_____ ThinkingBrain & FeelingBrain
Tn. Manson berpendapat fikiran kita adalah “sebuah mobil”. Sebuah kendaraan yang akan membawa kita menelusuri jalan kehidupan yang berliku, lurus, dan banyak persimpangan.
Nah, di dalam mobil ada 2 penumpang yang akan menentukan kita akan kemana. Sebut saja “THINKING BRAIN” dan “FEELING BRAIN”. Dua penumpang yang berbeda cara berfikirnya. Dan mereka jarang sekali saling berbicara.
Sang “thinking brain” mewakili pikiran sadar kita, kemampuan kita untuk membuat perhitungan, dan kemampuan kita untuk menalar (bener: menalar bukan menakar) melalui berbagai pilihan dan mengekspresikan ide melalui bahasa.
Sementara, “feeling brain”, mewakili perasaan emosi, impulsif, intuisi, dan insting kita. And this one, yang nge-lead kita mau kemana. Bukan “thinking brain” malah.
_____ Buku yang Provokatif?
Uhm, terkait pemikiran “feeling brain” dan “thinking brain” ditulis Mark Manson dengan sangat provokatif dilandasi teori-teori yang kiri. Kebayang, wording Nietzsche dan cerita kehidupan sang filsuf yang dituliskan sama Tn. Manson, guys.. 😂
Saya pribadi menilai, buku ini lumayan provokatif. Men-challenge pemikiran eksisting yang kita miliki. Jenius bahasa ini si Tn. Manson.
Agitatif. Untuk yang ndak kuat ndak usah dibaca. Pun, kalau dibaca jangan sampai ndak selesai. Supaya ndak suwir pemahamannya, gais.
SARAN SAYA, sebelum membaca buku ini, sebaiknya merdekakan fikiran. Membuat agama sebagai komoditas sangat benderang disampaikan. Uhm, walaupun saya fikir Mark Manson kebangetan. ✌️😂
Salam Berkah ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar