar dan bertobat kepada Tuhan. Ehehe.

Kedua, sebagai bahan untuk HANDLING OBJECTION.

Orang termasuk calon pembeli cenderung lebih mudah melihat kekurangan daripada kelebihan.

Padahal mana ada produk atau bisnis yang sempurna?

Kadang ada saja kekurangan yang tak terhindarkan.

Maka antisipasi. Minimal kita sudah menyiapkan jawaban. Bagaimana cara dan teknisnya terserah.

Dari 10 kekurangan, SATU yang TER adalah kekurangan yang utama. Paling menonjol. Paling mencolok. Maka siapkan antisisapinya.

Kelebihan dan kekurangan kompetitor juga perlu kita petakan.

Kelebihannya jadi sarana untuk belajar. Kekurangannya jadi tantangan untuk kita jawab. Mampukah kita memberikan apa yang tidak mampu diberikan kompetitor dan bahkan jadi kelemahannya.
By Muhammad Azhar
13 September 2019
10.15 PM